Serupa tapi tak Sama Formula 1 Formula E

 Serupa tapi tak Sama Formula 1 Formula E

Formula E (foto: Instagram fiaformulae)

Oleh: Gading Jaluaji

JAYAKARTA NEWS— Ada event menarik di Jakarta pada awal Juni 2022 ini. Yaitu  akan diselenggarakan balap Formula E, tepatnya di Kawasan Ancol, Jakarta Utara. Tetapi mengapa  kegiatan balap Formula E ini seperti tidak menarik buat masyarakat kebanyakan? Mengapa tidak seheboh ajang balap Moto GP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat tanggal 18-20 Maret 2022?

Meskipun menyandang nama Formula tetapi orang juga lebih banyak membicarakan ajang Formula 1 dibanding Formula E. Lantas “mahluk” apa sebetulnya Formula E yang di Indonesia lebih heboh bahasan politiknya dibanding penyelenggaraannya?

Jika dicermati sejarah dan tujuannya, ternyata dua kegiatan otomotif Formula tersebut, memang, serupa tapi tak sama. Kesamaanya Formula E dan Formula 1 adalah ajang balap single-seater  yang diselenggarakan oleh FIA (Federasi Automobil Internasional) dimana Formula E pertama kali di Beijing, China pada tahun 2014 sedangkan Formula 1 sudah ada sejak tahun 1950.

Bedanya, Formula E diselenggarakan dengan tujuan, mengajak masyarakat seluruh dunia untuk mengurangi polusi, sedangkan Formula 1 lebih diselenggarakan dengan tujuan hiburan, memamerkan kota serta negara di sirkuit dunia, manfaat ekonomi, dan peluang komersil, seperti pariwisata dan sebagainya.

Saat ini mulai muncul kesadaran dunia terhadap lingkungan hidup. Diperkirakan akan banyak negara mulai berpikir mengarah pada tahun 2030 dimana akan ada era orang meninggalkan kendaraan  berbahan bakar minyak. Jadi Formula E akan menjadi ajang yang potensial memperomosikan mobil-mobil listrik menuju masa depan.

Formula 1 (foto: formula1.com)

Mobil Formula 1 dirancang untuk balapan di sirkuit yang lebih lebar, lebih cepat, dan lebih lama perjalanan balapnya. Sedangkan mobil Formula E dirancang dengan badan lebih kecil dibandingkan dengan Formula 1 sehingga lebih gesit di sirkuit dengan trek yang sempit dan lebih banyak tikungan.

Formula E juga tidak dipacu di sirkuit Formula 1 tetapi penyelenggaraannya selalu di sirkuit jalanan kota dengan tujuan mengurangi infrastruktur baru yang mahal untuk setiap balapannya.

Diharapkan juga para penggemar balap Formula E dapat  menonton dengan mudah karena dekat dengan pemukiman penduduk, setidaknya dalam kota.

Untuk kecepatan mobil Formula E hanya mempunyai kecepatan maksimum di 280 km/jam sedangkan mobil Formula 1 dapat melaju sampai 397 km/jam. Selain itu mobil Formula E dapat melaju dari 0-100 km/jam dengan waktu 2.8 detik tetapi  mobil Formula 1 dapat melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu  2.6 detik.

Jika membandingkan dari  kecepatan mobil Formula E dengan Formula 1 dalam akselerasi sepertinya  tidak berbeda jauh tetapi mesin yang digunakan menghasilkan tenaga kuda yang sangat berbeda.

Mobil Formula 1 dengan mesin Turbo-Hybrid V6-nya dapat menghasilkan seribu tenaga kuda sedangkan mobil Formula E hanya menghasilkan 335 tenaga kuda. Dengan hanya tenaga sekecil itu mobil Formula E, tampaknya, dapat melaju seperti mobil Formula 1.

Selain perbedaan pada mesin, cara balapan di ajang Formula E juga berbeda dengan Formula 1. Contohnya, Formula 1 diselenggarakan dengan waktu tiga hari dengan tiga kali sesi latihan bebas di sirkuit, sesi kualifikasi dan sesi balapan, sedangkan Formula E hanya dilakukan dengan waktu satu hari.

Durasi balap Formula E berlangsung selama 45 menit ditambah satu lap dan biasanya berlangsung pada Sabtu sore berbeda dengan balapan Formula 1 yang selalu berlangsung pada hari Minggu.

Perbedaan lain dalam dua ajang mobil formula adalah pada sesi masuk pit stop untuk ganti ban dan lainnya. Pada ajang balap Formula E kendaraan bukan hanya tidak wajib masuk pit stop bahkan tim tidak boleh mengganti ban kecuali mengalami kebocoran.

Sedangkan di Formula 1, tim melakukan pit stop bisa dua sampai tiga kali dalam satu sesi balapan. Pembalap Formula E menggunakan ban yang dapat digunakan di segala cuaca dan dirancang khusus untuk berbagai kondisi sedangkan pada Formula 1 terdapat lima jenis ban dengan masing-masing karakter berbeda. Dalam ajang Formula E setiap kendaraan hanya diperbolehkan empat set untuk seluruh putaran, baik latihan, kualifikasi dan balapan.

Menarik adalah terjadinya perpindahan pembalap Formula 1 yang masuk ke Formula E setelah pensiun. Antara lain yang pindah karier adalah pembalap terkenal Felipe Massa asal Brasil yang pernah menjadi runner up  tahun 2008 dan setelah pensiun di Formula 1 kemudian adu kemampuan di ajang Formula E tahun 2018 sampai 2020.

Belakangan juga muncul nama Antonio Giovinazzi yang masuk ke tim Dragon/Penske Autosport, Amerika. Namun bisa juga dikatakan bahwa ajang Formula E sebagai batu loncatan pembalap formula untuk menuju ke Formula 1, seperti dilakukan pembalap Scuderia AlphaTauri yaitu Pierre Gasly.

Jika tidak ada hambatan dan sesuai jadwal, ajang balap Formula E di Jakarta akan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2022 di Sirkuit Formula E Kawasan Ancol. Tidak sempat ke Mandalika, bolehlah, ke Ancol saja menikmati balapan otomotif.*

*) Gading Jaluaji , penggemar balap otomotif

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.