Noah Rekam ‘Wanitaku’, Iwan Fals Rilis Vinyl ‘Mata Dewa’

JAYAKARTA NEWS – Merayakan Hari Musik Nasional (HFN) yang jatuh 9 Maret 2021, beragam acara musik siap digelar. Ada konser, diskusi, penayangan film bertajuk ‘Wage’ di studio TVRI dan pelepasan album musik yang semua dihelat secara daring.

Tanpa penonton, tanpa tepuk tangan. Meski pandemi masih menghantam, toh hakekat dan keriuhan HFN tetap bergelora dan bersemangat. Tercatat ada 2 band dan biduan merilis album tepat dalam perayaan HFN, yaitu Noah dan Iwan Fals.

Noah yang dulu bernama Peter Pan melepas  album berjudul ‘Keterkaitan Ketertarikan’ dalam format akustik version in 360 derajat (part 2). Lagu-lagunya antara lain ‘Wanitaku’, ‘Jalani Mimpi’, ‘Menemaniku’, ‘Kupeluk Hatimu’, ‘Kau Udara Bagiku’ dll. “Wanitaku kita jadikan lagu jagoan.

Berkisah kekhawatiran pria terhadap wanita yang bertekad mengejar mimpi. Kebetulan juga, tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Wanita Internasional dan 9 Maret Hari Musik Nasional,” lontar Ariel, vokalis Noah diiyakan 2 personel Noah lainnya, yaitu Lukman (gitar) dan David (keyboard).

Album ini dirilis diseluruh platform musik digital Spotifi, Apple Music, Joox, Langit Musik, Noice dan Resto. Video musiknya bisa didengarkan lewat platform vidio dan YouTube ‘Noah Official’ dan untuk video karaoke di channel YouTube Musica Karaoke’.

Sementara itu, Iwan Fals merilis ulang album ‘Mata Dewa’. Album eksklusif yang pernah direkam dalam bentuk kaset di tahun 1989 kini dibuat secara fisik dalam bentuk vinyl (piringan hitam). Album ini terdapat 10 lagu yang semuanya ciptaan Iwan Fals, yaitu ‘Mata Dewa’, “PHK’, ‘Air Mata Api’, ‘Bakar’, ‘Puing’, ‘Nona’, ‘Perempuan Malam’, ‘Pinggiran Kota Besar’, ‘Berkacalah Jakarta’ dan ‘Yang Terlupakan’.

“Album ini merupakan apresiasi karya terbaik dari saya dan mas Setiawan Djody, musikus dan CEO Airo Records yang bekerja sama dengan Musica Studio’s,” kata Iwan Fals yang menambahkan penerbitan ulang album ini untuk merayakan HFN khusus Orang Indonesia (OI), perkumpulan fans Iwan Fals. (pik)

Iwan Fals Nyanyi ‘Bongkar’ dengan Nuansa Lain di IMEX 2020

JAYAKARTA NEWS—- Legenda musik Indonesia, Virgiawan Listanto alias Iwan Fals, 59 tahun, unjuk diri di Indonesian Music Expo (IMEX) 2020 di Ubud.

Kali ini Iwan Fals berkolaborasi dengan Indonesian National Orchestra (INO) dalam pergelaran istimewa secara virtual ini. INO adalah grup musik dengan versi ansambel dibawah pimpinan komposer dan etnomusikolog Franky Raden yang memfokuskan pada berbagai musik-musik daerah Indonesia.

Dikawal 13 personel musisi muda, mereka menabuh gamelan, kendang, gong serta membunyikan suling plus seorang penyanyi latar cewek bergaya sinden. Iwan Fals tampil santai, berkaos coklat dan mengenakan kain sarung berwarna sama. Dengan vokalnya yang tinggi, Iwan Fals menyenandungkan 2 lagunya yang terkenal yaitu ‘Bongkar’ dan ‘Bangunlah Putra Putri Pertiwi’ bernuansa dan bersuasana lain.

Ihwal rasanya yang beda, Iwan Fals mengaku, “Musik bisa fleksibel. Saya senang berkolaborasi dengan INO karena bisa dengar suara-suara dari berbagai daerah, seperti di lagu ‘Bongkar’ ini. Seru juga,” tutur ayah 3 anak ini.

Selama perjalanannya di dunia musik, Iwan Fals yang terkenal dengan julukan ‘wakil rakyat’ ini berawal dari pengamen jalanan, akrab berteman dengan wong cilik, serta dekat dengan kemiskinan, ketakadilan dan pengangguran. Lirik-lirik lagunya bicara ihwal protes sosial, lingkungan hidup dan perbedaan antara si kaya dan si miskin. Walau belakangan Iwan juga melantunkan lagu bertema percintaan dari penulis lagu lain.

Simak lagu ciptaannya yang berjudul ‘Oemar Bakri’ (1981) sampai ‘Bento’ (1991). Di era Soeharto/Orde Baru, konser Iwan Fals selalu dicekal dan dilarang. Konsernya ke 100 kota di Indonesia yang difasilitasi Setiawan Djody dari Airo pernah distop oleh pihak berwenang. Namun, menjelang Soeharto lengser, Iwan Fals mencipta tiga lagu berjudul ‘Belalang Tua’, ‘Kamu Sudah Gila’ dan ‘Apa Kamu Sudah jadi Tuhan?’.

Kini, di era reformasi, Iwan Fals menikmati kebebasannya dalam berekspresi, berkarya dan bermusik. Kehadirannya selalu dinanti dan dielu-elukan penggemar fanatik dan anggota OI (Orang Indonesia, organisasi penggemar lagu Iwan Fals). Tak heran kalau majalah Time Asia edisi April 2002 pernah menobatkan Iwan Fals sebagai ‘Pahlawan Besar Asia’.

Tak terasa Iwan Fals dan INO hanya mendendangkan 2 lagu di IMEX 2020. Konser tanpa penonton. Tanpa OI dan tanpa tepuk tangan. Kemesraan janganlah cepat berlalu..sampai bersua di IMEX bulan Juli 2021 secara live di Ubud, Bali. (pik)

Konser Tunggal Iwan Fals akan Ditonton di 10 Negara

Iwan Virgiawan Listanto alias Iwan Fals menunjukkan eksistensi bermusik dengan menggelar konser tunggal di Live Space Lot 8 SCBD, Jakarta Selatan, pada 18 Desember 2018 mendatang. Konser tunggal Iwan Fals mengusung tajuk Nyanyian yang Tersimpan.

Sesuai dengan tema konser, Iwan Fals akan membawakan lagu-lagu yang tersimpan rapi dan belum dipublikannya ke khalayak ramai. Dan lagu-lagu lainnya, Iwan Fals akan membawakan lagu lama supaya para penonton bisa nyanyi bareng.

Konser tunggal Iwan Fals kali ini terasa sangat spesial karena akan ditonton oleh masyarakat di 10 negara sekaligus melalui video streaming.

“Ini ditonton oleh 10 negara. Ada perubahan industrinya, mudah-mudahan ini jadi alternatif karena saya semakin berumur ya,” tutur Iwan Fals saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Konser tunggal Iwan Fals tidak ada bintang tamunya. Semua lagu bakal dibawakan sendiri secara spesial oleh sang pelantun Oemar Bakrie. Durasi konser tunggal Iwan Fals berkisar antara 1,5 jam sampai 2 jam dengan estimasi sekitar 20-an lagu.

Iwan Fals mengatakan sebagian penghasilan dari penjualan tiket konsernya akan didonasikan untuk dana kemanusiaan melalui Yayasan Suara Hati Iwan Fals. (pik)

 

#FUSOkontribusi untuk Peduli Pendidikan Anak Sopir Truk

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor dari Mitsubishi FUSO Truck & Bus Corporation (MFTBC), secara resmi mengumumkan sebuah program sosial #FUSOkontribusi sebagai lanjutan dari kampanye apresiasi #Terimakasihsupirtruk yang tengah viral dibicarakan masyarakat.

Program sosial ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara Roadshow Mitsubishi FUSO & Iwan Fals menggunakan truk panggung FE 74 Long di 10 kota, berlangsung Mulai November 2017 hingga Februari 2018.

Hingga saat ini, Roadshow Mitsubishi FUSO dan Iwan Fals telah menyambangi 4 kota, dimulai dari bagian timur Indonesia yakni Denpasar Bali, kemudian berlanjut ke Semarang, Cirebon dan Serang.

Dari perjalanan tersebut, terdapat fakta bahwa banyak supir truk yang kurang mendapatkan apresiasi atas jasa yang telah mereka berikan, padahal truk berperan penting dalam mengangkut berbagai barang kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

Tanpa truk sebagai kendaraan angkutan, distribusi barang dan material akan terhambat dan akibatnya pembangunan Indonesia akan terhambat.

Untuk itu, KTB mencoba membangkitkan kepedulian dan simpati masyarakat atas kerja keras serta peran supir truk dalam kehidupan dan pembangunan dengan membuat video kampanye sosial #Terimakasihsupirtruk yang akhirnya menjadi viral di jagad digital dan media sosial dalam 2 minggu terakhir.

Duljatmono, Direktur Marketing KTB, mengatakan “Kampanye sosial #Terimakasihsupirtruk berhasil membangkitkan kepedulian masyarakat. Kampanye sosial ini akan berlanjut pada tahap selanjutnya dimana KTB mengajak masyarakat untuk berpartisipasi pada sebuah program sosial bertajuk #FUSOkontribusi.”

Hanya dengan memposting tagar #FUSOkontribusi di media sosial, masyarakat akan menyumbang Rp 10.000,- untuk beasiswa yang akan diberikan kepada ana-anak supir truk. Rencananya KTB akan memberikan beasiswa kepada 11 anak Supir Truk yang berasal dari 10 kota yang disambangi Mitsubishi Fuso dan Iwan Fals selama Roadshow berlangsung. ***

Truck Campaign Mitsubishi Fuso, Berjuta Kisah Sang Legenda

FE 74 Long merupakan varian Colt Diesel terpanjang di antara truk sekelas light duty truck lainnya di keluarga Mitsubishi FUSO.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku authorized distributor Mitsubishi FUSO Truck & Bus Corporation (MFTBC) bekerjasama dengan PT Sun Star Motor Jakarta-Bekasi-Cikarang kembali menggelar acara Truck Campaign di wilayah Jakarta dan sekitarnya sebagai rangkaian 55 acara Truck Campaign di 36 kota di seluruh Indonesia selama September – November 2017. Hadir tak kurang dari 15.000 konsumen.

Truck Campaign merupakan ajang temu konsumen dan pelaku usaha yang telah menjadi program tahunan Mitsubishi FUSO KTB. Sebuah acara untuk mendapatkan feedback langsung dari konsumen sehingga memperkuat hubungan anatar KTB, Dealer, dan konsumen. KTB senantiasa melibatkan konsumen dalam merumuskan strategi yang sesuai dengan kebutuhan serta ekspektasi konsumen.

Tema yang diangkat pada Tuck Campaign tahun ini adalah “47 Tahun Berkontribusi, Berjuta Kisah Sang Legenda Membangun Negeri”. Tema ini kembali menegaskan fungsi Mitsubishi FUSO yang telah melegenda sebagai kendaraan niaga yang mendukung pembangunan negeri.

Truck Campaign merupakan event yang selalu ditunggu-tunggu konsumen Mitsubishi FUSO, karena berbagai program penjualan dan after sales service menarik ditawarkan, dan berbagai hadiah serta hiburan dari artis-artis ibu kota. Kesetiaaan konsumen inilah yang menjadikan Mitsubishi FUSO selama 47 tahun terus-menerus menjadi market leader kendaraan niaga di kelas truk. Selama Januari – Agustus 20017, Mitsubihsi FUSO menguasai pasar truk sebanyak 45,7%.

Sebagai bentuk sarana komunikasi antar pelanggan dengan dealer dan pemegang merk (APM), rangkaian event Truck Campaign tahun ini dipercayakan kepada dealer PT Sun Star Motor Jakarta-Bekasi-Cikarang. Acara dilaksanakan di gedung pertemuan Balai Kartini Jakarta,11 Oktober2017, dengan menghadirkan Brand Ambassador Mitsubishi FUSO, Iwan Fals.

Dalam acara ini, Iwan Fals juga mensosialisasikan varian baru FE 74 Long yang diluncurkan pada GIIAS Agustus lalu. FE 74 Long merupakan varian Colt Diesel terpanjang di antara truk sekelas light duty truck lainnya di keluarga Mitsubishi FUSO. Varian ini bahkan yang terpanjang di dunia, yang khusus dikembangkan untuk pasar Indonesia.

Produk ini disasar untuk penggunaan di jalan on-road dengan kapasitas payload 3-7 ton. Dengan panjang wheelbase 4.200 mm serta muatan volume hingga 15,6 m3, menjadikan varian ini paling panjang di kelasnya, sehingga volume angkut lebih besar dan efisien. Varian ini diperuntukkan segmen usaha yang mengutamakan volume angkut dalam pendistribusian dan pengiriman barang seperti consumer goods, industri, manufaktur, dan logistik.

Acara pun ditutup dengan penampilan dari Iwan Fals serta pemberian penghargaan kepada konsumen terpilih. ***