Connect with us

Kabar

The Launch of Collectible Book of Omah Tanah by Budi Pradono

Published

on

Budi Pradono, seorang arsitek dan seniman, meluncurkan salah satu buku terbarunya dengan tajuk OMAH TANAH dalam ajang Art Jakarta di awal Oktober ini. Buku dengan kemasan collectible book ini tidak hanya terdiri dari sebuah buku yang menceritakan beragam pemikiran dan idealisme dalam mewujudkan bangunan yang merespon potensi lingkungan sekitarnya. Di dalam kemasan yang eksklusif, Omah Tanah Collectible Book menghadirkan material tanah yang sekaligus menyibak cerita tentang perjalanan mewujudkan Omah Tanah di Pantai Loji, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Sebuah perhelatan di Art Jakarta menjadi The Launch of Collectible Book of Omah Tanah by Budi Pradono untuk pertama kalinya. Pada tanggal 4 Oktober 2025, The Collectible Book of Omah Tanah by Budi Pradono akan secara resmi diluncurkan dan bisa didapatkan secara langsung atau PO sesuai dengan ketentuan berlaku.

Dalam acara tersebut akan hadir kurator Bambang Asrini yang akan memberikan tanggapan dan berbincang sederhana dengan Budi Pradono. Tentu saja dengan moderator Theresia Purnomo yang juga lebih dikenal sebagai arsitek. Obrolan tentang Omah Tanah ini akan berkisar mengenai apa cerita dibalik buku uang dengan beragam proses di baliknya yang tidak hanya berkisar tentang arsitektur semata, tetapi juga melibatkan budaya dan seni di lokasi tanah tersebut.

Buku ini penting bagi para pemerhati desain, arsitektur, seni dan lintas disiplin sebagai karya yang mengupas sebuah idealisme dan niat besar untuk menikmati rumah tinggal di lokasi yang sangat eksotis. Sebuah inisiasi untuk menghadirkan keberlanjutan dari dalam hati yang kemudian diwujudkan dengan serius dan sepenuh jiwa. Besarnya usaha dan tenaga yang digunakan juga ternyata pantas dan terbayar dengan baik. Kehadiran material tanah dengan penerapan yang unik ini membawa arsitektur modern yang memayunginya memiliki pamor, daya tarik, dan juga cerita yang mendalam.

“Tanah menyatukan manusia dengan alam dan mentransmisi pesan sejak awal manusia mengenal tanah dalam peradaban tua, yang terkait dengan spiritualitas, budaya maupun seni sebagai material paling tua yang mana konsep pernaungan dalam arsitektur Timur sangat sesuai,” Jelas Budi Pradono.

Bila mengenang Eko Prawoto, seorang arsitek dan juga budayawan, menurutnya arsitek harus tahu diri. Menaruh sesuatu di tempat yang lebih tua tentunya seperlunya saja. Hal tersebut yang kemudian mendorong Budi Pradono untuk melebarkan tafsir tentang materi yang berkelanjutan dan membuka kemungkinan dalam gagasan.

Sebagai alternatif membeda dalam pengungkapan ekspresi Bambang Asrini, seorang kurator dan penulis menyatakan bahwa buku Omah Tanah adalah buku pengetahuan karya Budi Pradono yang mempresentasikan bukan hanya artefak arsitektural, tetapi sebuah ekspresi tentang hunian yang bersinergi dalam konteks psiko-geografis kebudayaan di Pantai Loji yang merupakan situs Geo Park Unesco.

Tentang Budi Pradono

Budi Pradono adalah seorang arsitek Indonesia yang telah begitu dikenal oleh dunia melalui karya dan kuliah yang diberikan. Dengan biro bernama Budi Pradono Architects di tahun 2005, dia mengembangkan biro arsitektur yang berdasar pada riset dan penelitian.

Filosofi desainnya sejak awal selalu berupaya untuk selaras dengan lingkungan sekitar meskipun karyanya berada di ranah modern contemporer. Namanya selalu dikenal melalui beragam keberanian dalam bentuk dan juga pemanfaatan material yang semakin memperkaya khasanah arsitektur di Indonesia.

(http://budipradono.com, IG @studio_bpa, @budi.pradono_real)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement