Gubernur Bali Pangkas Eselon Tiga dan Empat

Jayakarta News – Gubernur Bali, I Wayan Koster memastikan kebijakan pemangkasan jabatan eselon tiga dan empat di lingkungan pemerintahan provinsinya akan direalisir Juni 2020. Langkah ini dinilai positif dalam rangka meminimalisir potensi pengangkatan pejabat dengan alasan adanya hubungan keluarga. 

Hal itu ditegaskan Gubernur Koster saat menyampaikan sambutan dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), Selasa (19-11-2019), di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. Gubernur didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kakanwil DJPb) Provinsi Bali Tri Budhianto dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. Penyerahan DIPA dan TKDD itu dihadiri bupati/wali kota, serta pejabat terkait lainnya.

Koster awalnya menyinggung panjangnya rentang jabatan birokrasi struktural sampai eselon empat. Dia mengutip instruksi Presiden Jokowi untuk memangkas jabatan eselon tiga dan empat birokrasi struktural pemerintahan di daerah. Gubernur memastikan pemangkasan jabatan eselon tiga dan empat di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bali akan direalisir Juni 2020.

“Saya berharap kita semua merespons apa yang diharapkan Bapak Presiden dengan sebaik-baiknya,” harap Gubernur Koster.

Menurutnya, amputasi jabatan eselon tiga dan empat kemungkinan bakal menjadi beban. Namun, ditambahkan Koster, pengalihan jabatan struktural ke fungsional lebih menguntungkan ASN. “Pertama, memperpanjang usia pensiun. Kedua, bias bekerja lebih profesional berdasarkan kinerja objektif,” imbuhnya.

Ditambahkannya, pemangkasan jabatan eselon tiga dn empat itu juga akan meminimalisir pengangkatan pejabat karena alasan adanya hubungan keluarga. 

Reformasi birokrasi, kata gubernur yang juga menjabat ketua DPD PDI perjuangan Bali, ini,  dirinya sudah menginstruksikan kepada sekda untuk melakukan reformasi birokrasi di pemerintah provinsi yang dipimpinnya.  Reformasi stuktur birokrasi, lanjutnya,  sudah diterapkan secara bertahap. Tahapan pertama diwujudkan melalui perampingan organisasi pemerintahan daerah (OPD). “Dari 49 OPD menjadi 41 OPD. Sebenarnya masih bisa diciutkan lagi, tetapi nanti dibilang tak manusiawi. Kami akan lakukan bertahap,” jelasnya.

Terkit DIPA tahun 2020, Gubernur Koster menyerahkan secara simbolis kepada lima satuan kerja vertikal di bawah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) serta 14 satuan kerja vertikal prioritas.

Sementara Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa diserahkan Gubernur Koster kepada Sembilan bupati/wali kota.

Gubernur mengingatkan amanat kepala negara terkait keharusan pengguna anggaran yang dialokasikan APBN.  Kualitas belanja, spending better, bukan spending more. “Ciptakan birokrasi yang efisien, yang melayani,  dan bekerja secara tim,” harapnya.

Sementara Kakanwil  DJPb Bali Tri Budhianto menegaskan, penetapan DIPA Thaun 2020 merupakan dokumen final alokasi anggaran kementerian/lembaga. Ini  berarti, kementerian/lembaga  sudah dapat memulai merealisasikan seluruh program pembangunan tahun depan.

“Penetapan dan penyerahan DIPA Tahun 2020 dilaksanakan November 2019 agar kegiatan segera dimulai awal tahun anggaran,” tukas Tri Budhianto. (Syam Kelilauw)

Gubernur Bali Minta IKBB Dukung Program Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menerima penyematan kain khas Batak, ulos dari Ketua IKBB Pontas Simamora. (foto: ist)

JAYAKARTA NEWS – Gubernur Bali Wayan Koster meminta komunitas warga Batak yang tergabung dalam wadah Ikatan Keluarga Batak Bali (IKBB) untuk ikut mendukung program pembangunan Pemprov Bali. Sebaliknya, Pemprov Bali juga akan mengayomi dan mendukung segenap program IKBB demi pembangunan Bali menjadi lebih baik dana maju.

“Saya minta agar IKBB ikut berperan mendukung program Pemprov Bali. Bali adalah untuk semua,” kata Koster ketika menerima kunjungan pengurus IKBB, Senin (1/4), di Denpasar.

Kunjungan itu adalah dalam rangka audensi yang dipimpin Ketua IKBB Pontas Simamora. IKBB adalah perkumpulan warga Batak di Provinsi Bali yang sifatnya sosial dan budaya. Batak itu terdiri dari 6 puak/sub-etnis, antara lain Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing dan Angkola. IKBB bertujuan memelihara, menjaga dan melestarikan budaya Batak.

Koster menambahkan, Pemprov Bali selalu terbuka dan mengayomi seluruh masyarakat yang tinggal di Bali, termasuk warga Bali yang berasal dari etnis Batak. ” Bali untuk semua, dan mari kita bangun Bali untuk menjadi lebih baik lagi,” tandas Koster.

Sebagai bukti kepeduliannya, Koster berjanji akan melibatkan IKBB dalam event tahunan Pemprov Bali, yakni Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Koster juga berjanji menyediakan tempat bagi IKBB untuk melaksanakan kegiatan di Bali.

“Silakan sampaikan kepada saya jika ada program IKBB. Saya selalu akan memperhatikan, ” tuturnya.

Ketua IKBB Pontas Simamora mengimbau segenap warga Batak di Bali untuk berperan aktif membangun dan membuat Bali makin maju, ” ucap Pontas.

Warga Batak, lanjut Pontas, tidak bisa sekedar diam, tapi harus berpartisipasi positif bagi Bali.

Pada kesempatan itu, pengurus IKBB menyerahkan dan menyematkan kain khas Batak berupa ulos kepada Koster. (CM Ginting)

Surat Gubernur Bali Diduga Diplintir

Surat Gubernur Bali terkait Penertiban Usaha Pariwisata diduga telah diplintir atau dibelokkan oleh pihak tidak bertanggungjawab yang ditengarai memiliki tujuan politis. Gubernur Bali I Wayan Koster mengungkapkan ada pihak yang ingin membelokkan substansi surat Gubernur Bali terkait penutupan perusahaan yang melanggar aturan.

“Kemungkinan untuk tujuan politis sebagaimana muncul di Medsos,” jelas Gubernur Koster dikonfirmasi melalui WhatsApp, beberapa waktu lalu.

Dalam sebuah akun Facebook tertulis ulasan di beranda dengan judul cukup memprovokasi ‘Gubernur Bali Mengamuk ke Pengusaha-pengusaha China di Bali, Mulai Mengganggu Bisnis Warga Bali’.

Koster sangat menyayangkan pemelintiran Surat Gubernur oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. “Apakah berita ini benar?” ujar Koster.

Dalam surat yang diteken Gubernur Bali bernomor 556/4227/IV/Dispar tentang Penertiban Usaha Pariwisata ditujukan kepada Walikota/Bupati se-Bali, sebagai rekomendasi untuk ditindaklanjuti. Surat tertanggal 8 November 2018 itu tertulis:

Menindaklanjuti Ketua DPRD Provinsi Bali Nomor: 556/2843/DPRD tanggal 31 Oktober 2018, Hal: Rekomendasi, dengan ini meminta perhatian Saudara sebagai berikut:

  1. Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali harus dijaga kualitas dan keberlanjutannya dengan sebaik-baiknya.
  2. Segera melakukan upaya-upaya penertiban secara tegas terhadap usaha Akomodasi, Usaha Perjalanan Wisata dan usaha perdagangan yang melakukan praktek usaha tidak sehat dan melakukan praktek usaha tidak sehat dan melanggar peraturan perundang-undangan.
  3. Terhadap jenis-jenis usaha tersebut pada poin 2 (dua) di atas yang telah terbukti melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan agar dilakukan tindakan penutupan usaha sesuai hukum yang berlaku. (Cmg)

Meriahnya, Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Bali

Meriahnya, Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Bali –foto harian terbit

Rangkaian pawai obor Asian Para Games 2018 kembali berlanjut.  Kali ini kota Denpasar, Bali yang menjadi tempat dilaluinya obor pada hari Minggu (16/9) pagi. Sebelum pawai obor dilakukan, terlebih dulu dilakukan proses penerimaan api obor yang datang dari Makassar dan langsung menuju ke rumah jabatan Gubernur Bali.

Pawai dimulai dari rumah jabatan Gubernur Bali, Jayasabha dan diarak melalui Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajah Mada, Sanur, dan dilepas di Monumen Bajra Sandhi. Setelah dari Monumen Bajra Sandhi di Renon, pawai obor kemudian melewati ikon Bali patung Garuda Wisnu Kencana di Nusa Dua. Pawai obor kemudian berakhir di lapangan Renon.

Beberapa pejabat negara ambil bagian sebagai pembawa obor yang diawali penyerahan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster kepada Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari, selanjutnya diserahkan kepada Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Obor kemudian bergulir kepada Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan terakhir kepada atlet paralimpik Indonesia, Nyoman Oka.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyebutkan bahwa Bali sangat bangga karena bisa menjadi titik pawai obor Asian Para Games 2018. Dia meyakini sejarah besar ini tak akan terulang dalam waktu yang dekat karenanya masyarakat Bali bersyukur sudah menjadi bagian dari penyelenggaraan Asian Para Games yang ketiga ini.

“Pawai obor Asian Para Games tahun 2018 ini adalah  suatu kehormatan bagi kami dan masyarakat Bali pada khususnya. Mudah-mudahan dilaksanakannya pawai obor ini bisa membawa semangat dan masyarakat Bali sangat mendukung agar berhasil penyelenggaraan Asian Para Games bagi Indonesia,” katanya.

foto harian terbit

Sementara itu, Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari mengingatkan bahwa sebelumnya Indonesia sduah merasakan euforia luar biasa di Asian Games, mulai dari pembukaan, prestasi, dan juga penutupan yang luar biasa.

“Selanjutnya, Indonesia akan buat sejarah baru, kurang dari 20 hari ke depan jadi tuan rumah Asian Para Games. Ini kegiatan yang pertama yang pernah dilakukan Indonesia. Bali Istimewa, karena kalau belum lewat Bali ada yang kurang. Pawai obor di Bali ini, sudah melewati Last Paradise of The World, seperti tulisan yang ada di Bandara,” ungkapnya.

Bali menjadi spesial karena atlet paralimpik Indonesia yang meraih medali di Paralympic Brasil 2016 lalu berasal dari Bali. Jadi, lanjut dia, tidak sah dibawa berkeliling Indonesia tanpa melewati Bali. “Saya pastikan, di sini adalah pawai obor yang paling meriah,” ungkapnya.

Menteri Sosial Agus Gumiwang juga merasa beruntung dan mengingatkan bahwa event sekelas Asian Para Games harus menjadi legacy bagi bangsa Indonesia. Dia yakin, dengan dukungan total pemerintah dan doa dari masyarakat Indonesia, khususnya Bali, ajang ini akan menuai sukses.

“Kami berharap Indonesia dan INAPGOC bisa menyelenggarakan event Asian Para Games ini sebaik-baiknya. Saya kira nantinya dunia internasional akan melihat kita sebagai negara yang sudah mempunyai standar-standar yang sangat bagus berkaitan dengan ramah disabilitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memiliki keinginan besar agar Indonesia menjadi tuan rumah yang baik bagi penyelenggaraan Asian Para Games 2018. “DPR memberikan dukungan penuh kepada panitia dalam bentuk anggaran maupun dukungan lainnya. Kami berharap indonesia jadi tuan rumah yang baik, mencetak prestasi yang baik seperti Asian Games ataupun lebih baik dari Asian Para Games sebelumnya,” tegas dia.

Rangkaian pawai obor di Bali ini juga dimeriahkan oleh festival paralimpian dan budaya Bali. Selain itu, ada juga pertunjukan musik dari band lokal Bali dan band nasional Govinda. Setelah dari Denpasar, pawai obor Asian Para Games akan berlanjut ke kota Pontianak.***