Pengalaman Masniari Wolf Raih Emas SEA Games Sampai Ingin Menembus Olimpiade

JAYAKARTA NEWS— Peraih medali emas SEA Games 2022, Masniari Wolf melakukan bincang media, Selasa, 21 Juni 2022 melalui aplikasi zoom.

Turut hadir Harlin Rahardjo (Waketum PB PSRI), Wisnu Wardhana (Manajer Tim Renang Indonesia), Zoraya Perucha (Kabid Medpro PB PRSI), Liza Januar (Wakil Hublu PB PRSI) dan rekan-rekan media.

Masniari yang kini berusia 16 tahun melakukan zoom dengan media dari Budapest, Hungaria. Masniari tengah mengikuti 9th FINA World Championship 2022.

Masniari menceritakan pengalaman pertamanya membela Indonesia hingga meraih medali emas nomor 50 meter gaya punggung putri di SEA Games 2022 Vietnam.

“Saat raih medali emas nomor 50 meter saya cukup terkejut karena bisa berenang secepat itu. Selanjutnya saya ingin tampil di Kejuaraan Dunia junior dan tentu ingin di nomor 100 meter gaya punggung sampai Olimpiade nanti,” ucap Masniari dengan Bahasa Indonesia yang dicampur bahasa Inggris.

Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin rahardjo mengatakan, federasi akan terus memberikan kesempatan kepada perenang-perenang muda untuk bisa lebih berkembang. “Masniari juga  tengah kita siapkan untuk bisa menembus limit waktu di Olimpiade 2024 atau Olimpiade 2028. Selain Masniari juga para perenang muda lainnya kita berikan kesempatan untuk memberikan kemampuan terbaiknya,” jelas Harlin.

Ditambahkan Wisnu Wardhana, sudah melakukan kontak dengan Masniari sejak 2017 dan melakukan pertemuan pada 2019. Saat dunia dilanda pandemi Covid-19, Masniari terus berlatih dan catatannya mencapai rekornas. “Melalui proses panjang Masniari akhirnya bisa tampil di SEA Games dan meraih medali emas. Ini terobosan bagi renang Indonesia karena banyak diaspora Indonesia yang masih punya jiwa nasionalis. Kita juga sudah siapkan program untuk Masniari jika ingin sekolah di Amerika Serikat lewat jalur student athlete,” papar Wisnu.

Dalam kesempatan ini Masniari juga mengatakan kenapa memilih Indonesia. “Ibu saya orang Indonesia, keluarga saya juga banyak Indonesia. Saya sering liburan ke Indonesia jika sekolah sudah berakhir dan pernah pulang ke Medan. Makanan favorit saya gado-gado.” ucap Masniari.***/din

Kania dan Joe Aditya Catat Waktu Terbaik di Hari Terakhir Time Trial Tim Nasional SEA Games Hanoi 2022

JAYAKARTA NEWS— Ajang Time Trial Tim Nasional Renang Indonesia sudah berakhir. PB PRSI akan melakukan evaluasi terhadap 16 atlet yang nama-namanya sudah diserahkan ke NOC Indonesia dan didaftarkan ke Panitia SEA Games Hanoi 2022 pada tanggal 31 Maret yang lalu, hasil pilihan Michael Piper dan tim pelatih.

“Secara umum kami puas dengan hasil time trial ini apalagi beberapa perenang menunjukkan kemajuan pesat dibanding sebulan lalu, seperti Gagarin, Joe Aditya, Kania dan Farrel. Namun, beberapa perenang belum juga menunjukkan performa terbaiknya, bahkan masih jauh dari personal best timenya, seperti Ratu PON asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi. PB PRSI akan segera mengevaluasi dan mengatur strategi yang tepat untuk mendapatkan hasil maksimal di SEA Games nanti dengan materi perenang yang ada ” ujar Harlin E. Rahardjo, Wakil Ketua Umum PB PRSI.

“Tim Pelatih harus mampu mengimplementasikan tapering yang tepat untuk para atlet sehingga bisa mencapai peak performance saat SEA Games nanti di Hanoi. Selain itu, perlu juga terus mematangkan aspek psikologis dan mental bertanding menghadapi event internasional pertama tahun 2022 ini”, tambah Harlin.

“Hasil Time Trial ini akan kita laporkan ke PB PRSI, kemudian akan menggelar rapat untuk menentukan apakah ada perubahan dari 16 perenang yang akan dikirim ke SEA Games 2022 Vietnam, jika masih memungkinkan,” ujar Pelatih Kepala Timnas Renang Indonesia, Albert Sutanto.

