• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Empat Semester untuk Ajaran Bung Karno

Empat Semester untuk Ajaran Bung Karno

December 16, 2018
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

October 6, 2026
Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

October 5, 2026
Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

Presiden Prabowo Tegaskan TNI Harus Modern dan Adaptif Hadapi Beragam Ancaman

October 5, 2026
Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

Film 5cm: Revolusi Hati Siap Eksplorasi Keindahan Laut Indonesia

October 5, 2026
Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

Presiden FIFA Infantino: Kemajuan Sepak Bola Indonesia Luar Biasa, Peluang Gelar Event FIFA Makin Terbuka

October 5, 2026
Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat Jadi Bagian Kekuatan Gotong Royong yang Perlu Terus Dirawat

October 5, 2026
Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

October 5, 2026
Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

Tolak PT 5 Persen, Fahri Hamzah: Itu Demi Selamatkan Posisi Partai Besar, bukan Kepentingan Rakyat

October 5, 2026
Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

September 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 6, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    You can now play Bill Gates’ first PC game and run over donkeys on your iPhone, Apple Watch

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Empat Semester untuk Ajaran Bung Karno

by admin
December 16, 2018
in Feature
0
Empat Semester untuk Ajaran Bung Karno

Soekarno--foto dokumentasi arsip nasional

518
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Soekarno–foto dokumentasi arsip nasional

Baru sekali ini. Saya ke Universitas Bung Karno. Yang kampusnya dua. Berdekatan. Di Jalan Cikini. Dan di Jalan Kimia itu.

Ada acara haul di situ. Di perpustakaanya. Haul Kim Jong-Il. Yang mereka sebut sebagai pemimpin besar PRDK. Korea Utara. Yang meninggal dunia mendadak tahun 2011.

Ia adalah ayah Kim Jong-Un. Pemimpin besar Korut saat ini. Atau anak Kim Il-Sung. Pemimpin besar mereka yang pertama. Yang memerdekakan Korea dari penjajahan Jepang. Teman karib Bung Karno. Yang waktu itu juga bergelar Pemimpin Besar Revolusi Indonesia.

Jabatan pemimpin besar terdengar aneh saat ini. Apalagi untuk generasi baru. Tapi itulah dulu. Di Indonesia. Dan sampai sekarang. Di Korea Utara.

Bedanya: di Korut beda. Jabatan pemimpin besar (supreme leader) itu terpisah. Dari jabatan presiden. Atau perdana menteri.

Korut punya presiden sendiri. Entah siapa itu. Juga punya perdana menteri. Yang saya juga lupa namanya. Carilah sendiri di Google. Bagi tugas.

Saat menulis ini saya tidak bisa buka catatan. Tertinggal di Pyongyang. Ini saya lagi di atas pesawat. Tidak ada wifi. Dalam penerbangan ke Doha (Qatar). Dan masih akan terus ke Lebanon.

Sukarno–foto dokumentasi arsip nasional
Universitas Bung Karno–foto ubk.ac.id

Di zaman Bung Karno dulu jabatan pemimpin besar bukan jabatan. Itu gelar. Resmi. Diputuskan lembaga tertinggi negara: MPR.

Sebentar. Saya lupa. Itu jabatan atau gelar?

Tolonglah. Ada yang pergi ke Universitas Bung Karno. Tanyakan itu. Bagi tugas.

Saya lupa menanyakannya.

Saat ke UBK kemarin saya masih yakin: pemimpin besar revolusi itu gelar. Bukan jabatan.

Kini saya dihinggapi keraguan. Tapi sudah terlanjur di atas pesawat.

Yang jelas saat itu semua dirangkap Bung Karno: Proklamator, Pemimpin Agung, Pemimpin Besar Revolusi, Presiden, Perdana Menteri. Dan jangan lupa. Masih ada satu gelar lagi untuk Bung Karno: Penyambung Lidah  Rakyat.

Di Korut, jabatan presiden ditentukan oleh pemimpin besar. Hanya resminya dipilih oleh dewan rakyat. Pemimpin besar tidak pernah hadir di forum seperti APEC. Presiden lah yang hadir. Urusan pemerintahan di dalam negeri perdana menterilah yang memimpin.

Presiden dan perdana menteri hanyalah petugas partai. Harus tunduk pada misi partai. Yang dipimpin oleh pemimpin besar.

Itulah sebabnya partai penguasa di sana bisa langgeng. Di Tiongkok juga. Di Vietnam juga. Tapi di Uni Soviet bubar juga.

Bung Karno sebenarnya bisa langgeng. Sudah hampir langgeng. Sudah bisa 22 tahun jadi presiden. 1945-1967.

Bahkan sudah ada putusan MPR ini: Bung Karno harus jadi presiden seumur hidup.

Masalahnya: Bung Karno sakit. Atau ada isu Bung Karno sakit. Dokter ahli ginjal dari Tiongkok didatangkan. Elit politik mendengar itu. Rumor kian kuat: Bung Karno tidak akan berumur panjang. Rakyat tidak tahu.

Mulailah beredar spekulasi: siapa yang akan menggantikan Bung Karno. Pemimpin besar kita itu belum menyiapkan  putra mahkota. Megawati masih baru kuliah. Anak yang lain juga belum ada yang dipromosikan. Atau didukung-dukung. Atau dipaksa ditampil-tampilkan.

Sistem penggantian pemimpin nasional juga belum disiapkan. MPR hanya stempel. Demikian juga DPR. Bung Karno sepenuhnya mengendalikan DPR dan MPR. Apalagi saat itu. DPR belum dipisah dari MPR. Masih ditulis begini: DPR/MPR. Ketuanya pun sama.

