Presiden Prabowo Perkuat Dukungan bagi UMKM dan Percepatan Pengentasan Kemiskinan

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah terus memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perluasan perlindungan sosial, dan percepatan pengentasan kemiskinan nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

“Bapak Presiden akan terus memberikan perhatian serius kepada UMKM dan ekonomi kreatif kita. Semua program-program yang sudah dicanangkan dan dijalankan oleh Kemenko beserta kementerian-kementerian itu akan terus dilanjutkan. Terutama untuk UMKM, akan mendorong dan terus meminta, memerintahkan kepada jajaran kementerian dan lembaga agar terus memfasilitasi UMKM kita untuk tumbuh dan mendapatkan fasilitas,” ujar Muhaimin dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah juga akan terus mendorong kementerian, lembaga, dan BUMN untuk memfasilitasi pertumbuhan UMKM, termasuk dengan memanfaatkan aset dan ruang yang belum optimal digunakan sebagai tempat pemasaran, display produk, maupun festival UMKM. Selain itu, pemerintah berencana menambah anggaran khusus untuk mendukung kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif.

“Tahun ini akan ditambahi anggaran khusus untuk seluruh kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya mengajukan tidak kurang dari 1 triliun dan insyaAllah akan terus ditambah untuk kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuh kembangnya UMKM kita. Selain terus menggerakkan kredit yang dipermudah dan terutama kredit usaha kecil dan menengah, Kredit Usaha Rakyat (KUR),” imbuh Muhaimin.

Dalam bidang perlindungan sosial, Muhaimin menyampaikan bahwa alokasi APBN untuk program perlindungan sosial saat ini telah mencapai Rp508,2 triliun.

“Hari ini APBN kita sudah sampai angka 508,2 triliun yang baik itu bersifat bantuan sosial tunai maupun berupa PKH maupun yang bersifat bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional kita. Dalam konteks ini, subsidi energi diarahkan supaya lebih tepat sasaran,” jelas Muhaimin.

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mengintegrasikan data penerima manfaat agar lebih tepat sasaran serta memastikan penyaluran bantuan sosial dilakukan secara akurat melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Sehingga berdasarkan perintah Presiden hari ini, seluruh kementerian dan lembaga supaya konsisten berpijak pada data tunggal sosial ekonomi dalam menyalurkan seluruh program-program pemerintah,” ujar Muhaimin.

Lebih lanjut, Muhaimin menuturkan bahwa pemerintah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai prioritas pengentasan kemiskinan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung target penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026, serta menurunkan angka kemiskinan menjadi lima persen pada tahun 2029.

“Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 ini 0 persen, kemiskinan 5 persen di 2029,” pungkas Muhaimin.***/mel

Saat UMKM Wastra Nusantara Jadi Penjaga Alam dan Penopang Ekonomi

JAYAKARTA NEWS – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melekat erat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Para pengusaha UMKM pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menjadi salah satu pilar penggerak penting bagi bangsa ini baik sebagai pelestari maupun penopang ekonomi.

Pengusaha UMKM berperan besar dalam pelestarian lingkungan dan kesejahteraan bangsa. Pencapaian itu diwujudkan dua pengusaha UMKM, yakni Saree Ulos dan Batik Organik, dikutip dari Rilis Kementerian UMKM, Sabtu (9/8/2025).

Saree Ulos dan Batik Organik punya semangat mengenalkan produk khas Indonesia berupa wastra Nusantara ramah lingkungan yang sekaligus mampu memberdayakan masyarakat.

Founder Saree Ulos Juliana Sianturi mulai berkecimpung dalam kreasi songket ulos dengan tekad memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan perajin tenun di Danau Toba.

Pada 2024, Juliana mengikuti program inkubasi Kementerian UMKM. Dari hanya fokus berjualan tenun, jiwa inovatif dalam diri Juliana tumbuh lewat program yang diinisiasi Kementerian UMKM.

Juliana mengkreasikan limbah pertanian menjadi bahan baku songket ulos dengan merek Saree Ulos. Limbah sawit, rami, pisang, dan nanas dimanfaatkan menjadi produk tenun yang ramah lingkungan dan bernilai jual tinggi. Selembar tenun ini dihargai mencapai Rp9 juta.

Sebagai perintis songket ulos dari limbah sawit, Juliana memastikan para penenun mendapatkan keuntungan yang layak. Saree Ulos bermitra dengan 50 penenun. Mereka mendapatkan upah dari jasa tenun, serta jasa insentif sebesar 10 persen dari harga kain yang berhasil terjual.

“Ini kami aplikasikan ke songket ulos agar dapat dinikmati bukan hanya oleh masyarakat Batak, tapi juga semua kalangan,” ujar Juliana pada Kamis (7/8), dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025, di Jakarta Internasional Convention Center, Jakarta.

