Anda penyuka bebek goreng, jangan lewatkan tips memasak bebek yang satu ini: Bebek Andaliman Kelapa Gongseng, ala “chef” JNC: Monang Sitohang. Rasanya…. aduhai….. Selamat mencoba.
Tag: kuliner bebek
Bebek Tepi Sawah – Kuta
Bebek betutu khas Bali sangat lezat. Selain krispi, juga empuk. Potongan bebek per porsi cukup besar. Harga bervariasi mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 100.000 lebih. Bebek Betutu Tepi Sawah, asal-usulnya dari Ubud – Bali. Sekarang, resto bebek khas Bali ini sudah memiliki cabang di banyak tempat di kota-kota besar di Indonesia. Video ini tentang pengalaman wisata kuliner di Bebek Tepi Sawah yang ada di Jl. Tuban, Kuta – Bali.
Harga yang Aneh di Begor Pondok Suryo
Jayakarta News – Anda pecinta menu bebek goreng? Tidak salah. Selain tekstur daging yang lebih gurih dibanding ayam, menu bebek goreng juga menjanjikan kelezatan khas. Tentu dengan catatan, diolah dengan cara yang benar sehingga gigi Anda tidak harus “berkelahi” dengan alotnya daging bebek.
Resto Begor (Bebek Goreng) Pondok Suryo adalah salah satu resto dengan menu andalan bebek goreng yang lumayan kesohor di Jakarta. Resto ini bahkan sudah memiliki sejumlah outlet, antara lain di Jl Senopati, Jl Wolter Monginsidi, Jl Ampera (semuanya di Jakarta Selatan), serta sejumlah outlet lain, dengan nama yang sama.

Meski menyediakan bervariasi menu, tetapi yang paling top memang bebek gorengnya. Sepotong bebek goreng bisa dipesan dengan nasi putih. Sambal cobek, adalah sambal yang direkomendasikan sebagai teman menyantap begor di sini. Sajian begor Pondok Suryo, lengkap dengan tahu tempe goreng serta sayur asam.
Kenapa paling top begornya? Menurut beberapa pelanggan, termasuk penulis yang sudah mencoba di dua outlet begor Pondok Suryo, tekstur bebek gorengnya garing, crispy, empuk, dan –ini yang penting– tidak amis. Apalagi ditambah dengan saus khas Begor PS warna coklat, yang rasanya sangat khas.
Bagi yang tidak suka daging bebek, jangan khawatir, karena bisa menggantinya dengan empal atau ayam goreng, ayam penyet, dan ayam crispy. Dengan tambahan tempe, tahu goreng dan lalapan segar serta kol goreng.
Makanan lain pun banyak tersedia seperti gado-gado, pecel, dan rujak cingur. Makanan berkuah pun, di sini ada menu rawon dan sop buntut yang dagingnya sangat tebal. Penyuka ikan bakar pun tidak akan kecewa di resto ini.
Makan begor tentunya ditemani minuman pula. Bisa pesan es kelapa, es teler, es lapindo. Atau es tombak yang isinya avokad, strowberry, lime juice, dan susu kental. Atau sekadar teman minuman klasil teh hangat atau panas tawar.

Di hari kerja resto ini sangat penuh, terutama di waktu istirahat makan siang. Demikian pula di akhir pekan, pengunjung pada umumnya datang bersama keluarga. Pendek kata resto dengan dekor sangat biasa, hanya di satu dinding ada hiasan batik warna warni, tidak pernah sepi pengunjung.
Penuhnya tempat makan yang satu ini selain rasa makanan yang enak, harganya pun dibandrol sesuai dengan nikmat masakannya. Seporsi nasi begor dan lalap dihargai Rp 56.363 (paha), Rp63,636 (dada). Sedangkan nasi dengan bebek kremes sepotong paha dihargai Rp 48.636 dan dada Rp 57.272.
Anda sudah perhatikan angka-angka rupiah dalam harga yang dibanderol untuk setiap menu di atas? Sungguh tidak biasa, harga menu dengan nominal yang rumit dan tidak mungkin dibayar dengan uang pas. Entah apa alasannya. Dan ini menjadi rahasia si pemilik resto. (s. resti handini)
Bebek Bengil, Tamu Pertamanya Sekawanan Bebek

BEBEK Bengil, satu dari sekian banyak resto asal Bali yang bisa dibilang sukses merangsek pasar nasional. Selain empat outlet di Bali: Ubud, Nusa Dua, Jimbaran GWK, dan Samasta Jimbaran, Bebek Bengil juga hadir di Menteng Jakarta Pusat, The Breeze (Tangerang), Epicentrum (Jakarta Selatan), Gandaria City Mall (Jakarta Selatan), dan Maxx Box Lippo (Karawaci).
Siapa sangka, usaha resto bebek goreng ini bermula dari sebuah warung sederhana di kawasan Ubud. Dirintis tahun 1990, dengan resep spesial bebek gurih sekaligus renyah. Berbeda dengan bebek Solo, maka Bebek Bengil yang asal Bali, menggunakan sambal matah sebagai identitas.
Sungguh, bukan soal mudah memasak bebek menjadi hidangan empuk. Sekadar membuat empuk daging bebek, barangkali bisa dicoba dengan berbagai resep nenek moyang, tetapi membuat daging bebek empuk, tetapi tanpa menghilangkan cita rasa daging bebek yang khas, memang sulit. Dan resep itulah salah satu keunggulan Bebek Bengil, sehingga dalam waktu tidak terlalu lama, usaha resto bebek ini berkembang pesat.
Tahun 2000-an Bebek Bengil bahkan sudah berani ekspansi ke Jabotabek. Melihat sejumlah outletnya, maka jelas Bebek Bengil memiliki segmen menengah atas.
Selain menu bebek goreng, masakan lain yang sering dipesan antaranya nasi campur Bali yang terdiri dari sepotong bebek goreng, sate lilit, sayuran kacang, dan telur. Ada pula bebek bakar sambal hijau, nasi bebek betutu Bali, dan nasi goreng sambal matah.

Bagi yang kurang cocok dengan bebek dapat menikmati pepes ikan bumbu Bali. Atau nasi campur bali disajikan dengan ayam goreng, kari daging sapi tentu saja dengan sambal matah. Menu khas lain adalah sate lilit, sate platters (bisa daging, ayam, ikan), buffalo chiken wing, fish n chip.
Atau mungiin Anda vegan tapi pasangan Anda penggemar BB, ada pilhan untuk Anda seperti gado-gado atau salad buah Bali. Sedangkan untuk harga, makanan di resto ini seporsi bebek goreng bisa untuk dua orang dihargai Rp 125 ribu. Nasi campur Rp 75 ribu. Seporsi bebek bakar sambal hijau Rp 122 ribu. Diperkirakan per orang mengeluarkan Rp 100 rb.
Nah, yang menarik adalah, ada apa di balik nama Bebek Bengil? Anda tahu arti kata bengil? Kotor. Jadi, secara harfiah, bebek bengil artinya bebek kotor. Dirty ducks.
Kisahnya memang unik. Tersebutlah ketika bangunan resto mendekati finishing. Para pekerja sedang menyemen lantai untuk dipasang keramik. Mendadak, datang segerombolan bebek dari sawah nyelonong masuk resto. Mereka menginjak-injak lantai, meja, sehingga menjadi kotor. Secara berseloroh, pemilik menyebut, “merekalah tamu pertama Bebek Bengil….”. Karena kebetulan pemilik masih pusing mencari nama, maka atas peristiwa itu muncul ide menamai resto itu dengan Bebek Bengil. ***