• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Memuliakan Makna “Berbagi”

Memuliakan Makna “Berbagi”

May 4, 2020
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Memuliakan Makna “Berbagi”

by admin
May 4, 2020
in Feature, Kolom
0
Memuliakan Makna “Berbagi”

Egy Massadiah

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kolom Egy Massadiah

Jayakarta News – Sambil sahur pada subuh ke-7 bersama Ka Gugus Tugas Letjen Doni Monardo, di lantai 10 Graha BNPB, mata saya asyik menyaksikan sebuah tayangan di WA Grup. Sumbernya Diyanet TV, sebuah stasiun televisi yang dikelola kantor urusan agama Pemerintah Turki.

Tayangan berdurasi 3:09 menit itu sungguh memberi makna yang sangat dalam terhadap hakikat “berbagi”.

Baiklah, supaya lebih memahami bagaimana “berbagi” menjadi begitu mulia, saya kisahkan apa yang ada dalam film pendek itu. Yakni pemandangan di sebuah kedai roti. Ini benar-benar kedai sederhana yang dikelola pria paruh baya berbadan subur.

Letak kedai roti itu ada di tepi jalan besar. Bagian depan digunakan untuk memajang roti khas Turki yang dinamakan ekmek. Orang Turki belum berasa makan kalau belum menyantap ekmek. Mirip nasi bagi orang Indonesia.

Sekilas kedai itu memang hanya ada dua bagian. Bagian depan untuk memajang ekmek. Tampak ada satu keranjang yang digantungkan di tiang sisi kanan. Bagian belakang adalah tungku besar untuk memanggang ekmek.

Datanglah seorang pria membeli delapan potong ekmek. Tapi pembeli hanya mengambil empat. Empat lainnya diamanahkan kepada penjual untuk disedekahkan kepada yang memerlukan.

Sang penjual lalu memisahkan empat ekmek amanah tadi, dan memasukkannya ke dalam keranjang gantung.

Penjual roti memasukkan ekmek ke keranjang (askida ekmek).
Penjual membagikan ekmek kepada si miskin.

Tak lama kemudian, datang si “miskin” memohon sekerat-dua-kerat ekmek, yang barangkali ada bagian rezekinya di kedai itu. Penjual roti tadi melayani dengan baik. Segera ia mengambil tas dan memasukkan empat potong ekmek, dan menyerahkannya kepada si miskin.

Lalu, si “miskin” mengembalikan yang dua.

Benar. Ia hanya perlu dua potong ekmek yang memang berukuran besar itu. Dua lainnya, ia minta dimasukkan kembali ke keranjang gantung, yang mungkin saja akan sangat berarti bagi si lapar lain.

Saya tercekat melihat sikap si miskin tadi. Ia miskin, tetapi hatinya kaya budi pekerti.

Tak lama setelah kedatangan si miskin, datang seorang wanita membeli empat ekmek. Lagi-lagi, ia tampak mengeluarkan dua, dan mengamanahkan kepada penjual untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.

Dengan senyum ramah, si penjual mengangguk dan memasukkan sedekah dua potong ekmek ke dalam keranjang gantung.

Seketika tersaji pelajaran budi pekerti yang sangat agung. Si kaya tidak kikir, si miskin tidak tamak, dan si penjual tidak khianat.

Begitu menyentuh tayangan tadi, membuat saya mencari tahu tradisi apa gerangan yang tampaknya begitu membudaya di kehidupan sehari-hari masyarakat Turki.

Dua kata saya dapat “askida ekmek”. Sebuah tradisi yang hidup zaman Kesultanan Utsmaniyah atau yang dikenal era Kekaisaran Ottoman (abad XII). Saya pernah membaca seiris sejarah Turki di masa lalu.

Tradisi itu berawal dari seseorang yang datang membeli roti, lalu membayar seharga dua potong, meski ia hanya mengambil satu. Nah, roti yang satu oleh pembeli dibayar sebagai “askida ekmek” (roti yang ditangguhkan).

Kontribusi makanan bagi sesama itu akan terkumpul, hingga ada yang bertanya, “askida ekmek war mi?” (apakah ada roti yang ditangguhkan?). Si penanya niscaya langsung akan mendapatkan ekmek.

Sebuah tradisi mulia dari negeri “sejuta sejarah”. Ini pun mengingatkan akan sejumlah kunjungan saya ke negeri Eurasia itu. Satu kali, singgah di Ankara dan Istanbul, menyaksikan herok anak-anak klub kebanggaan mereka Galatasaray menghadang laju raksasa Real Madrid pada laga Liga Champion tahun 2013. Saat itu, saya mendampingi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) M. Jusuf Kalla.

Berkali-kali juga saya transit di Bandara Atauruk Istanbul, untuk setidaknya ngaso sejenak saat akan melanjutkan perjalanan ke Amerika ataupun Eropa.

