Connect with us

Drama & Teater

Pasukan Koor “Dialog Antigone” yang Krusial

Published

on

Pengantar Redaksi
Koor pada dialog teater pangung, sejatinya memiliki banyak fungsi. Dalam teater Yunani kuno, misalnya, koor memiliki fungsi utama sebagai komentator dan narator, yang memberikan konteks cerita, menjelaskan peristiwa, mengungkapkan tema, menyuarakan perspektif moral dan masyarakat, serta menciptakan suasana emosional untuk penonton, seperti yang terlihat dalam drama “Oidipus Rex”. Nah, dalam repertoar teater intermedial “Dialog Antigone di Auditorium WS Rendra, ISI Yogyakarta, 21 – 22 September 2025 lalu, posisi “pasukan” koor juga tak kalah krusial. Para pelalu koor kemudian memberikan testimoninya di bawah ini.

***

Jenil Kase (Koor, Eteocle, Penari) Ketua HMJ Teater

Viva Teater. .. Bravoo✨Perkenalkan, nama saya Jenil Kase, biasa disapa Koko. Saya ingin berbagi sedikit mengenai impresi saya ketika ikut berpartisipasi dalam pementasan “Dialog Antigone” yang dibawakan oleh kelompok Teater LTP Mas.

Awalnya, ketika diajak menjadi aktor sekitar bulan Februari 2025 saya sangat tertarik dan mulai mengikuti proses ini. Penggarapan adegan oleh Sutradara Prof Yudiaryani mengajarkan banyak hal dan memberikan pengalaman baru.

Di pementasan ini saya berperan sebagai koor bersama teman-teman lainnya. Awalnya saya mengira peran koor hanya sekadar pembantu jalannya adegan, tetapi sebenarnya tidak.

Di sini saya menyadari bahwa ternyata tidak ada peran besar atau peran kecil. Semua tokoh sangat berpengaruh dalam jalannya adegan.

Jenil Kase yang akrab disapa Koko. (foto: Bambang Wartoyo)

Sebagai Koor, penciptaan karakter pun berkembang dan dirancang dengan detail mulai dari pembuka adegan, penyampaian gagasan, koreo ketubuhan, hingga tarian. Karakter koor ditempatkan sebagai benang merah antara peristiwa dalam naskah dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi semakin menarik untuk dieksplorasi dengan berbagai bentuk tawaran karakter dan isu apa yang akan dihadirkan ke penonton.

Latihan rutin dan pengarahan sutradara menjadikan karakter koor juga begitu kuat dalam pengadeganan. Saya merasa kagum dengan naskah “Dialog Antigone” karena peristiwa yang tidak hanya dingin dan mencekam, tetapi juga memilukan hati yang menceritakan konflik antara hukum manusia dan hukum Illahi yang diwujudkan dalam pertarungan antara Antigone, yang berpegang pada kewajiban dan keluarga, dengan Raja Creon, yang mengedepankan hukum negara dan kekuasaannya.

Antigone memilih untuk menguburkan saudaranya yang dianggap pengkhianat, meskipun Creon melarangnya, yang berujung pada hukuman mati Antigone. Kejadian itu diikuti aksi bunuh diri putra Creon yang bernama Haemon. Ia bunuh diri karen cinta mati kepada Antigone.

Peristiwa itu menyebabkan kehancuran bagi Creon. Ketidakfleksibelan Creon dalam mempertahankan kekuasaannya dan menolak mengakui kesalahannya sendiri mengakibatkan malapetaka yang merusak dirinya dan keluarganya.

Melalui pengemasannya, cerita ini juga sangat relevan untuk menjadi cerminan bagi ruang publik masa kini.

Tim “Koor” Dialog Antigone pada sesi latihan. (foto: Bambang Wartoyo)

Lingkungan dan ruang latihan LTP Mas dalam persiapan pementasan “Dialog Antigone” begitu menyenangkan dan supportif, baik sesama aktor maupun divisi-divisi lain. Apresiasi, evaluasi, kritik dan saran yang membangun selalu terjadi sehingga menjadi bagian refleksi yang efektif bagi perkembangan para aktor dan semua lini pengkaryaan maupun kepriduksian.

Dari persiapan, latihan, hingga pementasan dikoordinasi dengan baik sehingga meminimalisir terjadinya miss komunikasi.

Saya berharap LTP Mas tetap selalu menghadirkan ruang-ruang berkesenian khususnya teater sehingga nilai baik yang telah didapatkan bisa terus berdampak ke banyak orang. Sekian dan terimakasih,

Sekar, Bibi (Koor dan Penyanyi)

Proses teater ini memberi saya ruang untuk belajar, mencoba, dan tumbuh bersama teman-teman yang lain. Interaksi selama proses berlatih hingga pentas, sangat memperkaya khasanah hidup maupun khasanah berkeseian saya.

Ada perasaan senang sekaligus menantang. Karenanya, saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. Proses Dialog Antigone ini mengajarkan saya banyak hal tentang bagaimana berproses dengan baik dan disiplin yang sangat bagus. (*)

Continue Reading
Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Yesty

    October 6, 2025 at 3:39 am

    Bravo, ISI Jogjakarta!

    I’m delighted to hear such wonderful news that recognizes and rewards students’ hard work. This serves as a powerful motivator, instilling in them a sense of their worth and potential. I do not doubt that this achievement will pave the way for them to pursue their grand dreams with renewed determination.

    Wishing ISI Jogjakarta, and its Theater faculty in particular, continued success and unwavering prosperity.

    Regards,
    YIK

  2. Yesty

    October 6, 2025 at 3:41 am

    Wow, ISI Jogjakarta, you’re doing fantastic!

    I’m so thrilled to hear such great news that celebrates and rewards students’ hard work. It’s a real motivator, boosting their confidence and showing them how much they’re capable of. I have no doubt that this achievement will help them chase their dreams with even more determination.

    Wishing ISI Jogjakarta, and especially its Theater faculty, continued success and prosperity!

    Regards,
    YIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement