• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Hari-hari “Menggempur” Rendra

Hari-hari “Menggempur” Rendra

December 27, 2021
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya Drama & Teater

Hari-hari “Menggempur” Rendra

by admin
December 27, 2021
in Drama & Teater, Feature, Profil
0
Hari-hari “Menggempur” Rendra

Azwar AN (kanan) dan Tertib Soeratmo. Keduanya pernah sama-sama jebolan Bengkel Teater. (foto: tok teater alam)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Azwar AN, Manusia Teater (3)

___

Tokoh teater Indonesia, Azwar AN wafat Senin dinihari (27/12/2021) pukul 01.40 di kediamannya, Wirokerten, Yogyakarta. Untuk mengenang sosok Azwar AN, Jayakarta News menurunkan serial tulisan autobiografi Azwar AN yang dikutip dari Buku Trilogi Teater Alam (Penyunting: Roso Daras, Prof Yudiaryani, Bambang JP – 2018).

___

JAYAKARTA NEWS – Inilah bagian yang bolehlah aku sebut sebagai tonggak. Tonggak hidup yang kebetulan bersamaan dengan kepulangan WS Rendra dari Amerika Serikat.

Saya ingat, tahunnya 1967. Aku mendengar, dia dramawan hebat. Sepulang dari Amerika Serikat, tentu membawa ilmu baru tentang teater modern. Singkatnya, saat itu aku melihat, Rendra adalah “dewa teater” Indonesia. Tokoh yang lain, bukan saja tidak ada inovasi, tetapi kurang gereget. Sedangkan aku, sangat geregetan untuk mendapatkan ilmu teater modern terbaru dari Paman Sam.

Aku datangi Rendra. Aku ajak dia bermain teater. Tapi dingin. Lebih dingin dari es kurasa. Baiklah, aku alihkan saja pembicaraan dengan hal-hal lain. Ia menanggapi, tetapi tidak terlalu antusias.

Esok harinya, aku datangi lagi. Rendra tetap diam.

Lusa aku datangi lagi, Rendra bergeming.

Hari setelah lusa aku pun datang lagi, Rendra tak beringsut.

Aku makin penasaran. Buatku, ini hanya soal waktu. Ya, soal waktu, kapan Rendra mau buka mulut. Kapan Rendra mau ngomong teater.

Sementara menunggu, aku telan alasan gosip yang mengatakan, sekembali dari Amerika, Rendra dilarang berteater oleh Sunarti, istrinya. Jika itu alasannya, ah… ini benar-benar soal waktu. Sebab, belum tentu Mbak Narti melarang. Siapa tahu Rendra yang menjanjikan tidak akan berteater lagi sekembali dari Amerika.

Sementara menunggu, aku telan juga rencana cengeng Rendra yang mengatakan hendak beralih dari teater ke melukis. Kali lain, mau menulis dongeng. Aku bahkan tidak menganggap penting ketika Rendra mulai melukis atau menulis. Sesekali bahkan aku ledek dan aku cela. Pendeknya, aku runtuhkan keputusan berhenti berteaternya.

Hampir tidak ada satu hari pun yang aku tidak datang ke rumah Rendra. Tiap hari. Aku bahkan tidak peduli kalau Rendra kesal atau bosan, muak sekalipun. Sepanjang hari-hari mengunjungi Rendra, aku “serang” terus keputusan dia. Aku “gempur” terus pertahanan dia.

Sesekali dengan serangan bernada memelas….

Sesekali menyerang dengan memohon….

Kali lain menyerang dengan mencela. Pokoknya semua jurus aku pakai. Percuma jadi orang pendek, pikirku……

Klimaks penantian pun tiba. Bodohnya, aku tidak mencatat hari, tanggal, bahkan jam, menit, dan detiknya. Tidak aku catat kata demi kata, saat untuk pertama kalinya sejak pulang dari Amerika, Rendra berbicara soal teater!

Hatiku bungah bukan kepalang. Antara percaya dan tidak. Ini soal memenangkan perang bung! Perang melawan keputusan seorang Rendra yang hendak beralih menjadi pelukis, melawan tekad kuat untuk mengurungkan keputusan itu. Bukan hanya mengurungkan, tetapi agar mau kembali berteater.

Inilah titik penting, di mana Rendra mau berteater. Antusias aku menanggapi omongannya (soal teater). Aku sudah siap menerima ilmu. Siap disuruh mengerjakan apa saja, sepanjang itu akan menambah pengetahuanku tentang teater paling mutakhir.

Ngglethek… orang Yogya bilang…. Ia hanya mengeluarkan semua piringan hitam yang ia bawa dari Amerika. Semua musik klasik dari para composer dunia. Sebut sajalah siapa yang ada di benak Anda, aku pastikan ada. Johan Sebastian Bach? Ada. Ludwig van Bethoven? Apalagi itu. Wolfgang Amadeus Mozart? Ada. Haydn, Bhrams, Schumann, Wagner…. Ada semua!

Lantas? Ia putar piringan hitam-piringan hitam itu. Pelan ia berkata, “Dengarkan dan hayati setiap alunan nada. Resapi. Masukkan ke pikiranmu.”

Itulah yang ia sebut sebagai metode berlatif teater secara modern. Secara lebih berkualitas. Esensinya, memberi tafsir atas berbagai macam imajinasi. “Coba, ikuti musik itu dengan gerakan,” kata Rendra.

Aku bingung. “Gerak! Iya…. Gerak! Gerakkan tubuhmu, tanganmu, kakimu, kepalamu…. Gerak! Ikuti musik itu,” kata Rendra.

Azwar AN dan Rendra, awal-awal pembentukan Bengkel Teater. (dok Teater Alam)

Mulailah aku bergerak. Awalnya aku pejamkan mata. Dengan mendisfungsikan salah satu indra, maka indra yang lain akan lebih tajam. Dengan mematikan fungsi melihat, aku harap fungsi pendengar lebih peka. Ditambah, tanpa melihat objek apa pun di sekitar, jadi lebih mudah fokus dan konsentrasi.

Di luar dugaan, Rendra senang dengan gerakanku. Kelak kami menyebutnya gerak indah. Makin suka dia dengan gerakanku, makin banyak ia menjejalkan alunan-alunan musik ke telingaku. Makin semangat dia memintaku mengeksplorasi gerakan.

Sesekali, aku seling dengan bercanda. Aku lakukan gerakan-gerakan lucu. Rendra tertawa terpingkal-pingkal. Bukan sekali-dua ia meminta aku mengulang gerakan-gerakan yang mengilik-ilik saraf tawanya.

Itulah keseluruhan proses awal lahirnya Bengkel Teater. Ya, kami berdua, aku dan Rendra mencapai kesepakatan mendirikan teater. Namanya Bengkel Teater. Filosofi nya ya seperti bengkel, untuk me-repair, mereparasi. Bedanya, yang hendak kami perbaiki adalah mental, jiwa, sense of creativity, kepribadian, yang bermuara menjadi manusia yang lebih berguna.

Di awal berdirinya, Bengkel Teater beranggotakan orang-orang yang sebelumnya sudah berteater. Jadi kebesaran Bengkel Teater dapat dikatakan tidak luput dari peran anggotanya yang sudah matang berteater di Yogyakarta. Hanya ada beberapa nama kala itu yang benar-benar bukan dari teater, melainkan dari SMKI dan SMSR, yakni Adhi Kurdhi, Tertib Suratmo, dan Untung Basuki.

Itu pun harus mengikuti proses magang latihan di Bengkel Teater kurang lebih enam bulan. Selama enam bulan, didiamkan saja sama Rendra. Hebatnya, meski enam bulan tidak disapa, mereka tidak pernah absen melihat latihan Bengkel Teater. Hal tersebut juga sebagai ujian kesetiaan dan mental orang-orang yang akan bergabung dengan Bengkel Teater.

Setelah sekian lama berproses, pentas pertama Bengkel Teater terjadi tahun 1968 lewat pementasan “Teater Mini Kata” Bip Bop. Peristiwa ini kemudian menuai banyak tanggapan, pro dan kontra. Ada yang bilang Rendra lebih pantas menjadi penghuni bangsal rehabilitasi rumah sakit jiwa.

Menarik pula komentar Fuad Hasan (yang kelak menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) di  Kompas, Juni 1968: “Rendra ingin mendramatisasikan penghayatan konflik pada manusia di abad modern ini tanpa elaborasi intelektual yang sadar; ia telah berhasil mengonstantir konflik yang khas dalam abad modern ini yaitu individuasi versus massifi kasi, atau lebih mendesak lagi humanisasi versus dehumanisasi.”

Bengkel Teater lalu mementaskan Menunggu Godot yang juga baru pertama kalinya dipentaskan di Indonesia. Naskah karya Samuel Beckett itu diterjemahan Bakdi Soemanto lalu disunting oleh Rendra. Dalam proses ini pula Rendra mengajarkan metode membaca naskah (reading) yang berbeda dengan tradisi sebelumnya.

Semua aktor sebelum membaca naskah diminta membaca karya-karya sastra, baik puisi, cerpen, novel, untuk memperhalus irama, intonasi, dan rasa yang datang dari jiwa dalam metode yang diistilahkan sebagai “cara membaca” naskah drama. Ketika proses membaca dianggap belum selesai, janggan harap akan ada pementasan. Itulah mengapa pertunjukan Bengkel Teater selalu ditunggu-tunggu, antara lain karena proses yang sangat lama. Demikian seterusnya hingga pementasan-pementasan Oidipus Rex, Hamlet, Machbet, Qasidah al Barzanji, Modom-Modom, Menunggu Godot, dan Dunia Azwar.

Di paruh era 1970-an, setelah mendapat komentar dari Asrul Sani yang melihat pementasan Machbet dari Bengkel Teater yang hanya berkostum kain sarung sebagai pentas urakan, Rendra kemudian membuat pertemuan seniman se-Jawa di Parangtritis dengan menamakan acara tersebut “Pesta Kaum Urakan”, pada tahun 1971. Sebuah gerakan yang dianggap menyimpang saat itu, mengingat Yogyakarta selama ini dikenal sebagai zona kultural dan memiliki sopan santun tinggi, ternyata ada kelompok anak muda yang menyebut dirinya “kaum urakan”.

Dalam perkemahan itu selain melakukan pelatihan teater, kaum urakan melakukan interaksi dengan penduduk setempat. Sesungguhnya dari sini bisa dibaca, proses kreatif dalam teater tak hanya berujung pada sebuah pentas pertunjukan belaka, namun juga dalam kehidupan sehari-hari dengan masyarakat.

Satu hal dasar berteater yang diajarkan Bengkel adalah “Mini Kata”. Dalam permainan ini, sang aktor diuji bisa atau tidak berakting tanpa kata-kata sebagai dialog, namun puisi. Latihan kekompakan sebuah tim juga diajarkan melalui metode ini, yakni koor. Dengan koor kebersamaan dan kekompakan setiap aktor diuji.

Sesungguhnya “Mini Kata” adalah metode latihan teater, namun kemudian oleh Rendra dipanggungkan sebagai sebuah pertunjukan. Akhir tahun 1971, aku pamit dari Bengkel Teater setelah pementasan Dunia Azwar. Dua minggu kemudian saya mendirikan Teater Alam, tepatnya pada 4 Januari 1972.

Alasanku keluar dari Bengkel Teater dan mendirikan Teater Alam ialah di Yogyakarta terkesan hanya ada satu kelompok teater, yakni Bengkel Teater. Kelompok-kelompok yang sudah ada sebelumnya bubar dan anggota-anggotanya bergabung di Bengkel Teater. Itu kuanggap peristiwa yang tidak sehat dalam dunia teater. Untuk jangka panjang, tidak akan menguntungkan dunia perteateran di Yogyakarta. ***

Tags: azwar anazwar an meninggalazwar an wafatjayakartanewsteater alamteater alam yogyakarta
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version