Kolom
Uang Benggol Jendela Peradaban
Gde Mahesa
Salah satu metode pengobatan tradisional warisan nenek moyang yang populer di negeri kita adalah “kerokan” menggunakan uang logam atau “benggol” (uang koin Hindia Belanda). Koin ini menjadi pilihan karena ukurannya yang besar dan tebal, serta bagian pinggirnya rata tidak bergerigi, sehingga tidak mudah melukai kulit saat dikerik. Konon kandungan tembaga yang ada pada koin benggol dipercaya bikin angin cepat keluar.
Uang koin kuno bagai jendela peradaban serta saksi bisu masa lalu yang mencerminkan sejarah, budaya, dan kepercayaan masyarakat di segala penjuru dunia.
Benggol ada juga yang menyebut “gobang” atau koin uang kuno yang berbentuk bulat dan ada yang di tengahnya berlubang merupakan uang tertua di Indonesia, yang berasal dari zaman kerajaan Majapahit yang kala itu disebut “gobog” (informasi akun Instagram resmi Museum Bank Indonesia).
Dalam penelusuran sumber lain, temuan para peneliti arkeologi menunjukkan, ada sejumlah mata uang yang berlaku pada masa Majapahit. Di antaranya, uang koin kepeng dan ma.
Mata uang koin kuno bukan hanya sekadar alat tukar, namun juga telah memainkan peran penting dalam kisah kehidupan manusia. Benggol, atau gobang selain menjadi incaran kolektor ternyata juga dipercaya mempunyai mitos dan aura mistis yang melekat kuat di setiap keping koinnya.
Benggol juga dipercaya mempunyai energi gaib, aura leluhur, hingga daya tarik spiritual. Memang diyakini tidak semua koin adalah uang, karena ada mata uang yang dianggap mempunyai nilai magis dan dipergunakan sebagai jimat atau syarat upacara untuk menggantikan sesuatu barang atau tindakan sesuai tujuan yang ditentukan.
Uang gobog merupakan contoh mata uang yang dipergunakan untuk benda upacara dalam kaitannya keselamatan, kesuburan, penciptaan dan ucapan syukur.
Alasan mengapa uang ini tidak banyak digunakan sebagai alat pembayaran namun justru digunakan dengan ritual karena mata uang ini tidak dibuat secara massal seperti halnya alat pembayaran. Sehingga pada masa kini telah menjadi primadona di kalangan pemburu koin kuno atau kolektor barang antik dan pecinta dunia spiritual.
Makna, fungsi uang benggol dalam dunia supranatural dan spiritual:
- Jimat Penglaris Dagangan: Dipercaya memiliki daya magis untuk menarik pelanggan. Biasanya diletakkan di laci uang, diikat di atas pintu warung, atau dijadikan kalung/liontin oleh pemilik usaha.
- Sarana Pengasihan (Pemelet): Melalui ritual khusus dipercaya dapat meningkatkan daya tarik penggunanya, sehingga orang lain menjadi segan, hormat, atau terpikat.
- Tolak Bala dan Perlindungan: Karena bahannya yang tembaga tebal dan sejarahnya yang tua, benggol dianggap mampu menangkal energi negatif, gangguan makhluk halus, atau santet.
- Penyembuhan Tradisional (Mistis): Dalam konteks kerokan, dipercaya bahwa koin kuno memiliki energi mempercepat pengeluaran angin jahat (masuk angin) dari tubuh.
- Media Ritual Pesugihan: Uang benggol yang sudah diisi “berisi” (telah diisi khodam atau ritual khusus) kadang digunakan dalam praktik pesugihan untuk memanggil kekayaan atau sebagai perantara, meskipun hal ini termasuk dalam mistis gelap.
Lain daripada itu, uang koin tersebut, juga digunakan sebagai pelengkap dalam persyaratan atau sesaji upacara budaya dan agama.
Sehingga sampai sekarang uang koin gobog atau benggol masih dipercaya sebagai jimat tolak bala yang dipasang di tiang utama atap rumah, atau ditanam di bawah soko guru rumah.
Bullll…. Bullll…. klepussss…..
