7 Wajah Kartini Pariwisata Modern Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Tak terasa sudah memasuki bulan April. Ada momen Istimewa di bulan ini yaitu Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April. Di sini, kita diajak untuk mengingat dan merefleksikan semangat serta perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam emansipasi Perempuan. Jika dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan, kini semangat tersebut hidup dalam berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata.

Di tengah perkembangan industri pariwisata Indonesia, terdapat sejumlah Perempuan inspiratif yang menjadi sosok Kartini pariwisata tanah air. Mereka tak hanya berkontribusi, tetapi juga mampu membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Mulai dari pemangku kebijakan hingga penggerak komunitas, semuanya berperan nyata dalam mencerminkan semangat Kartini modern bagi pariwisata di Indonesia. 

Mari Simak ulasan 7 Kartini Pariwisata Indonesia berikut ini yang dikutip dari Laman Kemenpar, Jumat (10/4/2026).

1. Mari Elka Pangestu

Sosok Kartini srikandi pariwisata Indonesia yang pertama adalah Mari Elka Pangestu. Nama beliau sudah tak asing lagi di sektor pemerintahan, ekonomi, maupun pariwisata. Mari Elka Pangestu pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) pada periode 2011-2014. 

Sebagai salah satu arsitek kebijakan pariwisata Indonesia, Mari Elka Pangestu menunjukkan bagaimana perempuan dapat berperan strategis dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional. Beliau fokus mempromosikan pariwisata, meningkatkan daya saing ekonomi kreatif, serta mengintegrasikan sektor kreatif dengan ekonomi nasional. Berkat kontribusinya tersebut, mampu memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan sektor ini.

Tak hanya di Indonesia, Mari Elka Pangestu terus berkiprah di tingkat global melalui perannya di lembaga internasional seperti Bank Dunia. Kiprah tersebut mencerminkan semangat Kartini dalam memperluas peran perempuan Indonesia hingga ke panggung dunia.

2. Nadine Chandrawinata

Kartini pariwisata Indonesia berikutnya adalah Nadine Chandrawinata. Siapa sih yang tak mengenal sosok ini? Bukan hanya dikenal sebagai selebritis dan model, tetapi Nadine Chandrawinata juga dikenal vokal dalam menghadirkan wajah pariwisata yang berkelanjutan pada lingkungan.

Nadine Chandrawinata memiliki kecintaan yang begitu besar terhadap laut, khususnya laut di wilayah Indonesia. Ia tak sekadar berwisata menikmati keindahan laut Indonesia melalui aktivitas snorkeling dan diving. Ia aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem, khususnya di wilayah pesisir dan laut, sebagai bagian dari daya tarik wisata Indonesia. 

Adapun inisiatif lingkungan dan pariwisata yang dilakukan oleh Nadina Chandrawinata adalah mendirikan organisasi #Seasoldier yang berfokus pada edukasi seputar pelestarian lingkungan laut dan Bahari. Ia juga merupakan pemilik Raja Ampat Dive Resort di Kawasan Destinasi Prioritas Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi di bidang ekowisata, Nadine Chandrawinata menunjukkan bahwa semangat Kartini juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Kalau bukan kita, lantas siapa lagi yang akan menjaga kelestarian lingkungan tanah air?

3. Susi Pudjiastuti

Kartini yang satu ini sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ya, inilah Susi Pudjiastuti atau akrab disapa sebagai Bu Susi. Susi Pudjiastuti pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada periode 2019-2024. Sosoknya saat ini dianggap nyentrik dan berbeda dengan pejabat lainnya. 

Walau demikian, kiprahnya tak boleh dianggap sebelah mata. Susi Pudjiastuti dikenal sebagai sosok tegas yang berhasil menjaga kedaulatan laut Indonesia. Dengan kata-kata andalannya, “Tenggelamkan!” membuat siapapun bergidik ngeri bila melanggar aturan mengenai kelautan dan perikanan di tanah air. 

Kebijakan Susi Pudjiastuti yang fokus dan konsisten pada pemberantasan penangkapan ikan ilegal berkontribusi pada pemulihan ekosistem laut. Hal tersebut menjadi fondasi penting bagi pariwisata bahari yang mengandalkan keanekaragaman dan kelestarian ekosistem laut.

Di sisi lain, Susi Pudjiastuti juga merupakan pendiri dan pemilik maskapai penerbangan Susi Air yang berperan sebagai sarana konektivitas menuju berbagai destinasi wisata di Indonesia, baik untuk penerbangan reguler maupun charter. Peran ini memperlihatkan bagaimana semangat Kartini dapat hadir di masa kini melalui keberanian membangun dan membuka akses bagi kemajuan daerah.

4. Trinity 

Bagi pecinta buku, traveler, dan penulis, nama ini bisa dikatakan sebagai pelopor travel writing di Indonesia. Inilah Trinity, salah satu sosok Kartini pariwisata Indonesia yang menjadi kiblat para influencer travel Indonesia masa kini.

Trinity berhasil mengubah cara masyarakat memandang perjalanan. Tulisannya lugas, apa adanya, tetapi mampu memberikan sudut pandang baru dari setiap pengalaman perjalanan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Melalui karya “The Naked Traveler”, ia menghadirkan narasi perjalanan yang inspiratif dan membumi.

Selain sebagai penulis, Trinity juga aktif sebagai pembicara di penulisan karya maupun bidang pariwisata. Ia juga kritis terhadap kebijakan maupun dinamika industri pariwisata tanah air sebagai bentuk cintanya terhadap pariwisata Indonesia. 

Tak hanya itu, Trinity juga mengajarkan bahwa walau sudah banyak negara yang dikunjungi, tetapi Indonesia senantiasa memiliki tempat khusus di hatinya sebagai negara yang paling ia sukai kala bepergian. Kontribusinya menunjukkan bahwa semangat Kartini pariwisata di era modern dapat diwujudkan melalui penyebaran pengetahuan dan inspirasi kepada banyak orang.

5. Prilly Latuconsina

Kartini pariwisata tanah air juga hadir dalam sosok generasi muda. Sosok ini hadir pada Prilly Latuconsina. Ia bukan hanya aktris/selebritis papan atas dengan segudang prestasi atas karyanya di layar kaca, tetapi juga representasi generasi muda yang memanfaatkan kekuatan digital untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. 

Melalui media sosial, Prilly Latuconsina memperkenalkan berbagai destinasi wisata khususnya di tanah air kepada audiens yang luas terutama generasi muda. Selain itu, ia juga mengembangkan usaha di sektor pariwisata melalui bisnis penyewaan kapal pesiar Salaya Yachts bersama Kevin Sanjaya. Hal ini sesuai dengan minat Prilly untuk berkontribusi pada industri pariwisata Indonesia terutama di sektor wisata Bahari.

Tak hanya itu, pada tahun 2024 Prilly Latuconsina ditunjuk sebagai duta konservasi hiu paus oleh Konservasi Indonesia berkat kecintaannya yang besar dalam mendukung kelestarian hiu paus di sejumlah destinasi seperti Gorontalo dan Sumbawa. Selain itu, Prilly juga pernah berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dalam kampanye “Wonderful Indonesia/Pesona Indonesia” pada 2017–2018, memperlihatkan peran aktifnya dalam promosi pariwisata nasional.

Prilly Latuconsina juga dikenal cukup kritis pada kebijakan pariwisata dengan menekankan bahwa pariwisata harus berbasis rasa dan pengalaman langsung, bukan sekadar data dan jargon. Hal ini agar setiap kebijakan pariwisata yang dibuat memang benar-benar menyentuh setiap pelaku pariwisata, baik pejalan maupun masyarakat lokal.

6. Maya Watono

Maya Watono merupakan Kartini penting dalam industri periklanan, pariwisata, dan event di Indonesia. Ia telah lama berkecimpung di industri periklanan, baik skala nasional maupun multinasional. Maya bahkan sempat menjadi Country CEO Dentsu Indonesia pada 2019-2021. Selain itu, Maya juga didapuk menjadi Ketua International Affairs, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia. 