Dus, tradisi lama yang baik, memang tampak langgeng di sana. Termasuk saat kami membahas “diplomasi kopi” yang serasa tak bertepi. April 2013, menemani Jusuf Kalla, kami sarapan di Restoran Gorkem Kilis Sofras, di tepi Laut Marmara. Pemilik restoran, Sadettin Ulubay, yang merupakan salah satu konglomerat di Istanbul, memperkenalkan cita rasa kopi Turki yang terkenal.

“Sebagai hidangan penutup, kami sajikan Turkish Coffea, yang kalau diminum cita rasanya akan bapak kenang selama 40 tahun,” kata Ulubay sambil mengangkat sloki kopinya.

JK kemudian menyambut dengan mengatakan, “Kami juga di Indonesia memiliki macam-macam kopi yang terkenal, antara lain kopi luwak. Bedanya kalau kopi Turki bisa memberi kenangan selama 40 tahun, kopi kami di Indonesia cukup Anda kenang satu tahun saja. Karena itu, Anda harus datang ke Indonesia setiap tahun agar kenangan Anda tentang Indonesia tidak hilang,” kata JK disambut tawa Ulubay.

Nah, bicara kopi, Anda harus melanjutkan membaca tulisan ini.

Secangkir Kopi di Dinding

Kisah roti Turki tadi mengingatkan saya pada tradisi “secangkir kopi di dinding” yang berkembang di Paris, Perancis. Mirip askida ekmek, bedanya ini terjadi di sebuah coffeeshop terkenal tak jauh dari Menara Eifel sebagaimana pernah saya baca dari sejumlah postingan di media sosial.

Bermula dari seseorang yang membayar dua gelas, atas segelas kopi yang ia minum. Oleh pelayan, segelas kopi –yang tak pernah disajikan—ditulis dalam selembar kertas, lalu ditempelkan di sebuah papan di dinding. Kertas tadi bertuliskan un verre de café yang artinya “segelas kopi”.

Kali lain bahkan ada yang membayar seharga tiga gelas kopi, meski ia hanya minum secangkir. Syahdan, si pelayan akan menggantungkan dua kertas bertuliskan un verre de café di dinding.

Begitulah tradisi “membayar lebih” dengan maksud “berbagi”. Meski hanya secangkir kopi.

Tibalah suatu ketika, datang lelaki tua. Ia menatap waiter lalu memalingkan pandangan ke dinding dan berkata, une tasse de café sur le mur yang artinya, “satu cangkir kopi di dinding”.

Waiter langsung berjalan menuju dinding, menarik satu lembar, meremas dan membuangnya ke tempat sampah. Sejurus kemudian ia pun menyajikan satu cangkir kopi kepada pria papa tadi.

Betapa lelaki tadi pun akhirnya bisa mereguk nikmatnya kopi, tanpa harus mengemis. Ia, waiter, bahkan pengunjung lain, bahkan tak perlu tahu, “siapa” gerangan yang telah memberinya secangkir kopi.

Sambil menanti Imsak, melayang angan-angan, “Alangkah indahnya kalau tradisi memuliakan ‘berbagi’ itu masif di Indonesia. Di negeri gemah-ripah loh jinawi dengan penduduknya yang terkenal ramah-tamah dan berjiwa sosial gotong-royong.”

Terbayang, restoran Padang seperti “Sederhana/Sari Ratu”, KFC, Mc Donald, Burger King, Dunkin Donat dan warung-warung lain, menyediakan “sebungkus makanan di dinding”.

Terbayang pula, gerai-gerai kopi mentradisikan “segelas kopi di dinding”. Atau bahkan retail-retail waralaba seperti Indomaret dan Alfamart menggantungkan “keranjang berbagi” di salah satu sudut dekat kasir. Seseorang yang –misalnya—membeli dan membayar tiga bungkus mie instan, lalu menyerahkan satu bungkus untuk diletakkan di “keranjang berbagi”.

Dalam penelusuran saya, konsep sejenis sudah tercipta di Kedai Kopi Ongga, berlokasi di Jalan Pasar Mudiak, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat. Tentu kita berharap, gerakan serupa bisa menular semakin getol dalam situasi saat ini, dari Sabang sampai Marauke.

Program Kopi Dinding menyentak kesadaran publik.Ternyata, berbagi segelas kopi kepada mereka yang membutuhkan itu membahagiakan.

Atas nama kebaikan, izinkan saya mengetuk Anda para pedagang (rumah makan, toko kelontong, dan lain-lain) mentradisikan “keranjang berbagi”.

Selanjutnya, atas nama tabungan akhirat, izinkan saya mengetuk hati Anda untuk rela membayar lebih, dan mendermakan kelebihan tadi untuk berbagi. Tabik, dan tetap disiplin dalam suasana melawan Covid-19. (*)

*) Penulis adalah wartawan senior dan aktivis teater

Tags: askida ekmekcovid-19doni monardoegy massadiahjayakartanews
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

Tinjau Pelatihan SMK Go Global di UKRI, Menteri P2MI Dorong Kesiapan Kerja Pekerja Migran

October 9, 2026
Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

Masyarakat Serbu Layanan Servis Motor Gratis Siswa SMK Krembung

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version