Belah-Bedah “Darah” Bung Karno

 Belah-Bedah “Darah” Bung Karno

Bung Karno dan Situs Ndalem Pojok Persada Bung Karno, di Wates, Kediri. (ist)

Jayakarta News – “Juni Bulan Bung Karno”, bangsa Indonesia tahu itu. Jamak dan lumrah jika di bulan ini akan tergelar banyak kegiatan bertemakan Putra Sang Fajar. Salah satu yang menarik adalah diskusi yang bakal membedah serta membelah darah Bung Karno.

Diskusi virtual ini diselenggarakan Sabtu, 6 Juni 2020, bertepatan tanggal kelahiran Bung Karno. Penyelenggaranya, Ndalem Pojok Persada Soekarno, Kediri – Jawa Timur. “Beberapa buku menyebut Bung Karno keturunan Sultan Kediri,” ujar Kusharton, Ketua Harian Situs Ndalem Pojok, menunjuk alasan dilangsungkannya diskusi “belah-bedah darah Bung Karno” itu.

Tak pelak, Sukarno adalah salah satu putra terbaik bangsa ini. Dialah pahlawan proklamator  kemerdekaan bangsa Indonesia dan pendiri NKRI. Semerbak harum namanya hingga ke manca negara. Banyak tokoh dunia memujanya, mulai dari John F Kennedy, Nelson Mandela, Che Guevara, Jawaharlal Nehru, Mahatma Gandhi, dan lain.

Kushartono berpendapat, di balik kebesaran nama Sukarno, pasti tersimpan proses panjang. Mulai dari pendidikannya, gemblengan masa kecil, hingga kawah candradimuka pergulatan politik menuju Indonesia Merdeka. “Situs Bung Karno Ndalem Pojok Kediri ini adalah salah satu saksi bisu eksistensi beliau,” tambahnya.

Diakui, awal munculnya jejak Bung Karno di Kedili banyak menimbulkan pertanyaan. Namun melalui proses tiga tahun, akhirnya pada tanggal 28 Oktober 2015, Yayasan Bung Karno meresmikan Ndalem Pohok sebagai Situs Bung Karno Kediri. Tiga tahun kemudian Pemerintah Kabupaten Kediri menetapkan Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno sebagai cagar budaya.

Kushartono

Sejak itu, penelitian tentang jejak Bapak Bangsa di Kediri ini terus berjalan. Makin antusias ketika diketahui, bahwa Karno berdarah Kediri. “Kata kuncinya cukup pendek. Hanya sepenggal kalimat tapi cukup jelas. ‘Bapak keturunan Sultan Kediri’ demikian kata Bung Karno dalam buku biografinya yang amat terkenal ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ karya Cindy Adams,” papar Kus.

“Sukarno An Autobiography” adalah otobiografi Bung Karno yang sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia. Kata kunci  “Bapak keturunan Sultan Kediri’  ini belum pernah ada yang membedah, termasuk para sejarawan. “Karena itulah masyarakat Kediri dan keluarga besar Situs Ndalem Pojok merasa terpanggil membuka peti sejarah ini,” lanjut Kushartono.

Kepada Jayakarta News, Kushartono masih belum mengonfirmasi para narasumber yang akan membedah dan membelah darah Sukarno. “Calon-calon narasumber masih dalam konfirmasi panitia,” ujarnya.

Yang pasti, sejumlah platform media sosial sudah siap menayangkan langsung secara live streaming diskusi virtual tersebut. Tanggal 6 Juni 2020 pukul 14.00 WIB, diskusi itu bisa disaksikan di seluruh penjuru dunia melalui akun Facebook Situs Bung Karno Ndalem Pojok. Beberapa channel Youtube juga sedia menayangkan langsung, antara lain channel Youtube Viper Kediri, channel Youtube Wilis TV, channel Youtube Kelud Channel, channel Youtube DB Channel, channel Youtube Bung Karno Ndalem Pojok, dan lain-lain. (roso daras)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *