Kejuaraan Tinju Piala Kadispora DKI Jakarta, Ketum Pertina Komaruddin: Saya Bangga telah Bermunculan Petinju-Petinju Berbakat

JAYAKARTA NEWS— Sekjen PPAD yang juga Ketua Umum PP Pertina Mayjen Purn Komaruddin Simanjuntak membuka Kejuaraan Tinju Piala Kadispora DKI Jakarta di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, (9/12/2023).

Dalam sambutannya, Komaruddin menyatakan sangat senang dan bangga Kejuaraan Tinju Piala Kadispora DKI Jakarta ini diikuti banyak peserta. “Peserta membludak. Saya berterima kasih pada pak Hengky Silatang, Ketua Pengprov Pertina DKI Jakarta dan jararan pengurus serta panitia yang telah bekerja keras menggelar kejuaraan ini. Saya sangat senang dan bangga sudah bermunculan petinju-petinju berbakat dan petinju-petinju putri berbakat,” ujar Komaruddin Simanjuntak.

Kepada petinju-petinju muda, Komaruddin berpesan agar giat berlatih. Jangan asal-asalan. Harus disiplin. Agar bisa menjadi petinju berprestasi. “Rencanakan waktumu, apa targetmu dan siapa lawan-lawanmu. Setiap ada pertandingan, harus direncanakan dengan baik. Jadikan olah raga ini bukan untuk main-main tapi menjadi prioritas, ditekuni,” ucapnya.

Kepada pelatih, Ketum Pertina berpesan, agar memperhatikan faktor keamanan. Itu merupakan hal prioritas.

“Umur masih muda 16-17 tahun, tentu kesehatan lebih prioritas. Oleh karenanya pelatih harus cermat, pandai, mampu menghentikan pertandingan atau meneruskan pertandingan. Jangan sampai kita tidak fokus saat  anak-anak sedang bermain. Harus fokus. Kesehatan lebih utama. Tetapi target kejuaraan juga penting,” tambahnya.

Komaruddin berharap, melalui kejuaraan ini nantinya akan lahir petinju-petinju handal yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tak lupa Ketum Komaruddin kembali berterima kasih pada Ketua Pertina DKI Jakarta dan jararan pengurus serta panitia yang telah bekerja keras menggelar event ini.

Peserta Membludak

Seperti diketahui, peserta Kejuaraan Tinju Piala Kadispora DKI Jakarta yang digelar di Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP), Ragunan, Pasar Minggu, (9/12), diluar dugaan membludak. Ini merupakan Piala Kadispora pertama yang digelar Pertina DKI Jakarta.

Awalnya jumlah peserta mencapai 100-an petinju, namun kemudian karena dinilai sudah melebihi kapasitas, akhirnya dilakukan pemangkasan. Akhirnya pertandingan yang hanya berlangsung satu hari itu bisa selesai tepat waktu.

Penimbangan dan periksa kesehatan akan berlangsung Sabtu di PPOP Ragunan. Petinju yang bertanding dibagi untuk kategori pra yunior, yunior, remaja, dan dewasa. Putra dan putri.

Partai yang sudah dipublikasikan panitia antara lain:

Kelas 46 kg putri: Putri Firdaus (Bima Sarinah Tanah Abang) melawan Yuanita (Esalalan Bekasi).

Kelas 48 kg putri: Caroline Paris (Bima Sarinah Tanah Abang) melawan Natasya Barahama (Esalala Bekasi).

Kelas 54 kg putri: Marion Simorangkir (PPOP DKI) melawan Angela (Kabupaten Bogor).

Kelas 34 kg putra: Bima Wicaksono (RE Jakarta Selatan) melawan Gabriel (GR Jakarta Utara).

Kelas 51 kg putra: Owen Lahindo (RE Boxing Jakarta Selatan) melawan Gabriel Loleng (Esalalan Bekasi).

Kelas 51 kg putra: Sandy Anggoro (RE Jakarta Selatan) melawan Hishon Fatihudin (Kota Tangerang Selaran).

Kelas 54 kg putra: Joshua Lahindo (RE Jakarta Selatan) melawan Melkias Gonzales (WR Bitung).

Kelas 57 kg putra: Marcelino Nilahi (PPOP DKI) melawan Mateos Horman (Kota Bekasi).

Kelas 63,5 kg putra: Bima Baskoro (Bima Sarinah Tanah Abang) melawan Richard (Kota Bekasi).

Kelas 67 kg putra: Laskar Putra (PPOP DKI) melawan Reeven Devta (Universitas Negeri Jakarta).***

Sekjen PPAD Mayjen Purn Komaruddin Simanjuntak Raih Gelar Doktor dengan Predikat ‘Sangat Memuaskan’

JAYAKARTA NEWS— Sekretaris Jenderal Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat Mayjen Purn Komaruddin Simanjuntak meraih gelar doctor di bidang manajemen dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Human Capital, dan Perilaku Kerja Inovatif Terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia Pegawai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)”.

Bukan sekadar berhasil tapi Komaruddin juga meraih predikat ‘Sangat Memuaskan‘ dalam pengujian yang dilakukan secara terbuka di Gedung Pascasarjana UNJ, Rawamangun, Jakarta, Rabu (30/8/2023).

Tim pengujinya adalah para guru besar UNJ yakni; Prof. Dr. R. Madhakomala, M.Pd; Prof. Dr. Ir. Kazan Gunawan; Prof.Dr. Dedi Purnama, E.S., M.Bus; Prof. Dr. Hamidah, SE., M.Si; Prof. Dr. Corry Yohana, M.M; Agung Dharmawan Buchdadi, M.Si., Ph.D; dan Prof. Dr. Ir. Anoesyirwan Moeins, M.Sc (penguji dari luar UNJ).

Dalam paparannya Komaruddin mengatakan, berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa peningkatan kualitas SDM pegawai di BNPB tidak bisa hanya tergantung pada kepemimpinan transformasional. Namun perlu diperkuat oleh human kapital yang mumpuni khususnya di bidang kebencanaan.

“Human kapital adalah salah satu faktor yang dapat membuat kepemimpinan transformasional mempengaruhi perilaku kerja inovatif secara signifikan. Karena itu, human kapital perlu ditingkatkan dengan cara workshop atau pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill dari pegawai BNPB,” jelas mantan Panglima Kodam IX Udayana ini.

Dia mencontohkan temuan dari penelitiannya bahwa ternyata banyak pegawai BNPB yang minim pengetahuan dan pengalaman di bidang kebencanaan karena berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Hal tersebut mempengaruhi kualitas SDM BNPB dalam menjalankan tugasnya.

Karena itu, lanjutnya, seleksi perlu diperketat untuk memastikan pegawai memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang kebencanaan dan terus melakukan workshop atau pelatihan terhadap pegawai BNPB yang ada sehingga minimal memiliki pengetahuan kebencanaan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), paparnya lebih jauh, merupakan lembaga pembantu presiden yang penting untuk menanggulangi bencana demi menyelamatkan manusia. Karenanya, organisasi BNPB harus kompeten dan kualitas sumber daya manusia mumpuni agar kerja-kerja penanggulangan bencana bisa dilakukan secara cepat, terukur dan berakhir pada keselamatan manusia.

“Karana itu, saya melakukan penelitian soal SDM BNPB dengan pada faktor kepemimpinan transformasional, human kapital dan perilaku kerja inovatif para pegawai BNPB,” ucapnya. “Hasil penelitian ini nantinya saya akan komunikasi dan diskusikan dengan BNPB untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depannya agar meningkatkan kualitas SDM di BNPB” tambahnya.

Komaruddin mengakui kepemimpinan transformasional tetap penting untuk memastikan pegawai-pegawai BNPB bekerja sesuai dengan visi yang ditetapkan. Pemimpin transformasional di BNPB harus mampu mengkombinasikan secara jelas kepada semua pegawainya apa yang akan dituju oleh organisasi BNPB.

Penelitian dalam disertasi Komaruddin menggunakan pendekatan kuantitatif, metode survei dan teknik analisis jalur. Populasi dalam penelitian ini seluruh pegawai BNPB pusat pada level pelaksana, yakni eselon III-IV, fungsional dan pelaksana. Sampel yang digunakan sebanyak 239 pegawai BNPB.

Penguji Prof. Dr. Ir. Kazan Gunawan mengapresiasi disertasi yang berhasil dipertahankan Komaruddin. Menurut Kazan, disertasi tersebut layak untuk diaplikasikan oleh institusi BNPB untuk meningkatkan kualitas SDM-nya.

“Dalam disertasi Pak Komaruddin tadi sudah dijelaskan bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional, human kapital dan perilaku kerja inovatif bisa mempengaruhi kualitas SDM BNPB. Nah, hal tersebut bisa digunakan oleh BNPB atau institusi lainnya agar pemimpin bisa memberikan contoh kepemimpinan transformasional dan para pegawainya memiliki perilaku kerja inovatif dan human kapital yang baik. Jadi, saling melengkapi,” terang Kazan.

Kazan menilai keunggulan pada sisi human kapital para staf BNPB saat ini tidak terlepas dari kepemimpinan transformasional yang dilakukan oleh Kepala BNPB Suharyanto. Menurut dia, hal ini yang perlu tetap menjadi perhatian dalam manajemen pengelolaan SDM BNPB.

“Pembinaan SDM BNPB terbangun secara berkesinambungan dimulai dari masa Kepala BNPB dijabat Willem Rampangile hingga Doni Munardo yang mengedepankan profesionalisme, khususnya pada saat pandemi Covid-19 sebagaimana dikemukakan oleh promovendus Komaruddin Simanjuntak saat mempertahankan disertasinya,” ujar Kazan.***