Nyepi Beriringan Ramadan, Menag: Momentum Introspeksi, Saling Hormati Ritual dan Tradisi

JAYAKARTA NEWS – Perayaan Hari Suci Nyepi tahun baru Caka 1946, beriringan dengan awal Ramadan 1445 H. Umat Hindu menyambut Nyepi dengan Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh, Umat Islam sambut bulan puasa dengan Tarhib Ramadan dan Qiyamul-Lail.

“Selamat merayakan Hari Suci Nyepi tahun baru Caka 1946 bagi umat Hindu di seluruh Indonesia. Semoga umat Hindu dapat terus meningkatkan kualitas diri dalam hubungan manusia dengan Tuhan, sesama anak bangsa, dan dengan lingkungan,” sebut Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Minggu (10/3/2024).

“Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1445 H bagi umat Islam. Semoga keistimewaan Ramadan dapat meningkatkan kualitas ketakwaan,” sambungnya.

Baik Nyepi maupun puasa Ramadan, lanjut Menag, menjadi momentum yang baik bagi umat Hindu dan Islam untuk melakukan instrospeksi. Umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian, yaitu: Amati geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan/bersenang-senang). Sementara umat Islam selama Ramadan menjalani ibadah puasa.

“Catur Brata Penyepian, waktu tepat untuk umat Hindu melakukan kontemplasi. Puasa Ramadan juga sangat baik untuk muhasabah bagi umat Islam. Jadi keduanya adalah momentum instrospeksi,” sebut Gus Men, panggilan akrabnya.

Dalam semangat instrospeksi, sikap saling menghormati sangat penting karena adanya perbedaan ekspresi keberagamaan. Hari Suci Nyepi meniscayakan keheningan, sementara giat mengisi Ramadan, sarat dengan ekspresi syiar (keramaian).

“Mari saling menghormati dalam menjalani ritual ibadah dan tradisi keagamaan masing-masing,” sambungnya.

Pawai Ogoh-ogoh dan Tarhib Ramadan juga diperkirakan berlangsung pada momen yang beriringan. Menag meminta Kanwil Kemenag Provinsi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forkopimda dapat mengatur agar giat keduanya bisa tetap berjalan dengan semangat toleransi.

“Saya mengapresiasi langkah Kanwil, FKUB, dan Forkopimda yang telah mengatur pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh dan Tarhib Ramadan sehingga keduanya tetap bisa berjalan dengan baik dan tertib dengan semangat toleran,” tandasnya./mel

Menag Larang Pengeras Suara di Masjid Saat Ramadan, Haji Uma: Jangan Usik Kerukunan Beragama

JAYAKARTA NEWS— Senator asal Aceh, H. Sudirman meminta Menteri Agama Yaqut C. Qoumas tidak mengusik kerukunan dan toleransi beragama yang telah lama terbangun di masyarakat dengan larangan pengeras suara luar di masjid serta mushola saat shalat tarawih maupun tadarus Alquran selama bulan Ramadan.

Hal ini disampaikan senator yang populer disapa Haji Uma di kalangan masyarakat Aceh, menyikapi Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 1 tahun 2024 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1445 H/2024 M.

Untuk diketahui, poin ketiga dari SE Menag tersebut turut menyebutkan bahwa dalam mengisi dan meningkatkan syiar islam, umat Islam tetap berpedoman pada Surat Edaran Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.

“Surat Edaran Menag ini yang melarang pengeras suara luar mesjid saat Ramadhan sangat mengganggu suasana hati umat islam jelang Ramadhan,” ujar Haji Uma dalam keterangan tertulisnya.

Haji Uma menambahkan, toleransi antar umat beragama telah terbangun kuat dan tadarus Al Quran dan shalat tarawih adalah tradisi Ramadan yang telah ada sejak lama di Nusantara, bahkan sebelum Menag Yaqut lahir. Jauh sebelumnya tidak menjadi masalah hingga kemudian hal ini dipermasalahkan oleh Menag.

“Jangan karena hanya ingin tunjukkan prestasi dan kinerja malah secara sengaja merusak tatanan kerukunan dan toleransi umat beragama yang telah terbangun kuat sejak lampau, bahkan sebelum Menag Yaqut ini lahir”, pungkas senator yang membidangi Komite IV DPD RI.

Haji Uma juga menyebut bahwa toleransi bukanlah masalah di tingkat bawah yang telah lama hidup dalam tatanan kehidupan beragama yang penuh kerukunan serta toleran. Justru masalah di tingkat atas yang mempermasalahkan hal yang bukan masalah di tengah masyarakat.

Haji Uma juga mencontohkan Aceh yang mayoritas muslim dan menerapkan hukum syariah Islam tapi saling menghormati minoritas. Bahkan, non muslim ikut saling mendukung saudara muslimnya dalam menyambut Ramadan. Kondisi relasi yang sama juga diyakini terjadi di daerah lain di Nusantara, di mana muslim sebagai kaum minoritas.

“Jadi sejatinya tidak ada masalah di tingkat bawah, justru di tingkat atas yang mempermasalahkan sesuatu yang tidak jadi masalah di tingkat masyarakat, seperti kebijakan Menag ini yang kemudian hanya mengusik dan merusak tatanan kerukunan dan toleransi beragama yang telah hidup sejak lama ditengah masyarakat”, tutup Haji Uma.***/din

Menag Yaqut Cholil Qoumas: Selamat Natal, Damai dan Kasih Tuhan Menyertai Semua

JAYAKARTA NEWS – Umat Kristiani merayakan Natal 2023. Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani yang merayakannya.

“Saya, Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama Republik Indonesia mengucapkan, Selamat Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Kiranya damai dan kasih Tuhan menyertai semua,” terang Menag di Jakarta, Minggu (24/12/2023).

Natal, lanjut Menag, selalu menghadirkan suka cita bersama bagi umat Kristiani di mana pun berada. Natal menjadi simbol akan kesucian dan datangnya beragam kebaikan yang menyertainya.

“Di tengah kegembiraan ini, saya mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan tanpa mengenal batas maupun balutan beragam identitas,” sebut Menag.

Menurutnya, tema Natal tahun ini “Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” membawa pesan akan pentingnya Damai Sejahtera (shalom). Yaitu, suasana hidup yang damai, rukun, dan tentram, tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan antarsesama umat manusia, dan antara manusia dengan alam semesta.

“Pesan damai ini sangat penting dalam menyongsong pesta demokrasi pemilihan umum pada 14 Februari 2024. Apa pun pilihan politik kita, perdamaian dan kerukunan umat harus dikedepankan,” pesan Menag.

Tema Natal tahun ini juga sangat relevan dengan tantangan perubahan iklim yang sedang mendera dunia. Perayaan Natal harus mampu menjadikan kita semakin peduli terhadap kelestarian alam. Segala bentuk perusakan lingkungan yang sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup semua makhluk harus dihentikan.

“Tanggung jawab kita bersama untuk menjaga bumi terus lestari dan damai sejahtera,” tandasnya.***/mel

Menag Launching Pendidikan Keagamaan Buddha Formal Dhammasekha

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Dhammasekha merupakan bagian dari kontribusi umat Buddha memberikan pendidikan formal sekaligus pendidikan keagamaan bagi anak bangsa.

“Ini menunjukkan keinginan umat Buddha berkontribusi mencerdaskan anak-anak bangsa,” terang Menteri Agama saat Launching Dhammasekha, Direktorat Jenderal Bimas Buddha di Jakarta.

Dhammasekha merupakan pendidikan keagamaan Buddha formal yang menyelenggarakan pendidikan umum yang bersumber dari ajaran Buddha dan dipadukan dengan pengetahuan serta pandangan hidup. Selama tiga tahun terakhir kepemimpinan Gus Men, panggilan Menteri Agama, telah lahir 22 Dhammasekha dari 40 Dhammasekha yang ada.

Gus Men menyebut keterlibatan pihak swasta dalam mendirikan Dhammasekha ini sangat penting. “ Di agama Islam ada madrasah, ia lahir dari inisiatif masyarakat, Dhammasekha juga kurang lebih lahir dari masyarakat,” kata Gus Men, Jumat (15/12/2023).

Ia menyampaikan, meski Dhammasekkha lahir dari inisiasi masyarakat, namun pemerintah tidak boleh berpangku tangan. Gus Men minta Direktorat Jenderal Bimas Buddha untuk memperhatikan dan memberikan afirmasi bagi Dhammasekha swasta.

“Saya bilang ke pak Dirjen, yang diurus jangan hanya Dhammasekha milik pemerintah, tapi yang justru lebih penting juga mendapat perhatian Dhammasekha yang dikelola swasta,” pinta Gus Men.

“Harus diberikan afirmasi-afirmasi agar Dhammasekha swasta berkembang lebih baik,” sambungnya.

Sebagai lembaga pendidikan, Dhammasekha memiliki jenjang pendidikan lengkap, yaitu Nava Dhammasekha (Pendidikan Usia Dini), Mula Dhammasekha (Pendidikan Dasar), Muda Dhammasekha (Pendidikan Menengah Pertama), dan Uttama Dhammasekha (Pendidikan Menengah Kejuruan).

Menurut Menag, agar bisa disebut pendidikan yang memadai dan layak dan bisa diharapkan generasi mendatang menjadi tantangan tersendiri.

“Mengejar jumlah atau kuantitas jangan jadi dasar utama cara mengelola pendidikan, tapi lebih dari itu kualitas juga penting. Dhammasekha harus setara dengan MAN Insan Cendekia Serpong Banten yang dinilai sebagai sekolah terbaik melangkahi SMA-SMA favorit saat ini. Saya ingin salah satu Dhammasekha bisa seperti MAN IC Serpong,” harap Gus Men.

Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi menambahkan, sampai saat ini jumlah Dhammasekha di Indonesia mencapai 43 dengan 1.057 siswa, serta 261 orang pendidik dan tenaga kependidikan profesional.

“Semua penyelenggaraan pendidikan Dhammasekha memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Education Management Information System Emis, Kemenag,” ujar Supriyadi.

Tampak hadir, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo, Dirjen Bimas Katolik Suparman, Ketua Permabuddhi Philip K. Widjaja, Y.M. Bhante Dhammavudho Mahathera, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Akhmad Fauzin dan sejumlah tokoh agama Buddha.***/mel

Kemenag Segera Cetak Al-Qur’an Bahasa Isyarat 30 Juz, Menag: Pertama di Indonesia bahkan Dunia

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Agama terus berupaya memperluas akses layanan publik yang ramah disabilitas. Kemenag misalnya telah menginisiasi sejumlah madrasah inklusi. Penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M, bahkan secara khusus Kemenag mengusung semangat ramah lansia dan disabilitas.

Terbaru, Kementerian Agama telah menyelesaikan penyusunan mushaf Al-Qur’an bahasa Isyarat 30 juz. “Alhamdulillah, proses penyusunan mushaf Al-Qur’an Isyarat sudah selesai dan akan segera kita cetak. Ini akan menjadi mushaf Al-Qur’an Bahasa Isyarat pertama di Indonesia, bahkan dunia,” tegas Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Senin (13/11/2023).

“Semoga kehadiran mushaf Al-Qur’an Isyarat ini dapat memudahkan akses masyarakat disabilitas terhadap kitab suci. Ini yang selama ini juga menjadi arahan dari Presiden Joko Widodo agar layanan pemerintahan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” sambungnya.

Selain mushaf Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Kementerian Agama juga memiliki mushaf Al-Qur’an 30 juz standar Braille. Saat ini, telah dilakukan proes penyempurnaan cetakan mushaf Al-Qur’an yang diperuntukkan khususnya bagi masyarakat disabilitas netra.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) H Abdul Aziz Sidqi mengungkapkan bahwa mushaf Al-Qur’an Isyarat telah hadir dalam format digital dan dapat diakses melalui aplikasi Pusaka Superapps Kementerian Agama. Saat ini, pihaknya sedang melakukan proses cetak mushaf Al-Qur’an Isyarat dan rencananya terbit pada akhir 2023.

“Kita siapkan versi cetaknya. Insya Allah akan selesai pada akhir 2023 ini,” kata Aziz, panggilan akrabnya, di Gedung Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal, TMII Jakarta.

Senada dengan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Aziz mengaku pihaknya telah melakukan kajian. Hasilnya, sekarang belum ada cetakan mushaf Al-Qur’an Bahasa Isyarat. “Setelah kami lakukan semacam kajian, ini adalah mushaf Al-Qur’an Isyarat pertama 30 juz yang ada di dunia,” sambungnya.

Menurut Aziz, mushaf Al-Qur’an Isyarat diperkirakan memiliki halaman lebih tebal dari mushaf pada umumnya. Ini karena, mushaf Al-Qur’an Isyarat memuat tidak hanya teks Al-Qur’an semata, tetapi juga akan memuat font isyaratnya.

Mushaf Al-Qur’an Isyarat akan dicetak dalam dua jilid. Jilid pertama mencakup Juz 1-15, sementara jilid kedua mencakup Juz 16-30. Rencananya, dalam terbitan pertama akan dicetak kurang lebih 1.000 hingga 2.000 eksemplar.

“Kurang lebih sekitar, 1.000-2.000 eksemplar. Jadi, karena ini tidak sama seperti Al-Qur’an biasa, kita buat 2 jilid karena, kalau (juz 1-30) 1 jilid, ini akan tebal sekali,” katanya.

Terdapat dua metode yang digunakan dalam mushaf Al-Qur’an Isyarat yaitu metode kitabah dan metode tilawah. Pada proses penyusunannya, Aziz menyebut pihaknya bersinergi dengan para ahli, teman disabilitas tuli, dan berbagai organisasi terkait.

“Bersama-sama merumuskan kesepakatan mengenai huruf, harakat, dan tanda baca. Setelah itu, tim yang sama menyusunnya dengan melibatkan semua stakeholder yang terlibat,” urai dia.

“Kita cek satu persatu, kita susun ayatnya mulai dari Al-Fatihah, sampai An-Nas, kita cek dan baca satu persatu, hurufnya harakatnya, karena ini Al-Quran tidak boleh ada yang kurang atau kelebihan huruf maupun harakat. Kami mematikan bahwa nanti Al-Qur’an yang kami cetak sudah sahih, tidak ada lagi kesalahan. Tidak ada lagi kesalahan,” imbuhnya.

Aziz menjelaskan bahwa proses penyusunan mushaf Al-Qur’an Isyarat sudah dimulai sejak 2021 dengan diawali menyusun panduan membaca Al-Qur’an bahasa isyarat. Setelah peluncuran Juz ‘Amma bahasa isyarat pada 2022, pihaknya kemudian melanjutkan penyusunan seluruh 30 juz Al-Qur’an dalam bahasa isyarat.

Mushaf Al-Qur’an Isyarat ini, terang Aziz, merupakan wujud perhatian penuh pemerintah dalam hal ini Kemenag melalui LPMQ terhadap layanan keagamaan, khususnya terkait Al-Qur’an. Upaya ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan kitab suci dan lektur keagamaan yang mudah diakses.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas di mana di situ disebutkan dalam Pasal 14 di huruf C itu jelas dikatakan bahwa penyandang disabilitas juga berhak mendapat layanan kitab suci dan juga lektur keagamaan yang mudah diakses,” ujarnya.***/mel

Kenang Pahlawan, Menag: Beda Iman, Satu Tekad Raih Kemerdekaan

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memimpin pembacaan doa dalam Upacara Ziarah Nasional Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2023 yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta.

Dalam upacara yang langsung dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Menag berdoa agar negara ini selalu dalam semangat persatuan dan dalam harmoni kebersamaan.

Hal ini menurut Menag, seperti yang sudah dicontohkan para pahlawan. Meskipun berbeda iman, para pahlawan memiliki satu tekad untuk meraih kemerdekaan bangsa.

“Eratkan hati kami dalam semangat persatuan,satukan langkah kami dalam harmoni kebersamaan. Negeri ini dimerdekakan oleh hamba-hambamu yang berbeda iman, yang bertekad satu meraih kemerdekaan dan mewariskan kebebasan untuk sesama,” doa Menag, Jumat (10/11/2023).

Menag juga berdoa agar bangsa ini selalu berterima kasih kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta untuk kejayaan Negara Republik Indonesia. “Ingatkan kami untuk selalu berterimakasih kepada pendahulu kami yang berjuang tanpa pamrih, yang berkorban jiwa, raga, dan harta, demi kemuliaan dan kejayaan negeri tercinta,” kata Gusmen, panggilan akrabnya.***/mel

Pimpin Doa Upacara, Menag Sebut Takdir Tuhan Selamatkan Pancasila

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memimpin doa Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2023 di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Pondok Gede, Jakarta.

Upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini juga dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Turut hadir mendampingi, Ibu Negara Iriana Jokowi dan Wury Estu Ma’ruf Amin. Tampak hadir para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para pimpinan lembaga tinggi negara, Panglima TNI dan Kapolri.

Dalam doanya, Menag menyampaikan bahwa Tuhan telah mengilhami para pendiri ibu pertiwi untuk menjadikan Pancasila sebagai falsafah dan jati diri. Menag juga menyebut takdir Tuhan menyelamatkan Pancasila.

“Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam tiap helai nafas kehidupan. Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian, dengan takdir-Mu Pancasila Engkau selamatkan, dengan pertolongan-Mu kami selalu bisa menatap masa depan,” doa Menag, Minggu (1/10/2023).

Menag juga mengungkapkan rasa syukur akan selalu dipanjatkan karena saat ini Indonesia menjadi negeri impian. “Ya Allah, Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan. Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keragaman. Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian. Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan. Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan,” ucap Menag.

Menag juga melangitkan harapan, berharap bangsa Indonesia dijauhkan dari sikap iri dengki dan caci maki, serta dihindarkan dari amarah yang membakar diri dan mencabik negeri mengoyak Ibu Pertiwi.

Berikut doa Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2023:

Bismillahirrahmanirrahiim,
Alhamdulillah, hamdan naa’imin, hamdas syaakirin, hamdan yuwaafii ni’amahu wa yukaafiu maziidah,

Yaa Rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhikal kariimi wa’adziimi sulthaanik.

Allahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali Sayyidinaa Muhammad.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pemberi,
Anugerahi pada kami kejujuran dan kerendahan hati,
Anugerahi kami untuk selalu menghargai,
Anugerahi kami kemampuan untuk selalu berbakti,
Anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Segala,
Yang mengetahui terang dan gelap maksud tujuan,
Yang berkuasa atas kematian dan kehidupan,
Yang menganugerahkan kemuliaan para pahlawan.

Ya Allah,
Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami,
Mengilhami para pendiri ibu pertiwi,
Meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jati diri,

Ya Allah,
Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri,
Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri,
Menggerogoti tiang penyangga rumah tinggal kami.

Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam tiap helai nafas kehidupan,
Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian,
Dengan takdir-Mu, Pancasila Engkau selamatkan,
Dengan pertolongan-Mu, kami selalu bisa menatap masa depan.

Ya Allah, Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan,
Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keragaman,
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian,
Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan,
Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan.

Wahai Tuhan yang melembutkan hati,
Jauhkan kami dari iri dan dengki,
Jauhkan kami dari amarah yang membakar diri,
Jauhkan kami dari saling mencaci,
Jauhkan kami dari niat saling mencabik dan merusak negeri.

Ya Allah Tuhan yang Maha Pengampun,
Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, orang tua kami, para pemimpin kami, Sungguh ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong langit-Mu di akhir zaman nanti.

Wahai Cahaya Maha Cahaya,
Terangi kami menuju jalan cahaya,
Menuju Indonesia Maju nan sentosa.

Rabbanaa aatina fid-dunnya hasanah,
Wa fil-aakhirati hasanah, waqina ‘adzaban-nar. Walhamdu lillaahi rabbil’aalamin.
***/mel

Menag: Indonesia Dapat Tambahan Fasilitas Mobil Golf Bantu Mobilitas Jemaah di Mina

JEDDAH, JAYAKARTA NEWS – Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Indonesia tahun ini mendapat tambahan fasilitas dari Arab Saudi berupa mobil golf. Sarana transportasi ini akan digunakan untuk membantu pergerakan jemaah dari tenda di Mina hingga titik terdekat jamarat yang bisa diantar dengan mobil.

Hal ini disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas usai mengikuti pembukaan Muktamar Perhajian yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Jeddah, Selasa (20/6/2023). Muktamar ini mengangkat tema “Fiqh at-Taysir fil-Hajj”.

“Alhamdulillah untuk jemaah kita yang maktabnya nanti di Mina relatif jauh, kita mendapat tambahan fasilitas mobil golf untuk membantu mereka sampai titik terdekat dengan jamarat,” terang Menag.

“Ini sangat membantu, dan kita terus berupaya agar jumlahnya terus ditambah,” sambungnya.

Menurut Menag, tambahan fasilitas berupa mobil memang diusulkan oleh Kementerian Agama berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Menurutnya, seiring jarak tempuh yang cukup jauh dari tenda menuju jamarat, diperlukan sarana transportasi agar jemaah tidak terlalu kelelahan. Mobil golf juga akan sangat berguna dalam mempercepat proses evakuasi.

“Tahun lalu kita minta ke Kementerian Haji agar disiapkan mobil golf di Mina untuk melakukan evakuasi jika terjadi sesuatu terhadap jemaah haji kita. Infonya tahun ini dipenuhi. Ada 15 mobil golf yang disiapkan,” sebutnya.

Untuk membantu mobilitas jemaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga menyiapkan ratusan kursi roda yang akan digunakan saat Armina, serta di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Usai mengikuti pembukaan muktamar perhajian, Menag dijadwalkan meninjau kesiapan layanan di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina). Selain mobil golf, tenda jemaah haji Indonesia di Arafah juga mendapat tambahan toilet. Setiap Maktab, disiapkan toilet dengan 10 pintu. Ini akan menambah keberadaan 20 toilet yang sudah ada sebelumnya.

“Hari ini kita cek kesiapan tambahan toilet di Arafah, termasuk juga renovasi dapur-dapur yang disiapkan untuk memasak makanan jemaah,” tandasnya.***/mel