Peringati Hari Ibu, Gabungan Ormas dan Relawan Dukung Ganjar-Mahfud

DEPOK, JAYAKARTA NEWS – Sebuah ormas dan relawan Pasangan Capres-Cawapres Nomor 03, memanfaatkan peringatan Hari Ibu 22 Desember 2023, untuk konsolidasi pemenangan. Ormas dimaksud adalah DPP Gugus Pemimpin Pancasila Ganjar Pranowo Presiden RI atau disingkat DPP GPP-GPP RI.

Rangkaian acara berlangsung di Sarana Balai Warga, Jl. Anantakupa Raya, RT 04/RW 17 Sukatani, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (22/12/2023). Ada tiga acara pokok hari itu.  Pertama, Orasi Kebangsaan sebagai manifestasi pendidikan politik. Kedua, aksi kemanusiaan. Ketiga, apresiasi seni.

“Pesta Demokrasi harus berlangsung secara gembira. Itu relevansi kegiatan apresiasi seni pada acara hari ini,” ujar Ketua Umum DPP GPP – GPP RI Dr Antonius Manurung.

Menurut Antonius, pasangan Ganjar – Mahfud sudah teruji. “Ganjar pernah 10 tahun di DPR, juga 10 tahun sebagai Gubernur sedangkan Mahfud sudah pernah jadi Ketua MK, Menkopolhukam dan juga pernah di badan pembinaan Pancasila. Jadi keduanya memang layak memimpin bangsa ini ke depan,” kata Antonius.

Selain itu hadir pula aktor kawakan Pong Haryatmo yang membawakan tiga puisi bertema ibu pertiwi. Puisi Pong ini menggelitik hati nurani kita akan apa yang terjadi pada negeri ini. “Kita lihat saat ini banyak terjadi korupsi. Ibu Pertiwi bersedih, kekayaan alam dikeruk namun rakyat belum juga sejahtera,” kata Pong.

Selain Pong, hadir pula memberi orasi Ketua Umum Projo Ganjar, Haposan Situmorang, Sekjen DPP GPP – GPP RI Dr Gunawan Djayaputra, aktivis dokter Bhineka Tunggal Ika DR Dr Yosephin Sri Sutanti dan pakar psikologi Dra Tika Bisono.

Di mata mereka suara perempuan di Pilpres 2024 sangatlah penting. Karena itu dalam rangka hari ibu mereka menggelar acara ini sekaligus mendulang suara perempuan. “Suara perempuan amat penting karena mereka yang lebih banyak dan intens berkomunikasi di rumah, di lingkungan, di pasar dan kegiatan masyarakat lainnya,” kata Antonius.

Sementara Ketua Umum Projo Ganjar Haposan Situmorang mengatakan kegiatan-kegiatan seperti ini telah banyak dilakukan oleh relawan Ganjar. “Ini akan kita lakukan terus dan kita saling berkolaborasi antar relawan sampai Ganjar – Mahfud terpilih menjadi Presiden dan wakil Presiden,” kata Haposan Situmorang.

Terkait adanya Projo versi Budi Arie, Haposan tak khawatir lantaran relawan yang asli dan benar-benar militan ada di pihaknya. “Justru relawan asli Projo, 90% ada di kita, Projo Ganjar. Inilah relawan yang militan. Sementara yang di sana, itu orang-orang baru dan sebagian besar mereka pendukung Prabowo di 2019. Mereka itu orang-orangnya 08,” ujar Haposan.

Ia juga meluruskan beberapa hal terkait negative campaign. Menurutnya, Pasangan Ganjar – Mahfud dan para relawan pendukungnya, memegang teguh etika berkampanye. “Yang kami sampaikan adalah fakta, bukan hoax. Misal, Prabowo dipecat dari TNI, negative campaign tapi fakta dan bukan hoax. Kemudian Anies Baswedan menggunakan isu identitas agama dalam Pilgub DKI. Itu juga fakta, bukan hoax. Jadi masyarakat harus cerdas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, mereka juga memacakan deklarasi. Begini bunyinya:

DEKLARASI PEREMPUAN PEREMPUAN PERKASA GPP-GPP RI MENDUKUNG GANJAR-MAHFUD SEBAGAI PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN RI 2024-2029