Setelah 16 tahun bekerja di sektor periklanan, kini ia dipercaya menjadi Direktur Utama Injourney (PT Aviasi Pariwisata Indonesia), salah satu BUMN yang bergerak di bidang aviasi dan pariwisata. Melalui kiprahnya, ia berhasil mentransformasi dan memberikan penyegaran di sejumlah destinasi, hotel, maupun bandara internasional di Indonesia agar memiliki kualitas internasional seperti Candi Borobudur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Bandara Soekarno-Hatta, dan revitalisasi Grand Hotel de Djokdja (dulunya Hotel Grand Inna Malioboro). Hal ini berkontribusi dalam menghadirkan berbagai pengalaman baru yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

Kepemimpinannya mencerminkan semangat Kartini dalam mendorong perempuan untuk berada di posisi strategis dan berpengaruh dalam sektor perekonomian dan Pembangunan pariwisata di tanah air. 

7. Butet Manurung

Kartini pariwisata tak harus selalu dari kalangan pejabat, influencer, maupun selebriti. Ada juga yang bergerak secara konsisten di akar rumput dengan kontribusi tak kalah besar pada pariwisata maupun lingkungan. Sosok ini adalah Butet Manurung. 

Butet Manurung merupakan pelopor program Sokola Rimba yang berfokus pada pemberdayaan Suku/Orang Rimba di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Provinsi Jambi, Sumatera. Melalui pendekatan pendidikan berbasis budaya, ia berupaya menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat adat. Ia ingin agar masyarakat adat tidak hanya menjadi penonton bahkan tertinggal karena modernisasi. 

Kontribusinya menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya berkaitan dengan destinasi, tetapi juga dengan manusia, budaya, dan lingkungan. Semangat Kartini tercermin dalam upayanya memperjuangkan akses pendidikan dan keberlanjutan komunitas terutama untuk kelompok yang selama ini termarginalkan oleh modernisasi.

Itulah 7 Kartini Pariwisata Indonesia yang mencerminkan semangat perjuangan Kartini di era modern. Semangatnya terus hidup dalam berbagai peran perempuan Indonesia dalam sektor pariwisata. Ketujuh sosok ini membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak utama dalam membangun, menjaga, dan mempromosikan kekayaan Indonesia.

Dalam momentum Hari Kartini, kiprah mereka menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kemajuan tidak pernah berhenti—melainkan terus bertransformasi sesuai zaman, membawa dampak nyata bagi bangsa dan generasi mendatang.***/mel

Kartini Digital Bangkit, Perempuan Muda Satukan Tekad Lindungi Anak di Dunia Maya

JAYAKARTA NEWS – Menjelang peringatan Hari Kartini, semangat perempuan muda Indonesia menemukan ruang aktualnya di tengah gempuran tantangan era digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menerima sembilan perwakilan organisasi kepemudaan (OKP) perempuan Cipayung Plus dalam audiensi bertajuk Kartini Talks di Kantor Pusat Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Rabu (16/4/2025).

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tetapi melahirkan komitmen nyata: perempuan muda siap menjadi garda depan dalam mengawal pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas, regulasi baru yang dirancang untuk melindungi anak dari konten dan interaksi digital yang membahayakan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan semangat teman-teman OKP Perempuan. Banyak dari mereka datang dengan inisiatif dan harapan besar untuk turut berkontribusi. Salah satunya, memastikan literasi digital terus berkembang dan PP Tunas dapat dijalankan secara nyata di tengah masyarakat,” kata Meutya Hafid usai pertemuan.

PP Tunas sendiri baru saja ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan menjadi tonggak penting dalam perlindungan anak di ruang digital. Dalam pertemuan tersebut, Meutya Hafid menekankan pentingnya kolaborasi banyak pihak untuk memastikan PP ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terlaksana di lapangan.

Lebih lanjut, Meutya membeberkan bahwa sembilan perwakilan OKP Perempuan yang hadir menyampaikan keprihatinan yang sama terhadap kondisi generasi muda, khususnya anak-anak, yang semakin rentan di ruang digital. Karena itu, edukasi, sosialisasi, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan menjadi langkah penting yang harus dilakukan bersama.

“Mereka merasa bahwa PP ini jika dilaksanakan, diterapkan dengan baik, dapat melindungi anak-anak kita. Jadi, kita harapkan nanti bisa berkerjasama dengan teman-teman OKP Perempuan Cipayung Plus dalam giat-giat edukasi, sosialisasi, dan juga pengawasan dari pelaksanaan PP ini,” tambah Meutya.
Ketua Kopri PB PMII, Wulan Sari AS, menyampaikan bahwa ruang digital masih menjadi tempat yang penuh risiko bagi perempuan dan anak-anak, terutama dalam bentuk kekerasan berbasis gender online (KBGO).

“Kasus pelecehan dan kekerasan digital masih banyak dialami perempuan. Karena itu, ruang digital harus kita ciptakan sebagai ruang yang aman dan suportif, tidak hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata,” ujar Wulan.

Tak hanya berhenti pada komitmen lisan, audiensi ini menghasilkan kesepakatan awal untuk menyusun agenda kolaboratif, mulai dari pelatihan relawan literasi digital, penyuluhan di kampus dan sekolah, hingga aktivasi kanal pelaporan KBGO berbasis komunitas. Meutya pun menyambut baik semangat tersebut dan menyatakan bahwa Kemkomdigi akan memfasilitasi inisiatif ini secara berkelanjutan.

Turut hadir mendampingi Menkomdigi dalam pertemuan tersebut Dirjen Komunikasi Publik Fifi Aleyda Yahya, Kepala BPSDM Bonifasius Wahyu Pudjianto, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya R. Wijaya Kusumawardhana, serta Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga Aida Azhar.***/mel

Memperingati Hari Kartini, Ini Kata Gubernur Khofifah

JAYAKARTA NEWS—- Peringatan Hari Kartini yang jatuh tepat pada hari ini, Rabu (21/4/2021), punya makna bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Menurut dia, peringatan Hari Kartini diartikan sebagai momen pengingat bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam penggerak ekonomi bangsa.

Bukan tanpa alasan, Gubernur perempuan pertama Jatim ini kemudian mengajak masyarakat Jatim untuk meninjau peran perempuan di lingkungan paling kecil yaitu keluarga. “Perempuan memiliki peran besar dalam urusan keuangan rumah tangga. Mereka menata, mengalokasi, serta berusaha mencukupkan keuangan yang dimiliki keluarga tersebut,” kata Khofifah hari ini di Grahadi.

Bahkan ada anekdot yang sering didengar tentang perempuan. Yakni, perempuan lebih pandai hitung-hitungan daripada lelaki. Utamanya hitungan uang belanja.

“Termasuk saat pandemi Covid-19 begini, yang dampaknya sangat dirasa untuk perekonomian rumah tangga. Pada posisi ini, perempuan diuji untuk mampu mengelola keuangan dengan baik. Mereka memeras otak agar dapur tetap ngebul,” tegasnya.

Tak hanya itu, sebagian besar penggerak aktivitas UKM dan KUMKM di masyarakat adalah perempuan. Ini bukti bahwa perempuan juga memiliki peran sebagai penggerak perekonomian bangsa.

“Makanya di Jawa Timur, ada program yang diberi nama Jatim pemberdayaan usaha perempuan atau disingkat Jatim Puspa. Semester II pada 2020, bantuan untuk Jatim Puspa juga digelontorkan. Banyak perempuan yang mendapat bantuan hibah berupa modal usaha,” ujar Khofifah

Harapannya, perempuan bisa melakukan aktivitas lain. Seperti berjualan makanan, minuman, membuat baju, handycraft, dan beragam aktivitas lainnya. Produk tersebut menjadi komoditas ekonomi yang bisa dijual. Mereka memiliki pendapatan tambahan dari aktivitas tersebut.

Program ini memberi nilai tambah kepada perempuan. Pendapatan tambahan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Peningkatan kesejahteraan akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada tingkat daerah maupun provinsi.

“Perempuan masa kini memiliki peran yang cukup kompleks. Dulu, perempuan hanya diibaratkan sebagai kanca wingking. Mereka hanya tahu urusan dapur. Karena itu, pendidikan dianggap tidak penting bagi mereka. Pemahaman itu sudah berubah. Kartini mengubah semuanya. Perempuan kelahiran Jepara itu memiliki cita-cita yang luar biasa. Dia menjadi pendobrak pemahaman tentang perempuan yang berlaku pada zaman dulu,” tegas Khofifah.

Pada usia 12 tahun, dia dipingit. Kartini memang berbeda dengan perempuan di masa itu. Dia bisa berbahasa Belanda. Selama dipingit, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat itu tetap belajar.

Dia menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Kartini melihat kemajuan berpikir perempuan Eropa.

Informasi yang dia serap mendorong semangat Kartini untuk memajukan perempuan di Indonesia. Dia ingin perempuan Indonesia sama dengan di Eropa. Di sana, perempuan dan lelaki memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak seperti di Indonesia yang berada pada status sosial terendah.

Kartini terus mewujudkan eksistensinya. Dia berhasil menjadikan perempuan sejajar degan lelaki. Memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tentu dengan tidak meninggalkan kodratnya.

“Di masa Pandemi Covid-19 ini, perempuan juga mempunyai peran yang sama pentingnya. Bahkan, perempuan sangat dibutuhkan dalam mendorong penerapan standar protokol kesehatan rumah tangga. Mereka adalah elemen terdepan dalam mencegah klaster rumah tangga,” papar Khofifah.

Menurutnya, sudah sepatutnya bangga menjadi seorang perempuan. Sosoknya tidak lagi berada pada urutan ke sekian. Perempuan juga sudah memiliki kesempatan untuk berada di depan dalam segala hal. Terutama pada konteks penggerak perekonomian bangsa. (poedji)

WNI Jerman Ekspresikan Pesan Kartini Lewat Gambar dan Karikatur

JAYAKARTA NEWS— Cara ini bisa ditiru institusi lain dalam mengisi waktu selama masyarakat berada di rumah dalam mencegah penyebaran COVID-19. Seperti yang dilakukan Kedutaan Besar Indonesia Republik Indonesia di Berlin terkait peringatan Hari Kartini 21 April yang menghelat lomba gambar/karikatur.

Informasi dari KBRI Berlin, sebanyak 33 gambar dan karikatur hasil karya WNI di Jerman turut meramaikan peringatan hari Kartini tahun 2020. Hasil karya yang disampaikan dalam bentuk digital tersebut ditayangkan pada akun Instagram KBRI Berlin, @kbri_berlin, sejak 2 April 2020 lalu. Pasalnya, sejak tanggal itu KBRI Berlin menyelenggarakan Lomba Gambar/Karikatur dengan tema, “Pesan Kartini untuk Bangsa Indonesia”.

Bukan hanya sekadar menggambar, peserta juga diminta untuk mampu merefleksikan pesan RA Kartini melalui gambarnya. Kutipan pesan Kartini tersebut harus dicantumkan pada gambar yang mereka buat. Para peserta membuat gambar pada media kertas A4 dan hanya diperbolehkan menggunakan pensil, pensil warna atau crayon.

Selain untuk menghidupkan kembali pesan-pesan sarat makna yang pernah ditulis Kartini, lomba gambar/karikatur tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong kreativitas WNI di masa-masa pandemik COVID-19 ini. Di Jerman Pembatasan Sosial Berskala Besar sudah diberlakukan sejak 16 Maret 2020. Sambil menghilangkan rasa bosan karena banyaknya waktu luang di rumah, peserta juga menginspirasi masyarakat luas dari pesan Kartini yang dikutipnya.

Dari perlombaan tersebut dipilih lima orang pemenang. Pemenang pertama, kedua dan ketiga dipilih berdasarkan gabungan nilai dari juri dan jumlah like serta comment di akun Instagram. Satu pemenang favorit berdasarkan pilihan dewan juri.  Dan satu pemenang lainnya berdasarkan jumlah like dan comment positif dari warga net.

Kelima pemenang tersebut adalah Nabila Az Zahra sebagai Juara I,  Anisa Ghina Savira sebagai Juara II, dan Zalzadila Syahalfarabi sebagai Juara III. Sedangkan untuk juara favorit yaitu Theresia untuk favorit Dewan Juri dan Mayra Diandra Nabila Ratnadi juara favorit pilihan warga net.

Karya Nabila Az Zahra memilihi tema: “Untukmu Wanita Hebat Indonesia di Masa Depan. Dalam karyanya, mahasiswi yang tinggal di Berlin ini mengutip pesan Kartini: “Saya ingin sekali berkenalan dengan seorang gadis modern, yang berani, yang dapat berdiri sendiri, yang bekerja tidak hanya untuk kepentingan dan kebahagiaannya sendiri tapi juga untuk masyarakat luas, bekerja demi kebahagiaan banyak manusia”.

Sedangkan Theresia, pemenang berdasarkan nilai tertinggi dari juri, mengutip pesan Kartini: “Banyak hal yang menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri”. Theresia merangkum karya karikaturnya dengan rangkaian cerita dengan tema “Kartini jaman now. Dalam karyanya Theresia menceritakan sosok perempuan yang cerdas. Khususnya dalam mengelola informasi. Terutama saat pandemi Covid-19 banyak ditemui kesimpangsiuran informasi. Theresia juga menegaskan pesan “Spread No Hate, Spread No Hoax”.

Lain lagi dengan juara favorit pilihan warga net karya Mayra Diandra Nabila Ratnadi. Dalam karyanya Mayra membuat gambar Ibu Kartini dengan sangat indah. Di bawah gambarnya Mayra menuliskan pesan Kartini: “Jangan biarkan penyesalan datang, karena kami selangkah lagi untuk menang”.

Selain lomba gambar/karikatur, pada peringatan Hari Kartini 2020 ini, KBRI juga membuat liputan video profil lima perempuan hebat Indonesia di Jerman. Kiprah para Kartini  yang berasal dari empat kota di Jerman yakni Braunschweig, Bonn, Geldern, dan Berlin, telah membantu mempromosikan Indonesia di jalur karirnya masing-masing.

Kiprah Kartini Indonesia di Jerman–Dari kiri ke kanan: Sartika Oegroseno (Istri Dubes RI Di Jerman), Admilandri Schluter (Dosen dan Penggiat Budaya), Lina Berlina (Desainer Lurik Indonesia di Berlin), Vidi Athena Legowo Zipperer (Pemred Indonesia Deutsche Welle), dan Mika Purba (Pendeta di Geldern Jerman)—foto istimewa

Lima perempuan tersebut adalah Vidi Athena Legowo-Zipperer, Admilandri Schlüter, Sartika Oegroseno, Lina Berlina, dan Mika Purba, Vidi Athena Legowo-Zipperer adalah pemimpin redaksi Indonesia di Deutsche Welle, Bonn. Admilandri Schlüter merupakan  pengajar Internasional Kultur, Sejarah, dan Bahasa di University of Applied Science and Art HAWK Hildescheim, Technische Universität Berlin, The Braunschweig University of Art (HBK). Mimi, sapaan akrab Admilandri juga aktif menggerakkan kerja sama kota kembar Bandung – Braunschweig dan Padang – Hildescheim.

Sementara Sartika Oegroseno adalah istri Dubes RI Jerman, Arif Havas Oegroseno. Ia aktif mengenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia di Jerman yang melibatkan perhimpunan wanita ekspatriat di Berlin. 

Kiprah lain dilakoni oleh Lina Berlina, seorang desainer Indonesia yang mempopulerkan Lurik di Berlin. Dalam beberapa tahun terakhir Lina rutin menggelar fashion show di salah satu hotel ternama di Berlin. Profesi unik lainnya dijalani oleh Mika Purba. Mika adalah pendeta Huria Kristen Batak (HKBP) Indonesia Manyar, Surabaya yang terpilih dalam program pertukaran Pendeta United Evangelical Mission (UEM). Mika kini melayani Jemaat di Kleve dan Geldern, Jerman.***alf

Inilah, Citra Perempuan Nusantara

Pertemuan Citra Perempuan Nusantara di Yogya, antara lain membahas Launching Buku. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Tak kurang dari 60 intelektual perempuan saat ini berhimpun dalam komunitas Citra Perempuan Nusantara. Pemrakarsanya, Prof Endang Caturwati dari Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. “Bermula dari ajang silaturahmi para dosen berbagai perguruan tinggi dan dari berbagai disiplin ilmu,” ujarnya kepada Jayakarta News, Senin (22/4/2019).

