Mbappe kesampingkan untuk tinggalkan PSG

Kylian Mbappe.

SETELAH gol yang dicipyakannya menjadi bagian kunci  kemenangan Prancis dalam final Piala Dunia  pada hari Minggu, Kylian Mbappe menyatakan komitmennya untuk tetap  bersama Paris Saint-Germain (PSG).

Real Madrid dan Manchester City adalah salah satu tim yang tertarik  dengan kepindahan  remaja tersebut, meskipun mereka akan berhadapan dengan  PSG terkait dengan  kriteria Financial Fair Play, yang tidak lagi menjadi masalah.

PSG rasanya akan tetap mempertahankan Mbappe dengan segala alasan, kecuali dunia sepakbola memaksanya untuk melepaskan pemain berusia 19 tahun tersebut.

“Saya akan tetap dengan PSG, melanjutkan perjuangan saya dengan mereka,” kata striker itu kepada wartawan di Moskow.

“Saya berada di awal karir saya,” tambahnya.

Dengan peran utama dalam kemenangan 4-2 Prancis atas Kroasia, Mbappe dinobatkan sebagai Pemain Muda Piala Dunia 2018, sebuah prestasi yang ia raih  untuk kerja keras dan kualitas rekan-rekannya.

“Saya bermain seperti yang selalu saya lakukan,” ujarnya.

“Mencetak gol di final selalu unik.”

“Saya telah bekerja keras untuk mencapai momen seperti ini, tetapi ini bukanlah akhir, kita harus melanjutkan.”

“Saya memiliki ambisi untuk melangkah lebih jauh.”

“Saya siap untuk hal semacam ini, tetapi kemudian Anda harus membuktikannya di lapangan.”

“Sepak bola internasional menghasilkan banyak tekanan, tetapi jika Anda yakin akan diri sendiri dan dikelilingi oleh pemain hebat , Anda dapat melakukan hal-hal seperti ini. ”

Mbappe sedang memulai pembuktian untuk menjadikan Prancis sebagai penguasa baru dalam persepakbolaan dunia. Bukan lagi Spanyol, Brasil atau Argentina.

Target yang harus dicapai dengan kerja keras dan keterpaduan tim. Juga, suasana nyaman di ruang ganti.***

Real Madrid Resmi Nyatakan tak Minat Datangkan Neymar

SEKALIPUN  ada desas-desus tentang minat mereka terhadap Neymar, Real Madrid secara resmi membantah akan menandatangani pemain Paris Saint-Germain tersebut.

Ini adalah kedua kalinya klub secara resmi membantah rumor yang menghubungkan mereka dengan pemain depan Brasil itu, setelah pengumuman lain pada 2 Juli dimana mereka mendorong kembali pembicaraan tentang tawaran 310 juta euro untuk pemain tersebut.

“Dalam menghadapi laporan konstan yang menghubungkan Neymar dengan klub kami, Real Madrid ingin mengklarifikasi bahwa klub tidak berniat membuat tawaran untuk pemain tersebut,” demikian bunyi pengumuman Madrid.

“Kedua klub menikmati hubungan yang sangat baik dan, dengan demikian, jika Real Madrid berada pada tahap apa pun untuk mempertimbangkan mengamankan layanan pemain asal PSG, mereka akan mendekati klub dalam kesempatan pertama. “

Real Madrid Kirim Utusan untuk Bernegosiasi dengan Ayah Neymar

UPAYA  menandatangani Neymar untuk Real Madrid, memasuki periode penting, setelah diketahui bahwa klub Spanyol telah meminta Juni Calafat untuk memulai negosiasi dengan ayah mantan pemain Barcelona tersebut.

Setidaknya itulah yang dikatakan di Brasil. Menurut “Globesporte,” Calafat, kepala departemen sepak bola internasional di Real, telah membuat kontak pertama untuk meyakinkan pemain tersebut  bergabung dengan Los Blancos pada musim depan.

Pemain tim nasional Brasil itu memiliki kontrak hingga 2022 dengan Paris Saint-Germain, dan penolakan Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi untuk memungkinkan bintangnya untuk keluar adalah sangat jelas.

Madrid sadar bahwa itu akan menjadi negosiasi yang sulit, tetapi percaya bahwa pemain tersebut dapat mengerahkan tekanan yang diperlukan untuk membuka pintu.

Neymer di Prancis tidak ada klausul pembelian, dan PSG menghabiskan lebih dari 200 juta euro untuk mantan pemain Barcelona itu setahun lalu.

Klub Prancis tidak mungkin melihat nilai apa pun dalam menjualnya dengan begitu cepat, kecuali pesepakbola yang memaksanya pergi.***

Peduli Gizi Anak-Anak di Kepulauan Nias

 

RATUSAN anak-anak Sekolah Dasar Negeri 071208 Barawanu Desa Siwalabanua Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan, terlihat gembira dan antusias menyambut kedatangan rombongan Wafer Tango bersama tim Obor Berkat Indonesia (OBI) dalam program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia (TPGAI).

Kegiatan itu mengusung misi membantu memperbaiki kondisi gizi anak-anak Indonesia, khususnya di Kepulauan Nias dengan memberikan makanan tambahan dan penyuluhan gizi untuk anak-anak peserta program TPGAI.

Rombongan yang dipimpin Head of Corporate and Marketing Communication Orang Tua (OT), Harianus Zebua itu, disambut oleh Kepala Sekolah SDN 071208 Barawanua Manati Zai, dan para guru dengan tari “Manea” yang dibawakan ratusan murid-murid sekolah dasar tersebut dengan gegap gempita.

Harianus Zebua mengatakan, kepedulian terhadap permasalahan gizi yang dialami anak-anak Indonesia, khususnya di Kepulauan Nias telah menggerakkan pihaknya melakukan aksi sosial ini. Menurutnya masa depan bangsa Indonesia ada di tangan generasi mudanya, generasi yang cerdas dan sehat.

Hal ini tidak mudah diwujudkan, ketika kasus-kasus gizi buruk masih ditemukan di berbagai pelosok Nusantara. Karena berdasarkan monitoring yang dilakukan Kementerian Kesehatan melalui kegiatan pemantauan status gizi (PSG) pada tahun 2016, angka prevalensi gizi buruk pada balita di Indonesia masih sebesar 3,4% dan gizi kurang 14,4%. Angka ini tentunya bervariasi di setiap daerah, termasuk di Kepulauan Nias.

Disebutkan program TPGAI diputuskan fokus di Kepulauan Nias, karena tidak banyak pihak yang secara konsisten membantu dan mendampingi masyarakat Nias, terutama pasca bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Kepulauan Nias tahun 2005 lalu. Setelah rehabilitasi selesai dilakukan pasca gempa, ternyata masih ditemukan penderita gizi buruk dan gizi kurang, utamanya di pelosok-pelosok desa yang jauh dari jangkauan.

“Program Tango Peduli Gizi Anak Indonesia merupakan wujud kepedulian sosial Tango terhadap anak-anak Indonesia, khususnya di Kepulauan Nias terhadap permasalahan gizi buruk dan gizi kurang. Tango ingin membantu mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat. Untuk menghasilkan generasi yang sehat, salah satunya adalah dengan dipenuhinya asupan gizi yang baik,” kata Hari sapaan akrab Harianus Zebua di sela-sela kegiatan pemberian makanan tambahan kepada ratusan murid sekolah dasar dan anak-anak di Desa Siwalubanua, Nias Selatan.

Dikatakan, kegiatan rutin yang dilakukan TPGAI adalah pemberian makanan tambahan, balai pemulihan gizi, kunjungan ke rumah-rumah penderita gizi buruk dan gizi kurang, rehabilitasi rumah sehat Tango, pemberdayaan ekonomi keluarga, perbaikan prasarana kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, pelatihan teknologi tepat guna, taman gizi sekolah dan keluarga, serta penyuluhan gizi dan pola hidup sehat.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Nias, Niaria Panjaitan dalam sambutannya mengapresiasi dan mengakui sangat terbantu dengan adanya program yang dilakukan oleh TPGAI di Kabupaten Nias ini.

Menurutnya, penderita gizi buruk dan gizi kurang sudah menurun. Jika tahun 2015 penderita gizi buruk sekitar 17% dan gizi kurang 34% dari 2.167 balita yang ditimbang di 36 kecamatan, maka pada tahun 2016 sudah jauh menurun menjadi gizi buruk 9,5%, dan gizi kurang sekitar 18,2%.

Untuk itu dia mengharapkan agar ibu-ibu selalu rajin memeriksakan anaknya ke posyandu-posyandu yang ada di setiap bulannya, sehingga perkembangan anak-anaknya dapat terpantau.

Sandra Natania salah satu bocah berusia 2 tahun di Desa Somambawa pernah mengalami gizi buruk dan saat ditemukan tim OBI, badannya sangat kurus. Lalu selama sebulan dirawat, diberi makanan bergizi, tapi kok berat badannya tidak naik-naik. “Setelah dicek lebih lanjut, ternyata ada cacing kremi di perut Sandra,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan diketahui ada cacing di perut Sandra lumayan banyak dan membentuk seperti bola. Setelah cacing berhasil dikeluarkan, Sandra kembali mendapat perawatan, dan pemberian makanan tambahan yang bergizi.

Begitu juga keluarganya diberikan pendampingan dan edukasi misalnya pentingnya makan tidak asal kenyang dan banyak lagi lainnya. Keluarga Sandra juga diajari menanam sayuran berupa sayur manis, kangkung dan terong yang nantinya bisa dipetik dan dimasak. Sayuran tersebut ditanam dalam polybag di halaman rumahnya. Kini Sandra sudah montok kembali, tidak terlihat bahwa dia pernah menderita gizi buruk.

Hari menyebutkan, program TPGAI telah membantu mengatasi sebagian permasalahan gizi masyarakat di Kepulauan Nias. Dengan menjalankan kegiatan-kegiatan yang menekankan pada pentingnya edukasi dan pemberdayaan. Dia mengharapkan TPGAI ke depannya akan semakin memberi dampak yang optimal dan membuat masyarakat lebih mandiri dalam mengatasi sendiri permasalahan gizi di lingkungannya.**