Baraya Pandeglang dan Baznas Sukses Santuni 1.000 Anak Yatim

Pemberian santunan kepada 1.000 anak yatim secara simbolis, hasil kerjasama Ormas Baraya Pandeglang dan Baznas Pandeglang dalam rangka ulang tahun Kabupaten Pandeglang ke-144. Foto: Andang S

PERINGATAN HUT Kabupaten Pandeglang ke-144, berjalan meriah. Selain menampilkan beragam kegiatan seperti Pandeglang Culture Festival, juga menampilkan juga budaya tamu dari manca negara. Di samping, satu momen religi yang penuh kehangatan dan keharuan di Gedung Serba Guna Graha Pancasila Pandeglang, Minggu (1/4).

Baraya Pandeglang, sebuah paguyuban warga Pandeglang yang peduli terhadap sosial bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan yang dinilai banyak kalangan sebagai acara yang patut diselenggarakan setiap tahun pada peringatan HUT Pandeglang. Sekretaris Jenderal (Sekjend) Baraya Pandeglang, H. Hapid mengatakan, kegiatan santunan 1.000 anak yatim memang sudah diagendakan oleh paguyuban BP sebagai bentuk partisipasi pada peringatan hari jading Pandeglang ke-144 ini.

Sebanyak 500 anak yatim dihadirkan mewakili 1.000 anak yatim lain, mengingat situasi dan kondisi yang dinilai tidak memungkinkan untuk dapat dihadirkan seluruhnya. Pihaknya tetap akan melakukan santunan kepada 1.000 anak yatim yang tidak dapat hadir secara door to door ke alamat setiap yatim yang telah terdaftar di Baraya Pandeglang.

Ormas Baraya dan Baznas Pandeglang saat mengadakan acara santunan kepada anak yatim. Foto: Andang S

“Kami Baraya Pandeglang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara santunan anak yatim pada HUT Pandeglang ke-144. Baraya Pandeglang ke depan tidak akan berhenti untuk terus melakukan kegiatan sosial ini,” tegas Hapid.

Sementara Ketua Baznas Pandeglang, H. Aah Wahid Maulani usai memberikan sambutan dirinya merasakan keharuan yang mendalam di saat bersentuhan dengan anak-anak yatim. Pada saat menyerahkan santunan secara simbolis Aah terlihat terharu. Sebuah momen yang mengingatkan umat manusia untuk mengingat sebagian umat lain yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Baraya Pandeglang dan Baznas Pandeglang saat mengadakan acara santunan kepada anak yatim. Foto: Andang S

Aah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ormas Baraya Pandeglang sebagai motor dari penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Kami Baznas mengucapkan terima kasih kepada Baraya Pandeglang yang telah bersinergi dengan Baznas dalam rangkaian kegiatan sosial santunan 1.000 anak yatim ini,” tutur Aah.

Bahkan Aah mengatakan, untuk program Baznas ke depan diharapkan lebih terarah dan terukur dalam membantu masyarakat. “Tahun 2017 anggaran Baznas mencapai Rp 1,4 M dan tahun ini Insya Allah ada peningkatan mencapai Rp 1,7 M. Dengan peningkatan anggaran diharapkan program kerja untuk sosial Baznas bisa lebih meningkat lagi,” ujar Aah. ***

Para anak yatim penerima santunan. Foto: Andang S

Resmi Berdiri, Koperasi Baraya Pandeglang Sejahtera

Kepala Dinas Koperasi dan jajaran beserta tim notaris saat menghadiri pembentukan Koperasi Baraya Pandeglang Sejahtera di Villa Bukit Pulosari Kampung Parakantelu Desa Curugbarang Kecamatan Cipeucang, Minggu (11/2). Foto: Andang S.

ORGANISASI Massa (Ormas) Baraya Pandeglang, Banten merupakan organisasi yang bergerak di bidang ekonomi, pembangunan, sosial dan budaya (Ekbangsosbud). Kini ormas tersebut mendirikan Koperasi Serba Usaha (KSU), sebagai wadah usaha menggalang dana yang nantinya akan digunakan antara lain untuk kegiatan santunan sosial. Pendirian koperasi dilaksanakan di Villa Bukit Pulosari, Kampung Parakantelu, Desa Curugbarang, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang, Minggu (11/2).

Hadir pada acara itu unsur pengurus dan anggota. Pendirian koperasi itu pun langsung diketahui Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Pandeglang, H Firman Abdul Kadir dan jajarannya, serta hadir pihak notaris.

Di hadapan pengurus dan anggota Koperasi Serba Usaha Baraya Pandeglang Sejahtera, Firman berharap setelah berdiri koperasi ini dapat berjalan dengan baik sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap anggotanya dan kesejahteraan bagi warga Pandeglang pada umumnya. “Didirikannya koperasi ini kan tentunya atas dasar komitmen bersama untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Karena itulah asas koperasi,” katanya.

Lebih lanjut kata dia, yang terpenting jika sebuah koperasi ingin cepat eksis tentu dibutuhkan penghimpunan permodalan dari anggota. “Ya tanpa modal yang tersimpan dari anggota, koperasi tidak akan jalan. Oleh karenanya permodalan koperasi akan ditentukan dari besaran simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Pengurus koperasi juga harus memiliki sifat amanah, jujur, dan bertanggung jawab,” tegas Firman.

Ditambahkan, selama ini banyak koperasi di Kabupaten Pandeglang yang dibekukan izin operasionalnya lantaran miss-management. “Koperasi Baraya ini harus cakap me-manage keuangan jangan seperti 540 lebih koperasi yang dapat Kredit Usaha Tani ( KUT), yang saat ini kondisinya begitu memprihatinkan, lantaran tidak dapat mengembalikan uang negara,” imbuhnya.

Pihaknya juga meyakini jika koperasi dibangun dengan manajemen yang baik, tentu dengan sendirinya akan kredibel dan akuntabel. Karena pelaku usaha di negeri ini selain Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta, koperasi pun merupakan salah satu badan usaha yang dapat dikategorikan sebagai pelaku usaha. Dalam menjalankan usahanya koperasi dapat menggandeng para pelaku usaha lainya seperti pelaku usaha UMKM. “Semoga Baraya Pandeglang Sejahtera bisa mengakomodir setiap pelaku usaha UMKM di Kabupaten Pandeglang,” tuturnya.

Sementara di tempat yang sama Pengawas Koperasi Baraya Pandeglang Sejahtera, Tb Sulaeman didampingi Ir Rizky Herdian menyatakan kesiapannya untuk memajukan koperasi dan membesarkan Ormas Baraya Pandeglang. “Selama koperasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan warga Pandeglang kami siap bekerja lebih pro aktif demi kemajuan koperasi. Dan untuk ormas Baraya semoga hadirnya ormas ini dapat berperan serta membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kemajuan dan kemakmuran bagi warga Pandeglang,” tutup Sulaeman. ***

Suasana pembentuikan Koperasi Baraya Pandeglang Sejahtera. Foto: Andang S.

Sekeping Surga di Kaki Bukit Pulosari

Villa milik Hj Lia di kaki bukit Pulosari, Pandeglang. Sejuk dengan panorama persawahan dan balong. Foto: Andang S

PANORAMA alam kaki bukit Gunung Pulosari begitu anggun dan indah. Keindahannya begitu mempesona sepanjang mata memandang. Matahari yang tertutup gumpalan awan siang itu, menambah kesejukan tersendiri di hamparan pesawahan nan luas dan hijau.

Di sini pula berdiri sebuah villa sederhana milik Hj. Lia, tepatnya di perkampungan Parakantelu, Desa Curugbarang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penginapan yang dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare tersebut terlihat nyaman dengan suasana alam yang begitu mempesona.

Sebagai gambaran, Anda bisa layangkan imajinasi berada pada satu lokasi perbukitan yang sejuk. Ke mana pun sorot mata ditebar, yang tampak adalah hamparan persawahan luas menghijau. Di beberapa sudut, tampak para petani sedang tekun menggarap lahannya. Benar-benar laksana sepotong surga di kaki bukit yang sejuk.

Di sekitar villa, mengalir sungai dengan gemericik air yang syahdu. Beberapa balong atau kolam ikan, tampak memberi tekstur tersendiri pada keseluruhan lansekap area sekitar villa. Berada di villa itu, serasa lepas semua penat dan beban keseharian. Tak heran jika villa ini menjadi tujuan warga kota Pandeglang untuk mencari ketenangan jiwa.

Hj. Lia kepada Jayakartanews mengaku villa itu baru setahun beroperasi. Konsepnya adalah penginapan keluarga. “Sementara itu, memang villa keluarga. Artinya, baru diperuntukkan buat keluarga. Kalaupun ada dari kalangan yang bukan keluarga, mereka adalah kerabat. Intinya, belum saya komersialisasikan. Entahlah nanti. Lihat perkembangan saja. Sebab, untuk ditata menjadi villa umum, masih perlu penambahan beberapa fasilitas,” tambahnya.

Beberapa kerabat dan keluarga juga mengatakan villa ini nyaman, dan punya prospek yang baik jika dikembangkan menjadi sebuah villa komersial. Selain hawa yang sejuk, panorama persawahan menjadi daya tarik tersendiri. Bagi yang hobi memancing, bisa juga melakukan aktivitas memancing di sekitar villa.

Belum lama ini, bahkan sebuah ormas secara khusus meminta untuk diizinkan memakai villa itu untuk sebuah acara. Hal tersebut dibenarkan Ketua Komunitas Baraya Pandeglang, Hj Funde Rabici yang mengaku nyaman menyelenggarakan pertemuan di villa Hj Lia. Karena menurut dia, selain villa tersebut nyaman, juga pas untuk kegiatan semacam silaturahmi atau kumpul-kumpul produktif.

“Villa inilah yang menjadi saksi bisu berdirinya ormas Baraya Pandeglang. Diharapkan paguyuban warga Pandeglang ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah Pandeglang,” imbuhnya. ***