Kain merah-putih berukuran raksasa menghiasi lautan massa di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, kemarin (7/4/2019). (foto: kumparan.com)
JAYAKARTA NEWS – Pendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno antusias mengikuti kampanye terbuka yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Minggu (7/4). Massa pendukung datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka ada yang rela datang sejak pukul 00.00 WIB untuk mengikuti acara yang dimulai dengan salat subuh berjemaah.
“Dari jam 12 dini hari saya sudah di Stadion Bung Karno. Saya datang berdua,” kata Reza, pendukung Prabowo-Sandi dari Palembang yang kini
tinggal di Jakarta.
Tribun dan lapangan tengah Stadion Utama Gelora Bung Karno penuh massa. (foto: kumparan.com)
Reza mengaku takjub dengan massa yang terus
berdatangan. Ia lalu membandingkan jumlah pendukung yang datang dengan jumlah
massa yang hadir saat aksi 212 beberapa waktu lalu. “Ini (jumlahnya) ngelebihin (aksi di) Monas, kalau boleh
dibilang Ka’bah kedua di Jakarta, lihat saja orang-orang kayak ‘tawaf’ di dalam,” ujar Reza.
Reza tidak begitu peduli apa saja yang disampaikan
Prabowo saat orasi. Sebab, ia menegaskan dalam Pilpres 2019 keputusannya sudah
pasti memilih Prabowo. “Saya apa pun Prabowo ngomong kita terima, apa pun yang
dia lihatkan udah kita ngikut, kalau saya yang 01 (Jokowi) udah nggak respon,”
ungkap Reza.
Senada dengan Reza, Hendro juga mengungkapkan
tidak mungkin menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi. “Ganti (presiden)
pokoknya,” tutur Hendro.
Hendro mengaku bagian dari alumni 212 merasa
bangga ikut bergabung dalam kampanye terbuka kali ini. Ia berani memastikan
jumlah massa yang hadir di kampanye Prabowo akan mengalahkan jumlah pendukung
Jokowi saat kampanye di SUGBK minggu depan.
“(Tanggal) 13 Slank hadir (kampanye Jokowi) tapi lebih banyak ini, di dalam (saat kampanye Jokowi) mungkin penuh tapi nggak meluber kayak ini,” ujar Hendro. Demikian berita yang dikutip dari kumparan.com. (*/rr)
Selain di dalam dan sekitar stadion, massa meluber hingga jalan-jalan di sekitar komplek Gelora Bung Karno. (foto: kumparan,com)Massa yang tidak bisa masuk ke dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, dengan tertib menyimak jalannya acara melalui giant screen. (foto: kumparan.com)
Kampanye akbar Prabowo – Sandi di Gelora Bung Karno hari ini (7/4) diawali sholat subuh berjamaah. Masa dari berbagai daerah sudah mulai masuk kawasan Senayan sejak Minggu dinihari. (foto: ist)
JAYAKARTA NEWS – Massa memutihkan kawasan seputar Gelora Bung Karno, Senayan hari ini (7/4). Rapat Akbar pasangan Capres-Cawapres 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno adalah moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pendukung. Tak heran jika geliat pergerakan massa sudah tampak sejak dinihari.
Memasuki area Senayan Minggu dinihari sekira pukul 01.00, tampak iring-iringan massa mengalir dari arah Jl. Gatot Subroto, Jl. S. Parman, seputar Jembatan Semanggi, dan dari jalan-jalan tembusan arah selatan Gelora Bung Karno. Ada yang mengendarai sepeda motor sembari mengarak bendera partai politik pengusung. Ada kelompok-kelompok kecil masyarakat berjalan kaki secara tertib di pedestrian.
Berpakaian serba putih, identitas yang telah mereka gunakan sejak gerakan 212 itu, kembali memutihkan kawasan Senayan, Minggu (7/4). Sandiaga Uno saat berbicara di hadapan lautan massa yang “demam Prabowo-Sandi”. (foto: ist)
Seiring guliran waktu, intensitas
pergerakan massa menuju GBK kian meningkat. Ini mengingatkan pada fenomena
banjir massa di mana pun Prabowo – Sandi berkampanye. Meski, seperti disinggung
Prabowo Subianto tadi pagi, toh ada televisi berita nasional yang memberitakan
sebaliknya. Televisi itu menyebut, kampanye Prabowo di Padang, ditinggalkan
massa.
