Renzo International Open Karate Championship 2022 berakhir 3 Juli 2022. Berbagai apresiasi dan penghargaan diberikan kepada Dojo Renzo atas inisiatif menggelar kejuaraan karate internasional yang terbesar di Tanah Air.
Category: Sport
Silat dan Reog Meriahkan RIOK Championship 2022
Hari kedua Renzo International Open Karate Championship 2022 berlangsung lebih meriah. Siang hari, kejuaraan di-break untuk upacara pembukaan. Dalam kejuaraan karate terbesar di Tanah Air itu, seni bela diri tradisional pencak silat dipertunjukkan. Lebih meriah lagi dengan tampilnya seni reog dari Ponorogo.
Renzo Internationao Open Karate Championship Hari ke-1
Jumat, 1 Juli 2022 Renzo International Open Karate Championship 2022 digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Tak kurang dari 1.800 karateka dalam dan luar negeri ambil bagian dalam kejuaraan karate terbesar di Tanah Air tersebut.
Apresiasi Atlet Para Games Indonesia, Puan: Terima Kasih Pahlawan Olahraga
JAYAKARTA NEWS— Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi para atlet disabilitas yang mampu membawa Indonesia keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games 2022. Ia pun merasa bangga atas prestasi para atlet Indonesia.
“Selamat atas keberhasilan tim Indonesia yang keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games 2022. Keberhasilan ini berkat kerja keras seluruh pihak yang terlibat hingga dapat mengharumkan nama bangsa,” kata Puan, Senin (8/8/2022).
Secara khusus, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini memberi apresiasi untuk para atlet Para Games Indonesia. Menurut Puan, seluruh atlet yang mengikuti perhelatan ASEAN Para Games menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas masih tetap bisa berprestasi.
“Terima kasih kepada para pahlawan olahraga yang telah kembali membawa Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games. Termasuk juga bagi pelatih, official, dan volunteer yang membantu atlet disabilitas berjuang demi nama baik Indonesia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Puan berterima kasih kepada Pemerintah yang telah mendukung terselenggaranya multievent olahraga bagi atlet disabilitas se-Asia Tenggara itu. Apresiasi juga diberikan kepada Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) selalu pelaksana, TNI/Polri, Satgas Penanganan Covid-19, dan seluruh instansi maupun pihak yang membantu penyelenggaraan event ini.
“Keberhasilan Indonesia menyelenggarakan ASEAN Para Games menjadi bukti bahwa negara memfasilitasi kegiatan olahraga dan prestasi bagi penyandang disabilitas,” sebut Puan.

Untuk diketahui, perolehan medali emas Indonesia di Asean Para Games 2022 menjadi pencapaian terbesar sepanjang keikutsertaan Tim Garuda sejak tahun 2001. Indonesia menempati posisi puncak setelah merebut 426 medali dengan rincian 175 medali emas, 144 medali perak, dan 107 medali perunggu.
DPR berharap prestasi Indonesia dapat terus meningkat pada penyelenggaraan ASEAN Para Games tahun 2023 di Kamboja. Oleh karenanya, Puan mengajak seluruh stakeholder untuk mendukung sepenuhnya pembinaan atlet penyandang disabilitas selama 1 tahun ke depan.
“Pembinaan atlet penyandang disabilitas tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi demi mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, DPR akan terus memberi dukungan lewat fungsi-fungsi kedewanan,” ungkap mantan Menko PMK itu.
“Kami juga mengajak Pemerintah, termasuk Pemerintah Daerah, bekerja optimal dalam melakukan pembinaan dan memberi dukungan kepada para atlet penyandang disabilitas,” imbuh Puan.
Dengan dukungan yang maksimal kepada tim Para Games, diharapkan Indonesia dapat mempertahankan gelar juara di mana tahun ini merupakan kali ketiga Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games setelah 2014 di Naypyidaw, Myanmar, dan 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Puan menyoroti Indonesia yang juga memiliki rapor bagus di sejumlah cabang olahraga di ajang ASEAN Para Games.
“Seperti bulutangkis, catur, renang, atletik, blind judo, power lifting, voli duduk, dan tenis meja. Maka tingkatkan pembinaan di cabang-cabang olahraga yang berpotensi mendulang medali sambil terus berupaya memajukan cabang-cabang olahraga lainnya,” tutur Ketua Pengarah ASIAN Para Games 2018 itu.
Di sisi lain, Puan mengingatkan Pemerintah untuk menjamin hak para atlet penyandang disabilitas seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Mulai dari hak pembinaan, pengembangan, serta kesejahteraan olahragawan penyandang disabilitas.
“Artinya, negara harus dapat menjamin anggaran, program, serta fasilitas yang lebih baik. Para atlet penyandang disabilitas harus mendapat hak yang sama dengan atlet lainnya ketika mereka telah bekerja keras untuk bisa berprestasi, termasuk dalam pemberian bonus,” jelas Puan.
Cucu Proklamator RI Bung Karno itu pun menilai pembibitan atlet-atlet penyandang disabilitas lewat kejuaraan di tingkat daerah perlu terus dilakukan. Menurut Puan, hal tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menyeleksi atlet penyandang disabilitas di tingkat nasional.
“Kesempatan yang luas untuk berkiprah di bidang olahraga harus diberikan kepada penyandang disabilitas, baik sebagai atlet maupun tim pendukung. Misalnya sebagai pelatih atau akademisi, hingga tim official yang membantu atlet,” paparnya.
Puan optimistis ada banyak putra-putri bangsa yang berpotensi dan memiliki semangat juang untuk bisa berprestasi di bidang olahraga, sekalipun tidak memiliki kesempurnaan fisik. Negara ditegaskan harus mampu memfasilitasi mereka.
“Jangan pernah kita memupus mimpi-mimpi para penyandang disabilitas untuk bisa menorehkan prestasi dan mencatat sejarah yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara,” kata Puan.
Tak hanya itu, kesejahteraan para atlet juga perlu diperhatikan bahkan di saat para penyandang disabilitas tak lagi bergelut di bidang olahraga karena faktor usia. Puan menyebut, sudah selayaknya mantan atlet disabilitas mendapat jaminan hidup sejahtera hingga saat tua nanti.
“DPR berharap sektor olahraga mampu memberdayakan potensi para penyandang disabilitas agar dapat berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.***/din
Digembleng di Sentra Milik Kemensos, Tatik Berkibar di Ajang ASEAN Para Games 2022
JAYAKARTA NEWS – Gemerlap lampu warna warni menghiasi panggung penutupan ASEAN Para Games XI 2022 di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (5/8). Meriah, namun khidmat, perhelatan ASEAN Para Games resmi ditutup oleh Presiden RI, Joko Widodo yang dihadiri pula oleh Menteri Sosial, Tri Rismaharini dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Tidak kurang 10.000 penonton bersorak sorai menggelora di Stadion Manahan semakin menguatkan semangat dan rasa bangga kontingen Indonesia yang berhasil meraih juara umum di ASEAN Para Games ke-11 ini.
Dibalik keberhasilan tersebut, ada kisah menarik, perjuangan Sri Hartatik, mantan penerima manfaat dari Sentra Terpadu “Prof. Dr. Soeharso” di Surakarta milik Kementerian Sosial.
Dengan segala keterbatasan yang ia miliki, Sri Hartatik berhasil membuktikan, bahwa keterbatasan bukan suatu hambatan. “Selama tekun dan gigih berlatih, akhirnya saya bisa ikut dalam perhelatan level internasional ini dalam bidang panahan. Di kesempatan berikutnya, saya akan berusaha lebih baik lagi untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Mohon doanya semua,” ucapnya penuh haru, dikutip dari Rilis Minggu (7/8).
Perempuan 40 tahun itu merupakan alumni penerima manfaat Sentra Terpadu “Prof. Dr. Soeharso” di Surakarta, Kementerian Sosial tahun 2000 yang mengikuti perhelatan para penyandang disabilitas berbakat ini. Bukan hal mudah menembus jajaran atlet profesional tingkat internasional.
Tatik harus berjibaku di Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) 2021. Di ajang serupa Pekan Olahraga Nasional (PON) ini, Tatik menyabet emas di cabang olahraga panahan, yang sejak 2019, ia tekuni. Medali emas ini jadi tiket masuk sebagai atlet ASEAN Para Games.
“Ya pasti karena doa, latihan keras, dan rasa percaya diri,” kata Tatik, berbagi kiat suksesnya. Kepercayaan dirinya muncul sejak ia diberi kesempatan mengembangkan diri saat masuk di Sentra Terpadu “Prof. Dr. Soeharso” di Surakarta, di bawah naungan Kementerian Sosial.
Sejak usia 3 tahun, ia menjadi penyandang disabilitas karena polio pada kaki sebelah kanan. Perasaannya campur aduk. Ia malu, tidak percaya diri, bahkan merasa tidak punya masa depan.
“Setelah masuk Sentra, seperti kata R.A. Kartini, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, saya mulai percaya diri,” katanya. Selama menjalani rehabilitasi di Sentra, ia mendapat berbagai layanan, baik rehabilitasi sosial, medis maupun pelatihan vokasional, sehingga ia memiliki keterampilan untuk dapat mengembangkan diri. “Di situ, saya diajarkan untuk mandiri. Di situ juga, saya menemukan bakat dan minat saya,” katanya.
“Setelah berbagai rehab saya jalani, dari Sentra, tumbuh rasa percaya diri saya. Seolah-olah dunia terbuka. Belajar berbagai keterampilan, ternyata saya bisa,” katanya dengan suara bergetar.
Dari tangannya yang berbakat, ibu dua anak ini tidak hanya piawai membidik sasaran dengan panah. Ia juga terampil mengolah masakan. Sebelum berlatih merentang busur panah, ia membuka pesanan nasi kotak dan makanan kecil untuk berbagai kegiatan.
Namun sayang, saat pandemi, usahanya sepi orderan. Tak hilang akal, ia menekuni olahraga panahan yang pernah ia pelajari di Sentra Terpadu “Prof. Dr. Soeharso” di Surakarta. Pelatih melihat ada bakat pada dirinya.
Akhirnya, ia ditawari untuk menjadi atlet panahan. “Saya optimistis kok, Bu. Niat saya memanah pertama adalah karena ini salah satu jenis olahraga (sunnah) anjuran Rasul, namun juga ada prestasinya. Jadi, semboyan saya ‘Gapai Sunnah dan Raih Prestasi,” katanya yakin.
Banyak kesan yang ia dapatkan selama dibimbing di Sentra Terpadu “Prof. Dr. Soeharso” di Surakarta. Tatik mengaku Sentra ini merupakan surganya teman-teman disabilitas. “Dari sini, rasa percaya diri mereka tumbuh dan optimis menggapai hidup,” katanya.
Indonesia Juara Umum
Indonesia menjadi juara umum di ASEAN Para Games 2022. Total 425 medali yang terdiri dari 175 medali emas, 144 medali perak dan 106 medali perunggu diraih oleh atlet Indonesia.
Tak hanya itu, Indonesia juga bangga kembali dipercaya menjadi tuan rumah ASEAN Para Games ke-11. “Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah ASEAN Para Games ke-11. Terima kasih atas partisipasi 1.248 atlet dari negara-negara ASEAN,” kata Presiden RI, Joko Widodo pada Closing Ceremony ASEAN Para Games ke-11.
Presiden menekankan, prestasi membuktikan bahwa keterbatasan dan kesulitan bukanlah halangan. Pesan solidaritas juga tergambar di ASEAN Para Games ini.
“Solidaritas antar bangsa-bangsa ASEAN yang ditunjukkan oleh para atlet akan menjadi kekuatan besar bagi ASEAN dan bagi para penyandang disabilitas. Kita mendukung setiap inisiatif dari penyandang disabilitas,” katanya.
Pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara ini diikuti oleh 11 negara, yaitu Indonesia (tuan rumah), Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. Negara-negara ini tergabung dalam Federasi Olahraga Para Asean (APSF).
Acara ini sukses digelar dengan waktu persiapan 5 bulan. Indonesia, sebelumnya, sudah berpengalaman pada event perlombaan yang sama. Indonesia sukses menjadi tuan rumah di ASEAN Para Games 2011 dan Sea Games 2011.***/mel
Arumi Bachsin Ajak Para Atlet Jaga Sportivitas dan Persahabatan
SURABAYA, JAYAKARTA NEWS–Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak seluruh atlet yang berlaga pada rangkaian lomba yang dilaksanakan pada Gebyar Perwosi 2022 untuk menjaga sportivitas dan pedahabatan.
“Karena sempat vakum selama 2 tahun akibat pandemi, jadi gelaran kali ini semuanya bahagia. Harus semangat dan tidak melupakan sportivitas serta persahabatan,” ungkap Arumi saat membuka Rakerprov dan Gebyar Perwosi Jatim 2022 di Halaman Gedung Rektorat Unesa Lidah Wetan, Surabaya Sabtu (6/8).
Pembukaan ini ditandai dengan penerbangan burung merpati oleh Arumi Bachsin didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Prov Jatim Pulung Causa, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Prob Jatim Restu Novi Widiani, Wakil Ketua I KONI Jatim Andi Mattalitti, dan Ketua DWP Unesa Endah Purnomowati Nur Hasan.

Usai membuka acara, kepada seluruh peserta gebyar Perwosi menyuntikan motivasi, agar para ibu-ibu yang hadir dan mengikuti rangkaian acara ini tetap memiliki jiwa yang memasyarakatkan olahraga. Artinya bahwa, lanjut Arumi olahraga bukan hanya untuk segelintir orang, melainkan bagi masyarakat luas tanpa pandang bulu.
“Menyehatkan dan memperbaiki pola hidup sehat masyarakat ini sangat penting. Juga kami percaya bahwa olahraga ini bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.
Untuk diketahui, pelaksanaan Rakerprov dan Gebyar Perwosi dilaksanakan selama 2 hari yakni 6-7 Agustus 2022 bertempat di Unesa Lidah Wetan Surabaya.
Pada gelaran Gebyar Perwosi, tercatat ada 3 bidang olahraga yang dilombakan. Ketiganya adalah Lomba Petanque, Lomba Langkah Dansa dan Lomba Senam Perwosi.
“Jumlah pesertanya berbeda-beda bergantung pada ketersediaan atlet yang dilatih ditiap Kabupaten/Kota,” sebutnya
Kemudian, Arumi mengatakan esok hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Provinsi yang akan dihadiri oleh Perwakilan Pengurus Perwosi dari 38 kab/ko se-Jatim. “Semoga dengan adanya Rakerprov bisa menghadirkan ide-ide dan inovasi baru yang bisa mengembangkan program-program serta bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Arumi kemudian juga berkesempatan meninjau lokasi pelaksanaan lomba petanque. Sebagai pembuka, dirinya juga melakukan lemparan bola petanque. Kemudian, Arumi juga menyapa para atlet yang akan bertanding.
“Semangat bertanding semuanya. Ingat selalu jagavsportifitas. Kalah menang sudah biasa, yang penting bahagia,” sapanya.
Sementara itu, Wakil Ketua 1 KONI Jatim Andi Mattalitti menyampaikan bahwa KONI Jatim akan selalu support pada setiap kegiatan Perwosi.”Intinya saya berterima kasih atas seluruh kegiatan olahraga wanita yang bergerak di Jatim. Semoga selalu sukses di ajang lomba-lomba lainnya,” pungkasnya. (poedji)
Presiden: Solidaritas Para Atlet akan Jadi Kekuatan Besar bagi ASEAN dan Penyandang Disabilitas.
JAYAKARTA NEWS— Indonesia sangat bangga bisa menjadi tuan rumah ASEAN Para Games XI. Terima kasih atas partisipasi 1.248 atlet dari negara-negara ASEAN. Terima kasih telah memberikan pesan bahwa keterbatasan dan kesulitan bukanlah halangan. Dengan komitmen dan kerja keras, disabilitas mampu mencetak sejuta prestasi.
Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam upacara penutupan ASEAN Para Games XI di di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (06/08/2022) malam.
Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh delegasi dari semua negara, terutama para atlet yang telah menunjukkan sportivitas persaudaraannya.
“Terima kasih kepada APSF (ASEAN Para Sports Federation), kemudian International Sports Federation, NPC (National Paralympic Committees) dan Komite Nasional ASEAN Para Games XI. Saya juga berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Surakarta, masyarakat Kota Solo dan Solo Raya yang telah menjadi tuan rumah yang sangat ramah,” ujarnya.
Kepala Negara menambahkan, solidaritas antarbangsa ASEAN yang ditunjukkan oleh para atlet APG 2022 akan menjadi kekuatan besar bagi ASEAN dan bagi penyandang disabilitas.
“Kita mendukung terus setiap inisiatif dari penyandang disabilitas,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi meyampaikan ajakan untuk menyukseskan APG XII Tahun 2023 yang akan diselenggarakan di Kamboja.
“Atas nama masyarakat Indonesia, saya menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada Wakil Ketua Komite Paralimpik Nasional Kamboja Mr. Hun Many yang hadir di acara ini dan berkenan menjadi tuan rumah tahun depan. Kita sukseskan ASEAN Para Games XII tahun depan di Kamboja,” pungkasnya.
Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi secara simbolis menyerahkan kendi berisi air kepada salah seorang atlet renang difabel Jendi Pangabean.
Hadir dalam penutupan APG 2022 antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Presiden APSF Osoth Bhavilai, Ketua Pelaksana Indonesian ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) Gibran Rakabuming Raka, Ketua Komite Nasional Paralimpiade Indonesia Senny Marbun, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission Kontingen Indonesia di APG 2022 Andi Herman, serta duta besar dari negara-negara ASEAN.***/din
ASEAN Paragames 2022 Pencapaian Terbesar Indonesia Sepanjang Sejarah
JAYAKARTA NEWS— Pencapaian kontingen Indonesia di ASEAN Paragames 2022 menjadi yang terbesar dalam sejarah sejak 2001. Tim Merah Putih merangkum 425 keping medali. Rinciannya: 175 emas, 144 perak, dan 106 perunggu.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dalam laporannya kepada Presiden RI pada upacara penutupan ASEAN Paragames 2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/8/2022). Demikian apg2022.com
“Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua NPC (National Paralympic Committee) Indonesia Shenny Marbun beserta jajarannya yang telah mempersiapkan para atlet secara keras, maupun membantu penyelenggaraan sehingga menjadi sukses. Di mana para akhirnya kita meraih prestasi 175 emas. Ini merupakan jumlah medali emas terbanyak yang dihasilkan sepanjang keikutsertaan Indonesia di event ini sejak pertama kali dilangsungkan pada 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia,” katanya.
Kepada atlet yang telah mewujudkan juara umum, Menpora Amali juga berterima kasih atau perjuangan, semangat tanpa menyerah, dan suportivitas yang ditunjukkan. Apa yang diperlihatkan ini menurutnya telah menginspirasi banyak orang selama penyelenggaraan ASEAN Paragames 2022 ini berlangsung.
“Terima kasih kami sampaikan juga kepada CdM Andi Herman yang juga kepala Kejaksaan Tinggi yang telah memenuhi target, bahkan melampaui perhitungan awal yang dijanjikan yakni 104 emas menjadi 175 emas. Pencapaian yang luar biasa,” imbuhnya.
Pelaksanaan ASEAN Paragames 2022 yang bertemakan “striving for equality” di Kota Solo ini telah diikuti oleh 1907 orang yang terdiri dari 1248 atlet dan 659 ofisial. Mempertandingkan 14 cabang olahraga, dengan 57 nomor pertandingan serta memperebutkan 1260 medali emas, perak, dan perunggu.***/din
Atmaji, Loper Koran yang Harumkan Indonesia Lewat Cabang Olahraga Para Angkat Berat
JAYAKARTA NEWS— Atmaji Priambodo telah menempuh jalan berliku untuk menjadi atlet berprestasi. Sempat menjadi loper koran, ia kemudian membuktikan diri dengan meraih medali emas cabang olahraga Para Angkat Berat. Ia memilih jalan menjadi atlet agar bisa mengharumkan nama Indonesia di cabang olahraga Para Angkat Berat di kelas 97 kg.