Tapi Bung Karno ternyata belum pemimpin besar seperti di Korut. Atau Tiongkok. Bung Karno tidak mau mematikan demokrasi sepenuhnya. Tahun 1955 diadakan Pemilu. Terluber dalam sejarah. Luber: langsung, umum, bebas, rahasia.

Semua TV no signal. Karena belum ada TV.

Pemilu pertama kita itu melahirkan kenyataan ini: pemenangnya PNI (Partai Nasional Indonesia). Partainya Bung Karno. Urutan berikutnya: Masyumi (Islam modernis) , NU (Islam tradisional) dan PKI (Komunis).

Partai-partai lainnya kecil-kecil. Pun kalau 30-an partai kecil itu disatukan. Belum besar juga.

Apalagi partai-partai itu tidak mungkin disatukan. Pokoknya ruwet.

Dalam perjalanannya Masyumi dibubarkan oleh Bung Karno. Bersama PSI. Kekuatan politik besar tinggal tiga: nasionalis (PNI), Islam (NU) dan PKI (Komunis).

Itulah yang ingin disatukan oleh Bung Karno. Lewat Nasakom (Nasionalis, agama, komunis). Saya masih ingat lagunya: Nasakom Bersatu. Tapi tidak hafal lagi.

Dinyanyikan di pawai-pawai peringatan hari apa saja. Sampai ke desa-desa. Barisan pawai pun selalu terdiri tiga kelompok.

Paling depan regu PNI. Dengan spanduk-spanduknya. Yang terbuat dari lembaran karung goni. Kain mahal. Untuk pakaian saja kurang.

Di desa saya selalu saja: regu PKI-nya paling panjang. Juga paling heboh. Pasti ada reog Ponorogonya. Ada jathilannya. Ada teriakan-teriakan yelnya: Nasakom, hidup! Ganyang tujuh setan desa!

Tahun-tahun itu memang tahun perebutan pengaruh. Saling mengambil hati Bung Karno. Saling ingin paling dipercaya. Saling ingin terasa paling dekat.

Apalagi ketika Bung Karno mulai sakit. Perebutan pengaruh itu memuncak. PKI pintar ambil perhatian Bung  Karno. Dengan rapat-rapat raksasanya. Belum ada istilah rapat akbar saat itu.

Bung Karno pandai pidato – – suka pidato. Bisa tiga jam. Dengan tetap memikat.

Bung Karno  terbius dengan panggung-panggung besar seperti itu.

Kesannya: Bung Karno kian dekat PKI. Atau memang begitu. Hanya Bung Karno sendiri yang tahu.

Hanya tentara. Yang mengkhawatirkan kedekatan itu. Khususnya angkatan darat.

Maka terjadilah: G-30-S/PKI. Pada tanggal 30 September 1965. Angkatan darat pun tampil. Jadi penguasa baru di republik ini.

Era berganti.

Muncul orde baru.

Otomatis Bung Karno disebut orde lama.

Bung Karno dijauhi. Dihujat. Dikutuk. Ekonomi Indonesia memang sangat sulit di akhir kekuasaan Bung Karno.

Pak Harto membawa ideologi baru: pembangunan ekonomi.

Istilah Nasakom Bersatu seperti barang haram. Trisakti, Nawacita, Jas Merah, Manipol, Usdek, Jarek, Pemimpin besar revolusi, Penyambung Lidah Rakyat, Pemimpin Agung, dan sebangsa itu lenyap. Bahkan seperti lepra: harus dijauhi.

Diganti kosakata baru: Golkar, penyederhanaan partai, bimas inmas, SD inpres, guru Inpres, KB, 2 anak cukup, komando jihad, padi IR, tebu TRI, irigasi, Liem Soe Liong, Bob Hasan dan banyak lagi.

Mantra ekonomi sukses. Di tahun-tahun itu.

Mantra ekonomi runtuh. Di tahun 1998.

Terjadilah reformasi.

Nama Bung Karno hidup lagi.

Sukarnoisme bernafas lagi. Bersama isme-isme apa pun: HTI-isme, Wahabisme, Kebatinanisme, dan ‘aku bangga jadi anak PKI’.

Sukarnois mendirikan Universitas Bung Karno. Dipelopori putri Bung Karno: Rachmawati. Yang selalu tidak rukun dengan Megawati.

Saat saya ke UBK kemarin Rachma tidak hadir. Sakit.

Tapi rektor dan wakil rektornya lengkap. “Kami ini kalah dengan Universitas Muhammadiyah,” ujar Ristoyanto, Ketua Lembaga Ajaran Bung Karno, UBK. Yang juga pengajar utama mata kuliah ajaran Bung Karno.

‘Kalah’ yang dimaksud adalah dalam menanamkan ideologi.

“Di Unmuh, Ketua BEM-nya pasti ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” kata Ristiyanto. Yang mantan Ketua GMNI Purwokerto.

Jadi, katanya, ideologi kemuhammadiyahan bisa lebih ditanamkan. Dibanding ideologi Sukarnoisme.

Apalagi di UBK mata kuliah ajaran Sukarno juga terus dikurangi. Dulu 12 SKS. Turun jadi 10 SKS. “Kini tinggal 8 SKS,” ujar Ristiyanto.

Maafkan.

Saya baru tahu sekarang ini. Ada mata kuliah ‘ajaran Bung Karno’. Maka saya pun minta buku-bukunya. Buku teksnya. Yang diajarkan selama empat semester itu.

Sayangnya UBK tidak semaju keinginan Rachma. Padahal itu satu-satunya. Terlalu panjang kalau harus menulis ‘mengapanya’. ***

Tags: dahlan iskandiswayjayakartanewsjayakartanews.comsoekarnoSukarnouniversitas bung karno
Share207Tweet130
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 6, 2026
Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

October 6, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version