Nabung Sampah, Makan Sehat

MENABUNG ternyata tak melulu uang, tapi bisa juga sampah. Seperti yang dilakukan pelajar SD Negeri Petojo Selatan 01 Jakarta Pusat. Hampir setiap hari seluruh muridnya bergiliran menabung sampah. Bukan sampah sembarang sampah, melainkan sampah khusus berupa botol minuman air mineral bekas dan/atau kardus bekas.

Nur Arti Rusziah, guru penanggungjawab bank sampah di sekolah yang berlokasi di Jl Tanah Abang 5, Jakarta Pusat ini, menjelaskan bahwa nabung sampah sudah dilakukan sejak Maret 2016. Sampah-sampah tadi dikumpulkan di salah satu ruangan, dan sebulan dua kali diangkut petugas Sudin Kebersihan. Sampah yang memang bisa didaur ulang itu, kemudian ditimbang, dan dibayar. “Uang hasil penjualan digunakan untuk makan sehat bersama semua siswa,” tambahnya.

Anak-anak ikut melihat proses penimbangan sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

Memang, dalam upaya mengurangi volume sampah terus diupayakan Pemkot Jakarta Pusat, salah satunya dengan bank sampah. “Saat ini ada 52 sekolah di wilayah Jakpus telah memiliki bank sampah. Kegiatan ini sangat efektif untuk mengurangi volume sampah di Jakpus,” jelas Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede.

Selain mengurangi volume sampah, juga dapat menjadi referensi pengolahan dan daur ulang sampah. “Pengolahan bank sampah di sekolah ini efektif mengurangi volume sampah. Selain itu,  siswa bisa belajar cara memilah sampah sehingga bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Mangara mengharapkan, keberadaan bank sampah di sekolah dapat ditingkatkan. Tidak hanya di 52 sekolah, tetapi seluruh sekolah di Jakpus. Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan Suku Dinas  Lingkungan Hidup dan Kebersihan mensosialisasikan keberadaan dan fungsi bank sampah kepada seluruh kepala sekolah di Jakarta Pusat. Harapannya, program ini makin masif. ***

Pungli adalah Musuh

ANDA mau dipungli (pungutan liar)? Pasti tidak. Apalagi, selama ini pungli telah meresahkan masyarakat. Tapi, kini pemerintah mulai bertindak tegas dengan memberanguskan pungli dan antek-anteknya.

Ya, guna membrantas praktek Pungli di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus), Pemerintah Kota (Pemkot) Jakpus membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli. Dalam pelaksanaannya, Pemkot telah bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Polri, TNI, dan Kejaksaan untuk membentuk Tim Saber Pungli.

“Ada kurang lebih 50 anggota dari  Polri, TNI, dan Kejaksaan untuk menjadi Tim Saber Pungli. Tujuan dari pembentukan Tim Saber Pungli ini untuk membrantas praktik pungli yang sering kali dilakukan aparatur negara baik dari Pemkot Jakpus, TNI, Polri dan Kejaksaan,” jelas Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede.

Mangara menjelaskan, dari Tim Saber Pungli yang telah dibentuknya ini diketuai Wakil Kapolres Jakarta Pusat. Pihaknya juga menginstruksika seluruh jajaran PNS di tingkat Kota Jakarta Pusat untuk tidak terlibat dalam hal pungli.

Mangara juga akan menindak tegas para PNS, Jika ada yang terlibat dalam praktik pungli. Menurutnya, konsekuensi atas pelanggaran tersebu sudah pasti akan diterima PNS tersebut. “Sanksi sudah pasti ada, jika mereka nekat terlibat dalam pungli,” tegasnya. ***