Connect with us

Kolom

Pengobatan Lintah hingga Mitos Santet

Published

on

Gde Mahesa

Bentuknya jauh dari kata indah, bagi sebagian orang bisa menjijikkan. Makhluk kecil seperti cacing yang tanpa daya paling suka menghisap darah hewan lain bahkan manusia juga disikat, itulah lintah. Namun di balik keseraman itu, hewan tersebut telah digunakan untuk pengobatan sejak zaman kuno.

Permulaan pengobatan Yunani dapat ditelusuri kembali ke zaman sekitar abad ke-8 SM, ketika penyakit terutama dikaitkan dengan campur tangan Illahi. Penyembuhan dianggap sebagai tindakan sakral, sering dilakukan oleh para pendeta di tempat-tempat suci.
Namun, persepsi ini mulai bergeser sekitar abad ke-6 SM, selama apa yang dikenal sebagai “Zaman Para Filsuf”. Masa ini adalah masa kebangkitan intelektual, di mana penjelasan alami untuk penyakit mulai menggantikan yang supernatural.

Pertumpahan darah dan bekam juga merupakan praktik umum dalam pengobatan Yunani Kuno. Orang Yunani percaya bahwa penyakit sering disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam empat cairan – darah, dahak, empedu kuning, dan empedu hitam. Lintah digunakan untuk mengeluarkan darah berlebih, yang dianggap sebagai penyebab banyak penyakit.

Terapi lintah terus dipraktikkan sepanjang Abad Pertengahan dan Renaisans, baik oleh dokter maupun ahli bedah. Lintah lebih disukai daripada metode pengeluaran darah lainnya, seperti lanset dan bekam, karena lebih presisi, tidak terlalu menyakitkan, dan tidak mudah terinfeksi. Lintah juga diyakini memiliki khasiat penyembuhan, seperti efek antiinflamasi dan analgesik. Lintah dioleskan ke berbagai bagian tubuh, tergantung pada penyakit dan lokasi organ yang terinfeksi.

Misalnya, lintah dioleskan ke pelipis untuk sakit kepala, ke dada untuk penyakit paru-paru, dan ke anus untuk wasir.

Lain lagi cerita dalam dunia mistis, lintah sering dianggap pertanda buruk, seperti adanya santet atau petaka yang akan datang. Kepercayaan ini muncul karena kemunculannya yang tiba-tiba dan sifatnya yang menghisap darah, sehingga dikaitkan dengan energi negatif.
Namun, ini hanya mitos, kemunculan lintah bisa disebabkan oleh faktor alam, seperti lingkungan yang lembap. 

Kepercayaan mistis kadang ditandai munculnya lintah yang tiba-tiba di rumah dan diyakini sebagai kiriman santet untuk mencelakai penghuninya, dan sering dianggap sebagai tanda sial atau malapetaka yang akan menimpa penghuninya.

Dalam beberapa tradisi spiritual, proses menghisap darah lintah dianggap sebagai simbol transformasi, di mana energi lama atau negatif dilepaskan untuk membuka jalan bagi pembaruan dan pertumbuhan. 

Lintah, mengandung filosofi tentang beragam makna simbolis, seperti parasitisme dan keserakahan (lintah darat), juga menjadi simbol penyembuhan dan keseimbangan (dalam pengobatan tradisional), serta simbol transformasi pembersihan (dalam beberapa tradisi spiritual), dan tentunya harus dengan menyruput kopi pahit dan bullll bullll klepussss

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement