Membangun Kembali Nilai-nilai Keluarga Lewat Memasak

BERTUJUAN memberdayakan wanita, keluarga dan ibu rumah tangga untuk bisa memasak layaknya profesional di rumah, Oxone, sebuah brand lokal yang menyediakan peralatan dapur dan rumah tangga membuka cooking class atau kelas memasak dan demo memasak bertajuk “Oxone HomeMade with Love”.

Yenni Kusuma, Head of Promotion Oxone menjelaskan, kegiatan ini dilakukan  untuk membangun kembali nilai-nilai keluarga lewat kegiatan memasak. Apalagi di saat sekarang, aktivitas memasak di dapur mulai berkurang lantaran padatnya kesibukan.

“Kami mendukung masakan rumahan, dengan memasak sendiri adalah pilihan terbaik bagi seorang ibu untuk keluarganya, selain untuk gaya hidup yang lebih sehat juga dapat mendorong kebersamaan dengan keluarganya,” kata Yenni.

Yang menarik, Kegiatan demo dan kelas masak ini diajarkan oleh chef ternama seperti chef Yongki Gunawan, Rudy Choiruddin, chef Beng Budarso, Chef Eddrian dan masih banyak lagi. Sementara bincang dihadirkan sejumlah selebritis, seperti Mona Ratuliu, Demian, dan lain-lain.

Untuk kali ini acara digelar di Mall PIK Avenue, berahkir Minggu (22/4/2018) lalu. Rangkaian akivasi tersebut antara lain cooking demo, cooking class–untuk ibu rumah tangga, wanita, serta anak-anak–talkshow parenting.

“Dengan memasak di rumah, maka makanan bisa lebih sehat, murah, dan higienis,” lanjut Yenny yang menargetkan tahun depan, aktivasi tersebut dapat digelar setiap bulannya. “Rata-rata sehari diikuti oleh 30 orang dalam satu kelas,” jelasnya. ***

Kumpul Dapur Saat Libur

LAZIMNYA, ibulah yang bertugas mendidik anak-anak memasak. Tapi tidak demikian di keluarga Soraya Haque – Ekki Soekarno.  “Yang punya hobi di dapur (memasak) itu Ekki bukan saya. Dia yang mengajar anak-anak memasak sejak kecil. Makanya mereka semua bisa memasak. Kalau saya hobi berbenah rumah, hobi makan juga hahaha… Tapi bukan berarti saya tidak bisa masak lho,” ujar Soraya  tentang hobi memasak di keluarganya.

Kegiatan memasak di keluarga, menurut peragawati top era 80-an ini, merupakan salah satu kegiatan yang paling menyenangkan di keluarganya. Kalau pada hari-hari biasa masing-masing anggota keluarga sibuk dengan kegiatannya, maka ketika mereka mendapat kesempatan kumpul, biasanya diisi kegiatan masak-memasak. “Akhir pekan ngumpul di dapur,” ujar ibu dari Valeri, Nadia dan Belmiro, seraya menambahkan, ia dan suami kadang juga mencoba resep-resep masakan baru.

Karena semua anggota keluarga hobi masak, tutur penyuka makanan pedas ini, persedian bahan-bahan masakan, selalu lengkap di kulkasnya. “Berbagai bahan sudah saya siapkan, mulai dari mie-mie-an, ikan, ayam, dll, termasuk aneka bumbu masak. Karena anak-anak suka memasak sendiri makanannya. Misalnya tidak suka makanan yang sudah disiapkan, mereka akan masak sendiri. Jadi kalau urusan makanan anak-anak sudah terbiasa mandiri,” tuturnya.

Itu juga sebabnya, ketika pembantu tidak, misalnya saat pembantu mudik,relatif tidak ada masalah. “Pembagiannya sudah jelas. Untuk masak-memasak Ekki dan anak-anak. Tinggal diatur bergilir. Sedang beres-beres rumah, saya,” ucap Aya  yang mengaku suka makanan khas Manado dan Padang. “Saya suka makanan yang pedas-pedas, seperti masakan khas Manado dan Padang. Untuk makanan Eropa, saya suka pasta Italia,” ungkapnya. ***