• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Whoosh… Cepat, Tapi Belum Dekat

Whoosh… Cepat, Tapi Belum Dekat

October 21, 2025
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

October 10, 2026
Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

October 10, 2026
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

October 10, 2026
Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

October 10, 2026
Rupa Buku Rupa Kata

Rupa Buku Rupa Kata

October 10, 2026
Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

Tokoh Masyarakat Kotamobagu Temui Kolonel Edward Sitorus, Bintang TNI di Medsos

October 10, 2026
Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek, Rekomendasi DTKJ dan Peningkatan Pelayanan

October 10, 2026
BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

October 10, 2026
Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

October 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 11, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Whoosh… Cepat, Tapi Belum Dekat

by admin
October 21, 2025
in Kolom
0
Whoosh… Cepat, Tapi Belum Dekat
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhamad Akbar, Pemerhati Transportasi

Kereta cepat Jakarta–Bandung,  Whoosh, menandai babak baru dalam sejarah transportasi Indonesia. Lintasan 142 kilometer itu memangkas waktu tempuh menjadi 45 menit, dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam. Sebuah lompatan teknologi yang patut dibanggakan.

Namun, di balik prestise nasional itu, terselip pertanyaan mendasar: bisakah kecepatan tinggi ini berujung pada sesuatu yang lebih penting—keberlanjutan? Tak sekadar soal ketangguhan teknologi, melainkan juga manfaat ekonomi dan jangkauan sosialnya bagi masyarakat. Sebab, infrastruktur kelas dunia hanya bermakna bila benar-benar terhubung dengan kebutuhan riil warganya.

Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, sejak awal kehadiran Whoosh lebih mencerminkan ambisi simbolik ketimbang kebutuhan mobilitas yang mendesak. Ia muncul bukan karena adanya krisis transportasi Jakarta-Bandung, melainkan dari dorongan untuk membuktikan bahwa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa maju pemilik kereta cepat. Pencapaian teknologinya memang patut diapresiasi. Namun tanpa pemahaman utuh tentang kebiasaan bepergian masyarakat, kecepatan fantastis itu justru berpotensi sia-sia. Konsekuensinya, pertumbuhan penumpangnya pun berjalan lambat—sebuah ironi yang justru bertolak belakang dengan semangat akselerasi yang diusung. Lantas, ke mana perginya para calon penumpang yang tidak tertarik ini?

Cepat Tapi Tak Praktis

Nyatanya, Whoosh hadir dengan segmentasi yang jelas: bukan untuk semua kalangan. Tarif premium dan lokasi stasiun yang jauh dari pusat kota—ditambah integrasi antarmoda yang masih terbatas—membuatnya lebih cocok untuk segmen tertentu. Tak heran bila para pelaju harian tetap setia pada travel/shuttle atau bus antarkota. Alasannya sederhana: selain lebih terjangkau, pilihan moda tersebut menawarkan fleksibilitas jadwal dan layanan door-to-door yang memberikan kepraktisan yang sulit tergantikan.

Di sisi lain, pengguna mobil pribadi juga belum banyak beralih. Daya tarik utama tetap pada kebebasan mobilitasnya: bisa berangkat sesuka waktu, mampir di mana saja, serta membawa barang tanpa batasan. Tawaran 45 menit di atas rel pun terasa kurang menggiurkan ketika dihadapkan pada tarif tinggi, waktu tunggu, dan kerepotan akses menuju stasiun. Yang ironis, kecepatan tinggi Whoosh itu pun kehilangan makna ketika perjalanan dihitung dari rumah hingga tujuan akhir—total perjalanan justru kerap tak jauh beda dengan berkendara pribadi.

Bukan APBN, Tapi Tetap Publik

Fakta di lapangan menunjukkan jumlah penumpang Whoosh masih jauh dari target. Kerugian operasional pun tak terelakkan. Menteri Keuangan memang bersikukuh bahwa beban ini bukan tanggungan APBN, melainkan sepenuhnya berada di pundak korporasi. Namun realitanya lebih kompleks. Sebagai konsorsium yang didominasi BUMN, kerugian Whoosh pada akhirnya berpotensi berdampak tidak langsung pada publik. Misalnya mulai dari tertundanya proyek strategis lain yang lebih mendesak, hingga permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menutupi defisit.

Dampaknya bisa merambat ke berbagai sisi. Kualitas layanan berisiko stagnan, investasi baru terhambat, dan kepercayaan publik semakin terkikis. Dengan kata lain, meskipun negara berusaha menjaga jarak, gelombang efek finansial Whoosh pada akhirnya tetap akan sampai ke masyarakat—secara langsung maupun tidak.

Saat Whoosh Menjawab dengan Mutu

Meski dibayangi persoalan keekonomian, sisi lain Whoosh justru mencatatkan prestasi. Di balik berbagai sorotan kritis, mutu layanan Whoosh justru patut diacungi jempol. Kenyamanan kabin yang senyap, desain kursi yang ergonomis, hingga ketepatan jadwal menjadi penanda baru standar transportasi darat Indonesia. Tak kalah penting, kesigapan awak dan keandalan operasionalnya membuktikan kemampuan negeri ini dalam mengelola teknologi mutakhir setara kelas dunia.

Dalam persepsi publik, Whoosh telah melampaui wujudnya sebagai sekadar kereta cepat. Ia menjelma menjadi simbol harapan bagi layanan publik yang lebih berkualitas. Citra positif inilah yang justru menjadi aset berharga di tengah tekanan finansial—sebuah modal sosial yang dapat dipertahankan, sambil menunggu aspek komersialnya sepenuhnya membaik.

Menjadikan Whoosh Lebih dari Sekadar Transportasi

Meski dibayangi tantangan finansial, Whoosh belum kehilangan harapan. Kunci utamanya terletak pada kemampuan pemerintah dan operator dalam merancang strategi jangka panjang yang adaptif. Bukan sekadar mengejar break-even point, melainkan menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Caranya: memperluas basis pengguna, menguatkan konektivitas antarmoda, serta mengoptimalkan potensi ekonomi di sekitar jalur dan kawasan stasiun. Dengan strategi tepat, Whoosh bisa menjadi lokomotif baru bagi pertumbuhan kawasan.

Untuk mewujudkan strategi tersebut, langkah pertama dan paling krusial adalah membenahi mata rantai yang selama ini terputus: konektivitas. Lokasi Halim dan Tegalluar memang bukan di jantung kota, namun itu seharusnya bukan masalah bila tersedia angkutan pengumpan yang nyaman, andal, dan terintegrasi. LRT di Halim memang sudah beroperasi, tapi integrasinya masih jauh dari ideal. Waktu tunggu belum sinkron, informasi terbatas, dan proses berpindah moda masih terasa rumit bagi penumpang.

Jalur Jakarta–Bandung bukan sekadar koridor bisnis, tapi juga kawasan wisata yang terus berkembang. Inisiatif paket terpadu semacam “Whoosh + Glamping Lembang” atau “Whoosh + Heritage Trip Asia-Afrika” dapat menjadi magnet bagi segmen wisatawan urban yang mendambakan perjalanan singkat tanpa repot. Kelebihan utama Whoosh di sini jelas: mobilitas tinggi yang memampatkan waktu perjalanan tanpa mengorbankan kenyamanan.

Peluang serupa terbuka lebar di segmen korporasi. Kawasan Tegalluar bisa dikembangkan menjadi pusat konferensi terpadu. Rapat, pelatihan, hingga gathering perusahaan dapat dilakukan di Bandung tanpa perlu menempuh perjalanan jauh. Konsep “meeting out of town” ini menarik bagi perusahaan yang mengejar efisiensi sekaligus suasana kerja yang lebih segar dan inspiratif.

Jangan Biarkan Whoosh Jadi Barang Pajangan

Kritik terhadap Whoosh bukanlah bentuk penolakan, melainkan pengingat bahwa ada hal yang perlu dibenahi. Proyek ini tetap menyimpan masa depan cerah—asal tidak dibiarkan menjadi moda transportasi eksklusif yang cuma dinikmati segelintir kalangan atau sekadar jadi pengalaman sekali coba. Masa depan Whoosh pada akhirnya ditentukan oleh kemampuannya melayani kebutuhan riil para pelaju harian yang mengutamakan keandalan, kecepatan, dan keterjangkauan.

Tanpa langkah korektif yang berarti, Whoosh berisiko terjebak dalam statusnya sebagai sekadar monumen teknologi. Padahal, cita-cita besarnya justru terletak pada potensinya sebagai katalisator transformasi logistik dan pariwisata di Pulau Jawa—terutama bila jalurnya kelak membentang hingga Surabaya dan didukung oleh integrasi sistem logistik nasional yang lebih solid.

Whoosh tak boleh berhenti sebagai simbol kemajuan yang hanya bisa dinikmati dari kejauhan. Ia harus bergerak melampaui status proyek prestisius, dan menjelma menjadi moda andalan yang hadir dalam denyut kehidupan masyarakat sehari-hari. Masa depan transportasi modern Indonesia bergantung pada keberanian untuk membenahi, mendekatkan, dan memanusiakan layanan publik—bukan sekadar membanggakan kecepatannya. Sebab bila tidak, Whoosh akan tinggal nama: cepat, canggih, tapi asing dari kebutuhan rakyat. (*)

Tags: kereta cepat whooshmasa depan kereta api cepat whooshWhoosh
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version