• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Pengobatan Lintah hingga Mitos Santet

Pengobatan Lintah hingga Mitos Santet

admin by admin
November 23, 2025
in Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gde Mahesa

Bentuknya jauh dari kata indah, bagi sebagian orang bisa menjijikkan. Makhluk kecil seperti cacing yang tanpa daya paling suka menghisap darah hewan lain bahkan manusia juga disikat, itulah lintah. Namun di balik keseraman itu, hewan tersebut telah digunakan untuk pengobatan sejak zaman kuno.

Permulaan pengobatan Yunani dapat ditelusuri kembali ke zaman sekitar abad ke-8 SM, ketika penyakit terutama dikaitkan dengan campur tangan Illahi. Penyembuhan dianggap sebagai tindakan sakral, sering dilakukan oleh para pendeta di tempat-tempat suci.
Namun, persepsi ini mulai bergeser sekitar abad ke-6 SM, selama apa yang dikenal sebagai “Zaman Para Filsuf”. Masa ini adalah masa kebangkitan intelektual, di mana penjelasan alami untuk penyakit mulai menggantikan yang supernatural.

Pertumpahan darah dan bekam juga merupakan praktik umum dalam pengobatan Yunani Kuno. Orang Yunani percaya bahwa penyakit sering disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam empat cairan – darah, dahak, empedu kuning, dan empedu hitam. Lintah digunakan untuk mengeluarkan darah berlebih, yang dianggap sebagai penyebab banyak penyakit.

Terapi lintah terus dipraktikkan sepanjang Abad Pertengahan dan Renaisans, baik oleh dokter maupun ahli bedah. Lintah lebih disukai daripada metode pengeluaran darah lainnya, seperti lanset dan bekam, karena lebih presisi, tidak terlalu menyakitkan, dan tidak mudah terinfeksi. Lintah juga diyakini memiliki khasiat penyembuhan, seperti efek antiinflamasi dan analgesik. Lintah dioleskan ke berbagai bagian tubuh, tergantung pada penyakit dan lokasi organ yang terinfeksi.

Misalnya, lintah dioleskan ke pelipis untuk sakit kepala, ke dada untuk penyakit paru-paru, dan ke anus untuk wasir.

Lain lagi cerita dalam dunia mistis, lintah sering dianggap pertanda buruk, seperti adanya santet atau petaka yang akan datang. Kepercayaan ini muncul karena kemunculannya yang tiba-tiba dan sifatnya yang menghisap darah, sehingga dikaitkan dengan energi negatif.
Namun, ini hanya mitos, kemunculan lintah bisa disebabkan oleh faktor alam, seperti lingkungan yang lembap. 

Kepercayaan mistis kadang ditandai munculnya lintah yang tiba-tiba di rumah dan diyakini sebagai kiriman santet untuk mencelakai penghuninya, dan sering dianggap sebagai tanda sial atau malapetaka yang akan menimpa penghuninya.

Dalam beberapa tradisi spiritual, proses menghisap darah lintah dianggap sebagai simbol transformasi, di mana energi lama atau negatif dilepaskan untuk membuka jalan bagi pembaruan dan pertumbuhan. 

Lintah, mengandung filosofi tentang beragam makna simbolis, seperti parasitisme dan keserakahan (lintah darat), juga menjadi simbol penyembuhan dan keseimbangan (dalam pengobatan tradisional), serta simbol transformasi pembersihan (dalam beberapa tradisi spiritual), dan tentunya harus dengan menyruput kopi pahit dan bullll bullll klepussss…

Previous Post

Refleksi Kebijaksanaan Para Mpu Nusantara

Next Post

Utang Whoosh: Warisan Megaproyek yang Menguji Ketangguhan Pemerintahan Prabowo

admin

admin

Next Post
Utang Whoosh: Warisan Megaproyek yang Menguji Ketangguhan Pemerintahan Prabowo

Utang Whoosh: Warisan Megaproyek yang Menguji Ketangguhan Pemerintahan Prabowo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version