Gagasan Prof Endang, kemudian disambut baik oleh para intelektual perempuan yang ada di lingkungan Perguruan Tinggi. Mereka adalah Prof. Dr. Yudiaryani, M.A. dari ISI Yogyakarta, Prof. Dr. Hj. Sri Rochana Widyastutieningrum, S.Kar., M.Hum. dari ISI Surakarta, Prof. Dr. Hj. Ieke Sartika Iryani, M.S. dari Universitas Garut, Prof. Dr. Rr. Novi Anoegrajekti M.Hum. dari Universitas Jember, dan Dr. Sri Rustiyani, S.Sen., M.Sn. dari ISBI Bandung.

Logo Citra Perempuan Nusantara

Para intelektual perempuan tersebut, selanjutnya secara resmi mendirikan komunitas Citra Perempuan Nusantara ditandai dengan melakukan penandatanganan Akta Perkumpulan Citra Perempuan Nusantara di Kantor Notaris Irma Rachmawati, S.H., Sp.I., M.H., Ph.D. di Jalan Dipatiukur Nomor 107 Bandung.

Bersama Prof.Sri Rochana (ISI) Solo, Notaris Bu Irma, Bu Dyah Unpad, Bu Sri ISBI Bandung…menjelang tanda tangan Akta Notaris Perkumpulan Citra Perempuan Nusantara. (foto: ist)

Maksud dan tujuan dari didirikannya komunitas tersebut adalah sebagai media saling berbagi ilmu pengetahuan dengan konsep silih asih, silih asah, dan silih asuh. Ke depan komunitas ini akan mengutamakan kegiatan yang berfokus pada berbagi ilmu pengetahuan, seperti menulis bersama, mengadakan seminar, dan pengabdian kepada masyarakat. “Bahkan kami sudah memikirkan untuk menerbitkan jurnal, menyelenggarakan pertunjukan dan pameran bersama,” kata Prof Endang.

Selain itu, misi dari komunitas ini yaitu untuk memberikan kontribusi pada masyarakat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. “Tapi yang utama adalah meningkatkan wawasan,” tegas guru besar Seni Pertunjukan Indonesia yang sampai saat ini masih berkarya tari. Di Hari Tari Dunia (di Kota Solo) misalnya, ia berpartisipasi menyajikan Tari Sunda bergaya Klasik.

Ditambahkan, dalam waktu dekat Komunitas Citra Perempuan Nusantara sedia meluncurkan buku, menggelar pertunjukan, dan mengadakan pameran. Buku pertama yang akan di-launching berjudul ‘Perempuan Indonesia Dulu dan Kini’. Buku berisi tulisan 30 penulis.

Dua buku lain yang tengah dalam persiapan terbit adalah “Tubuh, Media, dan Kreativitas”, karya 25 penulis. Lalu buku berjudul “Perempuan Nusantara dalam Rupa dan Jiwa”. “Rencana, kami juga akan menerbitkan Jurnal Srikandi,” tegas Prof Endang.

Prof Endang Caturwati

Concern pada perempuan, bukan tanpa alasan. Perempuan geulis kelahiran Bandung 25 Desember 1956 itu mengatakan, perempuan adalah yang melahirkan generasi penerus bangsa. “Karenanya, perempuan harus cerdas, kukuh, dan senantiasa memiliki semangat juang untuk terus berkarya memberi kontribusi bagi masyarakat. Menjadi model yang kreatif, produktif, dan pantang menyerah,” ujar sarjana tari yang juga pencipta lagu produktif itu.

Dalam konteks Hari Kartini, itu pula yang disampaikan Prof Endang. “Kita memperingati seorang perempuan yang mempunyai juang tinggi melakukan perubahan pada nilai perempuan dari kondisi yang terbelakang,” ujar putri dari seniman karawitan Jawa, Barjo Herman itu.

