Arumi Bachsin Lantik Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk

JAYAKARTA NEWS— Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak melantik Wahyuni Marhaen sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Masa Bhakti Sisa Jabatan 2018-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (10/4).

Pelantikan Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk ini tertuang dalam Surat Keputusan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Nomor 04/KEP/PKK.PROV/IV/2023 tanggal 8 April 2023 tentang pengangkatan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk.

Selanjutnya Arumi selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur juga melantik Wahyuni Marhaen sebagai Ketua Dekranasda Kab. Nganjuk.

Dalam sambutannya, Arumi berharap kepada Ketua TP PKK dan Dekranasda yang baru untuk melanjutkan program kerja sebagai estafet keberhasilan kinerja yang telah dicapai Kabupaten Nganjuk.

Ia pun menyampaikan bahwa keberhasilan Kabupaten Nganjuk dibuktikan dengan berbagai prestasi yang diraih, diantaranya, juara II lomba fashion show batik tahun 2020 tingkat Provinsi Jatim dan juara I pada lomba yang sama di tahun 2023. Selanjutnya juara I lomba masak ikan tahun 2022 tingkat Provinsi Jatim, juara II lomba pelaksana terbaik PKK KB Kesehatan di tahun 2020, dan juara III penyusunan laporan 10 Program Pokok PKK terbaik provinsi Jatim tahun 2022.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya karena Kabupaten Nganjuk ini adalah salah satu kabupaten yang saya bilang segudang prestasi. Tim penggerak PKK maupun Dekranasdanya,” ucap Arumi

Kemudian, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Prov. Jatim ini berpesan agar kegiatan-kegiatan yang menjadi program prioritas yang telah dilaksanakan untuk terus ditingkatkan, sehingga mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat, dengan menyesuaikan potensi daerah, SDM dan ketersediaan anggaran sebagaimana hasil Rakernas IX PKK tahun 2021.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa program-program yang menjadi prioritas dan unggulan yang perlu mendapat perhatian serta ditingkatkan kegiatannya, antara lain, Pokja I ; Pembinaan pola asuh anak dan remaja diera digital (PAAREDI), Pokja II, Galeri pelangi ( gerakan keluarga Indonesia dalam peningkatan kualitas pengelolaan ekonomi), Pokja III, Gerakan aku hatinya PKK (amalkan & kukuhkan halaman asri, teratur, indah dan nyaman PKK), terakhir Pokja IV, Keluarga sehat tanggap & tangguh bencana.

“saya berpesan khususnya kepada ketua TP PKK yang baru dan pengurus nantinya untuk terus memacu diri dan organisasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas program PKK unggulan, sehingga nantinya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan mampu dirasakan manfaatnya oleh keluarga dan masyarakat,” terang Arumi.

Disisi lain, Ketua Dekranasda Jatim ini juga berharap agar ketua dekranasda kabupaten Nganjuk harus mampu memberikan warna lain dan mengangkat potensi kerajinan-kerajinan yang ada di wilayah kerjanya, sehingga kedepannya bisa memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Saya juga berharap Dekranasda Nganjuk lebih mampu diangkat potensinya, dengan melakukan pembinaan seni kerajinan, meningkatkan kontribusi industri kerajinan dan menghimpun potensi-potensi daerah bagi pengembangan produk kerajinan sebagai bagian dari seni dan budaya”, ucap Arumi.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa dalam mewujudkan semua itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta dalam memberikan pembinaan dan penguatan. Sehingga dalam pelaksanaan program-program maupun kegiatan nantinya diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah.

“Saya mengharap adanya eksistensi Dekranasda, sebagai lembaga yang membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai upaya strategis pembinaan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, peningkatan ketrampilan dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing dengan produk dari negara lain,” katanya.

Selain itu, Arumi menerangkan bahwa dengan semakin berkembang informasi dan teknologi dengan pesat, menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi PKK maupun Dekranasda, dimana kita dituntut untuk terus update dan mengembangkan potensi diri dalam menerima pesatnya perkembangan agar tidak tergilas dan tertinggal.

“Tantangan utama terbesar dalam era digitalisasi, khususnya digitalisasi keuangan adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar siap mengubah ekonomi berbasis pengetahuan atau knowledge, based ekonomyuntuk pertumbuhan ekonomi tidak lagi bergantypada sumber data alam (SDA),” terangnya.

Diakhir, Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jawa Timur mengucapkan selamat dan mendoakan semoga amanah ini mampu diemban dan dijalankan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi keluarga dan masyarakat.

“Teriring doa semoga amanah dalam menjalankan dan mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan serta meridhoi setiap langkah kebaikan kita menuju masyarakat Jawa Timur semakin sejahtera. Aamiin,” tutupnya. (poedji)

TP PKK Sumbang 1 Juta Masker untuk DKI Jakarta

JAYAKARTA NEWS— Angka masyarakat terpapar covid-19 di DKI Jakarta yang semakin meningkat menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan kader-kadernya untuk lebih massif lagi memberikan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Tri Tito Karnavian yang juga Ketua Umum TP-PKK, hal ini perlu diketahui apa penyebabnya. Apakah karena masker yang beredar kurang, atau memang masyarakatnya yang enggan memakai masker. Nah, sambil menunggu hasil penelitian lebih lanjut, Tri menyebut akan terus berupaya membagikan masker agar jumlah yang beredar di masyarakat cukup dan tetap sosialisasikan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) yang benar.

