Perkuat Identitas Produk Pangan Pemerintah, Dirut Bulog Usul Merek Beras SPHP Diganti Jadi ‘Beras Kita’

JAYAKARTA NEWS— Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan pergantian merek beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi ‘Beras Kita’ agar lebih mudah dikenali masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk pangan pemerintah.

Rizal mengatakan usulan dengan konsep dua produk baru, yakni ‘Beras Kita Premium’ dan ‘Beras Kita Medium’ telah disampaikan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

“Kami sudah lapor ke Pak Mentan (Menteri Pertanian) rencana produk baru dari Bulog yaitu Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium,” kata Rizal ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (9/7), dikutip dari Antara.

Rizal mengatakan penggunaan nama ‘Beras Kita’ terinspirasi dari produk pemerintah lain seperti ‘Minyakita’ dan ‘Gula Manis Kita’ yang dinilai lebih mudah dipahami masyarakat luas.

Menurut dia, penyamaan identitas berbagai produk pangan pemerintah diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memudahkan konsumen mengenali produk yang dipasarkan melalui berbagai saluran distribusi.

Bulog menargetkan memproduksi sekitar 2 juta ton ‘Beras Kita’ untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial setelah seluruh proses persetujuan pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Rizal menjelaskan tulisan SPHP tetap dicantumkan pada kemasan dalam ukuran lebih kecil, sedangkan Beras Kita menjadi identitas utama yang tampil pada bagian depan produk.

Ia berharap perubahan identitas tersebut membuat produk beras pemerintah lebih dekat dengan masyarakat tanpa mengubah fungsi utama sebagai instrumen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Namun, harga beras itu masih menunggu keputusan pemerintah melalui Rakortas Kemenko Pangan

Foto: Instagram ahmadrizal.ramdhani

Bulog akan memasarkan ‘Beras Kita’ dalam kemasan 5 kilogram, namun tidak menutup kemungkinan menghadirkan ukuran lain sesuai kebutuhan dan preferensi konsumen di pasar.

Rizal mengatakan fleksibilitas ukuran kemasan diperlukan agar produk pemerintah mampu menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan pasar nasional.

Varian Beras Kita Premium akan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kadar air 14 persen dan pecahan 15 persen, yang diproses kembali melalui penyortiran dan pemolesan sehingga memenuhi standar kualitas beras premium.

Sementara itu, beras hasil penyerapan Bulog tetap berasal dari beras medium sebelum melalui proses peningkatan mutu untuk menghasilkan kualitas premium sesuai standar yang ditetapkan.

Bulog memastikan beras SPHP yang saat ini masih beredar tetap dipasarkan seperti biasa karena kualitas produknya tidak mengalami perubahan selama masa transisi menuju identitas baru.

Pergantian identitas produk hanya mencakup aspek kemasan dan merek, sedangkan mutu beras tetap dipertahankan sesuai standar pemerintah agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara optimal.

Bulog berharap proses persetujuan pemerintah dapat segera rampung sehingga produksi dan distribusi Beras Kita dapat dimulai secepatnya untuk memperkuat pasokan beras nasional di pasaran. (Antara/di)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *