• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

Normalisasi Rakyat dari Objek menjadi Aktor Demokrasi- Bagian 2

September 2, 2026
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

October 17, 2026
Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

Membaca Jejak Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB

October 16, 2026
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Cerita Dampingi Doni Monardo dalam Satgas Penanganan Covid-19

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Cerita Dampingi Doni Monardo dalam Satgas Penanganan Covid-19

October 16, 2026
Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

October 16, 2026
Empat Petugas Meninggal di Karhutla Bromo, Khofifah Sampaikan Duka Mendalam

Empat Petugas Meninggal di Karhutla Bromo, Khofifah Sampaikan Duka Mendalam

October 16, 2026
Nyawa Warga Ukraina Jadi Taruhan di Tengah Taktik Tekanan Politik Donald Trump

Nyawa Warga Ukraina Jadi Taruhan di Tengah Taktik Tekanan Politik Donald Trump

October 16, 2026
Cetak Pengusaha Baru, Partai Gelora Luncurkan Program ‘Nusantara Bisnis Academy’

Cetak Pengusaha Baru, Partai Gelora Luncurkan Program ‘Nusantara Bisnis Academy’

October 16, 2026
KP2MI Gandeng Kemenperin, Pelatihan Pekerja Migran Kini Berbasis Kebutuhan Pasar

KP2MI Gandeng Kemenperin, Pelatihan Pekerja Migran Kini Berbasis Kebutuhan Pasar

October 16, 2026
BNPB Semai 1.600 Kilogram Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

BNPB Semai 1.600 Kilogram Dry Ice untuk Atasi Asap Karhutla Sumsel

October 15, 2026
Arumi Bachsin Dorong Penguatan PAUD dan Perlindungan Pendidik dalam RUU Sisdiknas

Arumi Bachsin Dorong Penguatan PAUD dan Perlindungan Pendidik dalam RUU Sisdiknas

October 15, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 17, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Normalisasi Rakyat dari Objek menjadi Aktor Demokrasi- Bagian 2

by Redaksi
September 2, 2026
in Kolom
0
Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

Dr. Achmad Fachrudin, M.Si, Mantan Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Betawi

494
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Achmad Fachrudin, M.Si, Pengajar Civic Education  di Universitas PTIQ

Dalam perspektif Robert A. Dahl, demokrasi mensyaratkan adanya kompetisi politik, partisipasi warga, dan kebebasan sipil yang memungkinkan masyarakat membentuk serta mengekspresikan preferensi politiknya. Dengan perspektif tersebut, hak memilih tidak seharusnya dipersempit menjadi hak memberikan suara pada hari Pemilu. Hak memilih harus dipahami sebagai bagian dari rangkaian hak politik yang memungkinkan warga memengaruhi, mengawasi, mengevaluasi, dan mengoreksi kekuasaan.

Implikasinya jelas: normalisasi rakyat sebagai subjek politik harus dimulai sebelum Pemilu, berlangsung selama Pemilu, dan terutama dijamin setelah Pemilu. Pada tahap pra-Pemilu, partai politik, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, media, lembaga pendidikan, serta penyelenggara Pemilu perlu mengembangkan pendidikan kewargaan yang kritis. Pendidikan politik tidak cukup hanya menjelaskan tata cara pencoblosan, tetapi harus meningkatkan kemampuan warga membaca program, rekam jejak, sumber pembiayaan politik, konflik kepentingan, kontrak politik, dan mekanisme pertanggungjawaban kandidat.

Pada masa kampanye, komunikasi politik juga perlu bergerak dari model satu arah menuju dialog publik dan deliberasi. Kandidat tidak cukup menyampaikan janji, tetapi harus berhadapan dengan pertanyaan, kritik, dan tuntutan warga. Media pun perlu memperkuat fact-checking, jurnalisme investigatif, dan ruang deliberasi publik, bukan semata-mata memusatkan perhatian pada persaingan elektabilitas dan horse-race journalism.

Peringatan Herman dan Chomsky mengenai media juga relevan di sini. Media tidak selalu bekerja sebagai saluran informasi yang netral, karena produksi dan distribusi informasi dapat dipengaruhi oleh struktur ekonomi dan politik. Dalam perspektif komodifikasi, informasi bahkan dapat diperlakukan sebagai komoditas yang memiliki nilai tukar dalam mekanisme pasar. Proses tersebut memungkinkan perhatian publik, citra politik, bahkan preferensi pemilih dikonstruksi mengikuti logika ekonomi dan kepentingan tertentu.

Karena itu, organisasi masyarakat sipil perlu memainkan peran lebih kritis dalam membangun literasi dan kontrol publik. Gerakan seperti “Jangan Pilih Politisi Busuk” yang pernah berkembang dalam kontestasi elektoral sebelumnya menunjukkan bahwa masyarakat sipil dapat membangun mekanisme counter-narrative terhadap dominasi elite. Dalam konteks kekinian, gerakan semacam itu perlu diperbarui dengan basis data empiris, rekam jejak kandidat, pengawasan pembiayaan politik, serta pemantauan kinerja wakil setelah mereka memperoleh kekuasaan.

Pasca-elektoral

Tahap yang paling sering dilupakan justru berlangsung setelah Pemilu. Demokrasi membutuhkan mekanisme pasca-elektoral yang memungkinkan warga tetap hadir dalam proses politik melalui forum konstituen, public hearing, pemantauan janji politik, laporan kinerja wakil, citizen audit, kanal pengaduan, dan partisipasi dalam penyusunan kebijakan. Dengan mekanisme tersebut, rakyat tidak “dipulangkan” ke posisi pasif setelah surat suara masuk ke kotak suara.

Langkah lebih jauh adalah mengubah orientasi kelembagaan dari demokrasi yang semata-mata berpusat pada “Pemilu” menuju demokrasi yang berorientasi pada “siklus kedaulatan rakyat.” KPU dan Bawaslu tidak cukup dipahami hanya sebagai institusi yang menyelenggarakan dan mengawasi tahapan elektoral. Keduanya memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem demokrasi yang menjamin kualitas partisipasi, perlindungan hak politik, serta integritas hubungan antara pemilih dan peserta Pemilu.

KPU perlu terus memperkuat jaminan hak pilih, keterbukaan informasi, pendidikan politik, dan literasi kepemiluan sehingga pemilih mampu menggunakan hak politiknya secara sadar, rasional, dan mandiri. Bawaslu, di sisi lain, perlu memastikan bahwa proses elektoral tidak hanya memenuhi standar prosedural, tetapi juga terlindungi dari praktik yang merusak kedaulatan pemilih, seperti politik uang, intimidasi, manipulasi, disinformasi, dan mobilisasi yang eksploitatif.

Dengan demikian, orientasi penyelenggara Pemilu perlu bergerak dari sekadar menjaga ketertiban prosedural menuju memperkuat kedaulatan substantif rakyat. Hubungan antara pemilih dan peserta Pemilu tidak boleh berakhir pada saat penghitungan suara selesai. Demokrasi yang sehat justru menuntut kesinambungan hubungan antara mandat, representasi, pengawasan, dan pertanggungjawaban.

Demokratisasi juga harus menyentuh partai politik. Partai sebagai institusi utama representasi tidak cukup hanya demokratis ketika berkampanye, tetapi harus demokratis dalam kehidupan internalnya. Rekrutmen kandidat harus transparan, meritokratis, dan dapat diawasi anggota. Dominasi oligarki perlu dibatasi, sementara mekanisme pertanggungjawaban pengurus kepada anggota dan konstituen harus diperkuat. Dengan demikian, kualitas demokrasi nasional tidak dapat dipisahkan dari kualitas demokrasi internal partai politik.

Organisasi masyarakat sipil dapat memperkuat proses tersebut melalui pengembangan Indeks Kedaulatan Rakyat, yang tidak hanya mengukur tingkat partisipasi elektoral, tetapi juga akses terhadap informasi, kemampuan memengaruhi kebijakan, responsivitas wakil, transparansi kekuasaan, dan tersedianya mekanisme koreksi publik. Perguruan tinggi dapat berfungsi sebagai laboratorium demokrasi melalui citizen forum, riset berbasis komunitas, pendidikan politik kritis, dan pengembangan democratic literacy.

Pada saat yang sama, media perlu menggeser orientasi pemberitaan dari sekadar mengikuti kandidat dan kontestasi menuju pengawasan terhadap hubungan antara mandat rakyat dan penggunaan kekuasaan. Kebebasan pers, otonomi kelembagaan, tata kelola media yang transparan, serta literasi digital merupakan bagian penting dari ekosistem demokrasi yang memungkinkan warga memperoleh informasi yang memadai untuk menjalankan fungsi kontrolnya.

Menuntut Perubahan Budaya Politik

Normalisasi rakyat sebagai subjek politik juga menuntut perubahan budaya politik: dari patron-klien menuju kewargaan, dari mobilisasi menuju partisipasi, dari loyalitas personal menuju kontrol publik, dan dari politik transaksional menuju politik berbasis kepentingan bersama. Dalam kerangka Paulo Freire, pembebasan tidak mungkin dicapai apabila kelompok yang tertindas terus diperlakukan sebagai objek. Pembebasan justru terjadi ketika mereka menjadi subjek yang mampu memahami, mengkritisi, dan mengubah realitasnya sendiri.

Gagasan praxis Freire memiliki relevansi kuat bagi demokrasi. Rakyat tidak cukup diberi pengetahuan politik oleh elite; mereka harus memiliki kesempatan untuk memproduksi pengetahuan, mengartikulasikan pengalaman, mengorganisasi kepentingan, dan mengambil bagian dalam perubahan politik. Pendidikan demokrasi karena itu harus bersifat dialogis, bukan indoktrinatif.

Perspektif agonistic democracy Chantal Mouffe melengkapi kerangka tersebut. Demokrasi tidak berarti menghapus konflik, melainkan menyediakan institusi yang memungkinkan konflik dikelola secara demokratis. Lawan politik harus dipandang sebagai adversary yang sah, bukan musuh yang harus dihancurkan. Demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai subjek karena itu membutuhkan warga yang kritis, berani berbeda, mampu berorganisasi, dan memiliki ruang institusional untuk memperjuangkan kepentingannya.

Pada akhirnya, normalisasi rakyat dari objek menjadi subjek politik bukanlah proyek satu lembaga, satu rezim, atau satu periode Pemilu. Ia merupakan proyek demokratis jangka panjang untuk mengembalikan makna substantif kedaulatan rakyat. Dekonstruksi harus membongkar anggapan bahwa rakyat telah berdaulat hanya karena diberi kesempatan memilih setiap lima tahun. Setelah itu, dekonstruksi harus diikuti rekonstruksi terhadap institusi, regulasi, partai politik, media, pendidikan kewargaan, organisasi masyarakat sipil, dan mekanisme pertanggungjawaban kekuasaan.

Dalam perspektif ini, Pemilu bukanlah puncak kedaulatan rakyat, melainkan salah satu instrumen untuk mengaktualisasikannya. Kedaulatan rakyat justru diuji dalam rentang waktu antara satu Pemilu dan Pemilu berikutnya: apakah warga dapat memperoleh informasi, memengaruhi kebijakan, mengawasi kekuasaan, menyampaikan kritik, menolak penyalahgunaan mandat, dan memastikan wakilnya bekerja untuk kepentingan publik.

Perubahan Relasi Rakyat-Kekuasaan

Dengan demikian, agenda demokrasi Indonesia tidak cukup diarahkan pada penyempurnaan prosedur Pemilu. Agenda yang lebih fundamental adalah mengubah relasi politik antara rakyat dan kekuasaan. Demokrasi harus bergerak dari people as voters menuju people as political subjects; dari rakyat sebagai objek yang diperebutkan suaranya menjadi rakyat sebagai subjek yang menentukan, mengawasi, dan mengoreksi arah kekuasaan.

Di sinilah tesis utama gagasan artikel ini menemukan titik temu antara dekonstruksi dan rekonstruksi: demokrasi tidak kehilangan maknanya semata-mata karena Pemilu menghasilkan pemerintahan yang buruk, tetapi ketika seluruh arsitektur politik membuat rakyat diperlukan untuk memperoleh kekuasaan, lalu tidak lagi diperlukan untuk mengendalikan kekuasaan setelah kekuasaan itu diperoleh. Karena itu, mengembalikan rakyat ke episentrum demokrasi bukan sekadar agenda reformasi Pemilu, melainkan agenda menghidupkan kembali hakikat kedaulatan rakyat itu sendiri. (Selesai)

Share198Tweet124
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

TEI 2026 Buka Peluang Kerja PMI, Rusia hingga Timur Tengah Jajaki Penempatan Tenaga Terampil RI

October 17, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version