• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Menemukan Living Qur’an secara Faktual di Jepang – Bagian 2

Menemukan Living Qur’an secara Faktual di Jepang – Bagian 2

August 7, 2026
Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

November 2, 2026
Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

November 1, 2026
Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

November 1, 2026
Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

November 1, 2026
Kedubes Korea dan ISDS Ajak Mahasiswa Menulis Gagasan Strategis, Hadiah Puluhan Juta

Kedubes Korea dan ISDS Ajak Mahasiswa Menulis Gagasan Strategis, Hadiah Puluhan Juta

October 31, 2026
Mereka Dipersatukan oleh Perbedaan

Mereka Dipersatukan oleh Perbedaan

October 31, 2026
A.A. Maramis, Bapak Keuangan Indonesia

A.A. Maramis, Bapak Keuangan Indonesia

October 31, 2026
Runtuhnya Majapahit dan Cermin untuk Indonesia 2026

Runtuhnya Majapahit dan Cermin untuk Indonesia 2026

October 31, 2026
Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Membuat Partai Lebih Sehat, Hapus Ambang Batas Parlemen

Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Membuat Partai Lebih Sehat, Hapus Ambang Batas Parlemen

October 31, 2026
Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

October 30, 2026
Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

October 30, 2026
Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

October 30, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, November 2, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Menemukan Living Qur’an secara Faktual di Jepang – Bagian 2

by Redaksi
August 7, 2026
in Kolom
0
Menemukan Living Qur’an secara Faktual di Jepang – Bagian 2

Sungai-sungai di kota Jepang sangat bersih. Sulit menemukan adanya sampah dari plastik atau sampah organik (sisa makanan, daun), apalagi limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh Achmad Fachrudin,
Dosen Universitas PTIQ

Tidak hanya di daratan, pemandangan serupa juga tampak di sejumlah sungai di Tokyo. Airnya terlihat jernih, tepian sungainya tertata rapi, dan hampir tidak terlihat sampah plastik maupun limbah rumah tangga yang mengapung.

Sungai tidak diperlakukan sebagai “halaman belakang” tempat membuang segala yang tidak diinginkan, melainkan sebagai bagian dari ruang publik yang harus dijaga bersama. Bahkan sungai menjadi ruang rekreasi, jalur pejalan kaki, dan tempat masyarakat menikmati suasana kota tanpa terganggu bau tidak sedap ataupun tumpukan sampah.

Pemandangan itu menyadarkan bahwa kebersihan di Jepang bukan sekadar slogan atau program pemerintah, melainkan telah menjelma menjadi budaya kolektif yang meresap hingga ke setiap sudut kehidupan. Kesadaran untuk tidak mengotori lingkungan tumbuh dari dalam diri setiap warga, sehingga sungai pun tetap menjadi sumber kehidupan yang bersih, indah, dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang.

Hal lain yang tidak kalah menarik adalah budaya berjalan kaki. Di berbagai kawasan di Tokyo, berjalan kaki bukan sekadar pilihan transportasi, melainkan bagian dari gaya hidup. Hampir setiap hari masyarakat berjalan kaki atau bersepeda menuju stasiun, sekolah, kantor, maupun pusat perbelanjaan.

Tempat sewa dan parkir sepeda banyak ditemukan di berbagai pemukiman dan sekitar perkantoran serta pembelanjaan Jepang.

Sepeda tidak dipandang sebagai simbol kesederhanaan, melainkan sebagai sarana mobilitas yang praktis, sehat, dan ramah lingkungan. Karena itu, deretan sepeda menjadi pemandangan yang sangat lazim dijumpai di kawasan permukiman, perkantoran, maupun pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Budaya berjalan kaki seolah telah menyatu dengan kehidupan warganya. Aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari tanpa disadari ikut membentuk masyarakat yang relatif sehat dan bugar. Tidak mengherankan apabila sebagian besar orang Tokyo memiliki postur tubuh yang proporsional dan langsing. Kasus obesitas atau perut buncit relatif jarang dijumpai. Fakta ini  sangat berbeda dengan pemandangan yang kini mulai banyak terlihat di berbagai kota besar di Indonesia.

Selain itu, yang sempat membuat saya bertanya-tanya sedikit penuh keheranan, yakni: tiadanya bangku atau tempat duduk di ruang publik. Di banyak stasiun, terminal, maupun trotoar, kursi hanya tersedia dalam jumlah terbatas. Lama-kelamaan saya menyadari bahwa desain ruang seperti ini mendorong masyarakat untuk terus bergerak. Mereka datang, berjalan, bekerja, lalu kembali pulang. Ruang publik tidak didesain sebagai tempat untuk berlama-lama bermalas-malasan, melainkan sebagai ruang yang mendukung produktivitas dan efisiensi.

Menariknya lagi, mobil pribadi tidak menjadi ukuran utama prestise sosial. Sistem transportasi umum yang cepat, nyaman, dan tepat waktu membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kereta api, bus, atau sepeda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Meskipun pajak kendaraan pribadi tertentu relatif rendah, harga kendaraan dan biaya parkir yang tinggi membuat masyarakat berpikir lebih rasional dalam memilih moda transportasi. Dampaknya sangat terasa: jalan raya lebih lengang, kemacetan dapat ditekan, dan kualitas lingkungan menjadi lebih baik.

Kemandirian dan Pemerataan

Nilai kemandirian juga tumbuh kuat sejak usia dini. Anak-anak berangkat ke sekolah sendiri menggunakan kereta atau berjalan kaki tanpa selalu diantar orang tua. Mereka belajar mengatur waktu, menjaga barang bawaan, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Pemandangan yang tidak kalah mengesankan terlihat pada para lansia.

Banyak di antara mereka yang tetap aktif bekerja sebagai penjaga perlintasan kereta, petugas parkir, pengelola taman, maupun relawan pelayanan publik. Usia lanjut tidak dipandang sebagai akhir dari produktivitas, melainkan sebagai fase kehidupan yang tetap dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Budaya mandiri itu terus berlanjut hingga dunia pendidikan dan tempat-tempat umum. Di kantin kampus maupun restoran cepat saji, setiap pelanggan mengembalikan sendiri baki, piring, gelas, dan sisa makanan ke tempat yang telah disediakan. Sampah dipilah sesuai kategorinya sebelum dibuang. Tidak ada pekerjaan yang dianggap terlalu rendah untuk dilakukan sendiri.

Justru dari kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti itulah tumbuh rasa tanggung jawab, penghormatan terhadap orang lain, dan kepedulian terhadap ruang publik. Saya semakin memahami bahwa masyarakat yang maju tidak dibentuk oleh kebijakan besar semata, tetapi oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap warganya.

Last but least, pemandangan lain yang menarik adalah wajah kawasan permukiman di kota-kota Jepang yang tampak tertata rapi dan relatif seragam. Rumah-rumah dibangun dengan ukuran yang proporsional, bersih, dan terawat sehingga hampir tidak dijumpai kontras yang mencolok antara rumah yang sangat mewah dengan rumah yang kumuh di sebelahnya. Perbedaan tingkat ekonomi tentu tetap ada, tetapi tidak diekspresikan melalui kesenjangan visual yang ekstrem.

Lingkungan permukiman memancarkan kesan sederhana, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh warganya. Penataan ruang yang baik, kepatuhan terhadap aturan tata kota, serta budaya merawat lingkungan menjadikan kawasan hunian terlihat harmonis, mencerminkan masyarakat yang lebih mengedepankan pemerataan, keteraturan, fungsi, dan kualitas hidup daripada kemewahan yang dipamerkan.

Pengalaman dan Pembelajaran

Ketika pesawat mulai meninggalkan landasan Negeri Sakura, yang saya bawa pulang ternyata bukan sekadar deretan foto indah, cendera mata, atau kenangan tentang kota-kota yang bersih dan modern. Ada sesuatu yang jauh lebih berharga: sebuah perenungan yang diam-diam mengusik nurani. Di sepanjang perjalanan itu saya seperti diajak menyaksikan bagaimana nilai-nilai yang selama ini akrab saya baca dalam ayat-ayat Al-Qur’an justru hidup dan bekerja secara nyata dalam denyut kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Pengalaman tersebut menghadirkan sebuah pertanyaan yang terus bergema dalam hati. Bagaimana mungkin masyarakat yang mayoritas tidak mengenal Al-Qur’an mampu menampilkan begitu banyak perilaku yang selaras dengan pesan-pesan universalnya, sementara di banyak negeri Muslim nilai-nilai itu sering kali berhenti sebagai wacana, slogan, atau seruan moral? Pertanyaan itu bukan untuk membandingkan siapa yang lebih baik, melainkan sebagai undangan untuk melakukan muhasabah: sudah sejauh mana Al-Qur’an benar-benar membentuk cara kita hidup?

Perjalanan singkat ini akhirnya menyadarkan saya bahwa hakikat Living Qur’an bukan hanya terlihat pada semaraknya simbol-simbol keagamaan, banyaknya lantunan ayat, atau kuatnya identitas keislaman. Living Qur’an hadir ketika ajaran Al-Qur’an menjelma menjadi karakter: disiplin dalam memanfaatkan waktu, jujur dalam bertindak, bersih dalam menjaga lingkungan, bertanggung jawab terhadap ruang publik, menghormati sesama, serta bekerja dengan sungguh-sungguh. Nilai-nilai itulah yang melahirkan masyarakat yang tertib, nyaman, produktif, dan saling menghargai.

Mungkin inilah pelajaran paling berharga yang saya temukan di Jepang. Kemajuan sebuah bangsa ternyata tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar atau teknologi yang canggih, tetapi dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan konsisten oleh seluruh warganya.

Dan, sebagai seorang Muslim, saya pulang dengan keyakinan yang semakin kuat bahwa tugas kita bukan sekadar membaca, menghafal, atau mengagungkan Al-Qur’an, melainkan menghadirkannya dalam setiap perilaku sehingga nilai-nilai rahmatnya benar-benar dapat dirasakan oleh siapa pun, di mana pun. Barangkali, justru di Negeri Sakura itulah saya menemukan makna Living Qur’an yang paling membekas. (*)

Tags: jayakartanewsJepang
Share197Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

November 2, 2026
Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

November 1, 2026
Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

November 1, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version