“Saya pun Insya Allah akan menyumbang 1 juta masker untuk DKI Jakarta sendiri, nanti kami akan koordinasi dengan ibu Ketua TP-PKK DKI Jakarta bagaimana kita membuat sistem pembagian masker ini,” tutur Tri saat kegiatan Laporan Gebrak Masker melalui Video Conference, Senin (31/08/2020).

Menurutnya, akan ada metode khusus untuk membagikan masker agar tepat sasaran. “Kita membuat sistem pembagian masker ini supaya bisa langsung ke ketua RT masing-masing, sehingga kami sudah mendapatkan data-data berapa banyak RT yang ada di DKI Jakarta sehingga kita bisa menkluster RT-RT mana saja yang harus dibagikan karena tidak semua RT harus dibagikan mengingat dari tingkat sosial penduduknya menengah ke atas yang lebih menyadari tentang kesehatan sehingga kita lebih menuju kepada masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.

Ia yakin asalkan ada kebersamaan antar pemerintah dan kader-kader PKK untuk menjalankan amanah Presiden Joko Widodo, gerakan Gebrak Masker akan berhasil memberantas kenaikan jumlah penderita Covid-19. Ia juga mengajak agar para stakeholder dapat menggencarkan pembagian masker kepada masyarakat.

“Saya lihat data-data di Kota itu masih belum mencapai masih ribuan saya lihat mulai dari tanggal 12 sampai terakhir tanggal 24 masih ribuan masker, mungkin kita bersama-sama bisa meningkatkan lagi jumlah masker yang bisa dibagikan dengan metode yang bisa mencapai langsung ke masyarakat karena perintah ini adalah door to door atau satu persatu, rumah ke rumah dengan adanya kader PKK yang ratusan ribu di DKI Jakarta ini saya yakin hal itu mampu dilakukan,” terangnya.

Ia berharap agar masyarakat selain taat melaksanakan 3M, juga dapat menerapkan pola hidup sehat. Antara lain berolahraga yang sesuai dengan kebutuhan juga mengkonsumsi makanan bergizi. Terutama pada ibu hamil dan anak-anak juga, tidak lupa selalu memeriksakan diri kemudian imunisasi yang pastinya harus tidak boleh di tunda-tunda.***/ebn

Gelorakan Desa Aman Covid-19

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian beserta Menteri Desa (Mendes) Halim Iskandar memiliki komitmen kuat menggelorakan Desa Aman Covid-19, melalui gerakan masif bagi-bagi masker.

Hal tersebut disampaikan pada saat konferensi pers di Kantor Kemendes, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (04/08/2020).

“Pada hari ini spesifik kita membicarakan juga tentang membangun dan menggelorakan Desa Aman Covid-19 yang sebetulnya sudah sporadis dilaksanakan juga dan juga ada yang sudah terstruktur dilaksanakan oleh bapak Mendes yaitu “Desa Aman Covid-19″, kita membuat basis pertahanan covid-19 itu di desa-desa dan kampung-kampung gitu,” terangnya.

Kemendagri sangat mendukung dan turut serta dalam menggaungkan program tersebut, pasalnya perangkat desa masuk dalam struktur pemerintahan daerah yang dalam pembinaan dan pengawasan Kemendagri.

“Namun program-program anggaran lain-lain itu diatur oleh Kementerian Desa, sehingga sejak awal memang kami sudah melakukan sinergi itu,” tuturnya.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Tri Tito Karnavian –foto Puspen Kemendagri

Oleh sebab itu, Mendagri juga sudah mewajibkan setiap desa untuk wajib pakai masker sehingga ada program-program pembagian masker. Salah satunya juga, dengan mendorong kepala daerah untuk membuat peraturan tentang kewajiban pakai masker dan didukung dari Permendagri juga.

“Saya sudah mendorong rekan-rekan kepala daerah untuk membuat peraturan daerah tentang kewajiban penggunaan masker berikut sanksinya. Ada beberapa daerah yang sudah melakukan membuat Perda itu, tetapi saya juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk daerah, untuk membuat Perda itu. Ada yang belum dan sedang kita dorong terus,” ujarnya.

Gerakan TP-PKK Door to Door

Selain itu, Ketua TP-PKK Tri Tito Karnavian siap laksanakan kepercayaan Presiden Joko Widodo terhadap TP PKK. Ia mendukung penuh all out jalankan program bagi masker secara door-to-door yang juga termasuk 10 program pokok TP-PKK khususnya program kesehatan. Namun, dengan adanya pandemi covid-19, program akan lebih dimasifkan.

“Kami para kader TP-PKK dari seluruh Indonesia untuk ikut mensosialisasikan pemakaian masker, dimana nanti para kader-kader kami akan melakukannya door-to-door. Tidak hanya membagikan masker, tapi juga mensosialisasikan bagaimana pemakaian masker yang benar dan apa gunanya masker tersebut,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mendes juga menyampaikan akan memfokuskan kegiatan bagi-bagi masker pada warga kurang mampu sehingga bantuan bisa dapat dirasakan. Sementara untuk kelas menengah diminta untuk melaksanakan pengadaan sendiri. Ia juga mengajak warga agar dapat bergotong royong berbagi masker.

“Makanya tadi sudah kita sepakati dan mulai hari senin kita akan masifkan sosialisasi ini dengan ke desa-desa agar di produksi masker sesuai dengan kapasitas warga miskin, pengangguran dan kelompok-kelompok marginal yang ada di desa,” pungkasnya.***/ebn