IJL Raih Runner Up Malaysia

USAI kerja sama dengan Mayapada Healthcare terkait pelayanan kesehatan, tim Indonesia Junior League (IJL) All Stars menyabet posisi runner up dalam gelaran Royal Selangor Club Junior Soccer Interntional U-12 2017. Di laga final takluk dari Subang Jaya Malaysia dengan skor 1-2, di Club Kiara Sports Annexe, Kuala Lumpur, Minggu (3/12).

Pelatih tim IJL, Washiyatul Akmal mengatakan, anak-anak asuhnya sempat kurang percaya diri saat tampil di 2 laga melawan Anza Australia kalah tipis 0-1 dan 1-2 dari JSSL Singapura. Setelah itu, mereka bisa tampil lebih baik.

“Baru di hari kedua, tim kami melaju kencang. Anak-anak menahan imbang Bon Estate (Portugal) (0-0) dan menang atas Young Boys Filipina (1-0) dan Bilmarre United Malaysia (4-0). Fasilitas dan tenaga medis dari Mayapada Healthcare terutama tim kedokteran dari Sport & Exercise Medicine membantu persiapan fisik anak-anak lebih fit dan lebih prima menghadapi setiap pertandingan dengan pemain lawan,” ujarnya ketika dihubungi media Minggu (3/12) malam.

Pada laga semifinal, IJL berhasil lewati ujian berat mengalahkan tim tuan rumah Harimau Malaya dengan skor tipis 1-0. Striker Jehan Pahlevi ciptakan gol di injury time dan meraih tiket masuk ke final. Sayang di laga final tim Indonesia kurang beruntung dan mengalah 1-2 dari Subang Jaya (Malaysia) lewat gol lawan di masa injury time. Sedangkan gol tunggal IJL dicetak oleh Nuno Leoporto dari SSB Ragunan.

CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis mengatakan pencapaian tim berjuluk IJL Elite ini mencapai final terbilang maksimal, bahkan sampai ada pemain yang dipuji oleh pelatih tim lawan. Diakui ajang ini menjadi awal turnaman perdana tim IJL U-11. Skuatnya dengan semangat tempur tinggi bertarung melawan anak-anak asing dari berbagai negara di usia U-12. Ini jadi pengalaman berharga untuk anak-anak di usia mereka yang masih kisaran 10-11 tahun.

“Terimakasih atas dukungan penuh pihak Mayapada Health Care, dengan kerjasamanya akhirnya kami bisa juara II pada ajang Internasional Royal Selangor Club 2017. Semoga di tahun depan kami bisa menyabet juara pertama hingga mengharumkan Merah Putih di kancah internasional,” tutup Rezza. ***

IJL Gandeng MHG, Bina Sepakbola Usia Dini

Penandatanganan naskah kerja sama (MoU) oleh Arif Mualim, selaku Direktur Corporate Mayapada Hospital, dan Ketua IJL, Rezza Lubis.

INDONESIA Junior League (IJL) sebagai salah satu operator sepakbola usia dini melakukan kerja sama dengan Mayapada Healthcare Grup (MHG). Butir kerjasamanya adalah menerapkan sistem tanam, rawat, panen, dan berfokus kompetisi usia muda demi melahirkan calon-calon pemain tim sepak bola Tanah Air yang tangguh.

Seperti diyakini bahwa sepakk bola merupakan salah satu cabang olahraga yang populer dan diminati di Indonesia. Untuk itu, MHG ingin berkolaborasi dengan mendukung dan mempersiapkan anak-anak Indonesia yang berbakat untuk menjadi calon pemain yang tangguh dan unggul dari segi fisik, kecepatan, serta ketahanan tubuh di masa depan.

Kerja sama (MoU) ini untuk tahap pertama hanya dalam satu musim, yakni dalam periode 2018-2019 secara resmi ditandatangani oleh Arif Mualim, selaku Direktur Corporate Mayapada Hospital, dan Ketua IJL, Rezza Lubis.

“Besar harapan kami mendukung pelayanan kesehatan baik dari fasilitas maupun tenaga kompetensi medis yang kami miliki, terutama oleh tim kedokteran dari sport dan exercise medicine kami, lebih fit dan lebih prima dalam setiap pertandinggan,” jelas Arif.

IJL merupakan wadah kompetisi usia muda yang rutin digelar tiap tahun. Adapun juara dan pemain terbaiknya akan diikutkan pada kejuaraan internasional, untuk kategori usia 9 tahun, 11 tahun, dan 13 tahun.

“Kami memastikan bahwa even akan digelar Kejuaraan IJL 2018 di Jakarta, sekaligus memberikan ruang kompetisi untuk para pemain muda di Indonesia berlaga di tingkat nasional dan internasional,” kata Ketua IJL, Rezza Lubis.

Rezza menambahkan, sains olahraga perlu diperkenalkan kepada pemain sejak usia dini. “Bukan ketika mereka sudah profesional. Hal itu yang diungkapkan mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Bob Hippy. Apalagi ini sudah dipakai oleh kompetisi usia muda. Itu sangat baik mereka sudah mengenal sport science,” tandasnya. ***