“Dulunya aku itu macam-macam, serabutan lah. Saya dulu loper koran,” kata Atmaji saat di temui usai upacara penghormatan pemenang (UPP) di Hotel Solo Paragon, Jumat (5/8), sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id
Iapun menceritakan awal mula jadi atlet. Menurutnya, memilih olahraga Para Angkat Berat karena melihat teman yang sukses. “Saya tidak menyangka bisa menjadi atlet. Saya lihat teman-teman itu sukses, lalu ikut aja lah. Puji Tuhan, hasilnya seperti ini,” kata Atmaji.
Atmaji menjalani pekerjaan sebagai loper koran selama empat tahun, dari 2007 sampai 2011. “Mungkin juga ada bakat, dan ada kemauan, ya ikut aja,” tutur Atmaji soal awal mula dirinya menjadi atlet para-sport.
Keputusan menjadi atlet terbukti merupakan pilihan yang tepat bagi dan Atmaji Priambodo. Dengan kerja keras disertai tekad besar untuk mengharumkan Indonesia, berhasil meraih prestasi tertinggi di ASEAN Para Games 2022.
Tampil pada partai final cabor Para Angkat Berat di kelas 97 kg di Hotel Solo Paragon, Atmaji sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia. Atmaji Priambodo berhasil meraih medali emas kelas 97 kg dengan angkatan terbaik 193 kg.***/ebn
Para Atletik Indonesia Lampaui Target Medali Emas di ASEAN Para Games 2022
JAYAKARTA NEWS— Tim Para-Atletik Indonesia sudah mengumpulkan 45 medali emas pada ASEAN Para Games 2022. Jumlah tersebut sudah melampaui target yang ditetapkan yakni 35 medali emas. Bahkan, potensi mendapatkan emas bakal bertambah mengingat ada nomor pertandingan yang belum dilakoni.
Demikian disampaikan Pelatih Tim Para-Atletik Indonesia, Waluyo saat berbincang di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/8). Para-Atletik memang menjadi salah satu cabang olahraga yang diandalkan dalam ajang ini.
“Dari awal kita sudah target juara umum. Target awal kita adalah 35 medali emas. Tapi sejauh ini kita sudah mengumpulkan 45 medali emas dari semua nomor yang dilombakan,” kata Waluyo sebagaimana dikutip dari laman kemenpora.go.id
Menurutnya, nomor pertandingan yang belum dijalani tim para-atletik ada lompat jauh hingga lari estafet. Dari beberapa pertandingan nantinya, Waluyo melihat Indonesia memiliki potensi untuk menambah medali emas.
“Kan ada pertandingan yang belum dilombakan. Nah, dari situ ada kemungkinan medali emas bisa bertambah, sekitar empat sampai lima emas. Kira-kira begitu,” ujar Waluyo.
Melihat capaian ini, Waluyo memberikan apresiasi kepada para atletnya. Dia optimis dalam agenda kompetisi yang akan datang, tim para-atletik Indonesia mampu berbicara banyak ditingkat dunia.
“Kita melihat mereka sudah bagus. Target emas sudah dilewati dalam ajang ini. Potensi mereka kedepan sangat cerah. Ada juga beberapa yang muda potensinya menonjol, artinya kita menyiapkan generasi untuk selanjutnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Waluyo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian lebih terhadap para atlet. Sehingga mereka mampu berlatih dengan semangat dan menghasilkan prestasi.
“Sejauh ini kita tidak ada kendala. Kita senang semua. Perhatian pemerintah sangat luar biasa, kita sering dikunjungi. Ya semua senang dan bagus lah ini,” pungkasnya.***/ebn