KAMI PEREMPUAN PEREMPUAN PERKASA

YANG SENANTIASA BEKERJA TAK KENAL LELAH DALAM KELUARGA

YANG SENANTIASA BERJUANG BAGI MASYARAKAT BANGSA

YANG SELALU MENDORONG KEBENARAN & KEADILAN DI  NEGARA TERCINTA

YANG SELALU MENJUNJUNG TEGAKNYA HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

MENDUKUNG, BERDEDIKASI DAN BERKOMITMEN SEPENUHNYA UNTUK MEMENANGKAN GANJAR PRANOWO – MAHFUD MD SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN RI 2024-2029

SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA MERAHMATI PERJUANGAN KITA SEMUA

SALAM PANCASILA…

MERDEKA.!!! 3X

GANJAR…PRESIDEN!!!

GANJAR-MAHFUD…

MENANG 3X

MERDEKAAAAA

(ags)

Gubernur Khofifah Minta Bahagiakan dan Sejahterakan Ibu Indonesia

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta agar para ibu hidupnya bahagia sejahtera serta dijauhkan dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sehingga sudah selayaknya dihentikan.

“Upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, namun perlu melibatkan masyarakat luas untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kehidupan yang aman, adil, dan setara bagi semua, termasuk perempuan,” ungkap Khofifah saat peringatan Hari Ibu di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (22/12/2023).

Khofifah mengatakan, sudah seharusnya budaya permisif yang menormalisasi kekerasan terhadap perempuan diakhiri. Kekerasan terhadap perempuan, tambahnya, bukan hanya fisik, namun juga terjadi dalam banyak bentuk. Antara lain, kekerasan verbal, kekerasan seksual, kekerasan mental, dan kekerasan gender.

Khusus kekerasan berbasis gender, menurut Khofifah, merupakan kekerasan yang sering terjadi karena ketidak setaraan perlakuan antara laki laki dan perempuan. Baik perihal pekerjaan, tugas, tanggungjawab, serta kebebasannya. Maka dari itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga mengatakan bahwa sudah selayaknya perempuan Indonesia mendapatkan kesempatan dan akses yang sama di seluruh bidang kehidupan, tanpa terkecuali.

“Apapun bentuknya, kekerasan tidak dapat dibenarkan untuk dialami siapapun. Perempuan juga memiliki hak yang sama untuk hidup dengan aman dan bahagia. Waktu dan zaman sudah membuktikan bahwa perempuan bisa dan mampu bekerja di seluruh bidang kehidupan. Tidak sedikit perempuan yang sukses menjadi pemimpin maupun pada pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya dipegang oleh kaum pria,” tegas Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyinggung efek positif jika seorang perempuan atau ibu dalam kondisi aman dan bahagia sejahtera . Menurutnya, kondisi mental seorang ibu akan sangat berpengaruh dalam pola asuh mendidik anak dan mengurus rumah tangga dan keluarganya. Jika ada gangguan dari kualitas mental seorang ibu maka akan turut berpengaruh dalam kualitas bangunan dari keluarga tersebut.

“Oleh sebab itu, bahagiakan para ibu. Berikan kebahagiaan dan jaminan kesejahteraan untuk para ibu dari hal-hal yang paling kecil sekalipun,” imbuhnya.

Maka dari itu, Khofifah mengajak seluruh elemen untuk memberikan perlindungan pada perempuan dan para ibu yang diwujudkan dengan memberikan rasa aman pada mereka, dan menjauhkan dari kekerasan. Khofifah meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat berwajib dan tidak membiarkan jika melihat kasus kekerasan terhadap perempuan di lingkungannya. Jangan sampai, lanjut KHofifah, kekerasan tersebut membahayakan nyawa perempuan tersebut.

“Selamat Hari Ibu Tahun 2023 kepada para ibu yang hebat di seluruh Indonesia, khususnya Jawa Timur. Apa yang kita lakukan dan tanamkan kepada anak-anak kita hari ini adalah bekal bagi mereka untuk mewujudkan bangsa yang lebih maju di masa depan. Salam hangat dari saya, bagi ibu-ibu pejuang di luar sana,” pungkasnya.***poedji