Bens Leo Buka Kartu Kebiasaan Unik Panbers

Bens Leo

PENGAMAT musik Bens Leo mengungkap satu hal menarik yang kerap dilakukan mendiang Benny Panjaitan dan rekannya di Panjaitan Bersaudara (Panbers), namun mungkin terlewatkan sebagian orang.

“Di tahun 1970-an, ada yang menarik, saat saya mengikuti tur konser mereka. Selalu ada, perjalanan menarik. Misalnya, kalau pergi dengan pesawat, maka Panjaitan Bersaudara, itu berfoto di dekat pesawat,” ujarnya.

Kebiasaan ini mengisyaratkan seolah-olah Panbers memiliki pesawat sendiri layaknya musisi-musisi ternama di dalam dan luar negeri. Tak hanya itu, menurut Bens cara ini bahkan merupakan upaya publikasi yang unik.

“Minimal charter flight, untuk menjangkau daerah-daerah tertentu, selalu foto di sana, menjadi dokumentasi. Jarang sekali ada band Indonesia yang memakai publikasi seperti itu,” kata Bens.

Bens menuturkan, perkenalannya dengan Panbers bermula saat dirinya berniat menulis soal Panbers di era 1970-an. Saat itu, mendiang Toni Koeswoyo-lah yang mempertemukan mereka.

Menyoal sosok mendiang Benny sebagai musisi, tak hanya lagu soal cinta yang pernah ia ciptakan, walau memang kebanyakan soal cinta.

“Kebanyakan tema cinta, tetapi ada lagu yang menjadi kebanggaan tanah air, adalah “Indonesia my Lovely Country. Itu adalah lagu, populer sekali. Dengan bahasa Inggris sederhana, tetapi mudah dicerna orang di negara manapun. Ini menarik, pernah menjadi hits di tangga lagu luar Indonesia,” papar Bens.

Puan Bawakan “Akhir Cinta” dalam In Memoriam Panbers

 

UNTUK  mengenang karya almarhum Benny Panjaitan, yang wafat pada 24 Oktober 2017 lalu, sejumlah  musisi menggelar acara akbar bertajuk ‘In Memoriam, Perjalanan Sang Legenda’ di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/11/2017) pekan lalu.

Penampil yang turut serta dalam acara itu, bukan  hanya dari kalangan musisi. Politisi PDIP, Puan Maharani,  juga ikut hadir meramaikan acara itu, dengan membawakan salah satu lagu karya Panbers berjudul “Akhir Cinta” ditemani penyanyi lawas, Dian Piesesha.

“Kami persilakan Ibu Puan Maharani untuk membawakan lagu karya Benny Panbers, Akhir Cinta,” kata Helmi Yahya yang memandu acara itu, disambut riuh tepuk tangan tamu undangan.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu pun langsung beranjak dari tempat duduknya menuju panggung, didampingi politikus PDIP, Trimedya Panjaitan. “Saya tidak hafal lagu ini, saya diminta hadir oleh Pak Trimedya, tapi saya akan coba (nyanyikan). Ini nekat,” kata Puan sebelum mulai bernyanyi.

“Kalau untuk Ibu Puan, nyanyi 1 album boleh bu,” canda Helmy Yahya, MC pada acara tersebut.
Usai menyanyikan dua lagu, Puan turun panggung dan pamit undur diri dari acara tersebut.***

 

 

Musisi Benny Panjaitan Wafat, Jenazah Dimakamkan di Menteng Pulo

KABAR  duka datang dari dunia musik Tanah Air. ‎Musisi senior Benny Panjaitan meninggal dunia di rumahnya kawasan Ciledug, Tangerang, Selasa (24/10/2017).

Personel band Panbers itu menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.50 WIB.

“Benar, (Benny Panjaitan) meninggal jam 09.50 WIB,” ujar Dino Panjaitan, anak Benny Panjaitan, saat dihubungi, Selasa (24/10/2017).

Kepergian salah satu pentolan band legendaris Panbers ini dibenarkan oleh Roesland, anak Benny.

“Karena sakit stroke sudah lama. Ini saya sedang on the way ke rumah duka,” ujar Roesland.

Akun resmi Panbers di Facebook menyampaikan, Benny disemayamkan di rumah duka RS Dharmais, Jakarta. Akun tersebut bahkan mengunggah wajah terakhir Benny yang tampak sangat kurus.

Sebelum terkonfirmasi, pesan berantai tentang kabar duka ini lebih dulu menyebar ke kalangan wartawan.

“Om benny panjaitan barusan meninggal dunia. Alamat duka: Jalan Prof DR Hamka Komplek Panbers (Taman Asri) no 14, Ciledug Larangan,” tulis pesan tersebut.

Benny memang sempat dikabarkan meninggal dunia pada Minggu 22 Oktober yang lalu. Namun saat itu kabar tersebut dibantah oleh pihak keluarga alias hoax.

“Kali ini Bang Beny Panjaitan wafat benar,” kata musisi senior yang juga pengamat musik, Bens Leo. Jenazah dimakamkan Rabu (26/10) di TP Menteng Pulo. Di RS Dharmais tempat jenazah Benny disemayamkan, melawat kerabat almarhum. Tampak Menteri Kemaritiman Luhut Panjaitan, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan pengacara Trimedya Panjaitan.

Benny Pandjaitan dikenal sebagai anggota Panbers, band yang merupakan singkatan dari Pandjaitan Bersaudara.

Kelompok musik ini didirikan pada 1969 di Surabaya, terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs JMM Pandjaitan SH (alm) dengan Bosani SO Sitompul.
Mereka adalah Hans Panjaitan pada lead guitar, Benny Panjaitan sebagai vokalis dan rhythm guitar, Doan Panjaitan pada bas dan keyboard, serta Asido Panjaitan pada drum.

Dalam perkembangannya formasi band ini berubah dan bertambah sejak tahun 1990-an dengan kehadiran Maxi Pandelaki sebagai bassist, Hans Noya sebagai lead guitar, dan Hendri Lamiri pada biola.