Webinar FFWI XII – Perubahan Trend Film Indonesia Pasca Covid Melandai

 Webinar FFWI XII – Perubahan Trend Film Indonesia Pasca Covid Melandai

JAYAKARTA NEWS – Webinar Festival Film Wartawan (FFWI) XII yang dihelat secara daring menghadirkan 4 narsum kyaitu Awi Suryadi (sutradara ‘KKN di desa Penari), Djonny Syafruddin (Ketum GPBSI, gabungan pengusaha bioskop) dan Wiwit Setya (Ketua Subkomisi Penyensoran LSF). Dipandu Susi Ivvaty dari Lesbumi dan eks wartawati Kompas, acara dibuka oleh Wina Armada Sukardi selaku Ketua Pelaksana FFWI.

Dikatakannya, secara sosiologis, masyarakat dibagi menjadi 2 jenis penonton yaitu agraris humoris dan yang masih suka mitos. “Bahkan, para akademisi dan orang-orang terdidik banyak yang masih suka mengunjungi makam-makam keramat,” ujar Wina Armada yang kritikus film ini.

Sambutan Direktur Perfilman, Musik dan Media (PMM) Kemdikbud Ristek, Ahmad Mahendra yang berhalangan hadir dibacakan oleh Ketua Kelompok Kerja Apresiasi dan Literasi FIlm Direktorat PMM Kemdikbud Ristek, Edi  Suwardi. “Kini, ada kegairahan kembalinya penonton ke bioskop dan menonton film, setelah Covid melandai,” ungkap Ahmad Mahendra.

Sutradara Awi Suryadi yang berasal dari Lampung diberi kesempatan pertama bicara karena harus segera syuting film horor lagi berjudul “Jurnal Risa”. “Saya enggak menduga orang ramai-ramai nonton KKN. Mungkin karena dua tahun tertahan atau libur Lebaran jadi momen tepat. Sampai di loket penonton antre. Dan ada yang menitipkan helm dan sandalnya di parkiran,” papat Awi tertawa.

Bagi Awi, meledaknya KKN disambut terkejut dan gembira. “Ini jadi angin segar untuk kembalinya penonton ke bioskop. Jujur, ketika saya pertama thread nya di Twitter, engagementnya kuat. Lalu saya tawarkan ide ini ke pak Manoj Punjabi, produser dari MD Puctures. Alhamdullilah, dia setuju difilmkan,” imbuh Awi yang mencatat KKN saat ini, 21 Mei 2022, sudah ditonton lebih dari 7 juta penonton. “Saya berobsesi akan membuat film horor untuk anak-anak,” timpalnya.

Di sesi lain, Djonny Syafruddin mengapresiasi kehadiran dan kedisiplinan Awi Suryadi. “Muda, dan orangnya sederhana. Saya mengusulkan agar nanti Panitia FFWI memberikan penghargaan buat Awi,” usul Djonny.

Terakhir, Wiwit Setya dari Lembaga Sensor Film (LSF) menambahkan, KKN disensor jauh sebelum merebaknya Covid. “Sebelum pandemi mengamuk, sekitar dua tahun silam,” kata Wiwit memungkasi webinar yang digelar dari, oleh dan untuk wartawan yang menarik ini. Tabik! (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.