Meski Melandai, Nono Sampono Ingatkan Pandemi Covid-19 Masih Ada

JAYAKARTA NEWS— Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengingatkan, saat ini status pandemi Covid-19 masih berlangsung. Hal tersebut berdasarkan pernyataan badan kesehatan dunia (WHO).
“Saat ini di beberapa negara masih ditemukan infeksi Covid-19 termasuk Indonesia. Bahkan, ada 24 negara yang sedang mengalami kenaikan jumlah kasus beberapa waktu belakangan ini,” ujar Nono Sampono disela-sela acara Senam Tera Indonesia di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (30/10/2022).

Menurut Nono, melandainya kurva kasus Covid-19 di Tanah Air tejadi sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang disertai dengan kebijakan vaksinasi massal. Namun Nono Sampono membeberkan 20 negara asal pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang banyak masuk ke Indonesia mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 yang signifikan.

Nono Sampono menambahkan, kondisi tersebut sering dikaitkan dengan varian terbaru Covid-19, yakni varian XBB atau BA.2.10. Varian terbaru ini merupakan mutasi dari sub varian BA.2 Omicron. Varian itu pertama kali diidentifikasi pada Agustus 2022.

“Negara kita sudah pernah mengalami lonjakan kasus setelah munculnya varian Alpha, varian Delta lalu varian Omicron. Oleh karena itu, kita harus waspada, apalagi Kementerian Kesehatan telah mengumumkan bahwa varian XBB sudah masuk dan ditemukan di Indonesia,” ujarnya lagi.

Di samping itu, Nono Sampono juga berharap perkembangan positif dari penanganan pandemi Covid-19 dapat berimbas pada bergeraknya aktivitas perekonomian di daerah.

Momentum pemulihan ini, kata Nono, merupakan hal yang harus dijaga dan dipertahankan bersama-sama dengan cara meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Oleh karena itu, ketaatan terhadap protokol kesehatan yang disertai dengan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran COVID-19 harus tetap terjaga.***din

Soal Referendum, DPD: NKRI Harga Mati, Jangan Ganggu Ranah Kedaulatan Negara!

Letjen TNI Marinir (Purn) Nono Sampono, Wakil Ketua DPD RI—foto DPD RI

JAYAKARTA NEWS— Dewan Perwakilan Daerah RI menegaskan menolak adanya wacana referemdum. Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dalam jumpa pers di Gedung Nusantara III, Senayan Jakarta. Jumat, 31 Mei 2019.

“Pandangan maupun wacana referendum ini harus kita luruskan karena tidak ada dasarnya, kita boleh berjuang atas nama apapun tapi jangan menyentuh atau mengganggu ranah kedaulatan negara, karena sudah final dan NKRI harga mati, jangan ada lagi derita rakyat, air mata dan darah tumpah di bumi Indonesia!” tegas mantan Komandan Korp Marinir TNI, sebagaimana dikutip dari siaran pers Setjen DPD RI.

Nono Sampono yang juga Senator asal Maluku menjelaskan bahwa NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD RI 1945 bagi rakyat Aceh adalah final. Dia juga menyatakan bahwa bersatunya wilayah nusantara dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai ke Pulau Rote adalah kesepakatan bersama melalui penderitaan perjuangan seluruh komponen bangsa.

Letjen TNI Marinir (Purn) Nono Sampono, Wakil Ketua DPD RI—foto DPD

“Dari sudut pandang hukum sudah jelas Tap MPR Nomor 8 Tahun 1998 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1999 mencabut masalah referendum, artinya jelas konstitusi di Indonesia tidak mengakui adanya referendum karena mencabut itu semua,” lanjut Letjen TNI Marinir (Purn), ini.

Masih pada kesempatan yang sama, Nono menyatakan bahwa negara Indonesia yang baru berusia 73 tahun ini sedang berproses, dan 17 Agustus 1945 berdirinya negara Negara Indonesia adalah puncak dari perjuangan seluruh elemen bangsa.

“Puncaknya 17 Agustus 1945 berdirinya NKRI adalah perjuangan seluruh elemen bangsa tidak berjalan sendiri-sendiri, negara ini berproses bukan barang jadi dan 73 tahun masih sangat belia, setiap generasi mempunyai tanggung jawab untuk berbuat bagi negeri ini bagai mata rantai, jangan pertaruhkan lagi kedaulatan dan keutuhan wilayah. “

“Saya ajak seluruh elemen bangsa Indononesia berjuang pada koridor hukum melalui perwakilan berjenjang dari daerah sampai tingkat pusat gunakanlah itu termasuk kami DPD RI,” ujarnya.

DPD RI sebagai representasi daerah akan melakukan pendekatan preventif sesuai tugas dan kewenangannya, dan berjuang untuk kesejahteraan daerah.

“Saya ingin mengajak seluruh elemen bangsa jangan terprovokasi, terlalu mahal harganya mempertaruhkan kedaulatan negara ini, hukum konstitusi sudah jelas tidak ada negosiasi terhadap kedaulatan negara. Sekali lagi saya tegaskan, jangan sampai ada derita rakyat, air mata dan darah tumpah di Bumi Indonesia, karena NKRI sudah final,” pungkas Nono Sampono. ***/ebn