Albert menjelaskan selama pelatnas hingga Time Trial kali ini beberapa para perenang menunjukan kemajuan yang pesat. “Memang belum rekornas, namun mendekati rekornas dan juga personal best time para atlet sudah terpecahkan. Sebut saja Gagarin, Farrel dan Joe Aditya,” jelas Albert.

Dalam Time Trial hari terakhir ini, Joe Aditya tampil istimewa dengan mencatat waktu personal best 01.50.80 detik di 200 meter gaya bebas mendekati rekornas Triady Fauzi Sidiq 1:50.46 detik.

Di nomor 50 meter gaya punggung putri, A.A Istri Kania Ratih juga tampil cemerlang dengan mencatat waktu 29.73 detik, yang makin mendekati rekornas milik Sofie Kemala 29,47 detik.

Di nomor 50 meter gaya punggung putra, perenang andalan Indonesia I Gede Siman Sudartawa di final mencatat waktu 25,96. Namun di babak penyisihan mencatat waktu lebih baik yakni 25,75 detik.

“Tadi saya finisnya kurang sempurna dan akan perbaiki di tiga minggu terakhir. Target saya ingin raih tiga medali emas beruntun,” ujar Siman yang meraih medali emas di SEA Games 2017 dan 2019.

Pada nomor 100 meter gaya dada putra, Gagarin Nathaniel Yus mencatat waktu 01;02,06 detik di babak penyisihan dan di final 01;02,09 detik. Catatan ini mendekati rekornas miliknya sendiri yakni 01;01,76 detik. ***/din

Test Event Renang untuk Hadapi Asian Games 2018

PENGURUS Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) memanfaatkan test event berencana mempersiapkan para atlet tidak hanya untuk menghadapi ajang Asian Games 2018, tetapi juga demi persiapan menghadapi SEA Games 2019.

Sebagai bagian dari test event atau uji coba, pihak PRSI menggelar CIMB Niaga Indonesia  Open Aquatic Championship 2017 di Jakarta pada 5-15 Desember. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PRSI Wisnu Whardana mengatakan dalam test event tersebut akan dilihat dan diseleksi siapa saja para atlet lapis kedua yang memiliki potensi. Even ini dibuka secara resmi oleh Wapres Jusuf Kalla.

“Tapi para atlet yang akan ikut ajang Asian Games 2018 sendiri juga akan disiapkan untuk menghadapi SEA Games berikutnya,” kata Wisnu. Menurut Wisnu, alasan dilibatkannya atlet Asian Games 2018 untuk SEA Games 2019 ialah karena kegiatan pemusat-an latihan nasional (pelatnas) tidak boleh berhenti setelah selesai pelaksanaan Asian Games 2018.

“Tidak boleh ada prestasi yang tertunda. Dalam tiga tahu mendatang akan ada tiga kompetisi penting, yakni Asian Games 2018, SEA Games 2019 di Filipina, dan Olimpiade 2020 di Jepang,” sambung Wisnu. Wisnu berharap dari test event akan muncul lebih dari 20 perenang yang bisa bergabung di pelatnas untuk dipersiapkan menghadapi Asian Games 2018 dan SEA Games 2019.

PRSI, kata Wisnu, setelah test event akan langsung berkoordinasi dengan KONI dan Kemenpora demi mempersiapkan anggaran untuk persiapan atlet ke Asian Games 2018. Pada awal Januari, dia berharap seluruh formasi pelatnas cabang olahraga renang sudah dapat dibentuk.

“Mungkin atlet renang bisa latihan di Amerika Serikat (AS) dan Australia. Renang artistik di Jepang, polo air di Serbia, dan loncat indah di Tiongkok.” Selama pelatnas, para atlet ditargetkan untuk bisa masuk ke urutan delapan besar Asia sesuai disiplin masing-masing.

Wisnu mengatakan, jika ada yang tidak memenuhi target, atlet itu akan secara otomatis terdegradasi dari daftar deret-an sebagai atlet pelatnas. Test event akuatik yang bertajuk Indonesia Open Aquatic Championship 2017 akan di-ikuti peserta dari delapan negara. Lima cabang akuatik yang dipertandingkan ialah loncat indah, renang, renang indah (artistik), polo air, dan renang master.

Peserta dari tujuh negara hanya bertan-ding di dua nomor, yakni loncat indah dan renang. “Negara peserta test event ini akan ada delapan, termasuk Indonesia, dengan loncat indah diikuti negara asing terbanyak yakni Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan India,” kata Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin E Rahardjo.

