JAYAKARTA NEWS – Usai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau rakyat yang terampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Selasa 7/12), Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto langsung terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat.
“Benar, Ka BNPB tidak kembali ke Jakarta, tetapi langsung terbang ke Pontianak,” ujar Egy Massadiah, Tenaga Ahli Kepala BNPB, kepada wartawan sebelum bertolak ke Pontianak.
Esok hari, (Rabu 8/12), dari Pontianak, Letjen TNI Suharyanto bertolak ke Kabupaten Sintang, menerbangi jarak 300 km lebih, dan dijadwalkan mendarat di Bandara Tebelian, Kabupaten Sintang. “Agenda di Sintang, antara lain mendampingi Presiden Joko Widodo yang melakukan kunjungan kerja dengan agenda mengecek penanganan kedaruratan bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu,” tambah Egy.
Seperti diketahui, sebagian wilayah Sintang sudah hampir sebulan tergenang banjir. Penyebab utama banjir Sintang lantaran ada kerusakan di bagian hulu pada area penangkapan hujan yang terjadi sejak berpuluh-puluh tahun lalu.
Kerusakan di area hulu, menyebabkan volume air di Sungai Kapuas luber sehingga menggenangi wilayah di sekitarnya. “Penghijauan kembali di daerah hulu adalah concern Presiden, dan itu ditangkap dengan baik oleh Kepala BNPB,” kata Egy. (pr)
JAYAKARTA NEWS— Setelah menempuh penerbangan selama 30 menit dari Bandar Udara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU, Presiden Joko Widodo dan rombongan terbatas tiba di Helipad Stadion Srikandi, Kelurahan Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa 7 Desember 2021.
Presiden disambut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Nico Afinta.
Dalam sambutannya saat berkunjung ke Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Presiden menyatakan kedatangannya ke lokasi terdampak guna memastikan bahwa seluruh kekuatan yang ada di lapangan mencari korban yang masih ada, juga masalah evakuasi serta penanganan pengungsi di lapangan.
“Pertama-tama atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya korban akibat letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
Pagi hari ini, saya datang ke lokasi untuk memastikan bahwa seluruh kekuatan yang kita miliki sudah berada di lapangan untuk pencarian korban yang masih ada, kemudian juga evakuasi, juga penanganan pengungsi di lapangan, dan juga ini kita lihat untuk rencana perbaikan infrastruktur yang rusak akibat letusan Gunung Semeru ini.
Kemudian, tadi di lokasi pengungsi saya juga ingin memastikan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan pengungsi juga tertangani dengan baik, baik yang berkaitan dengan konsumsi, kesehatan, kemudian air bersih, saya kira kondisinya mulai membaik. Dan kita berharap setelah nanti reda semuanya bisa dimulai, baik itu yang berupa perbaikan infrastruktur maupun kemungkinan relokasi dari tempat-tempat yang memang kita perkirakan berbahaya untuk dihuni kembali,” ujar Presiden.
Ia juga menyampaikan, kurang lebih dua ribuan rumah harus direlokasi. “Ini segera akan kita putuskan di mana relokasinya dan saat itu juga akan segera kita bangun karena saya kira semuanya sudah siap,” ucapnya.***ebn
JAYAKARTA NEWS – Hari Senin (6/12) menjadi hari yang panjang dilakoni Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Hadir di lokasi bencana letusan gunung Semeru, Minggu (5/12), langsung gerak cepat mengkoordinasikan proses tanggap darurat.
Pagi ini, dua helikopter sudah disiapkan, masing-masing helikopter jenis PK-USE jenis AW119 dan PK-RTY jenis AS 365N. Suharyanto didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Tenaga Ahli Kepala BNPB Egy Massadiah, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, Plt Deputy Logpal Harmensyah pun terbang melakukan pemantauan dampak erupsi Semeru dari udara.
Setelah terbang sekitar 30 menit, helikopter PK-USE AW119 yang dinaiki Letjen Suharyanto mendarat kembali. “Usai terbang, Bapak Ka BNPB memimpin rapat koordinasi singkat di Posko Kecamatan Pasirian. Selain menerima laporan, Pak Suharyanto juga memberikan arahan tentang langkah-langkah yang harus diambil,” ujar Tenaga Ahli Ka BNPB Egy Massadiah kepada wartawan.
Selain itu Ka BNPB juga meminta unsur BNPB dan BPBD tetap memonitor penanganan bencana bencana lain yang terjadi di tanah air. Agar tertangani dengan baik. Hadir dalam Rakor itu antara lain unsur Korem 083/Baladhika Jaya, Kodim 0821/Lumajang, aparat Polda Jatim dan Polres Lumajang, unsur BPBD Jatim dan BPBD Lumajang, dan lain-lain.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi terdampak letusan Gunung Semeru naik trail. (foto: BNPB)
Dari kiri: Egy Massadiah (TA BNPB), dua dokter di RSUD Pasiran, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah. (foto: BNPB).
Serahkan Tali Kasih
Tuntas Rakor, masih di kecamatan yang sama, Suharyanto menuju RSUD Pasirian yang terletak di Jl. Raya Pasirian No.225, Kebonan, Pasirian, Kabupaten Lumajang. Ia diterima serta didampingi langsung oleh Direktur RSUD Pasirian, dr. Wawan Arwijanto. “Laporkan, jumlah korban dan keadaannya,” pinta Suharyanto kepada dr Wawan.
Disebutkanlah, 5 korban luka bakar masih dirawat di ICU, dan 10 pasien lain dirawat di ruang rawat inap biasa. Spontan, Kepala BNPB mendatangi ke-15 pasien tadi satu per satu. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan tali kasih kepada keluarga korban yang menjaga. Bukan hanya itu, Suharyanto sendiri yang menenteng dan menyerahkan bantuan lain berupa bingkisan berisi makanan siap saji, selimut, perlengkapan mengungsi, dan lain-lain.
Dari rumah sakit, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi terdampak awan panas guguran Gunung Semeru yakni Jembatan Gladak Perak, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kepala BNPB mengendarai sepeda motor jenis trail menuju ke lokasi, mengingat medan tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat.
Di sepanjang jalan menuju lokasi, Kepala BNPB melihat banyak kerusakan vegetasi berupa pohon tumbang dan material vulkanik yang menutupi jalan hingga ketebalan kurang lebih 30 sentimeter. Beberapa bangunan di sepanjang jalan yang berada di lembah Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan juga mengalami kerusakan terdampak awan panas guguran.
Kembali ke Posko, Suharyanto langsung menggelar rapat koordinasi kembali. Kali ini topiknya adalah persiapan penyambutan kunjungan Presiden Joko Widodo, besok (Selasa, 7/12/2021). Sungguh, Senin yang panjang di Lumajang. (pr)