Padahal, saat berkampanye di
Kawasan Wisata Danau Cimpago, Padang – Sumatera Barat, Selasa (2/4), massa
tumpah ruah yang mengakibatkan Prabowo sulit keluar dari arena kampanye. Di
Padang itu pula, Prabowo bersumpah, setelah terpilih menjadi Presiden RI
periode 2019 – 2024, tidak akan memperkaya diri sendiri maupun keluarga dan
teman-temannya. Apa yang ia dapat dan miliki, Prabowo menegaskan, sudah lebih
dari cukup.
“Yang Maha Kuasa telah memberi banyak kepada saya. Saya
sadar kalau saya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa saya tidak membawa apa-apa.
Saya hanya ingin meniggalkan amal dan perbuatan baik untuk rakyat,” tegas
Prabowo, seraya menambahkan, “Saya akan berjuang keras untuk meringankan beban
rakyat.”
Sambutan massa yang “demam Prabowo-Sandi” di Padang, Sumatera Barat. (foto: ist)
Capres nomor urut 02 ini mengatakan, rakyat Indonesia, tanpa
kecuali, tidak boleh lagi ada yang frustrasi karena miskin. Rakyat Indonesia, harus
mendapatkan kehidupan yang baik. “Tidak boleh ada lagi yang lapar di negeri
ini, tidak boleh ada yang putus asa karena tidak mampu membeli susu untuk
anaknya,” kata Prabowo disambut ribuan tepuk tangan.
Massa makin bersemangat saat Prabowo membakar dengan
orasinya yang menyentuh kesadaran dan harga diri kita sebagai bangsa berdaulat.
Katanya, Indonesia harus menjadi bangsa pemenang agar tidak dihina oleh negara
lain. “Saya tidak mengijinkan rakyat Indonesia dihina-hina oleh bangsa lain.
Saya tidak izinkan harga diri rakyat Indonesia diinjak-injak oleh bangsa lain,”
tegas Prabowo.
Kemenangannya bersama Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres
2019, adalah kemenangan rakyat Indonesia
yang menginginkan perubahan hidup serta masa depan generasi bangsa. “Coblos
nomor 02 untuk masa depan semua. Kita menyongsong Indonesia yang bersih dari
korupsi, kita menyongsong Indonesia yang adil dan makmur,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini akan meperjuangkan nasib para
petani dan nelayan agar bisa memiliki pengasilan dan kehidupan yang jauh lebih
baik. “Kita bejuang keras agar tidak impor-impor lagi, petani kita bantu.
Petani Jepang bisa kaya, masak petani kita miskin. Lihat laut Indonesia kaya,
masak nelayan kita miskin,” ucap Prabowo.
Capres 02, Prabowo Subianto memeluk haru pekerja bengkel bernama Rizal, yang telah menyerahkan tabungannya untuk disumbangkan bagi pemenangan Prabowo-Sandi. Hampir dalam setiap kampanye, bukan Prabowo-Sandi yang menebar uang, tetapi masyarakatlah yang memberikan sumbangan. (foto: ist)
Suasana kampanye menjadi haru-biru saat seorang simpatisan
dan pendukung Prabowo – Sandi bernama Rizal naik ke panggung untuk memberikan
sumbangan dana yang ia tabung hasil menyisihkan sebagian penghasilannya. Rizal
sehari-hari bekerja di sebuah bengkel di Kota Padang.
Rizal terlihat begitu terharu bisa bertemu secara langsung
dengan capres yang ia gadang-gadang bisa mengangkat derajat hidup rakyat
Indonesia. Saat Prabowo mengucapkan terima kasih, Rizal yang datang mengenakan
seragam kerja langsung menangis dan memeluk Prabowo. Bahkan, Prabowo sempat
terlihat mengusap air matanya usai memeluk Rizal. “Terima kasih. Ini bukti
gerakan kita didukung oleh rakyat kecil,” ucap Prabowo.
Berikut adalah suasana kampanye Prabowo – Sandi di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu dipadati massa. Gambaran yang menyiratkan Indonesia “Demam Prabowo-Sandi”. (*/dcw)
“Bandung Lautan Manusia”. (foto: ist)Masa berlapis-lapis di Ciamis. (foto: ist)Di Purwokerto, kota leluhur Prabowo. (foto: ist)Semangat Batam menyambut Prabowo. (foto: ist)Massa Sidoarjo pun “demam Prabowo-Sandi”. (foto: ist)