Pahlawan Tak Selalu Memegang Senjata: Refleksi 10 November 2025

Bangsa ini sedang gelisah. Anak muda kehilangan teladan, banyak pejabat kehilangan malu, dan rakyat kecil terus berjuang sendiri. Di tengah hiruk-pikuk kepentingan, kata “pengabdian” sering kalah oleh “keuntungan.” Hari Pahlawan 2025 mengingatkan kita bahwa perjuangan tidak berhenti di medan perang, tapi terus hidup di setiap hati yang berani menegakkan kebenaran.

Hari ini, 10 November 2025, bangsa Indonesia kembali menundukkan kepala, menghormati mereka yang telah gugur mempertahankan kemerdekaan. Monumen dan makam mereka adalah tanda hormat, bukti pengorbanan, dan pengingat bahwa kemerdekaan tidak datang begitu saja. Namun perjuangan tidak berhenti di Surabaya atau di medan tempur; ia berlanjut di hati setiap warga negara yang menolak menyerah pada kebusukan zaman.

Musuh masa kini bukan lagi penjajah berseragam, tetapi korupsi, kemunafikan, ketidakadilan, dan hilangnya empati. Mereka tak memakai senjata, tapi merusak bangsa dengan cara yang lebih halus: merampas kepercayaan, menundukkan nurani, dan menebar ketidakadilan.

Pahlawan masa kini adalah mereka yang berani berkata jujur di tengah sistem yang bobrok; yang menegakkan keadilan walau harus sendirian; yang bekerja dengan hati, tanpa pamrih, dan tetap melayani sesama. Pahlawan adalah mereka yang menyalakan harapan, bukan menambah kegelapan; yang menyembuhkan luka, bukan melukainya.

Kita menghormati para pahlawan masa lalu karena tanpa mereka, Indonesia hari ini tak akan ada. Tetapi kita juga harus jujur pada diri sendiri: apakah kita sudah meneladani pengorbanan mereka, atau hanya berhenti pada upacara dan kata-kata?

Setiap masa menciptakan pahlawannya sendiri. Nilai kepahlawanan tidak berubah: keberanian, pengorbanan, kejujuran, dan cinta tanah air tetap relevan. Hanya wujud perjuangannya yang berbeda. Di zaman sekarang, pahlawan muncul dalam bentuk integritas, keberanian moral, dan kesetiaan pada kebenaran.

Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi panggilan untuk bertindak hari ini: menegakkan kebenaran di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat. Bila nurani tetap hidup, bangsa tetap kuat. Bila nurani padam, tragedi kecil bisa menjadi luka besar.

Bangkitkan nurani, selamatkan generasi, dan jadilah pahlawan di zamanmu sendiri.

Brigjen Purn. MJP Hutagaol

Kenang Pahlawan, Menag: Beda Iman, Satu Tekad Raih Kemerdekaan

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memimpin pembacaan doa dalam Upacara Ziarah Nasional Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta.

Dalam upacara yang langsung dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Menag berdoa agar negara ini selalu dalam semangat persatuan dan dalam harmoni kebersamaan.

Hal ini menurut Menag, seperti yang sudah dicontohkan para pahlawan. Meskipun berbeda iman, para pahlawan memiliki satu tekad untuk meraih kemerdekaan bangsa.

“Eratkan hati kami dalam semangat persatuan,satukan langkah kami dalam harmoni kebersamaan. Negeri ini dimerdekakan oleh hamba-hambamu yang berbeda iman, yang bertekad satu meraih kemerdekaan dan mewariskan kebebasan untuk sesama,” doa Menag, Jumat (10/11/2023).

Menag juga berdoa agar bangsa ini selalu berterima kasih kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta untuk kejayaan Negara Republik Indonesia. “Ingatkan kami untuk selalu berterimakasih kepada pendahulu kami yang berjuang tanpa pamrih, yang berkorban jiwa, raga, dan harta, demi kemuliaan dan kejayaan negeri tercinta,” kata Gusmen, panggilan akrabnya.***/mel

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata

JAYAKARTA NEWS – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memimpin Upacara Ziarah Nasional dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 di Taman Makam Pahlawan Nasional TMPN Utama Kalibata, Jakarta, Jumat (10/11/2023).

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Selanjutnya upacara dimulai dengan laporan Komandan Upacara Kolonel Penerbang Puguh Yulianto kepada Presiden Jokowi selaku inspektur upacara.

Prosesi dilanjutkan dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Kemudian, untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dibunyikan sirene yang diakhiri dengan mengheningkan cipta.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa, mengheningkan cipta dimulai,” ucap Presiden Jokowi.

Setelah itu, Presiden meletakkan karangan bunga dan diikuti dengan pembacaan doa bagi arwah para pahlawan. Pembacaan doa dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Upacara diakhiri dengan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan yang dipimpin oleh Komandan Upacara.

Selepas upacara, Presiden melaksanakan tabur bunga didampingi Wapres Ma’ruf Amin, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala Lembaga Tinggi Negara, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan para Kepala Staf Angkatan.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lingkungan Lembaga Kepresidenan
Bertepatan dengan Hari Pahlawan ini, para pejabat dan pegawai di lingkungan lembaga kepresidenan juga mengikuti upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Para peserta berasal dari Kemensetneg, Sekretariat Kabinet (Setkab), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Kantor Staf Presiden (KSP), dan Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara ini yaitu Sekretaris Wantimpres Agus Widodo.***/mel

Jadilah Pahlawan di Saat Pandemi

Aldi Erlangga dari Pasuruan mengirimkan karya “Jadilah Pahlawan di Saat Pandemi”. Sayang, ia belum berhasil menyabet juara. Kritik juri, pola pembawaan video yang mirip-mirip membacakan berita. Ayo Aldi, bikin konten yang lebih kreatif untuk lomba-lomba berikutnya.

DJ Stroo Rilis Ulang ‘Aku Garuda’ (New Version)

JAYAKARTA NEWS—– Disc Jockey (DJ) Stroo merilis ulang single berjudul ‘Aku Garuda’ di Hari Pahlawan. “Ini sebenarnya bukan lagu baru. Lagu ini pernah direkam tahun 2018 dengan genre Electronic Dance Music (EDM) dengan vokalis Roy Jeconiah,” ujar DJ Stroo yang juga jurnalis musik ini.

Lagu yang diproduseri sendiri oleh DJ Stroo ini sangat diminati dan menjadi sound track di event Motocross International (MXGP) 2018. Kemudian, di masa pandemi tahun 2020, DJ Stroo bertemu dengan Roy Jeconiah yang acap dipanggil Jecovic di suatu tempat. Berbincanglah mereka berdua. Lalu bertemu ide dan kesepakatan akan merilis ulang lagu tersebut. “Setelah 2 tahun, ‘Aku Garuda’ masih diminati. Temanya kuat dan bisa membakar semangat anak muda dan pendengar lain. Kayaknya lagu ini layak dirilis lagi dengan aransemen baru,” papar DJ Stroo.

Tak sengaja, mereka bertemu dengan Toto Tewel, gitaris band El Pamas dari Malang. Bertiga sepakat berkolaborasi. Digelar workshop. Dan proses recording berjalan 2 bulan. Semua setuju tak mau re-mastering dan aransemen harus baru agar lebih fresh. Menambah aransemen gres. “Aku Garuda (new version) ini tampil lebih lebar, lebih gahar dan enerjik. Nuansa analog berpadu dengan electronic music,” jelas Roy Jeconiah yang kali ini, vokalnya lebih powerfull.

Roy Jeconiah eks vokalis band Boomerang. Mereka bertiga juga dibantu 2 musisi tamu yaitu Bayu Randu (gitar) dan Echal Gumilang (keyboard)

Ihwal tak menggunakan lagi re-mastering, karena kurang greget. Hal ini cukup membedakan dengan aransemen lama. Mengenai dirilis bertepatan di Hari Pahlawan, DJ Stroo mengatakan, lagu ini ditulis untuk mengharumkan nama Indonesia. “Pertimbangannya ada kebanggaan lambang negara yaitu burung Garuda dan tempat berjuang anak bangsa di segala bidang,” demikian tandas DJ Stroo. (pik)