Oka Antara Bebas Main di Web Series

Oka Antara–istimewa

Aktor Nyoman Oka Wisnupadha Antara alias Oka Antara menjajal produksi web series bertajuk Brata. Oka mengaku, mendapatkan sebuah kebebasan dalam web series yang belum pernah ia rasakan sebelumnya di film maupun televisi.

“Ini medium baru buat saya sebagai seniman dalam berkarya. Web series ini membolehkan saya untuk berkreasi lebih berani, lebih ekstrem, tanpa ada pakem atau batasan tertentu,” ujar Oka dalam peluncuran Brata di kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Karena Lembaga Sensor Film (LSF) belum memiliki wewenang tertulis untuk melakukan sensor terhadap produksi seri atau film yang tayang secara daring (online). “Belum masuk ke tahap sini, jadi bebas banget sebagai pemain untuk bisa ngapain aja. Otomatis sebagai pemain kami jadi tak memiliki batasan dalam hal dialog,” kata Oka.

Ia memberi contoh, mereka tak perlu menahan diri untuk mengucapkan kata-kata umpatan untuk mengekspresikan karakter masing-masing sebebas mungkin. “Untuk karakter saya, saya banyak riset. Belajar dari kenalan polisi sama latihan menggunakan senjata. Tapi enggak ada kesulitan sama sekali, padahal ini web series pertama he he he,” imbuhnya.

Selain Oka, web series besutan sutradara Kuntz Agus dan penulis Es Ito itu juga menghadirkan aktris Laura Basuki, personel SM*SH Bisma Karisma, serta aktor senior Yayu Unru. (pik)

 

Surat Cinta Untuk Starla, Kejutan di Akhir Film

SETELAH sukses dengan lagu dan web series, Surat Cinta untuk Starla (SCUS) kini hadir dalam bentuk karya yang berbeda. Masih dibintangi Jefri Nichols dan Caitlin Halderman, versi film dari Surat Cinta untuk Starla diharapkan dapat mendulang sukses seperti karya-karya sebelumnya.

Film yang diangkat dari lagu berjudul sama yang ditulis Virgoun ‘Last Child’ ini merupakan kisah lanjutan dari cerita Hema dan Starla yang jatuh cinta dalam waktu 6 jam, seperti yang diceritakan dalam web series.

Meskipun lanjutan dari cerita web series, tetapi yang belum menyaksikannya juga tetap bisa mengikuti cerita dalam film karena ada beberapa flashback yang sengaja ditampilkan.

Bagi para remaja yang menonton ini mungkin akan teringat dengan pacar atau gebetan yang tingkah uniknya selalu bikin deg-degan. Sementara bagi penonton yang lebih dewasa, bisa jadi pengingat lucunya masa-masa cinta pertama. Tak hanya soal percintaan, film ini juga mengangkat tema cinta lingkungan, persahabatan, dan keluarga.

SCUS digarap dengan serius oleh sutradara Rudi Aryanto. Ia membuat seluruh karakter memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing, termasuk peran yang tidak terlalu banyak muncul.

Keseriusan ini membuat akting Jefri Nichols dan Caitlin Halderman menjadi lebih natural, walaupun memang tidak bisa dipungkiri bahwa film ini masih lebih terasa seperti sinetron panjang dari pada sebuah film. ***