Arimbi Nimpuno, Cinta Kuliner Indonesia

 Arimbi Nimpuno, Cinta Kuliner Indonesia

Arimbi Nimpuno–foto istimewa

Arimbi Nimpuno–foto istimewa

Arimbi kecil sempat tinggal di Prancis. Orangtuanya sibuk bekerja, karenanya sepulang sekolah ia terbiasa ditemani Mbok Mi, yang bertugas mengurusi rumah sekaligus memasak. Dari Mbok Mi-lah Arimbi kecil mengenal dapur dan tertarik membuat beberapa menu simpel sejak duduk di kelas 2 SD.

Nasi goreng, kuping gajah, dan sayur bening adalah beberapa menu yang pertama kali berhasil Arimbi buat. Uniknya, saat suka pada satu menu, Arimbi tidak akan bosan memasaknya berhari-hari karena selalu ada kreasi baru di tiap masakannya. “Menu hari-hari saya tuh, saya ingat banget, kalau lagi senang sayur bening saya bisa satu minggu makan sayur bening, telur ceplok juga, atau nasi goreng. Satu minggu itu menunya nasi goreng tapi pakai daging cincang, ayam, atau udang goreng, misalnya,” cerita Arimbi.

“Kalau lagi senang sayur bening, saya bisa satu minggu makan sayur bening.”

Selain memasak, Arimbi kecil juga mengaku mulai menyukai majalah fashion, seperti Vogue, dan desain interior sejak berumur 10 tahun. Itu semua karena saat tinggal di Austria, rumahnya sering kedatangan teman-teman kakak Arimbi yang hampir semuanya berpakaian modis.

Arimbi bersama Ria Warna dan Nowela Elisabeth Indonesia Idol 2014 mendirikan resto Chacho Bowls –istimewa

Arimbi menambahkan, “Kalau saya diberi uang saku, sementara anak lainnya membeli es krim atau pergi makan-makan, beli hotdog, burger, saya memilih mengumpulkannya untuk membeli buku. Kalau yang terkumpul sudah lumayan banyak, saya baru membeli baju, mempraktikkan apa yang saya lihat dan sukai.”

“Saya senang membagi ilmu kepada ibu-ibu, terutama ibu muda, karena mereka sering tidak tahu mesti masak apa di rumah.”

Arimbi kembali mencari apa yang kira-kira bisa dikerjakan di Jakarta. Ia bahkan sempat membuka toko bunga dan menekuni bisnis perhiasan. Tapi, semenjak anak keempat lahir, Arimbi vakum sejenak, kemudian justru memulai karier baru di dunia kuliner pada tahun 2010.

Mulanya sering dimintai teman-temannya mengajari mereka memasak, akhirnya Arimbi memutuskan berkarier di dunia kuliner dan memulainya dengan menulis tentang dunia kuliner dan lifestyle di beberapa majalah, seperti cara menyuguhkan sarapan yang menggugah selera dan resep masakan tiap bulan, baru kemudian tahun 2011 ia serius mengajar dengan membuka kelas masak di Lifestyle Studio.

“Tujuan saya memang lebih untuk sharing. Saya senang membagi ilmu kepada ibu-ibu, terutama ibu muda, karena mereka sering tidak tahu mesti masak apa di rumah. Tidak hanya itu, berbagi ilmu tidak cuma tentang masakan, tapi juga gaya hidup, misalnya tentang kopi, teh, nutrisi, aromaterapi, table setting, atau cara menghias bunga. Segala sesuatu kita bagikan di sini,” jelas Arimbi.

“Sekarang saya memang lebih suka masak masakan Indonesia karena banyak orang yang sudah ahli masak masakan Barat. Masakan Barat itu lebih gampang daripada masakan Asia. Nah, justru yang saya lihat sekarang ini ibu-ibu modern banyak yang ‘terintimidasi’ dengan cara memasak makanan Indonesia.”

“Mereka pikir mengulek bumbu itu ribet, terus bumbunya juga banyak sekali dan belum tentu ada di supermarket. Saya mengajarkan kepada mereka bahwa sebenarnya masakan Indonesia itu juga bisa dibuat dengan peralatan modern. Mengolah bumbu dengan food processor misalnya, nggak kalah kok dengan ulekan tangan sendiri.”

Baru-baru ini, Arimbi bersama Ria Warna dan Nowela Elisabeth Indonesia Idol 2014 mendirikan resto Chacho Bowls di kawasan Antasari, Jaksel. Lima menunya dari Indonesia. “No vietzin dan no penguat rasa,” ujarnya.

“Saya memang menemukan dunia saya di sini, di dunia kuliner. Karena itu saya ingin sekali ada pendidikan kuliner untuk anak, sehingga kita bisa mengajarkan ke mereka makanan dan gaya hidup sehat itu seperti apa. Saya juga ingin ada sekolah kuliner yang bisa diikuti berbagai lapisan masyarakat, dari semua kalangan, membagikan kembali ilmu yang selama ini saya dapatkan.” (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.