• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Uang Negara Tidur di Bank: Saat Amanah Rakyat Harus Dibangunkan

Uang Negara Tidur di Bank: Saat Amanah Rakyat Harus Dibangunkan

admin by admin
October 20, 2025
in Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MJP Hutagaol ’86

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal Rp 285,6 triliun dana APBN yang disimpan di deposito bank komersial membuat banyak orang terhenyak.

Angka itu besar — dan lebih besar lagi maknanya. Sebab uang itu bukan milik pejabat, tapi milik rakyat.

Dana sebesar itu memberi bunga sekitar 4,5% per tahun atau Rp 12,85 triliun, tetapi bila dipakai untuk membeli kembali obligasi pemerintah yang berbunga 6,4%, negara bisa menghemat Rp 18,27 triliun.

Selisihnya sekitar Rp 5,4 triliun — jumlah yang dapat membiayai pangan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.

Sayangnya, di balik alasan “penyerapan anggaran lambat”, ada kebiasaan lama yang diam-diam berbahaya: uang publik dibiarkan tidur demi bunga deposito.

Inilah wajah gelap fiskal kita — uang rakyat yang tidak bekerja untuk rakyat.

Tulisan ini tidak untuk menghakimi, tapi menyadarkan.

Bahwa setiap rupiah dalam APBN adalah amanah Tuhan, bukan alat main sistem.

Negara bukan sekadar mengatur keuangan, tapi menata hati dan nurani bangsa.

Tahun 2026, pembayaran bunga dan pokok utang mencapai lebih dari Rp 1.300 triliun — hampir sepertiga dari total belanja negara.

Sementara pendidikan, kesehatan, dan pangan sering harus “mengalah”.

Kita pun jadi bangsa yang sibuk membayar bunga, tapi lupa menumbuhkan kehidupan.

Bangsa-bangsa besar tumbuh bukan karena kaya, tapi karena jujur mengelola yang dipercayakan.

Kita pun masih punya kesempatan: mengubah uang rakyat menjadi energi kasih, kerja nyata, dan harapan.

> “Korupsi tak selalu mencuri dengan tangan, kadang ia bersembunyi di kebijakan yang membiarkan uang rakyat tertidur.”

Mari bangunkan kembali uang negara yang tertidur — dengan hati, nurani, dan keberanian. (*)

Tags: menteri keuangan purbaya yudhi sadewauang negar tidur
Previous Post

Diskusi ‘Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan’ di Yogyakarta

Next Post

Presiden Prabowo Dorong Penegakan Hukum yang Adil dan Berpihak kepada Rakyat Kecil

admin

admin

Next Post
Presiden Prabowo Dorong Penegakan Hukum yang Adil dan Berpihak kepada Rakyat Kecil

Presiden Prabowo Dorong Penegakan Hukum yang Adil dan Berpihak kepada Rakyat Kecil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version