Kesuksesan Indonesia Gelar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 Jadi Pembicaraan di Kongres IWUF ke-16

JAYAKARTA NEWS— Kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di Bumi Serpong Damai (BSD), Banten menjadi pembicaraan pada Kongres Federasi Wushu Internasional (IWUF) ke-16 di Fort Worth, Texas, AS, Kamis (16/11/2023) malam. Pasalnya, event bergengsi tersebut digelar pertama secara langsung setelah pandemi Covid 19 melanda dunia.

Hal itu disampaikan Presiden IWUF Gou Zhongwen dalam pidatonya ýang dibacakan Wakil Presiden IWUF Mr. Fok Chun Wan. Kehadiran Kejuaraan Wushu Junior Dunia secara offline pertama pasca pandemi itu dianggap spesial karena hadirnya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada acara pembukaan.

Tidak hanya itu, Gou Zhongwen menyebut antusiasme dan semangat para atlet muda yang hadir itu membuatnya semakin yakin bahwa wushu pasti akan berkembang pesat di seluruh dunia, dengan popularitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“PB WI pimpinan Pak Airlangga Hartarto merasa terhomat atas penghargaan IWUF yang mengakui Indonesia sukses menggelar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 dan menyebut kehadiran Presiden Jokowi,” kata Sekjen PB WI Ngatino yang hadir di Kongres IWUF tersebut.

Presiden IWUF Gou Zhongwen juga menjelaskan IWUF secara aktif memanfaatkan peluang pengembangan di era pascapandemi untuk mempercepat peningkatan kecerdasan. Mulai dari promosi media digital, manajemen digital hingga penerapan Al dalam promosi wushu, melakukan upaya untuk mengurangi jarak kita ke olahraga Olimpiade lainnya.

“Ketika IWUF melanjutkan Program Solidaritasnya, kami mengirimkan sejumlah besar peralatan ke puluhan negara untuk mendukung perkembangan aktivitas wushu di federasi anggota.

Upaya Anti-Doping kami terus mempopulerkan pendidikan online untuk mempromosikan pengembangan wushu yang bersih. Platform media digital dan saluran siaran acara terus memperluas keunggulannya, atau meningkatkan publisitas wushu. Peminat dan penggemar Wushu kini bertambah jutaan di seluruh dunia,” ungkapnya.

Menurutnya, keaktifan IWUF mempromosikan penyertaan wushu ke dalam event multi-olahraga. Dengan usaha yang tak kenal lelah, kini telah mencapai beberapa terobosan dalam olahraga wushu.

“Kami telah menandatangani perjanjian dengan FISU, menjadikan wushu sebagai olahraga resmi, baik di Universiade Musim Panas 2021 maupun Piala Dunia Universitas FISU 2022. Wushu juga menampilkan dirinya dengan highlight yang meriah dan mengesankan di Riyadh, Arab Saudi pada World Combat Games 2023. Pada tahun 2021, IWUF menjadi Anggota Penuh International World Games Association (IWGA),” tambahnya lagi.

Dalam 4 tahun terakhir, kata Presiden IWUF, pencapaian yang paling penting dan bersejarah adalah masuknya wushu ke dalam Summer Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026 sebagai acara resmi. “IWUF semakin memperkuat hubungan dengan IOC dan menyelaraskan olahraga wushu dengan misi Olimpiade. Wushu telah bergerak maju selangkah demi selangkah dalam perjalanannya di Olimpiade, sementara pengaruhnya terus meningkat” tandasnya.

Saat ini, IWUF akan melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026. “Kami yakin Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026 untuk cabang olahraga wushu akan sukses,” tutupnya.

Pada Kongres IWUF ke-16, Ghao Zhidan terpilih sebagai Presiden IWUF periode 2023-2027 menggantikan Gou Zhongwen. Saat ini, Ghao Zhidan juga menjabat sebagai Presiden Komite Olimpiade China (COC). ***/din

Kontingen Wushu Indonesia Raih 4 Emas 3 Perak, Airlangga: Jangan Larut dengan Euforia Kemenangan

JAYAKARTA NEWS— Timnas Wushu Indonesia bentukan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto sukses menyumbangkan 4 medali emas dan 3 perak bagi Kontingen Indonesia pada The FISU World University Games 2021 Chengdu yang dihelat tahun 2023. Dan, cabang olahraga wushu tercatat sebagai cabor satu-satunya sebagai penyumbang medali bagi Kontingen Merah Putih. 

Setelah atlet taolu putri Nandhira Mauriskha menyumbang 2 emas dan atlet taolu senior putra Edgar dengan 2 medali perak, giliran atlet Sanda Indonesia yang juga menjalani Trainning Camp (TC) di China menunjukkan kemampuannya dengan menyumbangkan 2 emas dan 1 perak. 

Dalam pertandingan final kelas 52kg putri yang berlangsung di Chengbei Gymnasium Chengdu, China, Kamis (3/8/2023), Tharisa Dea Florentina yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Negeri Semarang (UNNES) merebut emas setelah mengalahkan Ruggieri MBV dari Perancis dengan skor 2-0. 

Sebelumnya, Tharisa juga meraih kemenangan dengan skor yang sama atas Turksoy Hancer Harriye dari Turkiye di semifinal. 

“Saya senang bisa naik di atas podium dengan menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Indonesia. Terimakasih pak Ketum PB WI yang telah memberikan perhatian terhadap Timnas Wushu Indonesia dengan fasilitas TC di China,” kata Tharisa. 

“Saya akan kembali konsentrasi menjalani program latihan untuk menghadapi persaingan ketat di Asian Games 2023 Hangzhou nanti. Dan, saya akan berusaha mempertahankan medali emas untuk kembali disumbangkan bagi Kontingen Merah Putih,” tambahnya.  

Kesuksesan Tharisa diikuti Laksmana Pandu Pratama yang tampil di kelas 52kg Putra. Di final, mahasiswa UNNES ini mengubur impuan Mehmet Demirci dari Turkiye dengan skor 2-0. 

Sebelumnya, Pandu, panggilan karibnya, menyingkirkan Abdurashitov S dari Uzbekhistan di perempat final dan Armen Phangcai dari Thailand di semfinal dengan skor yang sama. 

“Saya senang dan bangga bisa mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Indonesia di Universiade ini. Setelah ini, saya akan kembali fokus menjalani program latihan untuk meraih medali di Asian Games 2023 Hangzhou,” kata Pandu.  

Sayangnya kesuksesan Tharisa dan Pandu gagal diikuti Bintang Reindra Nada Guitara yang turun di kelas 60kg Putra.  Mahasiswa UNNES ini harus puas mengantongi medali perak setelah di pertandingan final dipaksa mengakui ketangguhan atlet tuan rumah China, Yigu Ma dengan skot 0-2. 

Meski gagal mempersembahkan emas, Bintang telah menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Shoja Panahigehkolaei dari Iran yang selalu merajai event internasional di semifinal. 

“Alhamdulillah dari atlet Sanda Indonesia mampu menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perak bagi Kontingen Indonesia. Saya apresiasi penampilan mereka yang cukup banyak mengalami kemajuan baik fisik, teknik dan strategi sejak menjalani TC di China. Terimakasih pak Ketum PB WI dan juga Kemenpora yang telah memberikan fasilitas selama TC di China. Setelah ini, mereka akan kembali menjalankan program latihan dalam rangka menuju Asian Games 2023 Hangzhou,” kata pelatih Timnas Wushu Indonesia khusus Sanda, Mukhlis. 

“Pencapaian yang luar biasa dari atlet dan pelatih Timnas Wushu Indonesia. Semoga bisa dipertahankan sampai ke Asian Games 2023 Hangzhou,” timpal Manajer Timnas Wushu Indonesia Iwan Kwok.

Jangan Larut dengan Euforia 

Apresiasi kepada Timnas Wushu Indonesia juga disampaikan Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto atas keberhasilan menyumbangkan 4 medali emas dan 3 perak bagi Kontingen Indonesia di The FISU World Unuversity Games 2021 Chengdu. “Saya apresiasi kesuksesan Timnas Wushu Indonesia menyumbangkan 4 medali emas dan 3 perak. Ini merupakan buah dari pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan yang dilakukan PB WI dalam upaya meningkatkan prestasi wushu Indonesia,” kata Aitlangga Hartarto. 

Menko Bidang Perekonomian ini juga mengingatkan Timnas Wushu Indonesia untuk tidak terlarut dalam euforia dengan kesuksesan yang diraih di The FISU World University Games 2021 Chengdu. Sebab, katanya, Timnas Wushu Indonesia yang menjalani TC di China akan kembali menghadapi tugas berat di Asian Games 2023 yang akan berlangsung di Hangzhou, 23 September hingga 8 Oktober 2023.  “Saya minta jangan terlarut dengan euforia kesuksesan di The FISU World University Games. Tugas berat masih menanti di Asian Games 2023 Hangzhou. Fokus kembali latihan dan terus tingkatkan prestasi agar kembali memberikan yang terbaik bagi Kontingen Indonesia saat tampil di Asian Games 2023 Hangzhou nanti,” imbuh Airlangga Hartarto yang berharap Timnas Wushu Indonesia mampu memenuhi target mengulang sukses Asian Games 2018 Jakarta yang meraih 1 emas dan 1 perak, dan 3 perunggu. ***din

Rara Sabet Emas Kedua, Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Luar Biasa

JAYAKARTA NEWS— Atlet Taolu Putri Indonesia, Nandhira Mauriska bukan hanya tercatat sebagai penyumbang medali emas pertama tetapi menjadi bintang bagi Kontingen Indonesia pada The FISU World University Games 2021 yang dilaksanakan pada tahun 2023.

Adik ipar mantan juara dunia Lindswell Kwok ini menjadi bintang dengan meraih emas keduanya di ajang multievent antar mahasiswa-mahasiswi se-dunia ini.  

Tampil di Chengbei Gymnasium Chengdu, China, Minggu, 30 Juli 2023, peraih perak SEA Games 2021 Vietnam tampil sempurna saat turun  di nomor Jianshu Putri. Rara, panggilan karibnya, menjadi yang terbaik dengan perolehan  angka tertinggi 9,660 poin. 

Medali perak direbut Weng-ian Wong dari Macao dengan 9,656 poin dan Moka Furukawa dari Jepang mendapatkan perunggu dengan 9,626 poin. 

Sementara itu, atlet taolu putra kawakan Edgar Xavier Marvelo kembali merebut medali perak saat turun di nomor Jianshu Putra dengan meraih 9,703 poin. Medali emas kembali direbut atlet tuan rumah China, Zhedian Jin dengan meraih 9,716 poin dan perunggu diraih Qi Yue Ang dari Malaysia dengan 9,660 poin. 

Dengan hasil ini, Timnas Wushu Indonesia binaan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto telah mencatat sejarah menjadi cabang olahraga (cabor) pertama yang menghasilkan medali emas bagi Kontingen Garuda Muda. Bahkan, 2 medali emas Rara itu sekaligus mengobati kemarau panjang medali emas sejak 12 tahun. Terakhir, Kontingen Indonesia merebut 3 medali emas dari cabang olahraga angkat besi dan badminton pada The FISU World University Games 2011 Shenzen, China. 

“PB WI apresiasi kesuksesan Rara menyumbangkan 2 medali emas. Begitu juga Edgar yang menyumbang 2 perak. Ini prestasi luar biasa,” kata Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto.

“Saya berharap Rara bisa mempertahankan prestasinya saat tampil di Asian Games 2023 Hangzhou nanti. Begitu juga Edgar bisa meningkatkannya. Dan, saya juga berharap atlet lainnya bisa meraih prestasi maksimal,” tambah Menko Bidang Perekonomian ini. 

Head of Department Kontingen Indonesia Del Asri juga memberikan apresiasi kepada Timnas Wushu Indonesia yang menjadi penyumbang 2 medali emas dan 2 perak  bagi Kontingen Indonesia. 

“Luar biasa prestasi atlet wushu Indonesia yang telah menjadi cabor pertama dengan menyumbangkan 2 medali emas dan 2 perak. Kesuksesan Rara merebut 2 emas itu mengulang sejarah 12 tahun lalu. Terakhir, di The FISU World University Games 2011 Shenzen, China, Indonesia hanya meraih 3 emas melalui lifter angkat besi yakni Eko Yuli Irawan (62kg putra), Deni (69kg putra), dan mixed Team Badminton. Mudah-mudahan kita bisa mengulang atau melampaui hasil 12 tahun lalu dengan menambah perolehan medali emas baik dari cabor wushu maupun cabor lainnya,” kata Del Asri.***/din

Jelang Asian Games Hangzhou: Atlet Sanda Kembali Jalani TC di Markas Pencetak Juara Dunia

JAYAKARTA NEWS— Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menyadari atlet wushu Indonesia akan menghadapi persaingan ketat di Asian Games 2023 yang akan digelar di Hangzhou, China, 23 September hingga 8 Oktober 2023 nanti. Makanya, PB WI mengambil keputusan memberangkatkan Timnas Indonesia untuk menjalani Trainning Camp (TC) lebih panjang di China.

Sebanyak 15 atlet wushu terbaik (8 atlet Taolu dan 7 atlet Sanda) yang tergabung di Timnas Wushu Indonesia sudah menjalani program TC di Tiongkok sejak 27 Juni 2023 lalu.
Khusus atlet Taolu menjalani program latihan fisik dengan melibatkan pelatih fisik yang menangani juara dunia dan Asian Games 2018 Jakarta, Wu Zhao Hua. Sedangkan atlet Sanda kembali ditempa di Shaolin Tagou Dengfeng Henan.

Pelatih Timnas Wushu Indonesia khusus Sanda, Lettu (Mar) Mukhlis Mahmud yang dihubungi Jumat (14/7/2023) mengatakan, pemilihan Shaolin Tagou sebagai tempat TC Atlet Sanda sangat tepat. Apalagi, dari Shaolin Tagou telah banyak lahir juara dunia antara lain Yue Yao (juara dunia 2019 dan juara Asian Games 2018 Jakarta kelas 52kg putri), Guoshun Shen (Juara Dunia 2019 dan Asian Games 2018 kelas 56kg putra) dan Li Meng Fan (juara Asian Games 2018 kelas 65kg).

“Kita sangat berterima kasih kepada Pak Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto yang kembali memberikan fasilitas tempat TC terbaik,” kata Mukhlis, panggilan akrabnya.

Pujian yang dilontarkan Mukhlis tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, program TC di Shaolin Tagou itu telah membuahkan hasil pada SEA Games 2023 Kamboja dimana empat atlet sanda menyumbangkan medali emas. Sebelumnya, di SEA Games 2021 Vietnam hanya bisa menyumbangkan 1 medali emas padahal enam atlet Indonesia berlaga final.

“Di SEA Games 2023 Kamboja, Atlet Sanda Indonesia sukses mencetak sejarah untuk pertama kalinya merebut 4 medali emas usai TC di Shaolin Tagou. Sebelumnya, kita hanya mampu meraih 2 medali emas pada SEA Games 2011 Jakarta-Palembang,” ujar Mukhlis, salah satu penyumbang medali emas pada SEA Games 2011 Jakarta-Palembang.

Selain fasilitasnya cukup lengkap, kata Mukhlis, Tharisa Dea Florentina dan kawan-kawan bisa menjalani sparring partner dengan lawan yang berkualitas. “Di Shaolin Tagou terdapat ratusan ribu atlet yang berlatih dari berbagai usia. Jadi, kita punya banyak pilihan untuk sparring partnet. Makanya, perkembangan prestasi anak-anak cukup signifikan terutama masalah mental. Begitu juga dengan strategi bertanding yang terdorong dari banyaknya program uji tanding. Dan, kita berharap atlet sanda Indonesia bisa berbicara di Asian Games 2023 Hangzhou nanti,” jelas Mukhlis.

Sebelumnya, Tharisa yang sukses meraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja mengaku senang bisa kembali TC di Shaolin Tagou. “Saya senang bisa kembali TC di China untuk menambah ilmu dan banyak teman latih tanding,” kata Tharisa yang bertekad meraih emas di Asian Games 2023 Hangzhou.

Bukan hanya Tharisa, Rosa Beatrice Malau kembali ke Shaolin Tagou untuk menjalani program latihan yang cukup keras dalam persiapan untuk menghadapi Asian Games 2023 Hangzhou.

“Program TC di Shaolin Tagou itu cukup keras. Bahkan, saya sempat mengalami cedera seminggu sebelum SEA Games 2023 Kamboja. Tetapi, saya tidak pernah menyerah dan bisa meraih menyumbangkan medali emas di SEA Games 2023 Kamboja,” kata Rosa yang ditemui usai pertandingan final di Kamboja.

Sama halnya dengan Atlet Taolu, Manajer Timnas Wushu Indonesia Iwan Kwok juga menyebut atlet sanda juga akan tampil di FISU World Universiade Games 2023 yang akan berlangsung di Chengdu, China, 29 Juli hingga 3 Agustus 2023.

“Semula FISU Wolrd Universiade Games itu dilaksanakan tahun 2021 tetapi diundur menjadi tahun 2023 karena pandemi Covid-19. Dan, kita akan jadikan event itu sebagai ajang uji coba terakhir bagi atlet wushu sanda sebelum tampil di Asian Games 2023 Hangzhou,” kata Iwan Kwok yang juga Wakil Ketua Umum 1 PB WI membawahi Bidang Prestasi.

“Dari hasil FISU tersebut akan dilakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat keunggulan mereka sehingga bisa meraih hasil maksimal saat tampil di Asian Games 2023 Hangzhou,” tambahnya.

Timnas Wushu Indonesia
Manajer : Iwan Kwok
Pelatih Kepala: Novita
Pelatih Taolu :

  1. Zhang Yuening (China)
  2. Susyana Tjhan
  3. Ginggi Safitri
  4. Achmad Hulaefi
    Pelatih Sanda ;
  5. Liu Zhen (China)
  6. Mukhlis Mahmud
    Theraphyst :
  7. Este Andre Zella
  8. Bonggo Dwisetyo Romadona
    Atlet Taolu Putra:
  9. Edgar Xavier Marvelo
  10. Seraf Naro Siregar
  11. Harris Horatius
  12. Nicholas
    Putri:
  13. Nandhira Mauriska
  14. Alysa Mellynar
  15. Eugenia Diva Widodo
  16. Tasya Puspa Dewi
    Atlet Sanda Putra:
  17. Laksamana Pandu Pratama
  18. Bintang Reindra Nada Guitara
  19. Bayu Raka Putra
  20. Samuel Marbun
  21. Harry Brahmana
    Putri:
  22. Rosa Beatrice Malau
  23. Tharisa Dea Florentina. *

Pelatnas Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Thalia Bidik Medali Emas

JAYAKARTA NEWS— Bagi Thalia Marvelina Tanzil berada dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) junior merupakan kebanggaan tersendiri. Karena, atlet wushu putri asal Jawa Timur ini punya peluang untuk kedua kalinya memperkuat Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII yang akan digelar di ICE Bumi Sepong Damai Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022.

Pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VII di Brasil 2017, remaja putri kelahiran 3 April 2008 ini berhasil meraih medali perunggu. “Saya senang dan bangga bisa masuk dalam pelatnas wushu junior.  Dan, saya akan berusaha untuk bisa merebut medali emas jika terpilih memperkuat Timnas Wushu Indonesia saat tampil di Kejuaraan Dunia Wushu Junior VII nanti,” kata Thalia Marvelina Tanzil yang ditemui di Gedung GBK Arena Senayan Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Pelajar SMPK Angelus Custos 1 Surabaya yang menggeluti olahraga wushu sejak kecil ini dipanggil ke Pelatnas Wushu Junior setelah meraih 3 medali emas di Junior Grup B Putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2022 memperebutkan Piala Presiden.

Saat ini, Pelatnas Wushu Junior yang digelar di Lantai 8 Gedung GBK Arena tersebut dihuni 33 atlet Taolu terdiri dari 17 putra dan 16 putri. Dari hasil seleksi, Tim Satgas akan menetapkan 12 atlet terdiri dari 6 putra dan 6 putri untuk memperkuat pasukan Garuda Muda.

Praktis, Thalia, panggilan akrabnya yang bergabung dalam pelatnas sejak 24 Oktober 2022 akan bersaing dengan 15 atlet putri lainnya untuk memperebutkan 6 tiket yang tersedia. Sama halnya dengan atlet lainnya, Thalia yang masuk pelatnas 24 Oktober lalu juga merasakan kerinduan berkumpul bersama kedua orang tuanya.

“Jelas rindu karena sudah hampir sebulan tidak bisa ketemu langsung. Tetapi, saya harus bisa mengatasinya karena kedua orang tua selalu berpesan agar terus fokus, latihan serius dan berikan yang terbaik,” ujar Thailia yang bernaung di klub Xiao Yao Surabaya.***din

Tim Wushu Malaysia Latihan Bersama Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Tim Wushu Malaysia yang beranggotakan  melakukan latihan bersama dengan atlet pelatnas wushu Indonesia di GBK Arena Jakarta. Pasukan Negeri Jiran yang berjumlah 14 atlet dan 4 pelatih ini sudah berada di Jakarta sejak 24 Oktober 2022.

“Kami sengaja datang ke Indonesia untuk menjalani latihan bersama selama 2 minggu karena China lagi lockdown. Di Indonesia cukup banyak turnamen dan bisa melihat sejauh mana perkembangan prestasi,” kata pelatih Tim Wushu Malaysia, Lim Yew Fai saat ditemui di GBK Arena Jakarta, Kamis (3/11/2022).

Dari 14 atlet itu dua di antaranya peraih medali emas SEA Games 2021 Vietnam. Yakni, Tan Zhi Yan (Men’s Changquan) dan Tan Zhi Yan (Men’s Taijiquan).

Kedatangan atlet wushu Malaysia untuk berlatih bersama, kata pelatih Pelatnas Wushu Indonesia, Susyana, tidak ada masalah. Bahkan, dia menyebut bisa menjadi masukan dan koreksi terhadap kekurangan-kekurangan atlet Indonesia yang menjalani persiapan SEA Games 2023 Kamboja dan Asian Games 2023 Hangzhou.  

Dia juga tidak merasa khawatir Malaysia bisa melihat sejauh mana perkembangan prestasi atlet wushu Indonesia. “Tak perlu khawatir karena saya yakin pelatih asal China, Zhang Yue Ning mempunyai pengalaman melatih yang lebih banyak dan lebih matang juga. Zhang sangat paham  dimana harus diperbaiki dan bagaimana cara meningkatkan level permainan atlet-atlet Indonesia,” jelasnya.***din

PB WI Bentuk Satgas untuk Pastikan Timnas Indonesia Sukses di Kejuaraan Dunia Wushu Junior

JAYAKARTA NEWS— Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto sangat serius dalam menghadapi Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII yang akan digelar di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 5-11 Desember 2022. Bukan hanya sukses penyelenggaraan tetapi sukses prestasi juga harus dicapai Tim Nasional (Timnas) Wushu Junior Indonesia.

Khusus untuk mencapai target 4 medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 ke-VIII ini, PB WI membentuk Tim Satgas (Satuan Tugas) yang beranggotakan 3 personil. Yakni, Herman Wijaya (Kabid Binpres Taolu PB WI), Sudarsono (Kabid Binpres Sanda PB WI), dan Henny Setyowati (PB WI).

Herman Wijaya yang ditemui di GBK Arena Senayan Jakarta, Kamis (3/11/2022), mengatakan, Tim Satgas punya tiga tugas pokok dalam meraih sukses prestasi. 

“Pertama, Tim Satgas dibentuk untuk memastikan program pelatnas junior berjalan dengan baik. Kedua, memastikan seluruh kebutuhan atlet pelatnas terpenuhi baik itu peralatan latihan maupun pertandingan. Dan, ketiga merupakan tugas yang paling berat yakni memastikan atlet pelatnas yang terpilih memperkuat Timnas Wushu Junior bisa menghasilkan medali pada Kejuraan Dunià Wushu Junior 2022 nanti,” kata Herman Wijaya.

Saat ini, kata Herman Wijaya, pelatnas junior diikuti 33 atlet taolu terdiri dari 17 putra dan 16 putri dan 16 atlet sanda terdiri dari 12 putra dan 4 putri. Mereka merupakan atlet terbaik yang dijaring dari hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu di Surabaya, Jawa Timur, Tahun 2022.  

“Dari 33 atlet wushu Taolu itu akan dipilih 6 putra dan 6 putri. Mereka yang dipilih memperkuat pasukan Garuda Muda itu yang dianggap berpeluang meraih medali di Kejuaran Dunia Wushu Junior 2022,” kata Herman Wijaya yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti Jakarta.  

“Di Sanda terdapat 16 atlet dan akan dipilih 11 atlet terdiri dari 3 atet putri dan 8 atlet putra terbaik yang akan memperkuat Timnas Wushu Indonesia,” kata Pelatih Sanda Timnas Wushu Indonesia, Mohammad Selamet.

Ketika disinggung masalah lawan yang dihadapi, Herman Wijaya menjawab, “Di Taolu itu persaingan sangat ketat apalagi pesertanya cukup banyak. Saingan terberat itu datang dari atlet wushu asal Malaysia, Vietnam, China, Korea, Amerika Serikat dan Rusia.”

“Peta kekuatan di Sanda itu dikuasai China dan Iran. Mudah-mudahan kita bisa memberikan yang terbaik,” timpal Mohammad Selamet. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Gunawan Tjokro mengatakan, hingga saat ini sudah tercatat 72 negara yang mendaftar.  “Kita belum bisa memastikan berapa jumlah atlet yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 nanti. Dari data yang diterima dari IWUF sudah tercatat 72 negara yang mendaftar,” katanya.

Menurut Gunawan Tjokro, jumlah negara yang tampil di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 merupakan yang terbesar. “Selama ini hanya sekitar 40 negara yang ikut.  Di, Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-VIII ini tercatat menjadi negara paling banyak. Dan, China juga akan menurunkan atletnya,” tegas Ketua Pengprov WI DKI Jakarta ini.

Skuad Timnas Wushu Nasional Junior

Chef de Mission: Doddy Rahadi

Tim Satgas:

1. Herman Wijaya (DKI Jakarta)

2. Sudarsono (Jawa Tengah)

3. Henny Setyawati (Jawa Tengah)

Pelatih Taolu :

1. Zhang Yong Sheng (China)

2. David Hendrawan (DKI Jakarta)

3. Billy Erdianto (Jawa Tengah)

4. Probo Muljono (Jawa Timur)

Pelatih Sanda :

1. Xia Hong (China)

2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah)

2. Mohammad Selamat (Jawa Tengah)

3. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara)

Atlet Taolu

Junior A Putra: 

1. Arya Gita Santoso (DKI Jakarta)

2. Lawrence Dean Kurnia (DKI Jakarta)

3. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta0

4. Keane McLaren Lee (DKI Jakarta)

5. Kenneth Christovani Wijaya (DKI Jakarta)

6. Nabil Fa’i Salman Al Farizi (Jawa Timur)

7. Rainner Renady Ferdiansyah (Jawa Barat)

Junior A Putri:

8. Ivana Beatrice Liesto (DKI Jakarta)

9. Koleta Mikaella Sandrina Prasetyo (Jawa Timur)

10. Kyle Suyoto Kwok (DKI Jakarta)

11. Allysa Amalia (DKI Jakarta)

12. Aqila Ghaida Fuaizah (Jawa Timur)

13. Salwa Dhana Azalia (DKI Jakarta)

14. Angelica Calista Putri Julianto (Jawa Tengah)

Junior B Putra:

15. Carlson On (Jambi)

16, Nathan Ryuu Santoso (Jawa Tengah)

17. Case Maximillah Chen (Jawa Timur)

18. Zamurai Alkensoe (Jawa Tengah)

19. Jovan Purnomo (Jawa Timur)

20. Tomy Benino Wiljono (Jawa Timur)

Junior B Putri:

21. Thalia Marvelina Tanzil (Jawa Timur)

22. Christina Maria Gweneth Samudi (DKI Jakarta)

23. Raine Elena Liem (DKI Jakarta)

24. Mehrunnisa Nazeha (Jawa Barat)

25. Devia Nalini Firdaus (Jawa Tengah)

Junior C Putra:

26. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta)

27. Ecclesio Ryuu Erdest (DKI Jakarta) 

28. Bradley Jason (Jawa Timur)

29. Ayrton Jones (Jawa Timur)

Junior C Putri:

30. Billie Karina The  (DKI Jakarta)

31. Raisa Alia Salsabila (Jambi)

32. Maidah Tangguh (Jawa Barat)

33. Anasera Zahraa Haryoso (Bali)

Atlet Sanda

Pra Junior Putra :

1. Saddam Muda Putra Lubay (42kg-DKI Jakarta)

2. Kemas Sakti Negara (45kg – Jawa Tengah)

3. Shaddam Achmad Assegaf (48kg- Jawa Tengah)

4. Rizki (52lkg-Jawa Barat)

5. Maulana Saddam Rauf (56kg- Jawa Tengah)

Sanda Junior Putri:

1. Aurella Calysta Purnomo (48kg- Jawa Tengah)

2. Nasya Aulia Zahra Wahana (52kg-Jawa Tengah)

3. Nabila Puspa Annastasya (56kg- Jawa Tengah)

4. Azizah Aulia  (60kg-Sumatera Utara)

Sanda Junior Putra:

1. Dewangga Lindu Saputra (48kg- Jawa Tengah)

2. Denis Darmawan (52kg – Jawa Tengah)

3. Pandu Dian Saputra (56kg-Jawa Tengah)

4. Ragesta Ganang Pangestu (60kg- Jawa Tengah)

5. Yanto Rizel Silaban (65kg- Sumatera Utara)

6. Muhammad Rahian Zaky Robbani (70kg- Jawa Tengah)

7. Muhammad Rifqi Alfandrah (75kg- Sumatera Selatan).***din

Selangkah Lebih Maju, PB WI Pimpinan Airlangga Hartarto Gelar Kejuaraan Dunia Wushu Junior

JAYAKARTA NEWS— Selangkah lebih maju ditunjukkan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto. Di saat cabang olahraga lain baru menggelar kejuaraan skala nasional, PB WI malah bersiap menyelenggarakan kejuaraan level dunia.

Event internasional yang bakal digelar PB WI tersebut adalah Kejuaraan Dunia Wushu Junior di ICE BSD Tangerang pada 2-11 Desember 2022 mendatang. Tak tanggung-tanggung, peserta yang berpartisipasi di Kejuaraan Dunia nanti berasal dari 70 negara.

Tema yang diusung adalah ‘Road to Olympic’, dimana atlet yang tampil akan dipersiapkan terjun di Olimpiade Junior sambil terus mengupayakan cabang olahraga wushu dipertandingkan pada Olimpiade 2028. Jika itu tercapai, Indonesia telah punya bibit untuk bersaing.

Pada Kejuaraan Dunia awal Desember nanti, Indonesia bersiap menurunkan 28 atlet terbaiknya. Diharapkan, di antara mereka mampu mempersembahkan empat medali emas sesuai target yang dicanangkan.

Sejauh ini, Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto dinilai cukup genius memunculkan bibit-bibit atlet usia muda di Tanah Air. Di saat cabang olahraga lain memilih berdiam diri di kala pandemi, justru Airlangga Hartarto tak mau  diam saja. PB WI pimpinannya berhasil menggulirkan kejuaraan meski dilakukan secara virtual.

Ajang itu juga dilakukan sebagai persiapan Indonesia mencari atlet terbaik untuk diturunkan pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior.

Kini, PB WI sudah memiliki banyak stok atlet junior potensial yang bisa diterjunkan menghadapi single dan multi event internasional ke depan. Mereka muncul dari sasana-sasana di Indonesia yang mengikuti berbagai kejuaraan yang diselenggarakan PB WI.

“Apa yang telah dibangun Pak Airlangga Hartarto itu bukan hanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tetapi juga menyambut wushu yang akan dipertandingkan pada Olimpiade 2032,” kata Ketua Pengprov WI DKI Jakarta, Gunawan Tjokro yang juga Direktur Eksekutif 8th World Junior Wushu Championship 2022.

Yang lebih membanggakan, kata Gunawan Tjokro, Federasi Wushu Internasional (IWUF) mengakui bahwa PB WI pimpinan Airlangga Hartarto telah banyak melakukan kegiatan di masa pandemi Covid -19 dengan melakukan terobosan mengadakan pertandingan-pertandingan secara virtual yang akhirnya diikuti juga oleh negara negara lain. 

Airlangga sendiri menyatakan bahwa Indonesia patut bangga terhadap para atletnya, terutama atlet wushu yang telah menyumbangkan prestasi di tingkat internasional. 

Tercatat selama beberapa tahun terakhir, atlet wushu Indonesia meraih banyak prestasi pada ajang internasional. Mulai dari SEA Games 2017 di Malaysia, Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, SEA Games 2019 Filipina dan SEA Games 2021 Vietnam.

Pada Kejuaraan Dunia Wushu 2019 di China, Indonesia juga patut berbangga karena mampu membawa pulang 3 medali emas dan 1 perunggu. Ini semua tak lepas dari terus bergulirnya kejuaraan dan regenerasi berjalan dengan baik. 

“Pemahaman terhadap pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkesinambungan, program regenerasi atlet dan peningkatan kualitas pelatih menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi wushu di masa yang akan datang,” kata Airlangga Hartarto.

“PB Wushu Indonesia, senantiasa memberikan perhatian yang seimbang, antara atlet senior dan atlet junior. Pembinaan atlet junior merupakan jaminan akan terwujudnya pencapaian prestasi dunia yang berkesinambungan,” imbuh Airlangga.

Pria yang juga menjabat Menko Perekonomian ini juga dianggap sebagai pemimpin yang mampu mensinergikan antara pengurus wushu di pusat dengan di daerah.

Hal itu pula yang diakui Ketua Pengprov WI Jawa Timur,  Soedomo Mergonoto. Menurut dia, Pengprov WI Jatim memiliki jalinan komunikasi yang cukup baik dengan Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto. Setidaknya, kedua organisasi pusat dan daerah tersebut sering mengadakan rapat bersama.

“Hubungan dengan PBWI melalui sekretariat sudah sangat baik, dengan agenda Raker secara rutin juga akan mempererat hubungan antara Pengprov dan PBWI,” kata Soedomo Mergonoto.

Saat ini, banyak daerah yang mampu mencetak atlet hingga berprestasi nasional bahkan internasional. Ini semua berkat arahan Airlangga Hartarto. Capaian itu harus dipertahankan oleh daerah dan derah perlu bersunergi dengan pusat.

“Harus bersinergi, antara Pengprov dan PBWI harus saling bersinergi untuk menentukan program-program pembinaan dan berbagai kegiatan lainnya. Dengan sinergi yang bagus, maka program daerah dan program nasional dapat berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ungkapnya.

Sasana di Indonesia juga merasakan apa yang dijalankan PW WI yang dikendalikan Airlangga cukup baik. Terobosan-terobosan bisa dirasakan langsung oleh sasana di daerah-daerah.

Contohnya adalah Sasana Xiao Yao Surabaya yang sering mengikuti berbagai kejuaraan wushu secara virtual yang diadakan PB WI. Menurut pemilik sasana Probo Muljono, kejuaraan di tengah pandemi Covid-19 yamg diadakan PB WI berdampak positif terhadap perkembangan olahraga wushu di Indonesia.

 “Sirkuit Wushu Taolu virtual itu telah membuka kran atlet yang tersumbat selama ini karena atlet dari sasana besar dan sasana kecil bisa bersaing untuk memperebutkan tempat di pelatnas. Ini pola pembinaan yang sangat baik dengan mengedèpankan kepentingan Sasana yang merupakan ujung tombak pembinaan,” jelasnya.

Tak salah jika Airlangga Hartarto dicintai para pelaku olahraga wushu di Indonesia.

Dalam kurun waktu tiga tahun sejak 2017 sampai 2020, Airlangga sudah mengantarkan atlet Indonesia berprestasi di tingkat internasional. Prestasi ini tak mampu disamai oleh cabang olahraga lain.

Sebagai contoh, awal menjabat Ketua Umum PB WI, Airlangga langsung mendampingi para atlet wushu bertanding di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia. Berkat motivasi yang diberikan oleh Airlangga, tim wushu Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. 

Satu tahun berikutnya atau pada tahun 2018, kejuaraan internasional yang diikuti atlet wushu Indonesia selalu memberikan hasil yang membanggakan. Tak pernah saat Airlangga mengirim atlet ke ajang luar negeri tanpa hasil. Semua yang diikuti selalu berbuah medali. 

Mulai dari Moscow Wushu Stars, Rusia (3 emas, 2 perak, 1 perunggu), The 7th World Junior Championship, Brazil (2 emas, 10 perak, 7 perunggu) hingga Asian Games 2018 Jakarta – Palembang. 

Sebut saja kejuaraan bertajuk The 15th World Wushu Championship di Shanghai, China, 17-24 Oktober 2019. Tim wushu Merah Putih mampu membawa pulang 3 emas dan 1 perunggu. Begitu pula saat Festival Wushu bertajuk The 5th China – Asean Wushu Festival 2019. Atlet Indonesia sukses meraih 4 emas, 1 perak dan 7 perunggu.

Kemudian pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina, Indonesia meraih 9 medali. Rinciannya, 2 emas, 5 perak dan 2 perunggu. Di SEA Games 2021 Vietnam, wushu Indonesia juga berhasil memenuhi target pemerintah dengan sumbangan 3 emas, 9 perak dan 3 perunggu.

Hasil itu hanya kalah tipis dari tuan rumah Vietnam yang meraih 10 emas, 3 perak dan 7 perunggu.

Dengan keberhasilan di sejumlah kejuaraan tersebut, diharapkan juga menular kala Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE BSD Tangerang, 2-11 Desember mendatang. Semoga.***din

Edgar Cs Diingatkan tidak Cepat Puas, Ngatino: Terus Tingkatkan Prestasi

JAYAKARTA NEWS— Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia sukses meraih 5 emas dan 3 perak pada ajang World University Sport Combat Games 2022 di Turki, 21-26 September 2022. Namun, Edgar Xavier Marvelo dan kawan-kawan diingatkan tidak cepat puas dan diminta terus meningkatkan prestasinya dalam upaya persiapan menghadapi SEA Games 2023 Kamboja dan Asian Games 2022 Hangzhou yang digelar pada tahun 2023.

Pernyataan itu diungkapkan Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino saat menyambut kedatangan Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (28/9/2022) malam.

“Jangan pernah puas dengan hasil yang dicapai di World University Sport Combat Games 2022. Karena, rasa puas itu akan membuat lengah. Terus tingkatkan prestasi untuk bisa mencapai hasil maksimal dalam menghadapi persaingan ketat di SEA Games 2023 Kamboja dan Asian Games 2022 Hangzhou yang digelar tahun 2023,” imbuh Ngatino.

Cabang olahraga (cabor) wushu termasuk dalam cabor unggulan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang diharapkan mampu meraih prestasi di kancah dunia. Makanya, PB WI yang dipimpin Airlangga Hartarto terus melakukan pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan.
“Edgar dan kawan-kawan hanya istirahat sehari saja. Mereka kembali bergabung ke pelatnas wushu Indonesia dalam menjalankan program latihan,” kata Ngatino.

Peraih medali emas, Edgar mengaku penampilannya di ajang World University Sport Combat Games 2022 bukan hanya mengejar prestasi tetapi juga melihat peta kekuatan lawan yang akan dihadapi di SEA Games 2023 Kamboja maupun Asian Games 2022 Hangzhou.

“Di World University Sport Combat Games 2022 itu saya bisa melihat kemampuan lawan yang akan dihadapi di SEA Games 2023 Kamboja dan Asian Games 2022 Hangzhou,” kata Edgar yang merupakan juara dunia.

Sementara itu, Wakil Berdahara Umum PB WI, Gunawan Tjokro menyampaikan ucapan selamat kepada Edgar Xavier dan kawan-kawan yang telah melampuai target medali pada ajang World University Sport Combat Games 2022. Dan, dia juga menyebutkan PB WI menyiapkan uang tali asih sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah dicapai.

Gunawan Tjokro yang juga Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 mengatakan, prestasi yang dicapai Timnas Wushu Indonesia diharapkan bisa menjadi motivasi bagi atlet junior Indonesia yang akan tampil di Kejuaraan Dunua Wushu Junior 2022. Dia juga meminta meminta Edgar dan kawan-kawan ikut memberikan motivasi bagi atlet junior yang tergabung dalam Timnas Wushu Junior Indonesia agar bisa mencapai target 4 medali emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 2-11 Desember 2022 mendatang.

“Peran Edgar dan kawan-kawan sangat dibutuhkan untuk memberikan masukan dan motivasi atlet-atlet yang tergabung dalam Tim Wushu Junior Indonesia agar bisa memenuhi target,” tandasnya.
Tim Wushu Indonesia merebut 5 emas dan 3 perak pada World University Sport Combat Games 2022. Medali emas disumbangkan Alisyah Mellynar, Edgard Xavier Marvelo dan Seraf Naro (Taolu), Laksamana Pandu Pratama dan Tharisa (Sanda). Sedangkan medali perak disumbangkan Eugina Diva Widodo, Nandhira Mauriska (Taolu), dan Thania (Sanda).

Hadi dalam penjemputan Timnas Wushu Indonesia itu Wakil Ketua Umum PB WI, Setyo Wasisto, Wakil Bendahara Umum PB WI, Gunawan Tjokro, Kabid Luar Negeri PB WI, Karan Sukarno Walia. (azh)

World University Sport Combat Games: Indonesia Raih 4 Emas dan 2 Perak

JAYAKARTA NEWS— Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia suah mengantongi 4 medali emas dan 2 perak pada World University Sport Combat Games 2022 yang akan berlangsung di Turki, 21-26 September 2022.

Pelatih Kepala Timnas Wushu Indonesia, Novita mengatakan ke-4 medali emas yang sudah direngkuh pasukan Merah Putih itu terdiri dari 3 emas dan 2 perak dari nomor Taolo melalui Alisyah Mellynar, Edgard Xavier Marvelo dan Seraf Naro. Sedangkan medali perak disumbangkan Eugina Diva Widodo dan Nandhira Mauriska.

Sedangkan satu medali emas lagi dihasilkan dari nomor Sanda lewat penampilan Laksamana Pandu Pratama yang tampil di final kelas 52kg putra mengalahkan atlet tuan rumah Turki.

Di nomor sanda, Indonesia masih menempatkan dua atletnya di partai final yang akan dimainkan Minggu, 24 September 2022. Yakni Tharisa Dea Florentina (52kg Putri) yang akan menghadapi atlet tuan rumah Tukiye dan Thania Kusmaningtyas (60kg Putri) yang akan berhadapan dengan atlet dari Iran.

“Kita masih punya peluang meraih tambahan dua medali emas dari nomor sanda lewat Tharisa dan Thania. Mohon doa dari masyarakat Indonesia agar mereka bisa tampil maksimal dan membawa pulang medali emas,” kata Novita. (azh)