Water Park Dulu, Super Blok Kemudian

Water Park Green Lake View, Cimanggis – Depok. Meski terbilang tidak murah, tetapi selalu penuh pengunjung. Water Park ini adalah bagian dari proyek Super Blok pertama di Depok. Foto: Roso Daras

ADA banyak trik menjual proyek properti. Salah satunya, menjaring anak-anak melalui fasilitas warter park. Dengan adanya arena bermain air yang menarik, diharapkan para orang tuanya pun tertarik, lalu membeli unit. Entah unit rumah, apartemen, ruko, atau di pusat perbelanjaan yang sedia dibangun.

Itulah yang dilakukan pengembang PT Depok Cipta Sejati yang tengah merealisasikan proyek super blok pertama di Depok seluas 13 hektare. Lokasinya, masuk Jl. Nangka, Cimanggis, kurang lebih 1 kilometer dari akses masuk pinto tol Cijago, dan hanya 1,5 km dari rencana halte LRT.

Dari sepuluh tower apartemen dan mal yang sedia dibangun, saat ini baru satu tower apartemen Alamanda yang sudah topping off. Selebihnya? Entah kapan selesai. Tapi, sudahlah, itu soal nanti. Seperti di awal tulisan disebutkan, rupanya menyediakan sarana bermain air, adalah pilihan terbaik. Sambil membangun tower demi tower, maka meramaikan warter park menjadi sarana meraup uang instan, sekaligus sarana promosi gratis.

Betapa tidak, untuk sebuah water park di kawasan itu, tarif Rp 40.000 per orang, dan Rp 60.000 per orang di saat hari libur, tentu bukan harga yang murah. Tapi, begitulah sifat objek wisata air pada galibnya. Sesuatu yang baru, senantiasa membuat orang penasaran untuk mengunjunginya. Tak heran jika water park di komplek super blok yang diberi nama Green Lake View itu, selalu ramai pengunjung. Maka, tidak mengherankan pula, jika pengembang sudah bersiap meluaskan fasilitas wisata air dengan merancang sarana wave pool dan lazy pool.

Jika dua wahana itu selesai, tentu akan menambah kaya wahana water park Green Lake View nanti. Saat ini, sarana yang ada memang masih terbilang standar, misalnya ada open slide atau pool slides, mini slides, (papan luncuran), dengan ketinggian bervariasi. Ada juga wahana ember tumpah, kolam renang beberapa ukuran, dan sarana penunjang lain seperti trampoline, children playground area, dan lain-lain.

Jika Anda berlebih uang dan penasaran ingin mencoba, silakan datang ke warter park Green Lake View Cimanggis. Lokasinya mudah dijangkau. Dari pintu keluar tol Cijago, arahkan ke kiri menuju Jl. Raya Bogor. Kurang lebih satu kilometer, belok kiri Jl. Nangka. Beberapa ratus meter kemudian akan dijumpai papan petunjuk belok kiri menuju lokasi.

Setiba di sana, jangan bayangkan super blok yang terdiri atas pencakar langit berderet-deret, karena memang baru satu tower saja yang selesai. Nah, di depan tower itulah letak water park Green Lake View, dengan bangunan yang menyerupai sebuah kapal laut. Tips kecil: Tidak direkomendasikan bermain di hari libur. Selain harga tiket relatif mahal (dibandingkan wahana yang tersedia), juga bakalan susah mencari ruang karena saking penuhnya. ***

Bangunan pintu masuk utama water park Green Lake View – Cimanggis yang menyerupai bangunan kapal. Aneka sarana seperti rumah-rumahan mini, open slides, trampolin, dan lain-lain tersedia di sini. Foto: Roso Daras

Green Lake View, Bertetangga Sarang Hantu

JIKA ada daerah yang berubah pasca krisis moneter 1998, salah satunya adalah Desa Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Ketika krismon terjadi, desa ini masih termasuk dalam wilayah Kecamatan Cimanggis. Di daerah ini, bisa jadi jumlah pengontrak rumah petak, lebih besar dari warga asli.

Mereka adalah para buruh migran. Saat itu, banyak sekali pabrik besar beroperasi di sepanjang Jalan Raya Bogor. Ada Kong Guan, ada Sanyo, ada Toa, ada Rajabrana, ada Tokai, ada pabrik zipper YKK, dan masih banyak lagi. Situasi berubah drastis pasca krisis. Hanya satu-dua pabrik yang bertahan, selebihnya gulung tikar.

Anda bisa bayangkan, ribuan bahkan mungkin puluhan ribu pintu rumah petak yang semula terisi, kini kosong melompong. Sejak itu, Desa Sukamaju Baru menjadi sepi. Pertumbuhan desa, terasa sangat lambat.

Siapa sangka, 19 tahun kemudian, ya tahun 2017 ini, Sukamaju Baru kembali ingar-bingar. Bukan saja karena beberapa tahun terakhir akses jalan semua sudah dicor mulus, tetapi karena ada objek wisata bernama water park. Sungguh, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, sebuah super block hadir di Sukamaju Baru, lengkap dengan sarana rekreasi water park modern.

Adalah pengembang PT Depok Cipta Sejati (Cempaka Group) yang menguasai lahan tepi danau, dan areal bekas pabrik garmen Rajabrana yang dulu terkenal sangat besar dengan jumlah karyawan mencapai ribuan orang. Cempaka Group memperkenalkan proyek baru “Apartemen Green Lake View” yang merupakan Super Blok Pertama di Kota Depok, dengan konsep modern dan alami yang dibangun di atas tanah seluas 13 Ha.

Lokasi super block ini memang luar biasa. Menghadirkan pemandangan menakjubkan di water park dengan ciri kas bangunan menyerupai kapal raksasa, dan Situ Rawa Kalong seluas hampir 9 Ha yang berlokasi di Jalan Nangka Cimanggis, 1 km dari Tol Cijago. Situ Rawa Kalong ini terbilang situ tua. Bagi masyarakat setempat, kenal betul karakter dan keangkeran situ ini.

Tahun 90-an, banyak sekali cerita-cerita dari para pemancing ihwal makhluk halus yang menghuni situ Rawa Kalong. Bukan hanya penuturan orang yang melihat hantu di sekitar situ Rawa Kalong, bahkan ketika itu relatif sering kejadian orang kerasukan sepulang dari bermain di dekat situ Rawa Kalong. Pendek kata, Situ Rawa Kalong adalah sarang hantu.

Sejak pembangunan super block, memang belum terdengar kejadian aneh terkait makhluk halus. Bisa jadi para hantu belum terganggu. Bisa jadi pula, karena dari sembilan tower apartemen yang sedia dibangun, saat ini baru satu tower saja yang hampir rampung. Karenanya, belum terlalu “mengganggu” para hantu. Entahlah nanti, kalau semua tower sudah jadi, mall sudah buka, dan berbagai pusat keramaian beroperasi. Pilihannya, para hantu yang mengungsi, atau para penghuni super block yang harus besar nyali. ***