Elvira, Prasangka dan Imajinasi

 Elvira, Prasangka dan Imajinasi

JAYAKARTA NEWS –  Namanua Sophie. Bukan Sapi. Juga bukan Sapiah. Cantik. Usianya 25 tahun. Tokoh ini diperankan oleh Elvira Devinamira, Puteri Indonesia 2014.

Mahasiswi yang cerdas dan mencintai negaranya. Sedang merampungkan tesisnya. Demikian awal cerita dalam film ‘Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” karya sutradara John de Rantau yang diangkat dari cerita pendek karya sastrawan Seno Gumira Ajidarma.

Objek penelitian tesisnya adalah Kampung Lapak yang multietnis dan multiprofesi. Ada emak, polisi, pengusaha, dan wartawan. Ada Jawa, Batak, Sumatera dan Cina.

Kampung Lapak adalah magnet yang terus menyedot pikirannya  untuk menjadikan mereka objek tesis.

Namun, tanpa disadarinya, kehadirannya membuat Kampung Lapak berubah. Bermula satu dua orang. Kemudian mewabah dan menjadi kebiasaan nakal para suami yang ada dalam Kampung Lapak.

Para isteri protes dan melapor ke Pak RT Muchus (Mathias Muchus). Sebagai pemimpin di kampung tersebut, pak RT Muchus menjadi pusing bin konyol. Juga, kehidupan kampung jadi rumit dan terjadi peristiwa dan hal aneh dan lucu.

Kampung dipenuhi imajinasi dan prasangka. Siapakah sumber penyebab masalah kerumitan di kampung dan siapakah korbannya ? Apakah Sophie ? Apakah para suami atau para isteri ?

“Saya baca skenarionya sampai selesai. Ini komedi cerdas, penuh satire. Semula saya ragu diajak main film oleh bang John (John de Rantau), tapi akhirnya saya bersedia, dengan syarat tidak menjatuhkan karakter saya sebagai Puteri Indonesia 2014,” cerita Elvira kepada penulis di Jakara, baru-baru ini.

Bukankah Anda tiga kali beradegan mandi dengan busa sabun di film ini, kok mau ? “Itu disyut dari belakang dan bagian depan dan punggung saya dipenuhi busa sabun. Jadi ini enggak porno dan enggak vulgar. Selain itu, bang John juga memotong dua adegan saya mandi. Jadi, tinggal satu adegan saya mandi,” kata Elvira yang kini bergelar Sarjana Hukum lulusan Universitas Airlangga, Surabaya.

Yang hebat, film ‘Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi’ dipenuhi 62 aktor senior, diantaranya Mathias Muchus, Yurike Prastika, Yayu Unru, Anna Tarigan, David John Schaap, Ricky Malau, Emmi Lemu, Anne J Koto, Maryam Supraba (puteri WS Rendra), Is Daryanto, Farid Ongki dan seabreg pemain lain.

Pemilik tinggi 1.75 meter  yang mengaku masih jomblo ini paling demen membaca cerpen-cerpen karya Seno Gumira Ajidarma (kini Rektor IKJ).

“Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi adalah cerita komedi pintar, tapi enggak nyinyir. Para tokohnya enggak mengeritik pemerintah secara kasar, tapi lewat banyolan satire. Kala itu, apa-apa serba dilarang. Dilarang turun ke jalan, dilarang gondrong, dilarang menyerang pribadi Menteri, dilarang makan, dilarang beol, dilarang menyanyi di kamar mandi, dilarang ini, dilarang itu…

 “Pokoknya, di ending, kita tertawa. Semula mas Seno Gumira Ajidarma mau mengubah judul filmnya menjadi ‘Komedi Kritik’, tapi judul semula ‘Dilarang…” tetap dipertahankan,” tutup Elvira yang tidak mau bergabung bersama teman-temannya dalam ‘law firm’, namun ia tetap mau berprofesi sebagai aktris film, apapun resikonya. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *