Citilink, Playing in the Green Field

CITILINK Indonesia, maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) menyambut baik inisiatif Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam kesiapannya memberikan insentif penerbangan ke destinasi wisata baru tetapi belum memiliki konektivitas yang baik. “Ini merupakan upaya melanjutkan kesepakatan yang telah dicapai direksi sebelumnya,” jelas Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo, usai bertemu Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta, baru-baru ini.

Menpar sempat menegaskan ihwal programnya menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara 15 juta orang pada 2017. Terkait hal tu, Kemenpar menggandeng Citilink Indonesia mengerucutkan upaya membangun “Spirit Indonesia Incorporated” guna mengembangkan pariwisata di tanah air.

Menpar Arief Yahya akan mendorong Citilink membuka rute ke destinasi wisata baru, terutama destinasi wisata yang belum memiliki konektivitas yang baik, dan ia menyatakan kesiapan pemberian insentif kepada anak perusahaan Garuda Indonesia tersebut. Melayani rute baru yang belum memiliki konektivitas memang menjadi tantangan. Istilahnya, playing in the green field.

Arief Yahya menambahkan, Citilink sebagai perusahaan pelat merah juga harus mampu menjalin koordinasi dengan instansi pemerintah dan/atau BUMN yang mengelola penerbangan dan bandara. Selain itu, Citilink harus bersinergi dengan Garuda Indonesia dalam menggarap segmen pasar, dimana target market Garuda adalah kelas menengah ke atas sedangkan market Citilink, merupakan kelas menengah ke bawah yang jumlahnya lebih besar.

Armada Citilink Indonesia yang  ada saat ini sejumlah 47 unit jenis Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang, termasuk di antaranya dua armada jenis Airbus seri A320NEO yang didatangkan untuk melengkapi armada Citilink sejak Januari 2017. Citilink telah melayani penerbangan ke 27 kota, 57 rute, dan lebih dari 244 frekuensi penerbangan setiap hari ***

Citilink Gunakan Airbus A320Neo

KABAR gembira bagi Anda pengguna moda angkutan udara. Citilink sebagai maskapai penerbangan  berbiaya murah (LCC) bakal diramaikan dengan kehadiran pesawat terbarunya yaitu Airbus A320 NEO.

“Kedatangan pesawat kami yang ke-45 ini merupakan sesuatu yang spesial karena Citilink Indonesia menjadi maskapai pertama di Indonesia yang mengoperasikan pesawat seri A320NEO keluaran terbaru Airbus ini,” kata Direktur Citilink Indonesia, Mega Satria saat penyambutan pesawat Airbus A320NEO Citilink di hangar 4 Garuda Maintenance Facility (GMF), Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, baru-baru ini.

Diakuinya, pesawat Airbus A320NEO ini merupakan pesawat pertama dari total enam pesawat yang akan didatangkan Citilink Indonesia pada tahun 2017. “Airbus A320NEO dipilih karena dianggap tepat untuk menjawab tantangan ekspansi Citilink untuk ke kawasan regional,” jelasnya.

Dibandingkan seri pendahulunya, A320NEO ini diperuntukkan untuk penerbangan jarak dekat hingga menengah dengan memiliki keunggulan di mesinnya yang lebih modern dan hemat bahan bakar, hingga 15 persen dan dapat menghemat biaya hingga 8 persen.

“Penghematan bahan bakar ini membuat Airbus A320NEO memiliki jarak tempuh lebih panjang dan daya angkut yang lebih besar dibandingkan seri pendahulunya, membuatnya cocok menerbangi langit di Timur Indonesia yang jaraknya cukup jauh dari kota hub penerbangan utama Citilink di Jawa dan Sumatera,” tuturnya.

Untuk mengakomodir permintaan dan kebutuhan penerbangan domestik dan regional yang terus meningkat, ke depan Citilink berencana terus menambah armada Airbus A320NEO secara bertahap. Sesuai jadwal, Citilink Indonesia akan mendatangkan total 10 unit pesawat Airbus A320 NEO hingga tahun 2018. ***