Abdul Karding: Medsos Ujian Sekaligus Godaan Berat bagi Orang-orang yang Berpuasa

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding—foto poskotanews

JAYAKARTA NEWS— Bulan suci ramadhan adalah momentum yang baik untuk membangun rekonsiliasi politik antar anak bangsa yang selama ini terbelah karena perbedaan pilihan di Pilpres 2019.  Di bulan yang penuh berkah ini saatnya kita hentikan saling caci maki,  fitnah,  dan tuding menuding baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya. Jauhi diri dari ujaran kebencian dan cobalah untuk mulai saling memaafkan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding lewat rilis yang diterima redaksi, (17/5).

Menurutnya, seiring laju perkembangan teknologi, godaan terbesar saat berpuasa bukan lagi sekadar menahan lapar, haus, dan marah tapi juga menahan diri untuk tidak menyakiti dan melukai hati sesama manusia di dua maya.

Medsos adalah ujian sekaligus godaan berat bagi orang-orang  yang berpuasa. Kita barangkali bisa menahan diri utk tidak berkata kasar dan tidak menebar fitnah di dunia nyata, tapi belum tentu bisa melakukannya di dunia maya. Ini karena di dunia maya kita bisa menjadi siapa saja, bisa menyembunyikan identitas kita dari orang lain,  termasuk bisa berpura-pura menjadi orang lain.

Untuk itu, ujarnya,  mari mengisi bulan suci ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas puasa kita. Jangan ada lagi sebutan-sebutan yang mendiskreditkan kepada mereka yang berbeda seperti cebong atau kampret.

“Kita tahu perbedaan politik telah menghilangkan kehangatan dan keakraban kita sebagai warga negara. Namun ini tak bisa terus menerus dibiarkan. Lewat momentum ramadhan kehangatan dan keakraban itu harus kita nyalakan kembali.  Mari perbanyak silaturrahim, ibadah, amal saleh,  dan kegiatan2 lain yang bermanfaat bagi diri,  orang sekitar,  dan bangsa ini,” ucapnya.***/ebn

Kasus Narkoba Andi Arief, Karding: Semoga Bisa Terima Kenyataan dan Introspeksi

Andi Arief–sumber foto merdeka com

JAYAKARTA NEWS—Tertangkapnya politisi Partai Demokrat Andi Arief memakai narkoba memicu berbagai macam reaksi. Salah satunya adalah Abdul Kadir Karding, politisi Partai Kebangkitan Bangsa, yang kini menjadi Wakil Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“ Saya merasa prihatin dengan kasus narkoba yang menjerat wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Kasus ini menunjukkan kepada kita bahwa bahaya narkoba bisa mengancam artis, anak-anak, hingga politikus,” tegas Kading, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima redaksi.

Dia berharap agar kasus narkoba Andi Arief tidak dipolitisasi sebagai bentuk serangan terhadap oposisi. “Saya yakin polisi bekerja profesional berdasarkan bukti yang ada. Narkoba adalah musuh kita bersama, dan polisi punya tugas untuk menyelamatkan bangsa ini dari kasus narkoba.

Abdul Kadir Karding,politisi PKB, Wakil Ketua TKN—foto istimewa

Ditangkapnya Andi Arief dalam kasus narkoba, kata Karding,  menjadi pukulan serius bagi Partai Demokrat maupun kubu Prabowo-Sandi.

“Tentu saja sedikit banyak akan mempengaruhi citra maupun elektabilitas partai Demokrat dan Prabowo Sandi. Kita tahu selama ini Andi Arief berperan sebagai influencer bagi Demokrat dan kelompok oposisi yang memojokkan kinerja pemerintah. Tapi ini bukan berarti pemerintah mesti disalahkan. Semoga mereka bisa menerima ini sebagai kenyataan dan bahan intsrospeksi diri,” paparnya.

Pemerintahan Jokowi, tegasnya, telah menunjukkan komitmen yang serius dalam upaya memerangi narkoba. Ini terlihat dari sikap tegas presiden yang menginstruksikan tembak ditempat bandar narkoba yang melawan hukum. Di bawah pemerintahan Jokowi juga lah belasan narapidana narkoba kelas kakap dieksekusi mati.

Sebagaimana diketahui, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap polisis terkait dugaan penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel di Jakarta Barat, Minggu (4/3/2019).

“ Saya berharap Andi Arief bisa diberi kekuatan dalam menjalani proses hukum ini. Betapa pun sebagai kolega politikus saya turut prihatin dengan apa yang menimpanya. Semoga ia diberi ketabahan,” tutuo Karding.***ebn