Pilkada Kota Bogor Telan Korban

BOGOR, JAYAKARTA NEWS— Bogor, Jayakarta News. Pemilu makan korban lagi. Kali ini menimpa Ujang Sanjaya (47), Petugas Ketertiban Tempat Pemungutan Suara (TPS) di TPS 01 Kelurahan Situgede, Kecamatan Kota Bogor Barat, Kota Bogor, tepat pada saat pelaksanaan pemungutan suara sedang berlangsung, Rabu (27/11/2024) pagi. Korban diduga terkena serangan jantung, akibat kelelahan yang berlebihan.

Mendengar kabar ada petugas Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bogor meninggal, Pejabat Walikota Bogor Hery Antasari yang sedang mengontrol pelaksanaan Pemilukada di beberapa titik TPS di Kota Bogor, bersama jajaran Forkominda langsung menuju Ruma Sakit Medika Darmaga tempat disemayamkan jenazah.

Pejabat Forkominda Kota Bogor yang tampak hadir adalah Kapolresta Bogor Kombespol Bismo Teguh Prakoso, Dandim 0606 Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto, Ketua DPRD Adityawarman Adil dan didampingi Ketua KPU Kota Bogor M. Habibi Zaenal.

Setelah melayat jenazah, tampak Walikota menyapa istri almarhum Ujang, ibu Ilah yang tak kuat menahan duka, terpaksa duduk di kursi roda. Dialog beberapa saat tampak serius. Hery Antasari menanyakan anak dan pendidikannya.

Terdengar tawaran akan memperhatikan pendidikan putra pertama almarhum Audi yang sedang melanjutkan pendidikan di Pesantren Al Hasanah, Cibeuti, Tasikmalaya. Sedang yang bungsu baru masuk pesantren An Nur di Cimande, Bogor.

Tampak hadir melayat ke rumah duka Calon Wakil Walikota Bogor Melli Darsa dan calon Wakil Walikota lainnya Jenal Mutaqin.

Jenazah dimakamkan di Pemakaman Umum Cilubang, usai bada isya setelah disholatkan di Mesjid Nurul Huda ,Cilubang Lebak, Situgede Kota Bogor. Almarhum Ujang Sanjaya dimakamkan malam hari karena memang menunggu kehadiran putranya yang sedang dalam perjalanan dari Tasikmalaya. Selain itu, kondisi Kota Bogor sejak sore hingga malam diguyur hujan cukup lebat. (Nat)

“Saya Datang, Saya Melihat dan Saya Menaklukkan”

BOGOR, JAYAKARTA NEWS— Retorika spetakuler penuh ksatria ini  pernah dilontarkan seorang Jenderal Romawi Yulius Caesar  pada Tahun 47 SM. Ketika itu, dia mengekspresikan  gelora kemenangannya atas  Raja Pharnaces II dari Pontus dalam perang hebat yang dikenang dalam sejarah dengan sebutan  Perang Zela. “Veni, Vidi, Vici”, itu retorikanya. Saya datang, saya melihat dan saya menaklukan. Demikian kurang lebih makna sebutan yang melegenda hingga saat ini.

Salah satu Calon Walikota Bogor, Doktor Atang Trisnanto, kalau melihat semangat dan sepak terjangnya selama konsolidasi  politik khususnya di masa kampanye pasangan calon Walikota Bogor,  sepertinya retorika Yulius Caesar menginspirasi mantan Ketua DPRD Kota Bogor periode 2019 – 2024 untuk melenggang menuju jabatan prestisius Kota Bogor Satu.

Bisa kita bayangkan kegiatan kesehariannya di masa kampanye. Sehari diawali kegiatan dari jam 07.00 pagi, dia diagendakan bertemu kelompok masyarakat, dari 5 sampai 8 pertemuan hingga sore jelang magrib. Sore di posko pemenangan di Kawasan Kebon Pedes hingga bada isya, dia masih menerima tamu dari tokoh masyarakat hingga pimpinan partai pendukung.  Tidak terkecuali tim pemenangan, di setiap ada kesempatan  selalu membuka ruang diskusi atau sekedar menerima laporan evaluasi kegiatan politik paslon.

Malam menjelangpun,  mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University ini,  masih beraktifitas. Dia tetap usahakan untuk  bersilahturahim lagi dengan satu atau dua tokoh. Relatif kegiatan berakhir jelang  tengah malam. Dan hebatnya lagi,  aktifitas super padat itu berlangsung setiap hari selama masa kampanye. “Saya ingin menyapa seluruh masyarakat Kota Bogor. Target saya akan kunjungi seluruh 800 RW yang ada di Kota Bogor. Semoga saja lancar, sehat dan tidak ada halangan,” sebut Atang yang optimis mampu menjadi Walikota Pertama dari PKS di Pilkada Tahun 2024 ini.

Laki-laki ‘gemoy’ paruh baya yang pernah dianugerahi award oleh Himpunan Alumni IPB sebagai Politikus Terbaik Tahun 2022 ini, sepertinya tidak kenal lelah dalam ‘bertarung’. Teman-teman dekatnya termasuk penulis, ketika ada kesempatan bersua, hampir sama mendoakan kesehatan politisian  Atang.

Beruntung mantan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor ini punya pribadi periang dan rendah hati. Sehingga ketegangan dan pressure kegiatan yang tinggi, tidak selalu membuat dirinya terbawa tegang pula.

Calon Walikota Bogor, Doktor Atang Trisnanto

Apalagi ayah 4 orang anak ini adalah tipikal taat ibadah. “Saya selalu berpasrah pada Keridhaan Allah swt dalam segala hal kehidupan saya,” jelas Atang yang sering juga menjadi khotib dalam ibadah Jumat di Bogor. Belum lagi aktifitas pengajian subuh yang rutin juga dilakukan.

Benar-benar full power pasangan calon Walikota  Bogor Annida Allivia ini. Bahkan, seorang Walikota Bogor periode 2004 – 2014 H. Diani Budiarto memuji totalitas Atang.

Saat deklarasi dukungan Balad Abah Diani (Badani) untuk paslon Atang – Annida beberapa waktu lalu, Diani sempat memuji kegigihan pasangan Nomer 2 ini.

“Rakyat Bogor  ingin Walikotanya  memiliki kemauan untuk hadir ditengah-tengah masyarakat. Mau mendengar aspirasi semua kalangan. Serta mampu mencari solusi  dalam menyelesaikan permasalahan mereka. “Pak Atang memiliki kemampuan itu,” ucap Diani dihadapan ratusan wakil kelompok masyarakat yang hadir di Sekretariat Badani.

Dalam sambutannya, Atang Trisnanto merasa sangat percaya diri dengan dukungan salah satu mentor politiknya. “Apalagi pa Diani juga adalah sahabat baik mertua saya, bapak Sukma Wijaya yang juga menjabat Bupati Kabupaten Sukabumi pada saat pa Diani Walikota Bogor,”  sambut Atang.

Kekuatan karakter dan kemampuan berkomunikasi yang baik dari seorang Atang tentu tidak hadir begitu saja. Sejak menjadi mahasiswa di IPB, sosok yang ramah ini memang sangat kenyang dengan berbagai kegiatan organisasi.

Tidak hanya menjadi Presiden BEM di kampusnya, pemuda Atang bahkan terus memacu kemampuan organisasinya hingga dipercaya menjadi.Presidium BEM se Indonesia. Berbagai organisasi atau komunitas  forestry (Kehutanan) nasional hingga international dijabat oleh sosok gesit yang memperistri Primanita Sukma.

Karena berlatar belakang profesi sebagai seorang konsultan, Atang juga pernah dipercaya menjadi Staf Ahli di Fraksi PKS DPR RI. Selanjutnya, dia mendampingi Menteri Pertanian Dr Ir. Suswono selama kurun waktu 5 tahun. Setelah usai menjabat,  Suswono yang juga diakui sebagai guru politik paslon Atang, mereka  membangun sebuah Yayasan Pendidikan di Bogor. Saat ini, Yayasan Pendidikannya mengelola sekolah SMP dan SLTA plus yang cukup bergengsi di Kota Bogor.

Karakter kepemimpinan yang kuat yang diasah sejak usia muda membuat Atang tampak matang sebagai seorang leader. Dia  dipercaya memimpin berbagai organisasi hingga Partai Politik, bahkan memimpin DPRD Kota Bogor periode 2019 – 2024.

Debat Publik Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bogor di INews TV, Jumat (8/11/2024) malam/Foto: tangkap layar

Keteguhan sebagai seorang pemimpin membuat beberapa pengamat kagum atas tampilan Atang saat acara Debat Publik Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bogor di INews TV,  Jumat (8/11) malam pekan lalu.  Diani Budiarto memuji Atang tampak matang, tenang dan komprehensif. Dia menguasai keadaan dan masalah.

Demikian juga mantan Camat Kota Bogor Timur Taufikqurahman M.  Saleh memuji paslon nomor 2 itu cukup tenang dan mampu mengurai  visi, misi dan program-programnya dengan baik.  “Kelihatan pa Atang unggul dalam debat malam itu. Dia mampu memberi penjelasan dengan tenang dan menjawab pertanyaan dengan bahasa dan tutur yang santun,” aku Taufiq  yang masih aktif membina beberapa ormas kepemudaan.

Calon Walikota yang diusung oleh PKS, Partai Ummat dan Partai Kebangkitan Nusantara ini bak Yulius Caesar saja tampaknya. Atang datang, lantas melihat arena pertarungannya dan siap menaklukan lawan-lawannya.

Doa dan dukungan suara rakyat Kota Bogor adalah penentunya. (Nat)

Debat Paslon Wali Kota Bogor belum Bicara Atasi Kemiskinan, PAD, Air Bersih

BOGOR, JAYAKARTA NEWS— Debat Pasangan Calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang diprakasai oleh Forum Radar Bogor, Sabtu (5/10.2024) di Aula Universitas Ibnu Khaldun Bogor belum menyentuh hal-hal atasi kemiskinan, air bersih, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk menjadikan Kota Hujan sebagai Kota Internasional secara substansial.

Pembahas debat terdiri dari 3 Rektor Perguruan Tinggi ternama di kota ini yaitu tuan rumah dari UIKA Prof Dr HE Mujahidin MSi, dari Universitas Pakuan Prof Dr Ir. H. Didik Notosudjono MSi serta IPB University adalah Prof Dr Ir. H. Arif Satria MSi. Mereka lebih banyak mengulik soal pendidikan, kesehatan dan Lingkungan.

Ikut membahas juga Direktur Radar Bogor Nihrawati AS dan dari pengamat Perkotaan Dr Yayat Supriatna jang mempertanyakan soal kemampuan daerah dianggap belum mampu mengelola sarana transportasi secara mandiri.

Kelima paslon yang hadir sebagai panelis adalah pasangan nomor urut 1 Sendi Fardiansyah dan Melly Darsah, paslon 2 Atang Trisnanto dan Annida Allivia, paslon 3 Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin, paslon 4 hadir hanya paslon Wakil Walikota Teddy Risandi serta paslon 5 adalah pasangan dokter Rayendra dan Eka Maulana. Sementara, calon Walikota nomor urut 4 Rena da Frina, mantan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor yang dikonfirmasi akan menyusul hadir, hingga acara berakhir tidak tampak ada di lokasi acara.

Kelima pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor dalam acara yang dihadiri berbagai tokoh masyarakat dan para pendukung, lebih memberi aksentuasi secara umum pada program umum dan prioritas saja.

Tampak Hadir mantan Walikota Bogor H Diani Budiarto (no.2 dari kanan)

Sementara calon incumbent Dedie Rachim mengangkat soal keberhasilannya bersama Walikota Bima Arya membangun Bogor, terutama memberi dukungan penuh pada program-program strategis nasional yang ada di Kota Bogor.

Sementara Sendi yang tampil dengan penuh percaya diri sempat ditanya soal prospek pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Sementara Atang lebih banyak mengajak semua pihak termasuk komponen masyarakat untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota dalam membangun Bogor lebih nyaman dan sejahtera.

Tampak hadir beberapa pejabat diantaranya Ketua DPRD Dr Adityawarman Adil MSi, Dandim 0606 Bogor Kol Inf. Fikri Ferdian, Kapolresta Bogor Kombespol Dr Bismo Teguh Prakoso, mantan Walikota Bogor Diani Budiarto, mantan Rektor UIKA Dr. KH. Ending Bahrudin, Ketua KNPI Kota Bogor Sapta Alfaraby dan beberapa pimpinan Partai Politik pengusung dan pendukung paslon Walikota.

Selama sesi debat berlangsung, terlihat moderator berkali-kali berusaha menenangkan para pendukung yang meneriakkan yel-yel kepada dukungan calon mereka, walau bukan pada saat yang disediakan oleh moderator.

Suasana tambah ramai dengan balas berbalas teriakan pendukung, terutama ketika topik Paslon 3 yang diwakili Jenal Mutaqin mempertanyakan skema anggaran untuk menaikkan insentif RW dari 500 ribu hingga menjadi Rp1,5 juta. Ini program dari paslon 4 Rena dan Teddy.

Tampak wajah terkejut dari Teddy karena harus menjawab dengan data akurat secara matematik anggaran sesuai pertanyaan paslon 3. Apalagi ditambah pasangannya calon Walikota Rena Da Frina tidak hadir. Audiensi pendukung tambah ramai, namun acara tetap terkendali dan berlangsung dengan damai.

Pada kesempatan paslon 4 dan 5 berdebat soal fasilitas pelayanan kesehatan 24 jam di Puskesmas, bahkan perlu ditambah dengan fasilitas rawat inap, riuh pendukung semakin ramai. Di luar gedung, terlihat ada gerakan penambahan personil kepolisian. Tampaknya sebagai antisipasi dukungan terhadap pengaman dalam kampus UIKA yang sudah ditambah puluhan personil Satpol PP.

Isu-isu debat masih dominan pembahasannya soal pendidikan dan kesehatan. Subtansi persoalan masyarakat Bogor dengan kemiskinan makin tinggi, lapangan kerja, air dan kali bersih hingga isu mendapatkan nilai tambah pendapatan daerah dari upaya mengubah Kota Bogor tidak sekadar Kota yang nyaman tapi menjadi Kota Internasional yang diminati wisatawan tematik, belum menjadi tema khusus menarik khususnya bagi para calon Pimpinan Daerah yang menjadi panelis dalam acara debat pilkada Kota Bogor. (Gus/nat)