Abidzar Al Ghifari (Anak Ustad Uje) jadi Roy, Anak Muda Era 80an

JAYAKARTA NEWS—- Ayahnya penceramah agama dan ustad, belum tentu anaknya jadi ustad. Abidzar Al Ghifari (19), anak ke 2 almarhum Uje (Jefri Al Buchari), terjun jadi model, penyanyi dan main band, sinetron dan main film. Abidzar didapuk oleh sutradara Fajar Nugros jadi pemeran utama pria dalam film ‘Balada Si Roy’.

Diangkat dari novel populer karya Gol A Gong, film produksi IDN Pictures ini mengawali proses produksi Oktober 2020. Dan syuting akan dimulai Januari 2021. Abidzar berperan sebagai Roy Boy Harris, seorang pemuda di era 80an dalam menggapai impiannya.

Pemeran lain adalah Febby Rastandy, Sitha Marino, Maudy Koesnaedy, Kiki Narendra, BioOne, Jourdy Pranata, Zulfa Maharani, Fachri Muhammad, Yusuf Mahardika dan seabreg bintang muda lainnya. “Ini sangat personal. Sejak SMA saya sudah baca buku karya Gol A Gong. Saya benar-benar ngefans sama dia. Sosok Roy anak muda banget dan mewakili anak muda kebanyakan,” kata Fajar Nugros yang menambahkan syuting akan dilakukan di Banten dan Jakarta.

Segendang sepenarian dengan penulis novelnya, Gol A Gong. “Sudah lama saya menunggu dan juga pembaca bermimpi kapan sosok Roy diwujudkan di layar lebar. Roy identik sebagai anak muda penuh semangat dari era 80an dan jadi figur atau contoh cowok di zaman kini, zaman now,” urai Gol A Gong. Cerita Balada Si Roy pertama kali dimuat secara bersambung di majalah Hai dan kemudian diterbitkan menjadi buku novel. “Enggak terasa sudah 3 dekade yang lalu. Bercerita soal pengembangan jati diri seorang anak muda bernama Roy Boy Harris.

Jelas kisahnya berlatar belakang era 80an namun tetap relevan di era kini dan sosok Roy mampu menginspirasi anak muda bekerja keras dalam menggapai impian, obsesi dan cita-citanya. Mungkin sama seperti impian Boy dalam ‘Catatan Si Boy’ yang diperankan oleh Onky Alexander. Paling tidak, tongkrongan anak muda di zamannya yang ‘nakal tapi kreatif’, rajin bekerja tapi rajin beribadah, serta anti narkotik dan minuman alkohol. (pik)

Nonton Film “Terbang Menembus Langit” Bersama Orang Terkasih

FILM ‘Terbang Menembus Langit’,  tayang perdana, 19 April 2018. Film ini  patut ditonton bersama orang-orang tekasih. Setidaknya itulah yang dikatakan Ririen Rumagit  yang telah dua kali menyaksikan film ini.

“Pertama nobar dengan teman-teman Fajar Nugros, 14 Maret di Plaza Indonesia dan kedua ketika roadshow 7 April di Detos, Depok,” ujar Ririen kepada jayakartanews.

Dia  merasa film ini sangat baik untuk ditonton maka ia pun antusias mengajak teman-temannya yang juga beberapa tokoh masyarakat Depok saat roadshow di Detos. Bahkan ia pun semangat mengajak rekan dan mahasiwa dimana ia mengajar sebagai dosen Metoda Riset dan Statistik di STT Skriptura Indonesia, Depok.

Semangatnya mengajak menyaksikan film ini, berangkat dari penilaiannya yang sangat positif dan kekagumannya akan makna hidup yang dalam dari  film garapan Fajar Nugros ini. Terbang Menembus Langit, tidak sekedar mengetengahkan perjalanan hidup seorang pengusaha yang juga motivator, bernama Onggy Hianata.

“Film ini sarat dengan pengajaran, baik untuk generasi muda, bahkan juga untuk suami istri, dan untuk hubungan kakak-adik,” ujar Ririen yang bernama lengkap Lestyowati Endang Widyantari.

Bagi generasi muda, ujar Ririen dengan semangat, film ini mengajarkan bahwa siapapun kita dan dalam kondisi apapun, entah miskin, terpencil, peluang kecil, itu bukan berarti tidak boleh bermimpi besar.  “Saat kita berani bermimpi besar, kita harus yakin bahwa kita bisa meraih mimpi itu sekalipun mungkin kondisi kita tidak mendukung, asal gigih, tidak menyerah, berani bertindak dan berharap hanya kepada Tuhan. Ibaratnya, jatuh seribu kali, mau bangkit seribu kali,” tandas ibu dari dua orang anak ini,

Ririen (kanan) bersama sang sutradara (tengah) dan putranya, Joshua Rumagit

Terbang Menembus Langit, juga sangat baik untuk disaksikan pasangan suami istri, paparnya lagi. “Istri sebagai penolong suami, harus terus mensupport suami  bahkan ketika suami dalam kondisi yang sangat terpuruk.” Bahkan untuk hubungan kakak-adik pun, film ini mau menegaskan bahwa saudara harus saling membantu sekalipun yang membantu dalam kondisi yang sulit, tapi tidak mengeluh dan tetap membantu saudaranya.

Terbang menembus langit dibuat berdasarkan kisah nyata Onggy Hianata, putra Tarakan, Kalimantan Utara  yang kini terkenal sebagai motivator sukses. Porsi utama film ini berkisah tenang kisah jatuh bangun Onggy sebelum ia mencapi kesuksesan itu.

Menurut Fajar Nugros, dirinya sengaja mengangkat kisah hidup seorang pria keturunan China bernama Onggy Hianata lantaran kekagumannya akan kerja keras pemuda asal Kalimantan tersebut. Ia menuturkan bahwa kisah mengenai perjuangan meraih mimpi sangatlah bagus untuk dijadikan motivasi para penonton agar bekerja keras demi meraih cita-cita.

Dalam Terbang Menembus Langit, sosok Onggy  diperankan oleh Dion Wiyoko bersama Laura Basuki sebagai sosok istri penuh kesabaran bernama Candra.  Film dari  rumah produksi Demi Istri Production ini jgua  menggaet beberapa artis kenamaan Indonesia seperti Baim Wong, Delon Thamrin, Chew Kin Wah, Aline Adita, Melisa Karim, Marcel Darwin, hingga Dinda Hauw. ***melva tobing