Silaturahmi PWI Jaya dengan Dewan Penasihat dan Bantuan Bakrie Amanah

JAYAKARTA NEWS – Suasana guyub mewarnai silaturahmi Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya dengan jajaran Dewan Penasihat, Kamis (9/12/2021) siang di Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Bakrie Amanah, lembaga amil Grup Bakrie, yang memberikan bantuan kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19, harus diakui, membuat arus komunikasi dan koordinasi tatap muka antara Pengurus Harian, Dewan Penasihat dan unsur-unsur lain dalam kepengurusan pleno PWI Jaya agak terganggu. Karena lebih mengutamakan kenyamanan sesama, selama ini komunikasi dan koordinasi internal dilakukan terbatas dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Mempertimbangkan prokes Covid-19 pula, silaturahmi Pengurus Harian dengan Dewan Penasihat PWI Jaya, serta pemberian bantuan dari Bakrie Amanah dilaksanakan secara terbatas. Dari Dewan Penasihat hadir Adhi Wargono, ketua, dengan beberapa anggota: Aat Surya Safaat, Noeh Hatumena, Toni Limbong, dan Heru Pujihartono, sekretaris.

“Bukan karena kita tidak ingin bertemu, tetapi situasinya memang kurang memungkinkan. Yang jelas harmonisasi tetap kita jaga,” demikian antara lain disampaikan Aat Surya Safaat dalam sambutannya mewakili Dewan Penasihat.

Selain dari jajaran Dewan Penasihat, acara ini juga dihadiri oleh Sri Andhini, Komisaris Utama sekaligus ‘owner’ dari PT Bukit Pembangkit Inovatif, perusahaan power plant/listrik swasta pertama di Indonesia, yang berada di Banjarsari, Sumsel. PT. Bukit Pembangkit Listrik juga sudah bekerja sama dengan PWI Jaya.

Sri Andhini sudah lama ‘bergaul’ dengan lingkungan pekerja media. “Saya bahkan beberapa kali diajak pimpinan PWI menghadiri perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Makassar, Padang, di era kepemimpinan Pak Tarman Azam,” cerita Sri Andhini, yang juga ‘founder’ Majalah Kelistrikan Indonesia.

Sri Andhini menawarkan Pengurus Harian PWI Jaya dan Dewan Penasihat melakukan kegiatan di Bandung, Jabar, di kediamannya. Tawaran ini disambut baik Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah.

“Insya Allah di sana kita bisa buat kegiatan, semisal pra rapat kerja untuk 2022,” kata Sayid Iskandarsyah.

Dari Bakrie Amanah, bantuan secara simbolis diserahkan oleh Mochamad Noerhakim, Head Program dari lembaga ambil Kelompok Usaha Bakrie itu. Hakim mewakili Setiadi Ihsan, GM Bakrie Amanah, yang berhalangan hadir.

“Kami dari Bakrie Amanah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada teman-teman di PWI Jaya yang selama ini terus membantu penyebaran kegiatan-kegiatan Bakrie Amanah,” ujar Hakim.

Hakim (kiri) mewakili Setiadi Ihsan, GM Bakrie Amanah, yang berhalangan hadir, menyerahkan bantuan Santunan dari Bakrie Amanah kepada PWI Jaya yang diterima oleh Tubagus Adhi, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Jaya. (ist)
Hakim memberikan plakat Bakrie Amanah kepada Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah. (ist)

Hakim memberikan plakat Bakrie Amanah kepada Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah. Sementara bantuan Bakrie Amanah secara simbolis diserahkan kepada Tubagus Adhi, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Jaya.

Hakim menjelaskan, Bakrie Amanah juga segera menyalurkan bantuan kepada keluarga korban dan warga terdampak erupsi Gunung Semeru, Jatim. “Dari Bakrie Amanah ada empat orang yang akan ke sana, Lumajang,” ujar Hakim.

Hakim secara simbolis menyerahkan bantuan dari Bakrie Amanah, bersama dengan Sri Andhini dan Aat Surya Safaat. Pada kesempatan ini disampaikan juga paket donasi dari Majalah/Online Sudut Pandang, yang diserahkan oleh Umi Sjarifah, Pemred Sudut Pandang. (pr)

Tanggung Jawab Sosial Bakrie Group di Era Covid-19

Jayakarta News – Wacana era baru atau new normal sebagai dampak PANDEMI Covid-19 yang sampai saat ini belum usai sudah seharusnya dibarengi dengan merevisi kebijakan-kebijakan dalam beraktivitas, termasuk di lembaga filantropi seperti lembaga amil zakat. Dunia zakat di Indonesia, termasuk yang termasuk yang telah bersiap dalam penyesuaian kebijakan di era new normal.

Hal ini disampaikan oleh Setiadi Ihsan, General Manager Bakrie Amanah dalam acara sharing session secara webinar yang dilaksanakan oleh Bakrie Forum untuk Tanggungjawab sosial (Social Responsibility Forum), Kamis (25/6/2020).

