YPRJ Bersama Polsek Duren Sawit Gelar Vaksinasi Bagi Siswa Perguruan Rakyat

 YPRJ Bersama Polsek Duren Sawit Gelar Vaksinasi Bagi Siswa Perguruan Rakyat

Nuniek Siti Rochmani, Ketua I YPRJ bersama Rudy Suyono, Ketua Dewan Pembina YPRJ (duduk) dan Aiptu Sucahyono, Kasi Humas Polsek Duren Sawit (tengah duduk). (foto: Caka Raprap)

JAYAKARTA NEWS – Hari Jumat (20/8) pagi lalu, komplek Perguruan Rakyat (PR) Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur terlihat cukup ramai. Tampak siswa-siswi SMP dan SMA Perguruan Rakyat 3 Pondok Bambu didampingi orang tua mereka, antre di meja pendaftaran untuk mendapat suntikan vaksin jenis Sinovac.

Namun untuk bisa masuk antrean, harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yaitu memakai masker, cuci tangan di wastafel yang tersedia serta tetap menjaga jarak.

“Kegiatan ini merupakan kerjasama yang baik antara Yayasan Perguruan Rakyat Jakarta (YPRJ-pen) dengan pihak Polsek Duren Sawit,” jelas Nuniek Siti Rochmani, Ketua I Yayasan Perguruan Rakyat Jakarta (YPRJ) saat ditemui di sela-sela kegiatan vaksinasi tersebut.

Iptu Maskur, anggota polsek Duren Sawit membantu kegiatan vaksin di komplek PR Pondok Kelapa. (foto: Berra Batubara)

Polsek, lanjut Nuniek, menyediakan vaksin pertama dan vaksin kedua, sedangkan YPRJ selaku pengelola pendidikan di Perguruan Rakyat, menyediakan empat dari lima komplek PR yang ada, yaitu di Pondok Kelapa dan Pondok Bambun, Jakarta Timur, serta di Srengseng dan Kampung Melayu, Jakarta Selatan. Komplek PR Utan Kayu, Jakarta Timur saja yang tidak digunakan karena hanya ada sekolah dasar (SD).

“Covid 19 itu ada dan jahat. Karena itu, apa yang kami lakukan bersama saat ini merupakan upaya memutus mata rantai penyebarannya,” ujar Nuniek lagi seraya menjelaskan bawah pemberian vaksin di Pondok Bambu saat itu merupakan vaksinasi kedua. Sedangkan vaksinasi pertama sudah dilakukan 16 Juli lalu.

Nuniek juga menambahkan bahwa YPRJ mewajibkan semua siswa berusia 12 hingga 17 tahun yang bersekolah di Perguruan Rakyat wajib divaksin. Sebab YPRJ sangat perduli dengan kesehatan, bahkan bukan hanya kesehatan peserta didik saja, tapi juga kesehatan lingkungan.

Kiri: Proses pemeriksaan dokumen. Kanan: Nuniek Siti Rochmani usai memantau kegiatan vaksinasi. (foto: Berra Batubara dan Caka Raprap)

Rudy Suyono, Ketua Dewan Pembina YPRJ yang duduk disamping Nuniek, mengamini semua yang dikatakan Nuniek, seraya menghimbau kepada masyarakat, khususnya siswa-siswi Perguruan Rakyat agar tidak kendor dalam menerapkan prokes setiap saat. “Kita belum bisa tatap muka kegiatan belajar mengajar (KBM-pen), karena begini (corona-pen)” ujar Rudy singkat.

Sementara itu, Aiptu Sucahyo, kepala seksi (Kasie) Humas Polsek Duren Sawit yang turut hadir saat itu mewakili Kapolsek Duren Sawit, Kompol Rensa Sastika Aktadivia, menyatakan bahwa untuk percepatan dan pemenuhan target vaksin,  semua jajaran dikerahkan untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi massal demi mempercepat terciptanya herd immunity atau kekebalan  kelompok di tengah masyarakat.

“Hari ini (20/8-pen), disediakan 230 vial vaksin. Tinggal Perguruan Rakyat bisa hadirkan seluruh siswanya,” ujar pria yang biasa dipanggil Cahyo. Seorang panitia vaksin komplek Pondok Bambu yang dihubungi penulis menyatakan pada saat itu ada 181 siswa yang sudah menerima vaksin kedua. (Caka Raprap)

Para siswa menunggu giliran pemeriksaan dokumen sebelum vaksinasi. (foto: Caka Raprap)
Alicia Batubara, siswi SMA PR 3 saat divaksin. (foto: Caka Raprap)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *