• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

Imajinasi LAKB Pascadikukuhkan Gubernur Pramono Anung Wibowo- Bagian 2

August 30, 2026
Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

November 2, 2026
Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

November 1, 2026
Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

November 1, 2026
Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

November 1, 2026
Kedubes Korea dan ISDS Ajak Mahasiswa Menulis Gagasan Strategis, Hadiah Puluhan Juta

Kedubes Korea dan ISDS Ajak Mahasiswa Menulis Gagasan Strategis, Hadiah Puluhan Juta

October 31, 2026
Mereka Dipersatukan oleh Perbedaan

Mereka Dipersatukan oleh Perbedaan

October 31, 2026
A.A. Maramis, Bapak Keuangan Indonesia

A.A. Maramis, Bapak Keuangan Indonesia

October 31, 2026
Runtuhnya Majapahit dan Cermin untuk Indonesia 2026

Runtuhnya Majapahit dan Cermin untuk Indonesia 2026

October 31, 2026
Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Membuat Partai Lebih Sehat, Hapus Ambang Batas Parlemen

Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Membuat Partai Lebih Sehat, Hapus Ambang Batas Parlemen

October 31, 2026
Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

October 30, 2026
Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

October 30, 2026
Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

October 30, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, November 2, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Imajinasi LAKB Pascadikukuhkan Gubernur Pramono Anung Wibowo- Bagian 2

by Redaksi
August 30, 2026
in Kolom
1
Pascapengukuhan Pengurus Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi oleh Gubernur DKI Jakarta – Bagian 1

Dr. Achmad Fachrudin, M.Si, Mantan Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Betawi

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Dr. Achmad Fachrudin, M.Si, Mantan Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Betawi

Setelah memperoleh legitimasi melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Lembaga Adat Kebudyaaan Betawi (LAKB)  berpotensi memiliki posisi tawar (bargaining position) yang lebih kuat dalam berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta, khususnya dalam isu-isu strategis yang berkaitan dengan aspirasi dan kepentingan masyarakat Betawi  khususnya dan Jakarta pada umumnya.

Namun, posisi tawar tersebut tidak boleh dipahami secara sempit sebagai instrumen kekuasaan untuk melakukan intervensi politik. LAKB justru harus mengembangkan dirinya sebagai institusi representasi kepentingan adat dan kebudayaan yang mampu menyampaikan aspirasi masyarakat Betawi secara argumentatif, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Gagasan yang berkembang mengenai LAKB sebagai bagian dari konfigurasi tripartit—bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta—dapat menjadi sebuah konstruksi kelembagaan yang menarik untuk dikaji. Tentu bukan dalam arti LAKB memperoleh kedudukan yang identik dengan pemerintah atau legislatif, melainkan sebagai representasi masyarakat adat yang mempunyai kanal konsultasi dan partisipasi dalam kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat Betawi.

Beberapa daerah di Indonesia memberikan ilustrasi bahwa relasi pemerintah dan lembaga adat dapat dibangun dalam bentuk konsultasi, partisipasi, dan representasi. Papua, misalnya, mempunyai tradisi kelembagaan yang memberikan ruang penting bagi tokoh dan masyarakat adat dalam persoalan yang berkaitan dengan hak ulayat, ruang hidup, serta kepentingan masyarakat adat.

Sumatera Barat juga mempunyai pengalaman penting melalui filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah serta konsep Tungku Tigo Sajarangan yang mempertautkan unsur adat, agama, dan pemerintahan/intelektual dalam kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, Bali memperlihatkan bagaimana kelembagaan desa adat dan tokoh adat mempunyai pengaruh sosial yang signifikan dalam berbagai persoalan kemasyarakatan dan kebudayaan.

Namun, pengalaman daerah-daerah tersebut tidak dapat ditransplantasikan begitu saja ke Jakarta. LAKB harus membangun modelnya sendiri yang sesuai dengan karakter masyarakat Betawi dan realitas Jakarta sebagai kota metropolitan yang plural. Yang perlu diambil bukan bentuk institusinya secara mentah, melainkan prinsip bagaimana masyarakat adat memperoleh ruang partisipasi, konsultasi, representasi, dan perlindungan dalam kebijakan publik.

Dimensi Sosial, Pendidikan, Ekonomi, dan Kebudayaan

Parameter utama  dari keberhasilan LAKB pada akhirnya bukanlah semata glorifikasi  yakni: seberapa kuat legal formalnya serta megah struktur organisasinya, melainkan seberapa nyata keberadaannya dirasakan masyarakat Betawi. LAKB harus mampu menjawab persoalan konkret dan empirik masyarakat dan problem pembangunan di Jakarta.

Jika tidak, ia berisiko menjadi institusi yang kuat secara administratif tetapi lemah secara sosial. Karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun baseline data mengenai kondisi sosial-ekonomi masyarakat Betawi. Pemetaan tersebut harus berbasis penelitian ilmiah, data statistik, kajian empiris, serta pemetaan kebutuhan masyarakat.

Tradisi akademik semacam ini perlu menjadi paradigma dan budaya baru dalam pengelolaan organisasi Kebetawian. Setiap kebijakan tidak cukup hanya didasarkan pada persepsi, pengalaman personal, atau asumsi para elite organisasi. Kebijakan harus lahir dari data dan penelitian.

Dengan demikian, pengambilan keputusan dalam LAKB perlu ditransformasikan menjadi evidence-based governance, yakni:  tata kelola yang menempatkan pengetahuan, data empiris, dan hasil penelitian sebagai basis utama perumusan kebijakan, sehingga setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, sosial, dan publik.

Beberapa persoalan yang perlu memperoleh perhatian antara lain kesempatan kerja, akses pendidikan tinggi, penguatan ekonomi keluarga, pengembangan UMKM, akses permodalan, kesejahteraan pelaku seni dan kebudayaan, serta keberlanjutan profesi yang berkaitan dengan tradisi dan kebudayaan Betawi.

Dalam bidang pendidikan, misalnya, LAKB dapat mendorong program beasiswa bagi anak-anak Betawi berprestasi dari keluarga kurang mampu, membangun kemitraan dengan perguruan tinggi, serta memperluas akses pendidikan vokasional dan profesional. Dalam bidang ekonomi, LAKB dapat menjadi fasilitator ekosistem UMKM Betawi melalui penguatan kapasitas, akses pembiayaan, digitalisasi, pemasaran, sertifikasi produk, hingga pembukaan jaringan pasar.

Sedangkan dalam bidang kebudayaan, LAKB perlu membangun sebuah Pusat Data Kebudayaan Betawi yang mendokumentasikan kebudayaan tangible maupun intangible, termasuk kesenian, bahasa, kuliner, permainan tradisional, ritual, manuskrip, tokoh kebudayaan, sanggar, serta berbagai ekspresi kebudayaan Betawi yang masih hidup maupun yang mulai terancam punah.

Data mengenai sanggar-sanggar Betawi, seniman, budayawan, guru, dan dosen yang mengajarkan bahasa serta kebudayaan Betawi juga perlu dihimpun secara sistematis. Selanjutnya, LAKB dapat mendorong kebijakan afirmatif pemerintah agar para pendidik dan pelaku kebudayaan yang memenuhi persyaratan memperoleh kepastian status dan kesejahteraan, termasuk melalui mekanisme ASN atau PPPK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada festival, seremoni, atau pertunjukan tahunan. Kebudayaan harus menjadi ekosistem hidup yang memberikan identitas sekaligus kesejahteraan kepada para pelakunya. Karena itu, kebudayaan Betawi perlu ditempatkan bukan sekadar sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai modal sosial, intelektual, dan ekonomi yang terus direproduksi, dikembangkan, serta diwariskan lintas generasi.

Dari Lembaga Adat Menuju Institusi Peradaban

Pada titik inilah kita dapat membayangkan LAKB secara lebih jauh. LAKB tidak cukup hanya menjadi lembaga yang memiliki legalitas. Ia harus berkembang menjadi institusi yang mempunyai legitimasi sosial, otoritas moral, kapasitas intelektual, daya tawar politik, dan kemampuan ekonomi-kultural.

Keputusan Gubernur merupakan pintu masuk. Tetapi pintu masuk bukanlah tujuan akhir. Karena itu, kekuatan LAKB jangan hanya bertumpu pada sosok Fauzi Bowo sebagai ketua, betapapun besar pengalaman dan reputasinya. Demikian pula jangan hanya bertumpu pada jajaran pengurus. Sebuah lembaga adat yang ingin bertahan lintas generasi harus mempunyai sistem, tradisi intelektual, mekanisme kaderisasi, basis data, tata kelola yang transparan, dan partisipasi masyarakat yang luas.

Fauzi Bowo dan jajaran pengurus LAKB mempunyai kesempatan historis untuk meletakkan founding architecture bagi lembaga adat Betawi. Mereka bukan sekadar mengisi struktur organisasi, tetapi berpotensi menentukan wajah kelembagaan adat Betawi untuk beberapa dekade mendatang.

Karena itu, LAKB perlu menghindari jebakan yang sering dialami organisasi: ketika energi lebih banyak terkuras untuk memperebutkan posisi daripada merumuskan solusi; ketika struktur lebih cepat dibentuk daripada program; dan ketika kepentingan elite organisasi lebih dominan daripada kepentingan masyarakat yang direpresentasikannya.

Bukan Sekadar Imajinasi

Membayangkan LAKB menjadi lembaga adat yang kuat bukanlah sebuah ilusi. Imajinasi kelembagaan diperlukan justru karena setiap institusi besar selalu bermula dari gagasan tentang sesuatu yang belum sepenuhnya terwujud. Akan tetapi, imajinasi baru mempunyai arti apabila diterjemahkan menjadi agenda yang terukur. Legalitas harus ditransformasikan menjadi legitimasi. Legitimasi harus dikonversi menjadi kepercayaan. Kepercayaan harus diwujudkan dalam program. Dan program harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Dengan kerangka tersebut, LAKB dapat membangun tiga jenis kekuatan sekaligus: kekuatan legal-formal, kekuatan sosial-adat, dan kekuatan politik-representatif. Ketiganya harus berjalan secara simultan dan saling menguatkan.

Kekuatan legal tanpa legitimasi sosial akan melahirkan birokrasi. Kekuatan adat tanpa kemampuan beradaptasi akan melahirkan eksklusivisme. Sementara kekuatan politik tanpa orientasi kemaslahatan berpotensi berubah menjadi sekadar instrumen perebutan pengaruh. Karena itu, tantangan terbesar LAKB bukanlah bagaimana menjadi lembaga yang paling kuat, melainkan bagaimana menjadi lembaga yang paling dipercaya dan paling bermanfaat bagi masyarakat Betawi.

Pada akhirnya, keberhasilan LAKB tidak akan diukur dari banyaknya rapat, panjangnya struktur organisasi, atau banyaknya rekomendasi yang dikeluarkan. Ia akan dikenang ketika masyarakat Betawi memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, kesempatan ekonomi yang lebih luas, kebudayaannya terlindungi, para pelakunya dihargai, dan suaranya diperhitungkan dalam pembangunan Jakarta.

Di situlah imajinasi LAKB harus menemukan bentuknya. Bukan sekadar menjadi lembaga adat yang memiliki legalitas, tetapi menjadi rumah kebudayaan, pusat representasi, ruang musyawarah, dan instrumen perjuangan masyarakat Betawi.  Jika itu dapat diwujudkan, maka pengukuhan LAKB pada 28 Agustus 2026 tidak hanya akan tercatat sebagai sebuah keputusan administratif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

LAKB dapat menjadi penanda awal dari sebuah babak baru dalam sejarah masyarakat Betawi: dari sekadar mempertahankan identitas menuju membangun kekuatan kebudayaan; dari fragmentasi menuju orkestrasi; dan dari sekadar menjadi objek kebijakan menuju subjek yang ikut menentukan masa depan Jakarta. (Selesai)

Tags: jayakartanews
Share196Tweet123
Redaksi

Redaksi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

Kasus Penembakan dan Pembacokan di Cengkareng Terungkap, Satu Tersangka Menyerahkan Diri

November 2, 2026
Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

November 1, 2026
Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

November 1, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version