Mewakili Ketua Yayasan Bakrie Amanah, Roy Hendrajanto, lebih lanjut Ihsan menyampaikan bahwa jauh sebelum masa pandemic covid-19, lembaga zakat termasuk Bakrie Amanah telah memanfaatkan platform digital termasuk media sosial sebagai tools dalam beraktivitas, baik dalam penghimpunan, pengelolaan dan pendayagunaan dana zakat, infaq dan sedekah (ZIS).

Digital awareness yang telah dimiliki lembaga zakat saat ini, tinggal dilanjutkan kepada digital leadership dengan serangkaian tindakan, antara lain dengan melakukan self-challenge, yaitu melakukan pengelolaan ulang lembaga dengan kemampuan tarnsformatif di era new normal. Self-challenge juga berarti meninggalkan atau menolak kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak efesien dan efektif di era new normal,” paparnya.

Ihsan mencontohkan bahwa penggunaan tools promosi seperti spanduk atau brosur yang disebar di tempat keramiaan, saat ini, dipandang tidak efektif mengingat upaya pencegahan, bahkan ketakutan masyarakat terpapar dari Covid-19. Sebaliknya kemudah-kemudahan bertransaksi digital dalam pembayaran zis adalah hal yang perlu dikedepankan di era new normal.

“Untuk inilah, Bakrie Amanah akan terus melakukan penyempurnaan aplikasi Bakrie Amanah dengan memperbanyak payments gate way, untuk mempermudah para donatur atau muzaki dalam bertransaksi ZIS secara digital.”

Sharing Session ini tak hanya diisi oleh Yayasan Bakrie Amanah, tapi juga dua lembaga filantropi yang ada di grup Bakrie yaitu Yayasan Satu Untuk Negeri – tvOne dan Bakrie Center Foundation dan dua perusahaan, masih di lingkungan Grup Bakrie, yaitu: Energi Mega Persada dan Kaltim Prima Coal.

Sharing session ini digagas oleh Badan Pengelola Bakrie Untuk Negeri dalam upaya meningkatkan tanggung jawab sosial Bakrie Group di era new normal. Tahun 2019, Bakrie Group tercatat telah mengkontribusikan lebih dari 150 Milyar melalui berbagai perusahaan dan yayasan untuk berbagai sektor, seperti: pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, sosial-keagamaan, olahraga, seni-budaya dan infrastruktur.

Isvan Naviansyah, Ketua Yayasan Satu Untuk Negeri, sebagai lembaga filantropi dari Viva Media Group menyampaikan bahwa selama Covid-19 telah menghimpun dana dari pemirsa tvOne yang digunakan untuk membantu tim medis yang berjuang sebagai garda terdepan,masyarakat yang kurang mampu yang terdampak serta UKM kecil yang juga ikut terdampak sebagai darma dari viva group yang merupakan salah satu dari kelompok usaha bakrie dalam mengamalkan TriMatra Bakrie, yakni: Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan.

Sementara itu Imbang J. Mangkuto, selaku CEO Bakrie Center Foundation (BCF) menjelaskan dua program utama BCF di masa Covid-19, yaitu kelompok program Lead For All dan Lead For Covid-19. Dalam #LeadforAll dan #LeadforCovid-19, BCF telah memfasilitasi terjadinya kontribusi berbagai jaringan komunitas yang dibina baik di bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan dalam memberikan bantuan kebutuhan pokok, bantuan kesehatan dan edukasi serta informasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dari unsur perusahaan, Amru Mahali selaku GPA Manager Energi Mega Persada menyampaikan bahwa kunci Pemberdayaan Masysrakat EMP adalah Sinergi dan Pendampingan. Berbagai aktivitas EMP dengan secara ketat menerapkan protocol kesehatan, telah berkontribusi dalam berbagai aspek pembantuan mulai dari: Pembuatan wadah cuci tangan dan penyemprotan dis-infektan di kantor-kantor layanan masyarakat bekerja sama dengan Puskesmas setempat, pembagian APD untuk Petugas Kesehatan di Puskesmas di sekitar operasional perusahaan., sampai dengan pelatihan Soft Skill melalui Media Online dan pemberdayaan penjahit rumahan untuk peembuat masker bahan kain.

Mewakili Perusahaan Tambang, Kaltim Prima Coal (KPC), Lousie G. Pessireron selaku Project Management Manager KPC menyampaikan berbagai aspek pengelolaan CSR di KPC termasuk pengalihan sebagain budget CSR yang mencapai USD 5 juta per tahun ke penanganan Covid-19. Selain dalam hal pemberian sembako sebagai program ketahanan pangan warga sekitar yang mencapai lebih dari 2000 penerima manfaat, KPC juga melakukan sejumlah rapid test untuk lebih dari 288 pedagang di kawasan Sentra Niaga Swarga Bara. Demikian juga dukungan bagi sejumlah lembaga pendidikan dalam hal ini pesantren yang masih beroperasi selama Covid-19 dilakukan oleh KPC. (tba)