Keunikan Saree Ulos membuat songket ulos dari limbah sawit menarik minat berbagai pihak, termasuk eksportir Indonesia yang biasa mengekspor produk ke Eropa dan Amerika.

Juliana kini punya tekad baru mengembangkan limbah pertanian menjadi bahan baku benang khas Indonesia untuk memproduksi berbagai wastra Nusantara. Dia berharap pemerintah bersinergi menghadirkan mesin pengolah limbah pertanian menjadi benang berkualitas. Kain alami dari limbah pertanian juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dalam rangka melindungi produk lokal.

“Kami berharap limbah pertanian bisa dimaksimalkan menjadi benang khas Indonesia yang dipasarkan ke dunia internasional, kemudian menjadi barang bernilai jual tinggi,” ujarnya dengan penuh harap.

Batik Organik

Senada, semangat melestarikan lingkungan dan menyejahterakan bangsa juga digaungkan pengusaha UMKM asal Bogor, Ana Khairani. Dia mendirikan usaha Batik Organik dengan konsep keberlanjutan pada 2013. 

“Kami memiliki visi global ingin mendirikan pusat riset edukasi serat dan warna alam yang diwujudkan melalui kain batik,” tutur Ana yang turut menampilkan batiknya dalam ajang KKI 2025.

Ana bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), berhasil mengekstrak daun, kulit buah, bunga, dan batang pohon menjadi pewarna alami batik. Batik Organik juga dibuat dengan kain dari serat alami kayu akasia, eucalyptus, katun, atau sutra eri. Serat ini bersifat biodegradable sehingga mudah terurai dalam tanah dan lebih ramah lingkungan.

Lewat Batik Organik, Ana juga membantu memberdayakan perempuan Indonesia. Batiknya menjadi karya inklusif buatan 54 ibu pembatik dari Desa Cipaku, Bogor. Para ibu mendapat edukasi, kaderisasi, dan pelatihan membatik.

Keberhasilan Ana menciptakan batik ramah lingkungan tak lepas dari dukungan Kementerian UMKM. Dia mengikuti program Entrepreneur Development yang memberikan pembinaan berupa peningkatan kapasitas produksi dan mentoring bisnis.

Menurutnya, Kementerian UMKM telah berperan penting dalam menumbuhkan semangat berinovasi, meningkatkan reputasi baik dan penjualan Batik Organik. Ana juga mendapat perlindungan legalitas, perluasan akses pasar, serta kesempatan tampil ke publik.

“Kami bersyukur program ini berkelanjutan dan masih menjadi ekosistem bisnis pendukung dalam berjejaring dan berkolaborasi dengan pihak lain,” ujar Ana.

Saree Ulos dan Batik Organik menjadi contoh UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya sekaligus mencintai lingkungan dan menyejahterakan bangsa Indonesia.***/mel

Hingga Februari 2025, Bank Mandiri Salurkan Rp9,01 Triliun KUR ke 77.500 UMKM

JAYAKARTA NEWS – Sesuai komitmennya mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya melalui kredit berbunga rendah, Bank Mandiri terus merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hasilnya, hingga akhir Februari 2025, Bank Mandiri telah merealisasikan penyaluran KUR mencapai Rp9,01 triliun kepada lebih dari 77.500 pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Senior Vice President Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Muhammad Gumilang mengatakan, penyaluran KUR tersebut setara 23,39% dari target KUR Bank Mandiri di 2025 senilai Rp38,5 triliun.

Penyaluran KUR selama dua bulan pertama 2025 masih didominasi sektor produksi dengan 59,49% atau sebesar Rp5,36 triliun.

Dari jumlah tersebut, sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional disalurkan sebesar Rp2,64 triliun atau 29,31%.

Kemudian sektor jasa produksi menyerap 25,11% senilai Rp1,90 triliun, sektor industri pengolahan 7,71% sebesar Rp694 miliar, dan sektor perikanan 1,31% atau Rp117 miliar.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk sinergi BUMN bersama UMKM dalam membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Dukungan akses pembiayaan kepada pelaku usaha ini kami yakini memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Gumilang dalam keterangan resminya, Minggu (23/3).

Dalam mempercepat penyaluran KUR, Bank Mandiri mengadopsi pendekatan berbasis ekosistem yang lebih inklusif dan berorientasi pada penguatan sektor produksi unggulan di berbagai wilayah.

Sinergi bisnis dan kolaborasi strategis dengan nasabah wholesale menjadi bagian dari strategi closed-loop yang diterapkan untuk mengoptimalkan value chain, sehingga UMKM dapat berkembang lebih pesat dengan akses pasar yang lebih luas.

Selain itu, sebagai bagian dari strategi bisnis, Bank Mandiri menyediakan layanan digitalisasi transaksi keuangan untuk mendukung UMKM naik kelas melalui Livin Merchant dengan kemudahan onboarding, fleksibilitas penerimaan pembayaran dan tanpa biaya langganan.

Aplikasi ini memberikan kemudahan akses ke layanan perbankan (access to finance) bagi pelaku UMKM.

Per posisi Februari 2025, user Livin’ Merchant untuk pelaku UMKM telah mencapai 230.478 merchant atau naik 230,49% YoY.

Livin’ Merchant dapat dimanfaatkan sebagai aplikasi kasir (point of sales) yang langsung mendigitalisasi aktivitas transaksi dan menerima pembayaran langsung melalui sarana QRIS yang dapat discan oleh pembeli menggunakan rekening bank manapun maupun e-wallet apapun.

Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan melalui program referral yang diikuti edukasi layanan dan transaksi keuangan melalui Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang terdapat di ekosistem bisnis pelaku UMKM.

“Dengan dukungan yang berkelanjutan serta kolaborasi erat dengan pemerintah dan berbagai pihak serta inisiatif digitalisasi UMKM, kami memastikan bahwa KUR dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian,” pungkasnya.***/mel

Cantiknya Tas Beelbe Kreasi Dewa Ayu Ratih Dwipayanti

JAYAKARTA NEWS— Sebuah tagline menarik. Begini bunyinya: “Beelbe is a local brand carving leather bag with an unique and fresh design, raising the arts and philosophy of Indonesian culture”. (Beelbe merupakan tas kulit ukir brand lokal dengan desain unik dan segar, mengangkat seni dan filosofi budaya Indonesia)

“Beelbe” adalah mahakarya putra bangsa Indonesia. Kreasi seni ukir tradisional dengan sentuhan modern (Tas Beelbe) itu telah diakurasi langsung oleh Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), ibu Uli Simanjuntak, dan diluncurkan pada program #PersitBisa, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/12/2024).

Tas Beelbe Warnai Dunia Seni dan Ekonomi Kreatif/Foto: Persit Bisa

Beelbe menjadi satu di antara karya-karya para anggota Persit yang lain di bidang UMKM. “Pembangunan bangsa yang kuat berawal dari keluarga sebagai pilar utama masyarakat. Dalam perannya sebagai organisasi istri Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Persatuan Istri Prajurit (Persit) terus berupaya mendukung terbentuknya keluarga yang tangguh, mandiri, dan berdaya. Untuk memperkuat peran tersebut, kami di Persit meluncurkan platform atau wadah #PersitBisa,” ujar Uli Simanjuntak.

Program #PersitBisa mencakup pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelestarian seni dan budaya, peningkatan literasi keuangan, hingga penguatan komunikasi yang berdampak positif.

Tas Beelbe merupakan produk UMKM yang dibuat oleh Ibu Dewa Ayu Ratih Dwipayanti istri Letkol Inf Anak Agung Gede Rama Cahyana Putra, S.sos, M.Tr.Han. yang saat ini menjabat sebagai Kasbrig Brigif 1 Jaya Sakti Kodam Jaya.

Foto: Persit Bisa

Tas Beelbe seringkali menampilkan motif etnik nan indah, seperti motif bunga kamboja atau ukiran khas dari daerah tertentu. Hal tersebut menjadikan tas Beelbe unik dan berbeda dengan yang lain.

Proses pembuatan tas Bleebe dimulai dengan menggambar pola, dilanjutkan dengan memahat pola, mencutik, melukis atau memberikan warna, kemudian dijahit dan dibentuk menjadi tas sesuai model yang di inginkan.

Untuk mendukung UMKM Beelbe ini, Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya mengenalkannya melalui IG UMKM Jayakarta dan mempromosikan saat adanya pameran maupun bazaar, sehingga UMKM Persit dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Diharapkan program #PersitBisa dapat terus berkontribusi mengangkat prestasi istri prajurit serta sebagai apresiasi untuk isteri prajurit sebagai pendamping mendukung para prajurit dalam menjalankan tugas negara.***

Berkah Pertamina Grand Prix of Indonesia, Dua UMKM Ini Tembus Pasar Internasional

LOMBOK, JAYAKARTA NEWS – Sebanyak 60 kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan kesempatan untuk hadir di ajang balap motor internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024. Kelompok Usaha tersebut tergabung dalam Rumah BUMN Lombok Timur yang merupakan mitra binaan Pertamina.

Nantinya mitra binaan tersebut akan menyediakan souvenir serta produk makanan dan minuman bagi para pengunjung di kawasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. 

Salah satunya, D’etnick Istana Mutiara Lombok yang menjajakan souvenir yang menjadi incaran wisatawan.  Janual Aidi, sang pemilik mengatakan bahwa ini merupakan tahun kedua ia berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Tahun lalu kami mendapatkan sekitar 200 juta dalam tiga hari kegiatan berlangsung. Tak hanya itu, kami mendapatkan jaringan usaha yang luas dari beberapa pengunjung mancanegara yang hadir,” ungkap Janual, Rabu, 25 September 2024, di Rumah BUMN Lombok Timur, Jl. TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Sandubaya, Kec. Selong, Kab. Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Baginya, kesempatan yang diberikan Pertamina merupakan berkah untuk keberlangsungan usaha yang dimilikinya.

“Saya berharap gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 menjadikan kami pengusaha yang tangguh dan memiliki jaringan yang lebih luas lagi,” ujarnya.

D’etnick Istana Mutiara Lombok adalah UMKM yang bergerak di bidang kriya dengan produk utama adalah perhiasan dari Mutiara yang diikat dengan logam perak, emas, dan rhodium, serta produk turunan yang berasal dari kerang mutiara. Mengusung tagline tagline “Etnic, Elegant, Luxe, Modern Jewellery”, produk yang dihasilkan D’etnick merupakan buatan tangan (handmade) dari pengrajin lokal Lombok yang  memanfaatkan bahan baku  produk unggulan Lombok yaitu Mutiara Air Laut (south sea pearls). 

Perhiasan yang dihasilkan oleh D’etnick mengedepankan desain etnik yang membawa cerita lokal. Tidak hanya itu, pemanfaatan serbuk kulit kerang limbah kerajinan sebagai bahan kosmetik juga sudah dilakukan oleh UMKM D’etnick Istana Mutiara Lombok.

Begitupun dengan pemilik usaha Kelapa Idea, Admiatun Suwendatanti, mengungkapkan bahwa kesempatan yang diberikan oleh Pertamina membawa usahanya kian meningkat.

“Dampaknya sangat signifikan. Pertama, kami mendapatkan income yang sangat baik dari seperti biasanya. Kedua, keuntungan branding yang dapat memperkenalkan produk secara cuma-cuma, baik kepada wisatawan lokal maupun asing. Ketiga, bisa memberikan dampak kepada orang sekeliling kita,” jelas Admiatun.

Admiatun Suwendatanti, Pemilik UMKM binaan Pertamina Kelapa Idea, mengakui ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia memberi berkah untuk usahanya. (Dok. Pertamina)

Bergabungnya Kelapa Idea menjadi Mitra binaan Pertamina sudah mengantarkan produknya hingga menembus pasar luar negeri, seperti Korea Selatan dan Malaysia.

“Pada 2022, kami bergabung dengan Pertamina dan mulai banyak mengikuti pameran. Sejak itulah mulai banyak dikenal dan mendapatkan pasar luar negeri, berbagi informasi untuk membuka jaringan dengan mitra binaan lain,” tutur Admiatun.

Kelapa Idea didirikan untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada di Desa Pohgading, yakni banyaknya limbah turunan kelapa yang tidak terkelola dan minimnya keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan baku. Kelapa Idea lahir untuk mengatasi permasalahan limbah tersebut, mengolah  limbah turunan kelapa menjadi beragam kerajinan bernilai tambah. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, dukungan Pertamina pada acara Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 salah satunya bertujuan mendorong kemajuan UMKM Lombok, serta UMKM nasional pada umumnya. 

“Pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia yang banyak menarik datangnya wisatawan domestik maupun mancanegara, kami berharap UMKM bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan omset, memperluas jaringan, atau bahkan Go Global meraih pasar internasional,” jelas Fadjar.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***/mel

bank bjb Raih Penghargaan Pengembangan UMKM Terbaik dari IWEB

BANDUNG, JAYAKARTA NEWS — Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Dengan jumlah yang mencapai jutaan dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia, UMKM tidak hanya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia. Dengan demikian, pengembangan UMKM merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Peluang UMKM untuk berkontribusi dalam akselerasi ekonomi sangat besar, terutama melalui inovasi produk, digitalisasi, dan ekspansi pasar ke luar negeri. Hal ini membutuhkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, termasuk perbankan, untuk memberikan pendampingan, akses pembiayaan, serta pelatihan agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. bank bjb, sebagai salah satu bank daerah terbesar di Indonesia, telah mengambil peran aktif dalam mendukung UMKM melalui berbagai inisiatif dan program unggulan.

bank bjb terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan UMKM dengan menyediakan berbagai layanan dan produk perbankan yang disesuaikan dengan kebutuhan. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, dan bank bjb hadir untuk memastikan UMKM mendapatkan akses yang diperlukan untuk berkembang.

Dalam upaya mendukung UMKM, bank bjb telah meluncurkan beberapa program pendampingan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing para pelaku usaha kecil. Program seperti “bjb PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu)” dan “bjb Kredit Mikro Utama” menjadi bukti nyata dari komitmen bank bjb dalam memberikan solusi pembiayaan yang mudah diakses dan terjangkau oleh UMKM.

Selain itu, bank bjb juga telah mengembangkan platform digital untuk mempermudah akses pelaku UMKM terhadap layanan perbankan. Dengan adanya aplikasi mobile banking dan platform digital lainnya, para pelaku usaha kini dapat melakukan transaksi secara lebih efisien dan cepat.

Digitalisasi menjadi kunci utama dalam pengembangan UMKM di era saat ini. Oleh karena itu, bank bjb terus berinovasi untuk menyediakan layanan digital yang memudahkan pelaku usaha dalam bertransaksi.

Di sisi pembiayaan, bank bjb menawarkan beragam produk kredit dengan bunga yang kompetitif, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Mikro Utama. Produk-produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan modal usaha bagi UMKM, baik yang baru memulai usaha maupun yang ingin melakukan ekspansi bisnis. Hingga kini, bank bjb telah menyalurkan pembiayaan kepada ribuan UMKM di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, hingga industri kreatif.

Dengan berbagai inovasi dan dukungan yang diberikan pada UMKM, pada 17 September 2024, bank bjb berhasil meraih penghargaan “Pengembangan UMKM Terbaik” dari Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) pada ajang IWEB Award 2024. Penghargaan tersebut diterima oleh Iwan Prastyo, CEO Regional Kantor Wilayah 1 bank bjb, di Kota Bandung. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya bank bjb dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan UMKM.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi bank bjb dalam memberikan layanan terbaik bagi pelaku UMKM serta menjadi dorongan bagi bank bjb untuk terus berinovasi dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

bank bjb tidak hanya berhenti pada pemberian pembiayaan, tetapi juga memberikan dukungan berupa akses pasar melalui kemitraan dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun internasional. Kemitraan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar mereka dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal.

Ke depan, bank bjb akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan komunitas bisnis untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan UMKM. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.

Dengan penghargaan ini, bank bjb semakin menegaskan posisinya sebagai mitra terpercaya bagi UMKM dalam mengembangkan usahanya. bank bjb berkomitmen akan terus meningkatkan kontribusinya dalam memperkuat perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan. Dengan berbagai langkah strategis tersebut, bank bjb optimis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.***PR

Produk Minuman Berbahan Dasar Air Hujan Hadir di WWF Bali

JAYAKARTA NEWS— Gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali memberikan kesempatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia untuk memamerkan produknya di kancah internasional. 

Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan bahwa gelaran World Water Forum ke-10 di Bali berdampak luar biasa terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Termasuk membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan di Bali.

Pantauan InfoPublik di BNDCC, ada beberapa pelaku UMKM yang memamerkan produk- produknya kepada para tamu World Water Forum ke-10. Salah satunya adalah Bali Rain yang memamerkan produk minuman berbahan dasar air hujan.

General Manager Bali Rain, Faris Herlambang Resyaputra, menyatakan bahwa ada beberapa produk minuman Bali Rain yang dipamerkan di gelaran World Water Forum ke-10 ini. Seluruhnya berbahan dasar air hujan yang telah diproses sehingga layak untuk dikonsumsi.

“Bali Rain ini ekstraksi air hujan. Air hujan ditampung, lalu kita ekstraksi menjadi bahan yang bisa dikonsumsi,” kata Faris kepada InfoPublik di BNDCC, Selasa (21/5/2024).

Ia menyatakan ada beberapa produk minuman diantaranya, Kombucha, Kencur Boot Beer, Tonic Water, Sparkling Rainwater, dan Still Rainwater.

Menurut dia, seluruh produk tersebut diproduksi di daerah Uluwatu Bali, dengan mesin teknologi yang cukup canggih. Produk- produk tersebut pun telah tersebar di kurang lebih 20 outlet yang ada di Bali.

“Jadi sengaja kita cari area yang agak sedikit lebih tinggi untuk menghindari polusi. Jadi air hujannya akan jauh lebih bersih” jelas dia.

Pameran pada WWF ke-10 ini, jelas dia, jadi momentum untuk memberikan edukasi kepada para pengunjung bahwa air hujan setelah diekstraksi itu layak dikonsumsi.

“Untuk uji klinisnya sendiri, ternyata air hujan ini jauh lebih bersih dari pada air mineral yang sudah dikemas. Kita tidak ada mikroplastiknya, karena kita tampung air hujan ini sebelum dia menyentuh tanah,” kata dia.

Kemudian, tambah dia, produk minuman Bali Rain berbahan air hujan ini juga memiliki kemasan yang cukup menarik. Sehingga minuman ini menarik generasi muda untuk mencobanya.

“Contoh, Sparkling Rainwater kita dari packaging aja, desain-nya sudah kita buat bagaimana caranya orang bisa minum air putih tapi tetap terlihat cool and fun. Jadi targetnya lebih kepada orang- orang yang healthy dan anak muda,” jelas dia.

Pada gelaran World Water Forum ke-10 ini, tegas dia, terpenting adalah Bali Rain telah ikut menjaga sumber daya air di Indonesia, khususnya di Bali. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan air hujan untuk memproduksi aneka minuman.

“Harapanya adalah kita bisa menjadi pioneer. Generasi muda kita akan sadar dengan sumber daya yang kita miliki, tanpa harus terpaku dengan sumber daya lama yang kita miliki, yang akan habis nantinya,” tutup dia.***infopublik

Digitalisasi Mainkan Peran Penting Mendorong Pemberdayaan dan Kemajuan UMKM

JAYAKARTA NEWS – Pertumbuhan digital ekonomi yang terjadi di seluruh dunia kian berkembang pesat. Managing Director of the KIT Knowledge Unit Mayada El-Zoghbi mengungkapkan hal ini saat menjadi pembicara dalam acara BRI Microfinance Outlook 2024.

Dikutip dari Rilis BUMN, Sabtu (23/3/2024), KIT Royal Tropical Institute merupakan pusat studi independen bagi para expert yang berfokus pada sustainable economic development, global health, gender.

Pertumbuhan digitalisasi di Indonesia dibuktikan oleh jumlah pengguna internet yang sudah mencapai 202,6 juta pengguna dan 64% dari total penduduk Indonesia juga sudah memiliki ponsel.

“Sebanyak 89 persen rumah tangga memiliki setidaknya satu telepon, lalu dua juta UMKM menggunakan e-commerce, dan 90% pedagang telah mengadopsi pembayaran QRIS,” ujar Mayada El-Zoghbi.

Khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Digitalisasi memainkan peran kunci dalam pemberdayaan dan membangun keberlanjutan usaha.

Pasalnya, bisnis di Indonesia mayoritas UMKM, bahkan berkontribusi 60% terhadap PDB.

Digitalisasi bagi BRI menjadi salah satu pondasi transformasi digital yang selama ini dilakukan.

Sepanjang tahun 2023, tercatat sebesar 99% dari total transaksi BRI dilakukan melalui kanal digital.

Supari Direktur Bisnis Mikro BRI juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu menjangkau pelaku usaha secara masif.

Yakni untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas pelaku usaha, efisiensi operasional hingga membukakan akses pasar yang lebih luas.

“Pendekatan holistik program pemberdayaan BRI disesuaikan dengan kebutuhan UMKM menjadi kunci penting dalam mengurai kompleksnya permasalahan pengembangan usaha mikro,” ujarnya.

Melalui percepatan digitalisasi, proses literasi mampu menjangkau lebih luas kepada pelaku usaha mikro dengan memberi banyak manfaat.

Termasuk efisiensi operasional, meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing.

Hingga akhir tahun 2023, BRI sebagai bank yang terus berkomitmen kepada UMKM telah memiliki kerangka pemberdayaan yang dimulai dari fase dasar, integrasi hingga interkoneksi.

Konsep revitalisasi tenaga pemasar mikro (mantri) yang menjadi financial advisor dengan konsep penguasaan ekosistem suatu wilayah menjadi backbone pelaksanaan.

Keberagaman jenis pemberdayaan yang BRI miliki menjadi bukti nyata komitmen perusahaan untuk selalu memberikan solusi terhadap pengembangan ekosistem UMKM, khususnya segmen mikro dan ultra mikro.

Pada level ultra mikro contohnya, BRI melalui aplikasi Senyum Mobile mencoba menjembatani bagaimana 3 entintas membentuk ekosistem layanan yang terintegrasi.

Selain itu, dalam mendorong digitalisasi kelompok ultra mikro juga dikembangan AgenBRILink mekaar yang mampu mendorong inklusi dan literasi keuangan digital pada segmen masyarakat ultra mikro.

“BRI memiliki konsep pemberdayaan UMKM secara end to end, yakni pemberdayaan dari fase dasar hingga pengembangan platform berbasis digital yang mampu menjadi solusi pengembangan ekosistem UMKM.”

“Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa UMKM mempunyai daya saing dan mampu beradaptasi dengan pasar,” ungkapnya.***/mel

Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Hadirkan 29 UMKM Unggulan di Ajang Inacraft 2024

JAYAKARTA NEWS – PT Pertamina (Persero) akan mengajak Usaha Mikro, Kecil dan Mikro (UMKM) binaannya di ajang Inacraft 2024.

Sebanyak 29 UMKM unggulan akan ikut serta di ajang pameran produk kerajinan tersebut.

Inacraft 2024 sendiri akan digelar di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada 28 Februari – 3 Maret 2024

Sebagai salah satu pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2024 akan menjadi ajang pemasaran yang potensial bagi pelaku UMKM dalam negeri untuk merambah pasarnya ke internasional.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina rutin mengikutkan mitra binaannya pada ajang Inacraft dan berbagai pameran bergengsi lainnya di Indonesia.

Melalui ajang-ajang tersebut, para pelaku UMKM dapat berinteraksi dengan konsumen baru, baik dari dalam maupun luar negeri.

Terkadang, Pertamina juga membawa UMKM unggulan untuk mengikuti pameran di luar negeri untuk memperluas jejaringnya dan bertemu secara langsung dengan konsumen asing.

“UMKM yang mengikuti kegiatan pameran sudah melalui tahap kurasi, sehingga produk yang dipasarkan merupakan produk unggulan dan dapat merepresentasikan budaya Indonesia,” jelas Fadjar.

Pada Inacraft 2024, 29 UMKM binaan Pertamina dapat ditemui. Sebanyak 18 UMKM bergerak di industri fashion dan kerajinan serta 3 UMKM sektor kuliner, merupakan binaan dari berbagai wilayah di Indonesia. Sedangkan 8 UMKM lainnya telah mampu berpartisipasi secara mandiri, namun Pertamina tetap melakukan pendampingan seperti menggelar aktivasi, program promo produk hingga dukungan lainnya.

Salah satu pengusaha yakni Dian Susanti, pemilik usaha The Ethneeq, mengatakan bahwa pameran Inacraft dapat menjadi pintu untuk ekspansi produk fashion aksesoris miliknya ke pasar nasional maupun mancanegara.

“Saya sangat antusias mengikuti Inacraft. Ketika dihubungi oleh Pertamina bahwa produk saya lolos kurasi, saya langsung menyiapkan produk yang akan dibawa. Karena selain mempromosikan produk fashion aksesoris, saya juga ingin mempromosikan keberlanjutan warisan budaya Bali,” katanya.

The Ethneeq merupakan brand lokal Bali, yang mengembangkan kerajinan fashion aksesoris yang berfokus pada penggunaan bahan alam, seperti goni, kulit, dan tekstil tenun tradisional untuk menciptakan aksesoris yang tidak hanya cantik tetapi juga ramah lingkungan.

Dalam setiap produknya Ethneeq menggabungkan dengan sempurna fungsi, nilai budaya, dan elemen fashion yang berkelas, dengan perpaduan desain kontemporer dan unsur tradisional.

“Terima kasih kepada Pertamina yang sangat concern dalam memberikan pendampingan kepada kami, baik melalui pelatihan, maupun pameran. Pertamina menjadi partner dan solusi terbaik bagi kami UMKM binaannya. Ayo datang dan kunjungi booth The Ethneeq dan beberapa produk UMKM binaan Pertamina lainnya, di Lobby Hall A Jakarta Convention Center pada 28 Februari – 3 Maret 2024,” ajaknya.

Pada sektor kerajinan, diantaranya hadir Artistica Jewelry yang akan membawa aneka perhiasan perak yang anggun dan mempesona. Hadir juga UMKM Mutiara Lombok Beauty dengan produk khas Lombok berupa mutiara pengikat perak, rhodium dan emas, serta Menday Gallery dengan budaya pesisirnya mengembangkan beragam kreasi produk tenun, yang menggunakan motif-motif khas yang bersumber dari budaya mayoritas suku di pesisir Pantai Cermin, yakni suku Melayu.

Selain itu, UMKM Dannes Teakwood yang membawa kerajinan dengan keindahan alami dan kekuatan yang tahan lama dari kayu jati.

Salah satu UMKM fashion yakni Merajut Asa Kita, akan membawa berbagai produk rajutan ramah lingkungan.

Merajut Asa Kita menjadi UMKM unggulan binaan Pertamina karena memiliki produk rajutan khas Indonesia seperti sweater, tas dan sebagainya, dengan model kekinian dan corak yang digemari oleh masyarakat.

UMKM ini juga menjadi istimewa karena para pengrajinnya berasal dari komunitas disabilitas, sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Pertamina dalam pembinaan inklusi UMKM untuk komunitas difabel dan berkebutuhan khusus.

Di sektor kuliner, pengunjung dapat merasakan kesegaran alami dengan minuman kelapa organik dari GoCoco. Nikmati pengalaman kuliner yang lezat dan praktis dengan Rice Bowl hingga siomay bandung dari UMKM Mahana Food. Hadir pula UMKM Soto Betawi Bang Samson, nikmati makanan yang menggugah selera selepas berbelanja produk-produk pilihan.

Fadjar menambahkan, Inacraft menjadi platform ideal bagi Pertamina untuk mempromosikan produk UMKM.