“Untuk Nomor renang diikuti peserta dari Korea Selatan dan Singapura,” tambah Harlin saat ditemui di Stadion Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kemain. Dalam laga uji coba itu akan dipertandingkan 58 nomor pertandingan yang terbagi atas renang 41 nomor, artistik 5 nomor, loncat indah 10 nomor, dan polo air 2 nomor, yang diikuti lebih dari 2.000 peserta yang terbagi menjadi kategori senior dan kelompok umur. ***

Renang Siap Bangkit

TAK berlebihan bila Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB-PRSI) dibawah komando Anindya Novyan Bakrie, siap bangkit dari tidur panjang. Terkait hal itu PB PRSI bekerja keras untuk menata kelola program jangka pendek, menengah dan panjang.

Demikian beberapa kesimpulan dari hasil Rapat Kerja Nasional PRSI yang bertempat di Hotel Four Point, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2) lalu. PRSI membuat blue print sebagai panduan untuk empat tahun ke depan. Ada empat multievent besar, seperti SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Asian Games 2018 Jakarta – Palembang, SEA Games 2019 Filipina, dan Olimpiade 2020 Tokyo.

Rakernas PB PRSI membahas program kerja.

“Dalam Rakernas ini banyak hal yang kami bahas. Termasuk sejumlah agenda yang harus dibuatkan blueprint-nya. Sebab bicara aquatik itu cakupannya banyak ada loncat indah, renang indah, polo air, renang, dan open water swimming,” kata Anindya.

Menurutnya, pencapaian prestasi di ajang-ajang tersebut sangat penting. Terutama dan paling terdekat adalah SEA Games Kuala Lumpur yang akan digelar pada 19-31 Agustus 2017 dan Asian Games 2018. Di AG 2018 kita bertindak sebagai tuan rumah.

“Jangka pendek kita di SEA Games, sehingga dalam hal ini kami belum berani sesumbar jumlah raihan medali emas yang ingin dicapai. Demikian halnya dengan di Asian Games. Kami bertekad meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Diakui Anindya, memang tidak mudah dan mesti bekerja keras, tetapi dengan motivasi dan sejumlah terobosan yang kita lakukan saya yakin kita bisa meraih medali di ajang yang bisa dibilang sudah 25 tahun paceklik medali di Asian Games. Sementara SEA Games yang hanya meraih satu medali emas pada dua tahun lalu. ***

Terobosan Anindya Bakrie

WALAU muda usia, namun bukan halangan bagi Anindya Novyan Bakrie mengomandoi Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB-PRSI). Bahkan, putra sulung pasangan Aburizal Bakrie dan Tatty Bakrie ini punya terobosan baru dalam usaha mengembangkan prestasi.

Terkait program untuk mendongkrak prestasi itu ada sejumlah terobosan yang dibuat Anindya memang cukup jor-joran. Paling tidak masing-masing sub cabor mendapatkan sokongan bantuan pelatih asing yang terjun langsung dalam setiap latihan.

Anindya Bakrie menerima bendera PB PRSI.

Seperti misalnya di polo air putra yang kini dilatih Milos Sakovic, pelatih asing asal Serbia. Sementara renang indah asal Rusia, Anna Nasekina, kemudian renang dibantu pelatih asal Prancis David Armandoni, serta loncat indah yang saat ini tengah penjajakan menggunakan pelatih China.

Demikian juga untuk atletnya, PRSI dalam program jangka menengah lima tahun berikutnya. Akan melakukan kaderisasi atlet. “Kami bicara programnya, mulai summer camp luar negeri, bapak angkat, tapi yang digarisbawahi adalah edukasi juga menjadi bagian dari kaderisasi. Kami ingin atlet ini juga bisa berhasi di bidang akademis,” ungkap dia.

Selain itu, program kemitraan, kemasyarakatan musyawarah agar renang itu bisa menjadi bagian dari gaya hidup orang Indonesia, juga menjadi program serius. “Kita negara kepulauan, ada 250 juta orang, wajar kalau renang itu bisa melobi sebagai kurikulum dan bisa berkerjasama dengan pariwisata untuk supaya open water swimming itu bisa dijadikan bagian pariwisata,” tandasnya.

“Yang kita harapkan adalah bagaimana animo masyarakat terhadap renang bisa naik. Anindya berkaca pada olahraga lari yang kini di kalangan masyarakat dalam 10 tahun terakhir. “Lari 5 K, 10 K bisa naik daun. Walaupun tidak ada masyarakat Indonesia yang juara marahon. Nah, ini kami tidak bicara juara, tetapi jika renang bisa menjadi bagian daripada gaya hidup maka saya rasa akan membuat animo semakin besar lagi,” ujarnya. ***