Untuk “Kartini-Kartini” sekarang, tambahnya, spirit Kartini hendaknya diimplementasikan untuk memperjuangkan berbagai hal bagi kemajuan bukan hanya diri sendiri, tetapi masyarakat, bahkan bangsa dan negara. Caranya, dengan melakukan hal-hal positif dan prroduktif dengan berbagai kegiatan yang bisa menghasilkan karya, bahkan yang multi guna. “Kegiatan yang berdaya hidup dan berdaya guna,” tandasnya. (rr)

Anggota Komunitas Citra Perempuan Nusantara. “Heboh kalau berkumpul….,” ujar Prof Endang Caturwati. (foto: ist)

Perempuan Lebih Hebat dari Lelaki

OLEH HENDRAWAN NADESUL

Benar.!!
Perempuan lebih hebat dari laki-laki hampir dalam banyak hal.

Secara biologis perempuan punya harapan hidup lebih panjang 5 tahun dibanding lelaki.
Jadi mestinya perkawinan yang indah itu umur perempuan harus lebih tua 5 tahun dari calon suaminya.
Supaya bisa mencapai fakta sehidup semati
Bukannya kamu hidup aku mati.

Secara piramida keluarga, kalau istri 5 tahun lebih tua dari suami, sedikit istri yang menjanda.
Krena tahun kematiannya dengan suami bisa bareng.
Angka janda jadi berkurang.

Sistem persarafan perempuan lebih penuh percabangan halus.
Sehingga secara fisik lebih mampu bertahan dalam pekerjaan yang menuntut kesabaran-kerumitan, dan ketekunan.
Maka menjadi perawat, dan melayani orang lain, serta sejenis itu lainnya, perempuan lebih unggul dibanding lelaki.

Perempuan bisa lebih tahan menderita, tahan nyeri, dan perih pedih kehidupan.

Juga bisa lebih tahan tanpa seks dibanding lelaki.
Karena secara biologis perempuan tidak berorientasi seksual seperti lelaki yang sex-minded.

Lelaki di mana dan kapan pun terus berpikir seks, perempuan berpikir love.

Perempuan lebih mampu melakukan beberapa jenis pekerjan secara berbarengan.

Pekerjaan yang butuh multi tasking, mampu mengerjakan banyak hal dalam sekali kayuh beberapa pulau terlangkaui.
Lelaki umumnya fokus hanya melakukan satu pekerjaan.

Cara kerja otak perempuan lebih memanfaatkan dua belahan otak, kiri dan kanan.
Maka jembatan dua belahan otak corpus callosssum perempuan lebih tebal dibanding milik lelaki.

Kedua sisi otak perempuan bekerja secara berbarengan.
Sehingga bila salah satu sisi otak mengalami kelemahan atau penyakit, sisi lainnya masih bisa menggantikan tugas sisi yang sakit.

Kerja otak lelaki cenderung satu sisi, maka bila satu sisi stroke, meninggalkan gejala sisa yang lebih berat dibanding bila dialami perempuan.
Cacat strokenya lebih berat dibanding bila perempuan yang mengalami.

Seks perempuan selalu bisa kendati belum tentu selalu mau.
Seks lelaki selalu mau.
Namun belum tentu selalu bisa.

Seks perempuan lebih abadi karena perlu cinta.
Seks lelaki bisa tanpa cinta.

Perempuan hanya indah seksnya bila dengan lelaki yang dicintai.
Seks lelaki bisa dengan siapa saja, bahkan sekadar kejepit pintu pun jadi.

Lain dari itu potensi seks lelaki lebih lekas layu dibanding perempuan.
Maka terpaut 5 tahu lebih muda, masih seimbang di kamar tidur.

Cinta perempuan jenis “cinta meskipun”..
Sedang cinta lelaki jenis “cinta karena”..
Maka cinta lelaki sering tidak kekal.

“Hanya “karena” kamu cantik, maka aku mencintaimu”.
Namun begitu kamu tidak cantik, cintaku pun pudar.

Cinta perempuan tetap kekal, “meskipun” kamu sudah tua.
Sudah jelek.
Sudah keriput..
Aku tetap mencintaimu..

Salam sehat..
Dr HANDRAWAN NADESUL