Connect with us

Kolom

Mitos Mistis Leak

Published

on

Gde Mahesa

Apakah ilmu leak benar-benar ada, atau hanya sekadar mitos ?

Leak sudah ada sejak ratusan tahun lalu, bahkan hingga saat ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, terutama yang masih memegang teguh tradisi spiritual Hindu-Bali.

Sebagai ilmu spiritual ilmu leak memiliki tujuan untuk membuka segala batasan yg dimiliki seseorang dlm dirinya, mengganti sekaligus mengubah identitas dirinya (ahamkara).

Ilmu Leak konon mensyaratkan tumbal bagi yang mempelajarinya, tidak main-main, tumbalnya adalah daging manusia atau darah seorang janin yang masih di dalam kandungan.

Dalam konteks Bali dan Jawa leak memiliki beberapa perbedaan. Leak Bali biasa digambarkan menyeramkan, bisa berubah wujud menjadi hewan, atau kepala manusia yg organ tubuhnya menggantung, dan selalu dikaitkan dengan ilmu hitam dan praktik sihir yang jahat. Sangat erat berkaitan dengan Rangda, sosok ratu para leak dalam mitologi Bali, yang digambarkan memiliki wajah menyeramkan, mata melotot, dan lidah panjang. 

Leak Jawa tidak memiliki deskripsi fisik yang khas seperti Leak Bali. Lebih sering digambarkan sebagai manusia biasa yang mampu berubah wujud menjadi makhluk halus tanpa bentuk tertentu. 

Leak Jawa juga dikaitkan dengan ilmu gaib, namun tidak selalu dengan konotasi negatif seperti Leak Bali. Ada juga yang mengartikan Leak sebagai ilmu spiritual atau olah batin, artinya bisa memiliki konotasi yang lebih luas, termasuk sebagai bagian dari ilmu spiritual atau seni pertunjukan. 

Leak Bali sangat lekat dengan budaya dan mitologi Bali, sedangkan Leak Jawa lebih tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama dalam konteks seni pertunjukan. 

Ilmu Leak adalah warisan ajaran kuno yang dipraktikkan oleh mereka yang ingin memperoleh kekuatan magis. Orang yang mendalami ilmu ini disebut “penganut Leak” dan mereka diyakini mampu bertransformasi menjadi makhluk menyeramkan. Ilmu ini tidak bisa dipelajari sembarangan. Konon, seseorang yang ingin mendalami ilmu ini harus melewati proses inisiasi yang ketat dan melakukan ritual tertentu, seperti:

* Mempelajari mantra-mantra khusus yang hanya bisa diajarkan oleh guru yang telah menguasai ilmu ini.

* Melakukan tapa brata (bertapa) di tempat-tempat tertentu, seperti kuburan atau tempat sakral lainnya.

* Melakukan meditasi dalam kondisi tertentu, biasanya saat malam hari dengan penerangan api atau cahaya rembulan.

* Menjalani puasa atau pantangan tertentu untuk meningkatkan energi spiritual.

* Harus dapat memahami ilmu leak secara komprehensif dan bijaksana, serta tidak mudah terpengaruh oleh cerita-cerita mistis yang belum tentu benar. 

Menguasai ilmu leak ditambah dengan ilmu-ilmu santet, pengasih, penunduk, pembungkam, sirep, ilmu pelet, ilmu cetik atau racun, akhirnya ilmu pengeleakan menjadi sebuah momok.

Ilmu Leak bukan sekadar kisah horor yang diceritakan dari mulut ke mulut, tetapi bagian dari sistem kepercayaan dan ajaran esoterik yang memiliki akar kuat dalam budaya Bali. Ada yang mengatakan bahwa ilmu ini adalah jalan menuju kesaktian, sementara yang lain menganggapnya sebagai praktik ilmu hitam yang berbahaya.

Ilmu Leak ada beberapa golongan :

1. Leak Putih (leak baik) disebut sebagai ilmu Leak yang digunakan untuk tujuan baik. Penganut Leak putih dikatakan memiliki kekuatan supranatural untuk:

* Melindungi orang lain dari serangan energi negatif.

* Menyembuhkan penyakit melalui energi mistis.

* Menjaga keseimbangan spiritual di suatu tempat.

2. Leak Hitam (Jahat)

 jenis ini lebih sering dikaitkan dengan ilmu hitam. Penganutnya diyakini memiliki kemampuan untuk:

* Mengirim santet atau guna-guna kepada seseorang.

* Mencelakai orang lain melalui kekuatan gaib.

* Mencuri energi atau jiwa seseorang.

3. Leak Merah ( leak netral ) berada di antara dua kutub, baik dan jahat. Penganutnya memiliki kebebasan untuk menggunakan ilmu ini sesuai dengan keinginannya.

Pada dasarnya ilmu leak sebenarnya netral, hanya penggunaannya yg salah penempatan. Seperti halnya senjata api, untuk beladiri? Membela orang lain? Atau mencelakai?

Bagaimana dengan Calon Arang yang dimitoskan sebagai sosok wanita jahat? Jangan dulu memvonis, cermati legendanya dari berbagai sumber, sehingga akan menemukan sosok Ibu yang begitu cinta dan sayangnya kepada seorang buah hati. Akhirnya, semua terserah pembaca, muara yang sama, belum tentu satu jalan menuju ke hilir.

Sekarang sruputtt kopi pahitnya, bullll bullll klepussss….

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement