• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Republik dalam Diskon: Hukum Dijual, Masa Depan Bangsa Ditawar

Republik dalam Diskon: Hukum Dijual, Masa Depan Bangsa Ditawar

admin by admin
October 15, 2025
in Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika hukum hanya menjadi barang dagangan, maka republik pun berubah menjadi pasar gelap keadilan.

Dalam pusaran sejarah peradaban, tumbangnya kerajaan, negara, bahkan kekaisaran besar kerap bukan karena kekalahan militer atau bencana alam—tetapi karena hukum yang dipermainkan.

Kerajaan Sriwijaya melemah bukan semata karena serangan, tetapi karena korupsi dagang dan ketidakadilan internal. Dinasti Qing di Tiongkok, yang begitu megah, roboh karena hukum yang hanya tajam ke bawah. Romawi, sang penjaga dunia kuno, runtuh saat hukum menjadi hak istimewa kelas elite. Semua punya pola: saat hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, maka hancurnya tinggal menunggu waktu.

Hari ini, bangsa kita pun berdiri di tepian jurang yang sama.

Jual Beli Hukum: Kenyataan atau Ilusi?

Skandal korupsi ‘megaprojects’ yang mandek.

Kasus tambang di Raja Ampat yang disulap menjadi “legal” melalui celah pengecualian.

Pembebasan koruptor besar dengan alasan kemanusiaan.

Kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan, petani, dan warga adat.

Semua ini bukan fiksi. Ini fakta.

Dan publik mulai muak. Tapi yang lebih berbahaya dari kemarahan rakyat adalah mati rasa rakyat.

Filsuf dan Fakta:

Plato berkata: “Keadilan adalah jiwa dari negara. Jika keadilan mati, negara menjadi mayat hidup.”

Montesquieu memperingatkan: “Kekuasaan tanpa hukum adalah tirani.”

Mandela mengingatkan: “Tak ada perdamaian tanpa keadilan.”

Dan hari ini, hukum kadang seperti boneka: dibentuk sesuai selera penguasa dan pemodal.

Perbandingan Negara: Di Mana Kita Berdiri?

Singapura: keras terhadap korupsi, hasilnya stabil, maju, dihormati.

Venezuela: hukum dijual, kekuasaan diperdagangkan, hasilnya runtuh.

Jepang & Korea Selatan: pejabat tinggi bisa dihukum. Hukum bukan alat, tapi pilar bangsa.

Apakah Indonesia ingin dikenal sebagai bangsa besar, atau hanya pasar besar bagi segelintir elite?

Solusi: Dari Pembusukan ke Kebangkitan

1. Revolusi Etika Hukum:

Pemisahan lembaga hukum dari intervensi politik dan ekonomi.

Peningkatan transparansi proses hukum dan digitalisasi pengawasan publik.

2. Bela Negara Melalui Penegakan Hukum:

Jadikan hukum sebagai bagian dari sistem pertahanan negara — bukan hanya tentara, tapi juga jaksa dan hakim.

3. Bangkitkan “Invisible Barrier”:

Sebagaimana Pancasila adalah pertahanan nirmateri, hukum harus menjadi penghalang tak terlihat terhadap kezaliman, penghisapan, dan pengkhianatan terhadap rakyat.

4. Bentuk Dewan Keadilan Independen:

Anggotanya bukan hanya ahli hukum, tapi juga tokoh agama, adat, akademisi, dan perwakilan rakyat. Bukan boneka elite, tapi penjaga nilai.

Penutup

Jika republik ini masih ingin dihormati dunia, hukum harus dikembalikan sebagai panglima.

Jika hukum terus dijual dan dijadikan barang dagangan, maka yakinlah: negeri ini tidak sedang maju, melainkan menuju pembuangan.

Dan sejarah tidak akan lupa .

Mjp.Hutagaol 86

Tags: masa depan bangsa ditawarrepublik dalam diskonSupremasi Hukum
Previous Post

Ketika Musik dan Cahaya Mengalir dalam “Dialog Antigone”

Next Post

Membangun Pusat Pertumbuhan Baru dengan Layanan Transportasi Umum di 50 Kota Prioritas

admin

admin

Next Post
Membangun Pusat Pertumbuhan Baru dengan Layanan Transportasi Umum di 50 Kota Prioritas

Membangun Pusat Pertumbuhan Baru dengan Layanan Transportasi Umum di 50 Kota Prioritas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version