“Selain pameran, sebagai bentuk apresiasi kami kepada para pengunjung yang berbelanja di UMKM binaan Pertamina akan dimanjakan dengan berbagai hadiah, souvenir, promo berupa potongan harga hingga voucher belanja,” pungkasnya.

Program TJSL Pertamina dalam memajukan UMKM lokal menjadi naik kelas sejalan dengan inisiatif Pertamina untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 8.

Meliputi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, menciptakan peluang kerja yang produktif dan menyeluruh, serta meningkatkan standar pekerjaan yang layak.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***/mel

Karya Seni Perhiasan dari Limbah Kaca ‘Artistica Jewelry’ Milik UMKM Binaan Pertamina Berhasil Go Internasional

JAYAKARTA NEWS – Artistica Jewelry merupakan salah satu Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang lahir dari kreatvitas dan kejelian menyajikan karya seni perhiasan dari limbah kaca.

Perhiasan yang dilengkapi dengan liontin dan manik-manik limbah kaca tersebut diproduksi di Ngagel Tama Selatan, Surabaya.

Siapa sangka jika Artistica Jewelry miliki Sieltje Kurniawan yang berkonsep mengurangi sampah dan berfokus pada pengembangan generasi muda ini berhasil mendunia.

Saat ini, 90% produk Artistica Jewelry telah diekspor ke Swedia, Puerto Rico, dan Malaysia.

“Pecahan kaca identik sebagai bahan yang tidak memiliki nilai bahkan dianggap berbahaya, namun kami merasa tertantang setelah banyak pelanggan dari luar negeri meminta perhiasan berbahan dasar recycle, hingga akhirnya kami mulai memproduksi plastik, kaca (dari botol parfum, keramik pecahan piring dan cangkir), serta limbah kulit kerang mutiara maupun limbah lainnya, menjadi bros, anting, gelang, kalung,” kata Sieltje, pemilik Artistica Jewelry, dikutip dari Rilis BUMN, Kamis (4/1/2024).

Untuk menghasilkan perhiasan pesanan dari para pelanggannya, Sieltje berkolaborasi dengan para pengrajin perhiasan dan pengrajin asah batu di daerah Pasuruan, Jawa Timur.

Hal tersebut dilakukan karena dibutuhkan keterampilan dan ketelitian untuk memilah, memotong, dan melakukan proses faceting pada kaca recycle untuk membentuknya menjadi seperti batu permata.

“Mereka mengerjakan dengan cara tradisional sehingga memungkinkan sekali bagi pelanggan untuk custom perhiasan yang mereka impikan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan para pengrajin, sehingga usaha ini tidak hanya sekedar untuk mencari profit, tetapi juga memiliki misi sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Sieltje.

Selain itu, Sieltje mengatakan jika pihaknya juga berkolaborasi dengan pemulung, panti asuhan, menerima magang dari SMK dan Universitas, bekerja sama dengan Diaspora, Disperindag, Dinkop, serta pihak lain untuk mendukung proses produksi dan memasarkan produknya secara lokal, internasional, dan melalui e-commerce luar negeri.

“Kolaborasi juga terjalin dengan UMKM seperti Khen Tenun (NTT) dan Lusee Bag Leather untuk menciptakan perhiasan dari sisa produksi,” tandas Sieltje.

Sieltje Kurniawan pemilik Artistica Jewelry (Jennaira)

Artistica Jewelry berhasil menjadi pemenang ke-3 Pertapreneur Aggregator 2023 dengan konsep pemanfaatan limbah dan pemberdayaan kelompok UMKM.

Program Pertapreneur merupakan kompetisi proposal bisnis mitra binaan Pertamina, yang berdampak bagi komunitas dan lingkungan.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajar Djoko Santoso mengatakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan produk yang berfokus pada isu lingkungan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas pasarnya ke kancah global.

Untuk itu Pertamina memiliki program pembinaan kepada UMKM binaannya, dengan menerapkan program Go Green dalam menjalankan bisnisnya.

“UMKM yang memperhatikan isu lingkungan dalam menjalankan usahanya seperti pemanfaatan produk limbah serta proses produksi ramah lingkungan, secara tidak langsung telah memberikan edukasi kepada konsumen,dan memiliki peluang dalam memperluas pemasarannya, karena isu lingkungan kini telah menjadi perhatian masyarakat seluruh dunia,” ujarnya.

Kesadaran akan keberlanjutan mempengaruhi preferensi konsumen, sejalan dengan gaya hidup ramah lingkungan (Go Green) yang saat ini menjadi populer.

Fajar berharap program Pertamina untuk UMKM bisa memberikan dampak positif, mendorong kemajuan, dan mengembangkan kapasitas serta kualitas UMKM Indonesia.

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***/mel